Q&A Magang di Jepang

0
2300

Tidak sedikit universitas yang meminta mahasiswanya menjalani magang sebelum kelulusan. Namun, mahasiswa yang memilih untuk magang di luar negeri mungkin tidak banyak. Yuk simak pengalaman Daryl magang di sebuah perusahaan di Niigata, Jepang.

Halo Daryl, bisakah kamu menceritakan tentang dirimu secara singkat pada pembaca Indonesia Mengglobal?
Halo, nama saya Daryl Aziz Alifio. Saya adalah mahasiswa sarjana tingkat 4 atau semester 8 di Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung. Saat ini saya sedang menjalani program internship atau magang di sebuah perusahaan Jepang selama kurang lebih 7 bulan.

Bagaimana kamu menemukan kesempatan magang di Jepang?
Pada bulan April 2017 saat saya semester 6, saya mendapat kabar dari grup angkatan (bersumber dari kepala jurusan) bahwa ada tawaran magang di Jepang selama 7 bulan. Kebetulan mata kuliah di semester 7 Agribisnis itu bertema magang di perusahaan-perusahaan Pertanian. Contohnya mata kuliah Pengembangan Bisnis dan Lingkungan Usaha Tanaman Pangan (BEDP I), Pengembangan Bisnis dan Lingkungan Usaha Tanaman Hortikulturan (BEDP II), dan Pengembangan Bisnis dan Lingkungan Usaha Tanaman Perkebunan (BEDP III). Karena ada kebutuhan untuk memenuhi mata kuliah magang di semester 7 ini, saya tertarik dan kemudian mencoba daftar program magang di Jepang yang ditawarkan tersebut, meskipun saya memang harus membayar biaya program magangnya.

Apakah proses pendaftaran magang di Jepang sulit? Boleh ceritakan tentang prosesnya secara singkat?
Prosesnya diawali dari seleksi berkas seperti CV, paspor, surat kesehatan dan transkrip nilai. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara. Wawancara dibagi 2 tahap: tahap pertama lebih menekankan pengenalan diri dan menjelaskan semua tentang diri sendiri, yang mana saya alhamdulillah lulus. Wawancara tahap 2 lebih ke arah kesanggupan diri apakah siap jika harus tinggal di Jepang selama 7 bulan dan melakukan berbagai pekerjaan yang diberikan. Alhamdulillah saya juga lulus wawancara tahap 2, sehingga dapat berangkat ke Jepang pada 26 Agustus 2017.

Di perusahaan apa kamu magang dan kegiatan apa saja yang kamu lakukan selama magang di perusahaan tersebut?
Nama perusahaan tempat saya magang adalah Yukiguni Maitake Co.,LTD. Perusahaan ini bergerak dalam produksi penjualan jamur dan olahan jamur Maitake, Eringi, Bunashimeji, dan potongan sayur (katto yasai) yang terletak di Yokawa, Minamiuonuma-shi, Niigata Prefecture, Jepang. Saya magang bersama 37 mahasiswa Indonesia lainnya, yang terdiri dari mahasiswa UNPAD, UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara), dan USI (Universitas Simalungun). Kami ditempatkan di pusat pemotongan dan pengepakan jamur Maitake. Pembagian kerja dibagi antara jobdesc perempuan dan laki-laki. Untuk perempuan memotong jamur yang akan dikemas dengan berbagai kemasan. Untuk laki-laki kegiatan yang dilakukan adalah mengangkat keranjang jamur, mengangkat kardus, memasukkan jamur ke dalam kardus, dan mengoperasikan beberapa mesin yang ada di perusahaan seperti mesin pengikat kardus, conveyer belt, dll.

unnamed
Kantor tempat saya magang

Adakah hambatan yang dialami selama magang di Jepang?
Hambatan pertama yang jelas adalah bahasa. Bisa dikatakan hanya dalam waktu 1 bulan untuk belajar bahasa Jepang sangatlah kurang. Terlebih orang-orang di daerah tempat kami magang sangat jarang yang bisa berbahasa Inggris. Tetapi, kami memiliki translator untuk 1 bulan pertama, yang cukup memudahkan kami.

Hambatan kedua adalah gaya hidup. Sempat mengalami kesulitan untuk menyesuaikan gaya hidup orang Jepang yang sangat menghargai waktu. Pernah saat itu kami terlambat di 3 hari pertama kerja, di mana keterlambatan adalah sesuatu yang cukup signifikan bagi orang Jepang.

Hambatan ketiga adalah makanan. Setiap mampir ke supermarket, yang kami beli selalu ikan, telur, dan sayuran. Terlebih untuk saya yang beragama Islam tentunya harus mencari tahu dulu di setiap makanan yang saya beli apakah mengandung pork atau tidak.

Hambatan keempat adalah musim. Ini adalah kali pertama saya merasakan musim salju. Sulit untuk menyesuaikan diri dengan suhu yang selalu dibawah 5 derajat – terlebih daerah kami merupakan daerah terdingin kedua di Jepang.

Hambatan terakhir adalah dari pekerjaannya sendiri. Bisa dikatakan jika pekerjaan yang kami lakukan sangatlah berat untuk seorang mahasiswa. Tetapi dari sini kami belajar bagaimana rasanya dunia kerja, dan kami pun diberikan gaji atas pekerjaan yang sudah kami lakukan.

Bagaimana kegiatan magang di Jepang memberikan manfaat untuk Daryl, baik untuk perkuliahan maupun untuk karir ke depannya?
Manfaat yang didapat setelah hampir 6 bulan magang yang pertama adalah kemampuan bahasa. Karena sering berinteraksi dan mendengar orang-orang berbicara, kemampuan bahasa Jepang saya sedikit bertambah. Kedua, banyak teman dan sahabat baru yang dikenal dan bahkan bukan dari Jepang saja, tetapi juga dari Filipina, Cina, dan Vietnam, karena banyak pekerja di perusahaan Yukiguni berasal dari negara di luar Jepang. Ketiga, saya belajar untuk memanfaatkan, mengatur, dan menghargai waktu. Saya belajar bagaimana cara mengatur waktu untuk bekerja, istirahat, membuat laporan, dll. Saya juga jadi tahu bahwa orang Jepang benar-benar sangat menghargai waktu.

Selain manfaat untuk kehidupan sehari-hari, saya juga mendapatkan manfaat untuk perkuliahan saya dari magang ini. Bukan hanya memenuhi syarat mata kuliah, tetapi magang ini juga menjadi wadah bagi saya dan ke 6 teman saya yang sudah semester akhir untuk melakukan penelitian skripsi kami. Saya dan teman-teman sudah memiliki judul skripsi masing-masing sebelum kami berangkat ke Jepang. Jika pepatah bilang, sambil menyelam minum air, sambil magang sekaligus melakukan penelitian untuk mendapatkan gelar sarjana. Mohon doanya semoga penelitian kami dilancarkan, lulus, dan dapat wisuda di tahun 2018 ini. Sementara untuk karir kedepannya, kabarnya setelah program magang ini selesai, beberapa mahasiswa yang kerjanya memuaskan akan ditarik menjadi karyawan di perusahaan. Semoga saya menjadi salah satu mahasiswa yang dipilih, Amin.

unnamed-2
Bersama teman-teman yang magang di Jepang

Menarik sekali ya pengalaman magangnya. Dari pengalaman-pengalaman tersebut, apa sih pengalaman yang paling berkesan selama Daryl magang di Jepang?
Banyak sekali pengalaman berkesan yang saya alami, mungkin tidak akan cukup jika ditulis satu persatu di sini. Tapi salah satu yang paling berkesan adalah ketika saya menjadi translator dari Inggris ke Indonesia di depan teman-teman dengan kondisi masih menggunakan sandal toilet. Budaya di Jepang saat bekerja adalah jika ingin ke toilet, kalian harus mengganti sepatu kerja kalian dengan sandal yang sudah disediakan di dalam toilet. Saat sudah selesai, saya lupa mengganti sandal toilet dengan sepatu dan keluar dengan menggunakan sandal toilet tersebut. Sebelum saya sadar akan kelupaan saya, tiba-tiba saya diminta menerangkan kembali pernyataan sensei (guru) di depan semua teman-teman. Kemudian ada yang menunjuk kaki saya dan spontan semua orang melihat kaki saya dan semua tertawa.

Terima kasih sudah berbagi dengan pembaca Indonesia Mengglobal ya, Daryl. Sebagai penutup, apakah Daryl punya saran untuk teman-teman yang ingin magang di luar negeri?
Untuk saran, yang pertama kali harus dilakukan adalah pelajari dan cari informasi sedalam-dalamnya dari program magang yang ditawarkan oleh agen atau pihak penyelenggara program tersebut. Karena bisa dibilang program yang diadakan oleh pihak agen kami ada yang tidak sesuai dengan penjelasan yang diberikan di awal, meskipun sudah mereka perbaiki. Kedua, jika program magang yang didapat kalian panjang (seperti saya yang 7 bulan), usahakan bawa perbekalan makanan yang cukup banyak – kalau bisa 1 koper khusus untuk makanan – karena kita belum tahu bagaimana keadaan dan cara mendapatkan makanan halal di negara tujuan magang kita. Ketiga, jangan lupa membawa perlengkapan musim dingin seperti jaket, coat, longjohn, dll jika negara tujuan magang kita memiliki dan akan melewati winter. Terakhir, jangan lupa membuat catatan pribadi, semacam jurnal harian mengenai apa-apa saja yang sudah kalian alami setiap harinya. Jujur saja, bahkan hingga saat ini, saya selalu mencatat di notes handphone tentang kejadian-kejadian yang terjadi pada saya supaya saya dapat mengingat kembali apa saja yang sudah saya kerjakan, dapatkan, dan tentunya agar saya tidak melupakan 1 hal pun yang sudah terjadi di setiap harinya.

Foto disediakan oleh penulis.