Pengalaman Ikut Suami Studi di Cranfield UK dengan Dua Anak

2
4736

Oktober 2010 kami sekeluarga berangkat ke Cranfield London karena suami dapat beasiswa dari kantor untuk pendidikan S2 di bidang finance. Saat itu anak ku yang besar Rashaqa masih TK besar dan yang kecil Rakeyla masih di preschool.

215371_10150161156149013_2783526_n

Sesampainya disana dengan cukup waswas karena tempat tinggal di asrama kampus belum dipastikan, kami tinggal di hotel Keynes Milton, yang posisi nya cukup jauh dari kampus suami. Minggu pertama kami habiskan untuk menghibur diri ke pusat kota serta bolak-balik hotel dan kampus untuk melihat dan membiasakan diri dengan lingkungan kampus serta memastikan kalau tempat tinggal sudah siap dihuni. Akhirnya pada hari ke lima kami dihubungi pihak kampus dan di informasikan bahwa kami sudah bisa masuk kerumah nya. Alhamdulillah, rumah yang kami dapat sesuai dengan harapan kami, rumah nya memiliki taman yang besar, saya senang karena anak-anak bisa bermain dengan bebas di taman.

Minggu ke dua suami sudah mulai kuliah, saya sudah mulai melakukan aktifitas ibu rumah tangga sendiri, seperti cuci baju, masak dan bersih-bersih rumah. Minggu ke tiga anak-anak mulai sekolah; Rashaqa dapat sekolah di Cranfield lower school daerah village pemukiman dengan hampir semua orang asli sana. Dia naik school bus berangkat jam 7 pagi yang memang standby di kampus untuk menjemput anak-anak dari para mahasiswa yang kebanyakan pendatang. Sangat seru, semua datang dari berbagai negara, ada yang dari India, New Zealand, Malaysia, Singapur, Korea, Afrika, Nigeri. Setiap hari saya mengantri ke halte bus jadi bisa tambah teman juga, mereka sesama ibu-ibu yang mau mengantar anak-anak nya. Sedangkan Rakeyla karena masih preschool sekolah nya berbeda dengan kakak nya, kebetulan preschool nya adalah preschool Cranfield University yang memang ada di dalam area kampus dekat dengan rumah khusus untuk anak-anak yang tinggal di asrama kampus. Disana kami banyak berjalan kaki, walau dingin tapi happy karena ini pengalaman baru dan menyenangkan.

208081_10150161107329013_190913_n

224687_10150161872339013_6251944_n

Hari-hari selama di sana kami lewatkan ber-empat saja, susah senang ya cuma ber-empat. Pada hari kerja, rutinitas suami adalah kuliah dan mengerjakan thesis. Anak-anak sekolah jam 7-4 sore. Buat saya rutinitas selain masak dan mengantar anak-anak sekolah, juga setiap dua kali seminggu ke laundry coin dideket rumah untuk cuci baju, lalu ditinggal supaya bisa beres-beres rumah, lalu balik lagi ambil laundry nya.

Weekend kita ke Milton Keynes belanja supermarket atau ke village car boot sale. Senang banget karena semua serba murah!! kita borong segala macam mainan anak-anak, maklum mainan ditinggal di Jakarta semua. Sering juga di hari jumat kami berangkat ke London, menginap sampai hari Minggu malam, kami jalan-jalan keliling London untuk berwisata. Selain Itu kami juga sering ke luar Cranfield, pergi ke kota-kota sekitar seperti Oxford, Birmingham, Liverpool, Cambridge, Edinburgh, Manchester, dan Warwick.

Selama jalan-jalan keluar kota kami lebih sering menggunakan mobil kami yang dibeli disana, lebih nyaman dan enak juga untuk melihat pemandangan. Enak juga didalam mobil, jadi tidak perlu dingin-dinginan. Selama disana kayaknya hanya ada satu hari yang sunny dan tidak berangin, sisanya selalu dingin dan berangin walaupun lagi Spring, Summer, apalagi Autumn dan Winter.

205928_10150261047119013_4597748_n

224640_10150160862289013_6615402_n

10590594_10152287183574013_1324279150422369745_n

Sebelum berangkat sempat terbersit apa bisa hidup jauh dari keluarga? Tidak ada tempat jajan yang murah, belanja sendiri, masak sendiri, semua serba sendiri. Tapi Alhamdulillah, tetangga kami saat itu orang Malaysia yang begitu informative tentang tempat makanan halal. Saya masak benar-benar dari bumbu dapur mentah utuh sampai bisa jadi masakan makanan sekeluarga itu adalah hal yang baru untuk saya. Berhubung di Jakarta kita punya Mbak yang sangat jago masak.

Tiga bulan, empat bulan berlalu… Dari dingin sampai yang sangat amat dingin, suhu terendah selama disana minus 15. Sampai turun salju walau sempat menderita karena dingin banget, kami tetap happy karena di Indo tidak ada salju. Dari mulai main salju sampai akhirnya kami ngungsi ke London beberapa hari karena Cranfield salju nya lumayan parah, sampai kampus ditutup sementara karena jalanan akses dari manapun tidak bisa di lewati mobil karena salju sangat tebal.

Saat lebaran pun kami stay disana. Alhamdulillah saat kami bisa Sholat Ied karena banyak juga pendatang yang merayakan lebaran disana. Nah.. kalau untuk puasa itu lain cerita. Disana kami puasa saat summer, jadi jam 2 pagi sudah sahur lalu buka nya jam 10 malam. Puasa sampai 12 jam!! Padahal kalau winter enak banget, cuma 4 jam puasanya. Alhamdulillah anak-anak bisa ikut puasa walau tidak penuh setiap hari, tapi setidaknya mereka usaha. Lebaran disana juga tanpa masakan lebaran kayak di Indonesia. Tapi, karena keluarga Muslim Malaysia disana cukup akrab, kami diundang silaturahmi ke rumah mereka dengan disajikan makanan lebaran Khas Malaysia. Hampir sama dengan Indonesia, jadi lumayan berasa seperti lebaran normal.

Akhirnya, sampai juga kami di bulan ke-10. Thesis suami sudah selesai dengan nilai yg memuaskan. Anak-anak juga selesai sekolahnya dan sudah waktu nya kami pulang ke kampung halaman. Walau sempat terpikir untuk langsung melanjutkan S3 disana, ternyata prosedurnya tidak segampang itu. Berhubung suami terikat ikatan dinas dari kantor.

Jadi lah bulan ke 11 kami mulai beres-beres, yg ternyata barang kami benar-benar beranak cucu, akhirnya sebagian besar kita shipping. Bulan ke 12 akhirnya kami pulang dengan cukup berat hati karena sudah terlanjur nyaman dengan kehidupan dan lingkungan yg bersih, teratur, serta tidak Macet. Anak-anak saat itu juga sudah settled dengan sekolah dan pergaulan sosial mereka. Tapi mau bagaimana lagi, kami harus pulang dan melanjutkan hidup kami di tanah air.

Semua harus kami jalani, kami pulang dengan disambut oleh semua keluarga besar, kembali ke tengah-tengah keluarga besar, dan yang paling penting kembali ke negeri tercinta. Semua pengalaman kehidupan di Cranfield akan selalu kami ingat dan menjadi kenangan seru yang kami ber-empat lewati bersama.

Gallery: Author’s Collection.

Editor: Deandra Madeena

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here