Daftar Ke Mana? Tips Memilih Universitas untuk S1

Daftar Ke Mana? Tips Memilih Universitas untuk S1

Memilih universitas (dan jurusan) bukan hal yang mudah, apalagi saat ini banyak sekali pilihan tempat meneruskan studi, baik dari segi tempat, jurusan, hingga fasilitas. Apa saja yang perlu kamu tahu sebelum memilih?

 

Apakah universitas pilihanmu memberikan kemampuan teknis/non-teknis yang diperlukan untuk dunia kerja? – Endilie Y. S.

Akses ke jaringan alumni? Kelihatannya cukup penting untuk universitas terkemuka. – David O. K.

…. Apakah universitasnya relatif aman? Apa kamu bisa menjalankan kepercayaanmu dengan mudah? … – M. Al Atiqi

– Beberapa saran pertanyaan dari teman-teman saya mengenai apa yang perlu dipertanyakan pada saat memilih universitas.

 

Persiapan ulangan dan tugas saja sudah banyak, kenapa masih perlu ditambah dengan mencari universitas? Pikiran seperti itu mungkin ada di pikiranmu (dan banyak teman-temanmu yang lain). Itu normal, karena memilih universitas berarti juga mencari jati diri yang bisa dibilang memerlukan waktu lama. Namun memilih universitas tidak boleh diremehkan karena kemungkinan besar kamu akan berada di tempat yang sama selama bertahun-tahun. Sebagai contoh, jika kamu lumayan suka berada di tempat yang ramai, tentunya kamu tak memilih kampus yang terletak di samping hutan yang berjarak puluhan kilometer dari pusat kota, bukan?


Sekarang jalan-jalan ke kota jadi barang mewah.

Selain masalah kesesuaian pribadi dengan kampus, kamu juga harus memperhatikan bagaimana kamu bisa fokus mempersiapkan pendaftaran semua universitas pilihanmu. Mungkin saja kebanyakan universitas pilihanmu tidak mewajibkan pernyataan pribadi, rekomendasi, dan macam-macam urusan lainnya. Jika ternyata mereka diwajibkan, kamu sebaiknya bersiap-siap membagi waktu antara ulangan, tugas, tidur, dan pendaftaran universitas.

Ada banyak faktor yang perlu kamu perhatikan dalam memilih calon universitas, beberapa yang penting adalah:

  • Reputasi

Tujuan utamamu berkuliah jelas untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin. Maka dari itu, reputasi universitas yang akan kamu tuju perlu diperhatikan. Saat ini ada banyak lembaga yang membuat daftar beberapa universitas terbaik di dunia, tetapi bukan berarti kamu bisa langsung menerima apa saja yang ada. Sebagai contoh, urutan universitas versi QS dan THE memiliki fokus yang berbeda satu dengan yang lain karena cara penilaian mereka juga lumayan berbeda. Dengan urutan yang berbeda-beda, alangkah lebih baik (dan lebih bijak) jika kamu bisa melihat data yang lain, seperti persentase lulusan yang bisa segera bekerja, pemasukan awal, jaringan alumni (seperti kata David) dan tidak lupa juga biografi singkat staf akademik (kalau ada waktu) di beberapa calon universitas pilihanmu.

  • Struktur kurikulum

Tiap universitas menawarkan struktur kurikulum yang berbeda-beda, dan ini mungkin saja bisa memengaruhi pilihanmu. Sebagai contoh, di beberapa perguruan tinggi yang menggunakan sistem liberal arts, cakupan yang kamu pelajari bisa lebih lua daripada kalau kamu langsung belajar sesuai jurusan yang kamu pilih dari semester pertama. Selain itu, komponen kerja praktik alias magang juga perlu diperhatikan karena kamu bisa saja tidak diberi kesempatan secara resmi untuk melakukan magang (baca: daftar magang sendiri) atau bahkan diminta melakukan magang selama minimal 1 semester (baca: siap-siap overload kelas di beberapa semester). Ini perlu diperhatikan karena menurut Endilie universitas sebaiknya juga mempersiapkan kamu untuk menghadapi dunia kerja. Jika kamu sudah memiliki gambaran rencana ke depan, mempertimbangkan struktur kurikulum yang sesuai dengan kebutuhanmu bisa jauh lebih mudah.

Komponen kerja praktik juga perlu diperhatikan waktu kamu melihat struktur kurikulum.

Komponen kerja praktik juga perlu diperhatikan waktu kamu melihat struktur kurikulum.

  • Lokasi

Tidak semua universitas cocok untuk semua orang, dan salah satu faktor yang lumayan penting adalah karena lokasi mereka yang berbeda-beda. Ini juga penting karena lokasi sedikit banyak menentukan arah awal kariermu. Misalkan saja kamu ingin bekerja di Inggris (walaupun dalam waktu dekat Inggris akan keluar dari Uni Eropa), maka tentunya kamu mempertimbangkan untuk bisa kuliah di sana. Jika kamu ingin bisa lebih sering kembali ke Indonesia, kamu bisa mempertimbangkan berkuliah di Asia (mulai dari Singapura yang hanya 90 – 105 menit dari Tangerang sampai Jepang yang mulai dari 6 ½ jam dari Tangerang).

mapimage

Mau kuliah di mana?

Selain faktor negara, faktor lingkungan sekitar dan lokasi kampus juga lumayan penting. Robin dalam artikelnya mengenai mempertimbangkan kota dalam memilih universitas berujar bahwa ada 3 jenis kampus: kampus urban yang berada di tengah kota besar, kampus suburban yang berada di pinggir kota besar, dan kampus rural yang berada di kota kecil dan populasinya didominasi oleh warga kampus tersebut. setiap orang memiliki pertimbangan dan kecocokan tersendiri mengenai lokasi, misalnya dilihat dari seberapa nyaman kamu berada di tempat yang lebih sibuk atau ramai dibanding jika berada di daerah pinggir kota yang tenang. Sebagai contoh, kampusku berada di sebelah hutan (yang kebetulan juga tempat latihan menembak untuk tentara, bonus pemandangan hewan liar kalau beruntung) dan terletak 20 – 25 km dari pusat kota, yang hampir bisa dibilang kampus rural kalau bukan karena di sisi selatan kampusku ada banyak apartemen Perumnas. Di sisi lain, SMU (Singapore Management University, almamater Content Director – Asia di IM tahun lalu) berada di pusat kota, tepatnya di dekat ujung barat jalan Orchard. Walaupun keduanya sama-sama universitas negeri dan menawarkan program di bidang bisnis dan ilmu sosial, mereka memiliki budaya yang sedikit berbeda satu dengan yang lainnya, misalnya seperti cerita Ted menyoal keaktifannya di kelas.

  • Kegiatan non-akademik di kampus

Selain kualitas pendidikan yang diberikan oleh kampus dan staf pengajarnya, kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan non-akademik di kampus juga lumayan penting. Kenapa? Kamu juga perlu memiliki pengetahuan dan pengalaman terkait soft skills, yang bisa didapat dari mengikuti beberapa kegiatan non-akademik. Ini faktor non akademis yang perlu dipertimbangkan, apalagi mengingat beberapa perekrut dari divisi SDM beberapa perusahaan mengeluhkan kurangnya kemampuan soft skills banyak lulusan universitas. Walaupun ada beberapa kegiatan non-akademik yang tersedia di luar kampus seperti PPI negara dan Indonesia Mengglobal, kamu akan lumayan sering berada di kampus, apalagi jika kamu juga akan tinggal di kampus. Kamu perlu mempertimbangkan kegiatan mana yang sesuai dengan minat kamu, dan walaupun mungkin ada acara pameran kegiatan non-akademik di kampus seperti fresher’s week di Inggris, tidak ada salahnya mencari dulu, kan?

Bergabung di kegiatan non-akademik di luar kampus mungkin lumayan menarik, tapi jangan lupa pertimbangkan yang di kampus. Foto meetup sebagian tim konten Indonesia Mengglobal.

Bergabung di kegiatan non-akademik di luar kampus mungkin lumayan menarik, tapi jangan lupa pertimbangkan yang di kampus. Foto meetup sebagian tim konten Indonesia Mengglobal di Jakarta.

Di sisi lain, kamu juga harus mengerti bagaimana komitmen mereka terhadap kegiatan tersebut. Kamu juga sebaiknya melihat apakah kegiatan yang memerlukan komitmen cukup tinggi di mana kamu bisa mendapatkan (sambil memberikan) banyak manfaat akan sebanding dengan kesibukannya. Jika tidak direncanakan dengan baik, aktivitas akademismu dapat terpengaruh.

  • Budaya di kampus

Tahun lalu saya dan beberapa rekan saya berkesempatan untuk mewawancarai Prof. Bertil Andersson, presiden NTU, untuk tugas salah satu kelas mengenai tugas seorang manajer. Beliau berujar, “You have to realize what is the most important to the university. The most important is the people. The second most important is the people.” Walaupun beliau berujar dalam konteks mencari peneliti unggul untuk meningkatkan mutu universitas, hal ini bisa juga diterapkan dalam hal budaya di kampus, karena mereka yang ada di kampus tentu saja berperan dalam membentuk budaya yang ada di kampus. Mungkin saja calon kampusmu penuh dengan penghuni perpustakaan (walaupun memang tempatnya bisa lumayan enak) atau didominasi mereka yang lebih berfokus pada kegiatan non-akademik, sehingga kamu juga perlu bisa sedikit lebih memahami mereka.

Ini memang bagian yang sedikit lebih susah karena tidak ada jawaban yang pasti (apalagi ada kemungkinan juga bisa berbeda-beda di tiap fakultas), tetapi kamu bisa mencari tahu dari calon kakak kelasmu yang mungkin bisa (dan mau) membantu.

Memilih universitas memang tidak mudah. Selain karena pilihan yang cukup banyak, pertimbanganmu sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan mendalam karena keputusan ini akan menentukan nasibmu selama beberapa tahun. Dengan perencanaan yang tepat, kamu pasti bisa memilih universitas yang sesuai dengan harapanmu.

 

Mau artikel lain yang juga nggak kalah bagus?
  • Kamu sudah tahu mau kuliah di mana – bagaimana caramu bisa pindah ke sana? Baca tips tentang berkemas untuk pergi ke luar negeri, bonus daftar kuota bagasi gratis 100 maskapai di seluruh dunia: http://bit.ly/2bDMHPr
  • Calon tempat kuliahmu terkenal punya biaya hidup agak mahal? Cari tips berhemat di luar negeri di artikel ini, pasti berguna: http://bit.ly/2bMk3kG
  • Enak tinggal di asrama atau di tempat tinggal eksternal? Josefhine berbagi tips untuk memilih lokasi tempat tinggal selama berkuliah: http://bit.ly/2fMyrXh

Semua foto diambil oleh penulis dan boleh disebarluaskan dengan mencantumkan pembuat/pemilik, kecuali disebutkan sebaliknya.

Foto cover artikel diambil dari http://collegeinformations.com.




===========================================
Hailing from Madiun, Eric is currently a third year computer science student at Nanyang Technological University. His interests on community service brings him to be an English teacher on winter 2014 in Cambodia as well as a certified first aider in Singapore. When he doesn't work on his coursework or community service, he works on his personal project on applying machine learning, travels around Singapore as well as overseas, listens to classical choral musics, and reads on personal development as well as on airports and airlines. He can be contacted at ericvalegap@gmail.com
Posts | Facebook | Quora | LinkedIn