Mimpi Besar dari Kota Kecil: Kisah Afrizal Menyelesaikan Studi di University of Cambridge dengan Jardine Scholarship

0
309
Afrizal berfoto di depan Library Downing College, University of Cambridge
Afrizal berfoto di depan Library Downing College, University of Cambridge

Bagaimana pengalaman berkuliah di salah satu kampus terbaik dunia? Apa yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan beasiswanya? Mari simak cerita berikut dari Afrizal, Jardine Scholar alumni Universitas Cambridge.


 

Mimpi Melanjutkan Studi di Sekolah Terbaik Sejak Kecil

Melanjutkan studi di salah satu kampus terbaik dunia, University of Cambridge, tentu merupakan impian bagi banyak orang di dunia, tak terkecuali halnya untuk Afrizal. Terlahir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mimpi Afrizal untuk bersekolah di sekolah terbaik dimulai sejak ia duduk di bangku SD. Hingga SMA, Ia memiliki mimpi untuk diterima berkuliah di kampus terbaik di Indonesia, di mana saat itu hal ini merupakan hal yang sulit didapatkan oleh orang-orang di SMA-nya. Setelah berjuang dan mengikuti passion-nya Afrizal akhirnya diterima untuk melanjutkan studi S1-nya ke Teknik Kimia UGM.

Mimpi Afrizal untuk berkuliah di kampus terbaik pun tak berhenti di sana, selalu ada keinginan di lubuk hati kecilnya untuk berkuliah di best university in the world dan mencoba living abroad.

Kembali ke awal tahun 2018, kesempatan itu pun datang ketika Afrizal sedang menjalani semester 8-nya. Mengetahui dari website kantor urusan internasional UGM mengenai beasiswa Jardine Scholarship jalur kerja sama universitas, Afrizal pun tergugah dan langsung menyiapkan segala berkas yang diperlukan. Melewati beberapa tahapan seleksi, bersyukur berbekal pencapaiannya selama studi S1, Afrizal akhirnya berhasil secure his funding for his master study dan diterima sebagai nominee Jardine Scholarship. “Iya jadi ketika mengetahui informasi tentang beasiswa itu, aku langsung coba, nothing to lose, karena berkasnya bisa aku siapkan dan tidak ada dipungut biaya apa pun,” jelas Afrizal sambil bersyukur mengenang momen tersebut.

Afrizal berfoto di depan Department of Chemical Engineering & Biotechnology, tempat Ia menjalani masa studi Master of Philosophy in Chemical Engineering
Afrizal berfoto di depan Department of Chemical Engineering & Biotechnology, tempat Ia menjalani masa studi Master of Philosophy in Chemical Engineering

 

Jardine Scholarship, Full Scholarship for Pursuing Study at Oxbridge

Afrizal menjelaskan bahwa beasiswa yang diperolehnya untuk melanjutkan studi di University of Cambridge, Jardine Scholarship, merupakan beasiswa studi penuh jenjang undergraduate dan postgraduate, ditujukan untuk siswa di Asia yang didanai oleh Jardine Foundation dari perusahaan Jardine Matheson Group. Uniknya, beasiswa ini hanya dikhususkan bagi siswa yang ingin melanjutkan studi di University of Oxford dan University of Cambridge (disebut juga Oxbridge).

Afrizal mengabadikan moment sebagai awardee Jardine Scholarship di acara dinner bersama Jardines Executive dan awardee lainnya
Afrizal mengabadikan moment sebagai awardee Jardine Scholarship di acara dinner bersama Jardines Executive dan awardee lainnya

Menurut Afrizal, Jardine Foundation sendiri memiliki concern yang cukup besar untuk siswa-siswa di Indonesia, karena besarnya perusahaan yang dinaungi Jardine Foundation di Indonesia, sehingga awardee dari Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dari negara lainnya. “Jadi kalau dari negara Asia lain hanya diterima 1 atau 2 awardee per negara, dari Indonesia itu bisa belasan sendiri awardee-nya,” tutur Afrizal.

Beasiswa ini sendiri menyediakan pendanaan penuh dari seluruh aspek yang diperlukan selama studi, dari biaya pendaftaran visa, flight, asuransi perjalanan dan kesehatan, living cost di atas informasi minimum annual living cost yang disediakan oleh Cambridge, dan lain-lain. Beasiswa ini juga tidak memiliki kontrak apapun setelah menyelesaikan masa studi, juga tidak memiliki jurusan prioritas yang boleh mendaftar beasiswa ini.

Alur Pendaftaran Jardine Scholarship untuk Postgraduate

Alur pendaftaran Jardine Scholarship untuk Postgraduate sendiri dibedakan menjadi 2 skema, yaitu

  • General scheme

Skema ini terbuka untuk umum bagi mereka yang sudah mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) dari Oxbridge dan membutuhkan pendanaan untuk melanjutkan studi mereka. Pendaftaran dilakukan via college, kemudian dilakukan seleksi administrasi, dan diwawancarai oleh committee Jardine Scholarship. Siswa yang lolos seleksi akan menyandang status sebagai awardee.

  • Kerja sama dengan universitas
Afrizal bersama awardee Jardine Scholarship Indonesia lainnya saat Awards Ceremony, Mandarin Oriental Hotel Jakarta
Afrizal bersama awardee Jardine Scholarship Indonesia lainnya saat Awards Ceremony, Mandarin Oriental Hotel Jakarta

Jalur pendaftaran dengan skema kerja sama universitas hanya dikhususkan untuk alumni sebagian universitas seperti UGM dan ITB. Pendaftar tidak diharuskan memiliki LoA dari Oxbridge. Pendaftaran dilakukan melalui kampus, diseleksi internal kampus untuk mendapatkan letter of recommendation dari kampus terkait kemudian diseleksi oleh committee Jardine Scholarship. Siswa yang lolos seleksi dan diterima menyandang status sebagai nominee, dan akan official menjadi awardee ketika sudah mendapatkan LoA dari Oxbridge.

Berkas yang diperlukan untuk mendaftar beasiswa ini antara lain:

  • Formulir pendaftaran
  • Curicullum Vitae
  • 2 Recommendation letters
  • Motivation letter
  • Short essay about (1) professional objective, (2) leadership, (3) community involvement
  • Letter of Acceptance untuk pendaftaran jalur general scheme

Untuk lebih detail mengenai alur dan skema pendaftaran beasiswa ini, dapat dicek langsung pada website berikut.

Cambridge Experience: From Academic to Social Life

Walaupun terhitung cepat, studi selama 1 tahun di Cambridge telah membawa banyak pengalaman tak terlupakan untuk Afrizal, dan tentu saja semuanya memenuhi ekspektasinya berkuliah di kampus terbaik dunia.

Pertama kalinya living abroad, Afrizal sempat mengalami berbagai culture shock dari bahasa, lingkungan, lifestyle, culture, cuaca bahkan makanan. Namun sistem dual entity, yaitu mahasiswa merupakan bagian dari academia (academic life) dan college (social life), dari University of Cambridge, membantu Afrizal untuk mengatasi culture shock yang dia alami dan beradaptasi lebih cepat.

Tak hanya itu, sebagai bagian dari college tertentu di University of Cambridge, Afrizal mendapatkan wadah bersosialisasi melalui aktivitas di dormitory, dinner hall, library, etc. College didesain sedemikian rupa sehingga terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan dan kewarganegaraan.

Momen Afrizal setelah dinner hall bersama dengan teman-teman PPI Cambridge
Momen Afrizal setelah dinner hall bersama dengan teman-teman PPI Cambridge

Dari segi akademis, Afrizal menguraikan bahwa seluruh fasilitas dari laboratorium, kelas, dan perpustakaan (24 jam) sangat menunjang learning experience mahasiswa.

Program magister yang Afrizal jalani terdiri dari 2 courses, yaitu core courses dan election courses. Core courses berhubungan langsung dengan program studi yang Ia ambil (M.Phil. in Chemical Engineering), sedangkan election courses merupakan course bebas dari jurusan mana pun yang boleh diambil sesuai dengan minat masing-masing.

Afrizal bersama teman-teman satu kelasnya di program Master of Philosophy Chemical Engineering
Afrizal bersama teman-teman satu kelasnya di program Master of Philosophy Chemical Engineering

Mirip dengan Indonesia, dosen di University of Cambridge juga memiliki style mengajar masing-masing; ada yang menggunakan modul dengan blank space yang diisi ketika menghadiri lecture, ada yang menggunakan textbook, ada yang berbasis project, lecture hall, dan lain-lain.

Namun yang berbeda, di University of Cambridge, setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan tutorial secara langsung secara private (maksimal 5 mahasiswa per sesi) bersama dosen pengajarnya, di mana di sesi tersebut lebih banyak digali real case dan pembahasan dari teori yang dijelaskan di kelas.

Afrizal mengerjakan master thesisnya di laboratorium Analytical Biotechnology, University of Cambridge
Afrizal mengerjakan master thesisnya di laboratorium Analytical Biotechnology, University of Cambridge

“Jadi sesi tutorial ini sangat membantu untuk memahami implementasi dan deep dive dari konsep yang dijelaskan, dan kita oleh menanyakan dan mendiskusikan hal apa pun yang kita belum pahami atau ide yang ingin bagikan,” jelas Afrizal.

Tak hanya itu, setiap hari di University of Cambridge disediakan berbagai talkshow, workshop, seminar, dan lain-lain yang diselenggarakan secara gratis di lingkungan kampus. Mulai dari topik bahasan ringan hingga acara-acara yang dihadiri oleh orang-orang penting seperti pemenang Nobel, petinggi negara, penulis, motivator, dan lain-lain. Afrizal juga menyebutkan bahwa dia mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan berdiskusi langsung dari penulis buku dan textbook yang dia gunakan di kelas.

How Cambridge Experience Impacts My Professional Life

Afrizal menjelaskan bahwa pengalamannya selama berkuliah di Cambridge telah mengubah banyak aspek dalam kehidupannya, tidak hanya secara profesional namun juga secara personal.

Pengalaman bekerja dan berkomunikasi dengan orang multiculture membuat Afrizal memiliki communication skill, language skill, dan adaptability yang lebih baik serta lebih open minded dan respectful. Terbiasa hidup mandiri abroad juga membentuk pribadi serta pola pikir Afrizal menjadi lebih independent serta lebih bersyukur dengan apa yang dimiliki.

Afrizal memulai kariernya di Unilever sebagai Unilever’s Future Leader Programme (UFLP) Supply Chain Talent, Oktober 2020.
Afrizal memulai kariernya di Unilever sebagai Unilever’s Future Leader Programme (UFLP) Supply Chain Talent, Oktober 2020.

Afrizal mengakui bahwa selama di Cambridge etos kerjanya menjadi lebih profesional. Berada di lingkungan high achiever membuatnya menjadi pribadi yang growing secara positif. “Iya, jadi students di Cambridge itu somehow tidak hanya bagus akademis dan profesionalnya, tapi juga secara social life, jadi secara tidak langsung selalu memotivasi aku untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bahkan tebawa sampai detik ini. Dan seluruh pengalaman aku selama berkuliah di Cambridge itu sangat impactful ke professional career aku sekarang yang banyak bekerja juga dengan orang multiculture,” kata Afrizal.

 

———–

Artikel ini ditulis oleh Ivone Marselina Nugraha, Columnist IM Europe & UK dan merupakan hasil wawancara dengan Afrizal Luthfi Anggara, S.T., M.Phil. dengan profil:

Afrizal Luthfi Anggara, S.T., M.Phil.
Afrizal Luthfi Anggara, S.T., M.Phil.

Afrizal Luthfi Anggara, S.T., M.Phil. merupakan Sarjana Teknik jurusan Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) lulusan 2016 dan telah menyelesaikan studi Master of Philosophy in Chemical Engineering, University of Cambridge, September 2020. Saat ini, Afrizal bekerja sebagai Unilever’s Future Leader Programme (UFLP) Supply Chain Talent sejak Oktober 2020. Di tengah kesibukan bekerjanya, Afrizal juga sedang menjalani studi lanjut MBA di business school INSEAD.

 

———–

Seluruh foto disediakan oleh narasumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here