Melanjutkan Studi di Seoul National University via Beasiswa Kampus

0
862
Suasana Kampus Seoul National University di Musim Semi (SNU).

Bulan lalu, kolumnis Indonesia Mengglobal, Alvin Qobulsyah, telah memberikan perspektif terkait studi di Korea Selatan. Kali ini, Alvin akan mengulik lebih jauh apa saja opsi beasiswa yang dapat diambil oleh mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya ke negeri ginseng.

***

Pada artikel sebelumnya Mengapa Kuliah di Korea Selatan? Sebuah Nomor Perkenalan, beberapa alasan mengapa Korea Selatan dapat jadi pilihan menjanjikan untuk melanjutkan studi sudah dihadirkan pada level permukaan.

Salah satu alasan yang dikemukakan adalah banyaknya pilihan fasilitas pembiayaan kuliah dan beasiswa bagi yang ingin melanjutkan studi di kampus negeri ginseng.

Beasiswa ini ada yang berasal dari pemerintah Korea Selatan semisal Korea Government Scholarship Program (KGSP) atau yang kini bernama Global Korea Scholarship (GKS). Beasiswa ini tersedia untuk jenjang sarjana, pascasarjana, hingga pertukaran mahasiswa.

GKS ini juga salah satu beasiswa yang paling populer di seluruh dunia dengan jumlah penerima yang besar dan persaingan yang ketat. Info terbaru terkait beasiswa GKS dapat dilihat di sini.

Selain beasiswa dari pemerintah, banyak sekali perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang memberikan beasiswa pada mahasiswa asing semisal Samsung atau POSCO.

Setiap universitas juga memiliki banyak program beasiswa untuk mahasiswa asing dan biasanya dikelola oleh kantor internasional masing-masing kampus.

Artikel ini akan fokus membahas beasiswa yang terakhir, yakni beasiswa yang disediakan kampus, khususnya untuk beasiswa pascasarjana.

Pada kesempatan ini beasiswa kampus dari Seoul National University (SNU), tempat penulis melanjutkan studi akan menjadi salah satu contohnya.

Dengan slogan “Veritas Lux Mea” atau The Truth is My Light, SNU adalah kampus komprehensif pertama di Korea pasca kemerdekaannya tahun 1945.

Kini SNU bercokol di peringkat 37 dunia versi pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) dan peringkat 9 di Asia versi Times Higher Education (THE). Di Korea Selatan sendiri, SNU bersaing dengan kampus teknik KAIST sebagai kampus terbaik di level nasional.

Terdiri dari 15 fakultas (college), 1 sekolah pascasarjana (graduate school), dan 11 sekolah pascasarjana profesional (professional graduate school), kini tak kurang dari 28 ribu mahasiswa tengah menempuh pendidikan di empat lokasi kampus yang dimiliki SNU, dengan kampus Gwanak yang terbesar di samping kampus di Suwon, Yeongeon, dan Siheung.

Untuk terus menggenjot peringkat dan kualitas universitas level global, SNU terus menyediakan beasiswa untuk mahasiswa asing yang berhasil masuk di SNU. Tiga di antara beasiswa kampus ini adalah SNU Presidential Fellowship, SNU Global Scholarship, dan SNU Graduate Scholarship for Excellent Foreign Students (GSFS).

Telaga Jahayeon (Jahayeon Ponds) adalah salah satu titik landmark SNU (SNU)
Telaga Jahayeon (Jahayeon Ponds) adalah salah satu titik landmark Seoul National University (SNU).

I. SNU Presidential Fellowship (SPF)

Boleh dikatakan beasiswa ini adalah salah satu yang paling prestisius di SNU dengan ukuran nilai beasiswa yang terbesar dan tingkat keketatan seleksinya. Beasiswa ini khusus untuk jenjang Doktoral (Ph.D.).

Adapun untuk persyaratannya memang cukup spesifik. Pertama, beasiswa ini amat dikhususkan bagi para dosen di negara asalnya dan belum memiliki gelar doktoral.

Para dosen yang berasal dari Asia, Afrika, serta Amerika Tengah dan Latin akan jadi preferensi utama dengan latar belakang teknik, kedokteran, kesehatan masyarakat, pertanian, studi pembangunan, dan studi Korea. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk ranah akademik lainnya.

Beasiswa ini dibuka 2 (dua) kali dalam setahun, yakni setiap bulan Desember menjelang semester musim semi (spring) di awal tahun dan bulan Juni sebelum memasuki semester musim gugur (fall).

Prosedurnya adalah setelah diterima masuk ke SNU dan telah memiliki profesor pembimbing akademik, para pendaftar beasiswa kemudian harus memenuhi beberapa persyaratan lagi diantaranya:

1) Lembar Aplikasi Beasiswa beserta Rencana Studi;

2) Surat Keterangan Kerja sebagai Dosen di kampus negara asal;

3) Surat Rekomendasi dari Dekan Fakultas/Sekolah Pascasarjana di SNU;

4) Surat Rekomendasi dari Rektor/Dekan Universitas Asal;

5) Video Profil Diri, termasuk di dalamnya pengalaman riset dan mengajar, rencana studi selama doktoral, serta rencana karier seusai merampungkan studi. Video ini maksimal berdurasi 5 (lima) menit, dan kemudian diunggah di kanal berbagi video semisal Vimeo atau Youtube. Salah satu contoh video dapat dilihat di sini.

Persyaratan ini boleh dibilang amat spesifik dan akademik. Tetapi, bagi para penerimanya yang rata-rata hanya berjumlah 5 (lima) orang setiap periodenya, fasilitas beasiswa ini terbilang amat lengkap.

Mulai dari tiket pergi-pulang, kursus bahasa Korea, asuransi kesehatan hingga uang saku (stipend) 1,5 juta won/bulan selama 4 (empat) tahun masa studi, hingga prioritas untuk tinggal di asrama kampus, termasuk asrama keluarga. Informasi lengkap terkait SNU Presidential Fellowship dapat ditinjau di laman ini.

Penerima Beasiswa SNU Presidential Fellowship Semester Musim Semi 2019. Dua dari lima penerima beasiswa berasal dari Indonesia, Anggia Utami Dewi (kedua dari kiri, Universitas Padjadjaran) dan Pinanga Yangie Dwi Marga (Institut Teknologi Bandung) (Seoul National University)
Penerima Beasiswa SNU Presidential Fellowship Semester Musim Semi 2019. Dua dari lima penerima beasiswa berasal dari Indonesia, Anggia Utami Dewi (kedua dari kiri, Universitas Padjadjaran) dan Pinanga Yangie Dwi Marga (ketiga dari kanan, Institut Teknologi Bandung) (SNU).

II. SNU Global Scholarship (SNU GS)

Beasiswa ini setidaknya tersedia untuk 60 mahasiswa pascasarjana asing setiap semesternya. Persyaratan utama untuk mendapatkannya adalah diterima terlebih dahulu di SNU melalui jalur pendaftaran reguler. Lalu, seusai mendapatkan sertifikat tanda diterima (Letter of Acceptance), proses mengajukan beasiswa SNU GS dapat dilanjutkan.

Layak dicatat, beasiswa ini sifatnya perpanjangan setiap semester. Sehingga baik mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif dapat terus saling bersaing untuk mendapatkannya di setiap jelang awal semester baru.

Syarat utama perpanjangan adalah IPK yang tidak boleh lebih rendah dari 3.0 dari skala maksimal 4.3, di samping persyaratan kehadiran di kelas yang ketat.

Beasiswa ini tidak bersifat komprehensif tapi hanya mencakup sebagian, ada yang hanya menanggung biaya kuliah (tuition fee) tanpa uang saku, ada juga yang sebaliknya hanya uang saku tanpa tanggungan biaya kuliah.

Beasiswa SNU GS ini terbagi dalam tiga kategori:

1) SNU GS I, beasiswa ini mencakup uang saku senilai 1,2 juta won/bulan dan dapat diperpanjang hingga 4 (empat) semester serta menyediakan tiket penerbangan khusus bagi mahasiswa asing yang baru masuk memulai semester pertama (freshmen), biaya kuliah semester tidak ditanggung;

2) SNU GS II, beasiswa ini hanya menanggung biaya kuliah untuk satu hingga dua semester;

3) SNU GS III, beasiswa ini khusus bagi mahasiswa asing yang mendapatkan biaya kursus bahasa Korea di lembaga bahasa milik SNU selama sepuluh pekan.

Beasiswa kampus jenis ini cukup umum ditemui di perguruan tinggi lainnya dan biasanya dikenal sebagai beasiswa sebagian (partial scholarship). Itulah kenapa beasiswa ini sifatnya pengayaan atau komplementer untuk memenuhi biaya lain yang sudah mampu dipenuhi secara mandiri atau via pembiayaan lainnya.

Proses pendaftaran beasiswa ini diajukan setelah diterima di SNU dan dilakukan via situs dan aplikasi layanan mahasiswa SNU (MY SNU). Info lengkap terkait beasiswa GS dapat dilihat di laman ini.

Salah satu kegiatan yang diadakan di SNU Graduate School of International Studies (GSIS), tempat penulis kini melanjutkan studi. SNU GSIS juga salah satu sekolah pascasarjana dengan proporsi mahasiswa asing yang cukup besar (SNU GSIS Student Council)
Salah satu kegiatan yang diadakan di SNU Graduate School of International Studies (GSIS), tempat penulis kini melanjutkan studi. SNU GSIS juga merupakan salah satu sekolah pascasarjana dengan proporsi mahasiswa asing yang cukup besar (SNU GSIS Student Council).

III. SNU Graduate Scholarship for Excellent Foreign Students (GSFS)

Beasiswa ini lebih komprehensif dibanding SNU GS, di mana biaya perkuliahan ditanggung penuh selama empat semester selagi mahasiswa mampu memenuhi persyaratan IPK minimal 3.0 dari 4.3 sama seperti SNU GS, tetapi dengan kemudahan tanpa perlu mendaftar ulang setiap semesternya.

Di samping biaya perkuliahan, mahasiswa penerima beasiswa GSFS ini juga mendapatkan uang saku minimal senilai 500 ribu Won/bulan tergantung berkuliah di fakultas atau sekolah pascasarjana yang mana.

Beasiswa ini dibuka dua kali sepanjang tahun dan praktisnya tidak ada berkas khusus yang diminta karena pendaftaran dan seleksi beasiswa dilihat sekaligus dari berkas registrasi saat pertama mendaftar di SNU.

Kriteria penerima beasiswa ini dilihat dari capaian akademik pada jenjang pendidikan sebelumnya, rencana studi yang jelas, pernyataan pribadi terkait tujuan melanjutkan studi, hingga kebutuhan finansial masing-masing pendaftar beasiswa.

Triknya adalah mencantumkan sertifikat penghargaan atau publikasi ilmiah yang pernah dirilis dalam berkas lain-lain (Miscellaneous) saat mendaftar pertama kali. Nanti berkas-berkas ini juga akan diuji saat proses wawancara pertama kali di SNU, baik wawancara langsung maupun wawancara daring (online).

Yang membuat menantang, pada setiap semester hanya 20 mahasiswa asing yang menerima beasiswa ini. Dan dari setiap fakultas/sekolah pascasarjana, rata-rata hanya 1-2 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini. Informasi terkait beasiswa GSFS dapat dilihat di laman ini.

Informasi penerimaan Beasiswa SNU GSFS untuk Semester Musim Gugur 2020 (SNU Office of International Affairs)
Informasi penerimaan Beasiswa SNU GSFS untuk Semester Musim Gugur 2020 (SNU Office of International Affairs).

Di samping tiga beasiswa ini tentu masih ada beasiswa lainnya, semisal beasiswa riset atau laboratorium yang tersedia spesifik di masing-masing fakultas atau sekolah pascasarjana dengan proses yang dikelola secara mandiri dengan supervisi langsung dari profesor.

Beasiswa-beasiswa kampus ini juga tak sulit ditemui di kampus lainnya di Korea Selatan. Titik awalnya bisa ditelusuri di masing-masing kantor internasional setiap kampus. Banyak jalan untuk melanjutkan studi di Korea Selatan.

Jangan lelah dan menyerah untuk menelusuri setiap peluang yang ada. Persyaratan umum semisal IPK minimal, kemampuan bahasa asing pun bisa dicicil sedini mungkin.

Bagi yang telah lulus sarjana, merintis karier sebelum melanjutkan studi juga bisa dilakukan sebagaimana pengalaman saya pribadi.

Portofolio saya di karier jurnalistik amat memudahkan proses aplikasi, mulai dari registrasi akademik hingga seleksi beasiswa. Tapi apabila portofolio telah dirintis sejak masih duduk di bangku sarjana, sesegera mungkin melanjutkan studi juga bisa jadi langkah mumpuni.

Sampai jumpa di Korea Selatan!

***

Bagi para pembaca yang tertarik, maka dapat mengikuti Virtual Talk yang akan diadakan oleh Indonesia Mengglobal pada Sabtu ini, 13 Juni 2020, jam 14:00-15:15 WIB, terkait tips untuk mendapatkan beasiswa atau grant untuk menopang biaya kuliah dan hidup di luar negeri. Dapatkan informasi lebih lanjut melalui link berikut ini.