Penopang Kepayahan Tanah Gersang Mesir

0
175

Dibalik kelelahan tanahnya dan kepayahan langitnya; ada dua hal yang menyokong Kairo untuk tetap bernafas. Apa itu? Azhar dan Nil. Yah, Azhar lah yang telah menghidupkan Mesir dari peradaban dunia. Dan Nil lah yang telah menghidupkan Mesir pada peradaban penduduknya. Jika di Novel “Ayat Ayat Cinta 1” karangan kang Abik, Maria menyebutkan “Mesir dan Nil adalah jodoh” maka pada tulisan ini, menyatakan bahwa “Mesir, Azhar dan Nil adalah keluarga”. Sama seperti definisi keluarga pada umumnya, bersambung, berangkai, berkaitan dan bersangkutan. Mesir, Azhar dan Nil adalah satu kesambungan, satu rangkaian, satu kaitan dan satu ketersangkutan.

Kenal dengan Kleopatra?

Siapa yang tidak kenal dengan ratu yang satu ini. Pengibaratan ketika menyebut nama Kleopatra, sama seperti ketika menyebut nama Elizabeth yang langsung terbesit di pikiran kita Negara Inggris. Begitupun halnya, ketika menyebut nama Kleopatra, yang langsung terbesit di pikiran kita adalah Negara Mesir. Ratu terakhir pada masa Kerajaan Mesir Kuno yang begitu masyhur dengan pesona kecantikannya. Namun, bukan si Kleopatra yang akan kita bicarakan disini. Tulisan ini akan menggiring para pembacanya untuk menyusuri tanah yang pernah dipijak oleh sang “The Queen of Nile” ini.

Kalau ditanya kota bersejarah paling tua didunia, Kairo sudah pasti menjadi salah satu jawabannya. Kota tua ini bak warisan peradaban bangsa-bangsa yang pernah berjaya dalam sejarah. Gambaran kehidupan sosial budaya sehari-hari di Mesir laksana bangunan tua yang terlihat seolah-olah sangat lelah dan payah. Tiang-tiang bangunannya telah termakan usia perjalanan zaman yang begitu panjang. Dinding-dindingnya telah terbalut tambalan peradaban lama dan baru. Atap-atap seakan enggan untuk menghadap ke langit. Yang jika ditatap dengan mata telanjang, seakan Kairo berbicara pada penduduknya, Kairo telah lelah berdiri, Kairo telah payah oleh zaman.

WhatsApp Image 2019-08-04 at 20.32.44Pemandangan di perbatasan Mesir

Namun, dibalik kelelahan tanahnya dan kepayahan langitnya; ada dua hal yang menyokong Kairo untuk tetap bernafas. Apa itu? Azhar dan Nil. Yah, Azhar lah yang telah menghidupkan Mesir dari peradaban dunia. Dan Nil lah yang telah menghidupkan Mesir pada peradaban penduduknya. Jika di Novel “Ayat Ayat Cinta 1” karangan kang Abik Maria menyebutkan, “Mesir dan Nil adalah jodoh” maka pada tulisan ini, menyatakan bahwa “Mesir, Azhar dan Nil adalah keluarga”. Sama seperti definisi keluarga pada umumnya, bersambung, berangkai, berkaitan dan bersangkutan. Mesir, Azhar dan Nil adalah satu kesambungan, satu rangkaian, satu kaitan dan satu ketersangkutan.

Mesir sebagai wadah

Azhar sebagai penyangga

Dan Nil sebagai penyokong

Mesir, negara dengan mayoritas muslim yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Mesir juga merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Mesir termasuk negara yang penyebaran penduduknya paling tidak merata didunia. Hampir 99% penduduknya tinggal berdesakan di sekitar 5,5% luas areal atau tepatnya di pinggiran Sungai Nil. Penyebabnya, tentu karena 95% wilayahnya terdiri dari padang pasir yang gersang. Namun, sebuah keberuntungan bagi Mesir. Karena Mesir yang gersang dan berdebu telah diwarnai oleh kehadiran corak-corak sejarah dan peradaban berbagai kerajaan dari sejak beribu tahun lamanya. Rasanya tidak berlebihan, jika dikatakan bahwa “Mesir, setiap jengkalnya ialah peradaban”. Jika kita tapaki setiap tanahnya, seakan bangunan yang kita lewati ini ingin menceritakan masa lalunya.

Mesir, layaknya museum raksasa yang menyimpan ribuan peninggalan sejarah berbagai peradaban, mulai dari Fir’aun(Pharaonic), Yunani(Hellenistic), Romawi hingga Peradaban Islam yang pernah ada dan berkembang di Negeri Kinanah ini. Masih ragu? Langsung saja kita pergi ke Fusthat (nama daerah di Kairo) disini terdapat Masjid pertama di Benua Afrika, yaitu Masjid Amru bin Ash. Lalu, kita pergi ke Qarrah al-Sughro; tempat dimakamkannya salah satu Imam Madzhab, Imam Syafi’i dan beberapa Ulama tersohor lainnya.

Beralih ke peninggalan Fir’aun; Piramida Giza salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Banyak yang mengira bahwa piramida di Mesir hanya ada tiga, namun sebenarnya tak kurang dari 97 piramida terdapat di seluruh Mesir, hanya saja bentuknya lebih kecil dari Piramida Giza. Lalu, kita pergi ke Sphinx yang merupakan pahatan dari bukit batu kapur dengan gabungan dari kepala manusia dan badan singa; yang boleh jadi perwujudan dari Filsafat Utopis Mesir Kuno. Pada Sphinx lah bersatunya kecerdasan(kepala manusia) dan kekuatan(badan singa). Ingin tahu lebih jauh kehidupan bangsa Mesir Kuno? Mari kita pergi ke Kampung Fir’aun, di Pulau Delta; museum hidup yang mempekerjakan ratusan karyawan guna memperkenalkan budaya dan kehidupan Mesir Kuno.

WhatsApp Image 2019-08-04 at 20.32.46

Pemandangan di Sungai Nil

Lelah di Kairo? Mari kita beranjak ke Faiyoum; Kota paling subur di Mesir. Konon, Faiyoum adalah kota yang pernah dibangun oleh Nabi Yusuf As. Di Faiyoum terdapat Danau Qarun; penelitian geologis membuktikan Qarun dan kekayaannya ditenggelamkan ditempat ini. Masih banyak sekali bukti sejarah dan peradaban yang ada di Mesir ini. Yang jelas jika kamu sudah menapakkan kaki di Mesir, kunjungilah tempat-tempat diatas dan tempat lain yang belum sempat penulis sebutkan, seperti Ismailiah, Port Said, Asyut, Alexandria, Sinai, Luxor, Aswan dan masih banyak lagi. Sejarahnya? Seribu satu malam juga tidak akan cukup untuk menceritakan sejarah yang tertimbun di negeri ini. Tapi, kalau pembaca memaksa; silahkan tulis di kolom komentar.

Hal menarik lain dari Mesir ialah dalam toleransi beragama. Walaupun identik dengan negara islam dan dimayoritasi oleh muslim. Negara ini tidak abai dengan keberadaan agama lain. Wujud toleransi antar agama yang terlihat jelas terdapat pada peninggalan bangunan Agama Islam, Kristen serta Yahudi, yang berdiri kokoh bersandingan yaitu Masjid Amru bin Ash, Gereja Muallaqot dan Sinagog Ben Ezra. Apa kiranya yang membuat Mesir begitu istimewa? Yaa, Azhar telah memulas Mesir menjadi sedemikian rupa. Azhar telah menghidupkan Mesir kembali. Azhar telah menyadarkan kembali keadaan Mesir yang hampir padam.

Al-Azhar adalah salah satu pusat utama pendidikan sastra arab dan pengkajian Islam Sunni di dunia yang berada di Mesir dan merupakan salah satu universitas tertua di dunia. Tidak hanya pendidikan sastra arab, universitas inipun juga menyediakan ilmu pengetahuan modern. Hanya saja, mayoritas pelajar asing lebih cenderung pada pendidikan sastra arab. Konon, jika Mesir berbentuk sebuah lingkaran sempurna, Al-Azhar adalah pemilik dari setengah lingkaran tersebut. Bagaimana Mesir menjadi sangat menarik ialah karena peradaban yang ada dan Al-Azhar yang terbangun didalamnya. Al-Azhar merupakan nikmat dan tanpanya serasa laknat.

Al-Azhar, bagi penulis sendiri bagaikan pulau disebrang laut. Indah nan menawan. Ulama-ulama nya bagai bintang yang berkilauan. Ilmu-ilmu nya bagai tanaman yang berhijauan. Dan berkah-berkah nya bagai pohon yang berbuahan. Bagi penulis, negeri ini sakral. Apa yang kamu ucapkan, secepat kilat bisa kejadian. Dimanapun pembaca berada, khususnya di negeri gersang ini “Awasi kata-katamu yang terlontar”. Negeri ini suci. Negeri ini negeri para Nabi.

Dan ada hal yang harus diingat. Untuk sampai pada pulau sebrang yang begitu menawan. Dibutuhkan pergelutan yang anggun serta tampan, mental yang rupawan serta harapan yang elegan. Godaan, tamparan dan ujian merupakan gelombang laut yang mesti dirasakan. Yang harus di tekankan bagi para penyusur Negeri Kleopatra, bertahanlah dan fokus pada tujuan.

SHARE
Previous articlePerjalanan Mencari Passion Lewat S1, S2, dan Profesi di Bidang yang Berbeda
Next articleOnye-onye and A journey to PhD Study
Nama lengkap, Eral Katyushantri Zeih. Mahasiswi kelas bahasa di Universitas al-Azhar, Mesir. Belum memiliki pengalaman menarik, karena baru meniti langkah di negeri ini. Lahir di Samarinda, 19 Mei 1998. Menghabiskan masa SMP dan SMA di Pondok Modern Darussalam Gontor. Sampai di negeri ini melalui beasiswa yang diberikan oleh Imam Besar al-Azhar. Aktif di bidang kepenulisan sejak SMP dan SMA.