Info Session 6 Juli 2013 bersama Ufara dan Guinandra

1
114

Kami, segenap tim Indonesia Mengglobal, ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman yang sudah menyempatkan hadir ke acara Indonesia Mengglobal Sharing Session yang berlangusng pada hari Sabtu, 6 Juli 2013 pukul 3 sampai 5 sore di Coffee Institute, Jakarta.

Sesi sore itu diawali oleh presentasi Guinandra Jatikusumo, mahasiswa tingkat tiga New York University Abu Dhabi. Guinandra berkisah tentang latar belakang pendidikannya dari SMA Taruna Nusantara yang notabene semi-militer, beberapa bulan singkat belajar di Australian National University dan sampai kemudian mendapatkan beasiswa penuh menempuh pendidikan di NYU Abu Dhabi.

Di tahun ketiganya yang dimulai September 2013 ini, Guinandra akan menempuh satu tahun pendidikan di NYU Stern School of Business di Manhattan, New York, Amerika Serikat. Ia bercerita bahwa meskipun terhitung baru didirikan, NYU Abu Dhabi yang adalah sekolah portal NYU New York yang menawarkan kesempatan yang sangat banyak, demografi kelas dengan keberagaman tinggi, serta rasio mahasiswa dan profesor yang tergolong kecil sehingga memudahkan interaksi dan fasilitasi pendidikan luar biasa di Saadiyat Island. Field trip salah satu mata pelajaran termasuk perjalanan ke Yordania dan tempat-tempat lain. Nantinya, ijazah kelulusan yang dikeluarkan akan setara dengan NYU di New York.

Tidak bersekolah di SMA internasional bukan berarti halangan bagi yang mau bersekolah keluar negeri. Salah satu persyaratan untuk mendaftar adalah International Baccalaureate (IB) tetapi nilai yang kita dapat di sekolah negeri atau swasta bisa disetarakan. Dan masih ada aspek-aspek lain yang dipehitungkan yaitu nilai SAT, TOEFL iBT, motivation letter, CV, sertifikat lain-lain dan esai.

“Yang penting adalah berani mencoba. Kita boleh aja nembak bulan, siapa tahu nanti nyangkut di bintang,” seru Guinandra. Kuncinya adalah tidak takut mencoba dan mencoba berkali-kali. Yang menurutnya juga penting adalah mempersiapkan diri jika dipanggil untuk interview. Saat itu, ia diundang oleh NYU Abu Dhabi untuk menjalani Candidate Weekend di Abu Dhabi untuk proses wawancara dan penulisan esai on-the-spot selama dua hari.

Pembicara kedua di sore itu adalah Ufara Zuwasti yang baru saja diterima di Master in Global Health Science, Oxford Global Health Program, University of Oxford. Ufara bercerita dengan sangat mendetail tentang proses aplikasi ke banyak universitas dan banyak beasiswa.

Sebagai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ufara sudah menyadari sejak lama bahwa minatnya bukan untuk membuka praktik kedokteran melainkan di bidang public health. Oleh karena itu, ia membangun resume dan pengalamannya secara konsisten untuk dapat berkarir di bidang tersebut.

Ufara sendiri tidak pernah bermimpi untuk dapat diterima di Oxford yang notabene salah satu universitas terbaik di dunia. Proses aplikasinya memang sangat panjang dan harus benar-benar diadakan riset menyeluruh ke setiap sekolah yang didaftar karena setiap sekolah bisa saja menawarkan program, beasiswa dan deadline  yang berbeda.

Selain Ofxford, Ufara juga diterima di Imperial College London, University of Edinburgh dan University College London. Bersamaan dengan proses aplikasi, ia mendaftar ke beragam beasiswa dan setelah mendapatkan letter of acceptance dari Oxford, proses mendapatkan beasiswa jadi sangat dipermudah. Oxford sendiri menawarkan beasiswa dari universitas meskipun pada akhirnya Ufara memilih beasiswa dari Jardine Foundation.

Melalui bagan di bawah, Ufara berpesan bahwa sebenarnya banyak sekali aspek yang diperhitungkan oleh universitas saat mereka menilai aplikasi kita jadi jangan berkecil hati apabila IPK kita tidak terlalu tinggi atau ada salah satu aspek dari kita yang tidak semenenjol di aspek lain. “Dan justru karena akan dinilai secara holistik, kita harus betul-betul mengalokasikan waktu bagi setiap aplikasi di satu sekolah dan jangan putus berkorespondensi dengan sekolah yang kita tuju untuk menunjukkan konsistensi dan niat kita,” ujarnya.

Bagan dari presentasi Ufara Zuwasti

Sesi sore itu ditutup dengan penjelasan singkat tentang Mentorship Program oleh Donny Eryastha dan sesi tanya jawab selama 40 menit. Para pengunjung cukup antusias dalam menanyakan berbagai hal terkait rekomendasi, jalur beasiswa, pengalaman kerja dan hal-hal lain.

Sekali lagi kami berterima kasih kepada teman-teman yang telah secara antusias mengikuti Sharing Session Indonesia Mengglobal. Ditunggu partisipasinya dalam offline event kami mendatang! Dan teman-teman juga bisa menghubungi kami jika ingin mengundang kami ke sekolah, universitas atau institusi teman-teman untuk berbicara seputar topik bersekolah di luar negeri.

Seluruh materi presentasi dapat diunduh di sini

Presentasi Guinandra Jatikusumo

Presentasi Ufara Zuwasti