5 Rahasia Penting Sebelum Berangkat untuk Program Pertukaran Pelajar

0
776
Suasana ketika saya menjadi volunteer pada acara Seoul Global Center Foreigner's Flea Market di depan Dongdaemun Design Plaza

Kalau kamu adalah mahasiswa perguruan tinggi yang akan mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri, beberapa hal yang saya paparkan di bawah ini wajib kamu ketahui sebelum kamu berangkat. Saya yakin sudah banyak teman, senior di kampus, blogger atau youtuber yang memberi informasi mengenai persiapan studi ke luar negeri yang sifatnya survival seperti visa, kartu telepon, tempat tinggal, rekening bank, dan lain sebagainya. Jika persiapan kamu mengenai hal-hal tersebut sudah dirasa mantap, maka 5 hal yang akan saya jelaskan ini akan menjadi wejangan terakhir yang harus kamu ketahui sebelum berangkat atau mungkin sebelum mendaftarkan diri. Semua saya tulis murni berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika mengikuti program pertukaran pelajar ke Korea Selatan. Saya juga akan menyebutkan beberapa informasi dan contoh kegiatan yang dapat dilakukan jika kamu studi ke Korea Selatan khususnya di kota Seoul.

  1. Kamu nggak harus mengambil program studi yang sama dengan program studi aslimu atau hanya mengambil mata kuliah yang diperlukan oleh jurusan aslimu

Hal ini baru saya ketahui setelah sampai di Korea Selatan dan berbincang-bincang dengan exchange student lainnya. Saya heran karena tidak sedikit dari mereka mengambil jurusan yang berbeda 180 derajat dari jurusan aslinya. Sebagai contoh, teman saya yang merupakan mahasiswa hukum di Jerman, mengambil jurusan budaya dan sejarah korea dalam program pertukaran pelajar ini. Saya sendiri mengambil jurusan yang sama dengan jurusan di universitas asal saya, yaitu Food and Nutrition. Namun dari sekian banyak mata kuliah yang tersedia, hanya ada 2 mata kuliah dengan pengantar bahasa Inggris. Sisanya, saya mengambil mata kuliah dari program studi yang berbeda yang memiliki pengantar bahasa Inggris.

Jika universitas yang dituju tidak memiliki program studi yang kamu pelajari, tidak ada salahnya mengambil program studi yang berbeda. Begitu pula jika kamu bernasib sama seperti saya, tidak dapat mengambil banyak mata kuliah yang diperlukan atau tidak tersedianya mata kuliah yang dapat ditransfer kreditnya. Masa pertukaran pelajar ini adalah saat di mana kamu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, contohnya dengan mendapatkan hal-hal yang tidak dapat kamu peroleh di tempat asalmu. Jangan kecewa atau ragu untuk mengambil mata kuliah lainnya! Jika kamu mempelajari arsitektur namun diam-diam memiliki ketertarikan pada sejarah Amerika dan Inggris, jangan ragu untuk mengambilnya karena kapan lagi kalau bukan saat ini. Jika kamu mengetahui universitas yang kamu tuju memiliki keunggulan dan terkenal di beberapa program studi dan kamu tertarik, jangan ragu dan ambil kesempatan ini!

  1. Buka diri, bersosialisasi, dan bangun koneksi

Ketika kamu berkesempatan mengikuti program pertukaran pelajar, membangun relasi dengan orang-orang yang kamu temui di sana adalah seperti menemukan emas yang kamu simpan dan dapat digunakan kapan saja. Membangun relasi dengan orang-orang yang berlatar belakang berbeda akan memperkaya pengalaman pertukaran pelajar kita, juga sebagai ‘investasi’ di masa depan. Tidak peduli apakah mereka orang berkulit putih, hitam, orang Asia, lokal, atau orang yang memiliki keterbatasan fisik, kita akan selalu dapat mempelajari hal baru dari mereka. Lewat berkenalan dan membuka diri, kita membangun koneksi dengan berbagi pengalaman, budaya, dan cara berpikir. Hal ini memberikan kita keuntungan berupa cara pandang dan wawasan baru sehingga kita dapat melihat segala sesuatu dari berbagai perspektif. Berkenalan dan membangun relasi dengan banyak orang juga akan membantu diri kita sekarang dan di masa depan. Bangunlah relasi yang baik dengan para profesor, teman-teman lokal & internasional, teman-teman Indonesia yang sedang belajar disana, penjaga asrama, dan siapapun yang kamu temui.

  1. Selain kuliah dan jalan-jalan, jangan ragu untuk terlibat dalam berbagai aktivitas di dalam dan luar kampus!

Ketika mengetahui bahwa waktu yang kita miliki terbatas, pastikan bahwa kita benar-benar menggunakan waktu tersebut sebaik-baiknya. Gunakan kesempatan pertukaran pelajar ini untuk benar-benar bersentuhan dengan kehidupan dan budaya masyarakat di negara yang kamu tuju. Saya yakin, sebagian besar kampus memiliki kegiatan yang rutin diadakan setiap bulannya. Entah itu komunitas mahasiswa, konser musik kampus, seminar, conference, atau kegiatan lainnya. Jika kamu memiliki waktu luang, cobalah untuk datang dan bergabung, dengan demikian kamu akan benar-benar merasakan dan memahami bagaimana kehidupan kampus di luar negeri. Tidak menutup kemungkinan kamu akan mendapatkan inspirasi dan motivasi tak terduga yang bermanfaat bagi karir atau mimpimu.

Suasana ketika saya menjadi volunteer pada acara Seoul Global Center Foreigner's Flea Market di depan Dongdaemun Design Plaza
Suasana ketika saya menjadi volunteer pada acara Seoul Global Center Foreigner’s Flea Market di depan Dongdaemun Design Plaza

Selain aktivitas dalam kampus, kamu juga dapat turut serta dalam aktivitas di luar kampus. Contohnya, di kota Seoul terdapat Seoul Global Center yang merupakan organisasi non-profit di bawah pemerintah kota Seoul. Seoul Global Center memiliki tujuan untuk membantu warga negara asing yang hidup di kota Seoul. Organisasi ini memiliki jadwal bulanan yang dipadati dengan segudang kegiatan menarik dan bermanfaat seperti pelatihan dan cara membuat SIM, tips membuka usaha bisnis di Korea Selatan, cultural trip gratis, menjadi volunteer, kelas bahasa, kelas memasak, sampai kelas yoga pun diselenggarakan organisasi ini. Jika kamu tipe orang yang mudah homesick, mungkin KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dapat membantu menghilangkan perasaan rindu itu karena disana kamu dapat bertemu dan mengenal orang Indonesia, menemukan makanan Indonesia, dan mengikuti kegiatan-kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan KBRI.

Tampilan website Seoul Global Center (sumber: http://global.seoul.go.kr/index.do?site_code=0101)
Tampilan website Seoul Global Center (sumber: http://global.seoul.go.kr/index.do?site_code=0101)

Hal terakhir yang sayang untuk dilewatkan adalah mengikuti festival musiman atau festival kebudayaan rutin yang diselenggarakan oleh negara yang kamu tuju. Kamu dapat mencari kegiatan-kegiatan tersebut dari website kementerian pariwisata, pusat informasi turis, dan sebagainya.

Mempelajari kesenian dan budaya tradisional Korea di Korean Folk Village bersama teman-teman dari komunitas ISF (International Student Fellowship)
Mempelajari kesenian dan budaya tradisional Korea di Korean Folk Village bersama teman-teman dari komunitas ISF (International Student Fellowship)
  1. Magang atau bekerja paruh waktu? Mengapa tidak?

Jika kamu memiliki cukup waktu untuk bekerja ketika sedang melakukan program pertukaran pelajar, jangan ragu untuk mencobanya. Seorang teman saya yang berasal dari Jerman mengatakan bahwa dia bekerja sebagai guru bahasa Jerman dan Inggris untuk beberapa anak sekolah dan mendapat penghasilan yang lumayan. Namun, sebelum kamu berencana untuk magang atau bekerja paruh waktu, kamu harus mengetahui peraturan mengenai izin bekerja bagi warga negara asing di negara yang kamu tinggali atau berdiskusi dengan pihak kantor internasional di universitas kamu berada mengenai hal ini. Masing-masing negara memiliki aturan yang berbeda, maka dari itu sangat penting untuk diketahui. Jangan sampai kamu terkena sanksi atau kemungkinan terburuk, dideportasi. Untuk Korea Selatan sendiri, saya diizinkan untuk bekerja jika saya sudah tinggal di Korea Selatan selama minimal 6 bulan.

  1. Jangan lupa membawa cinderamata khas Indonesia

Cinderamata adalah hal kecil namun penting yang tidak banyak orang sadari. Setelah mendapat banyak pengalaman yang tak ternilai harganya dan mengenal banyak pribadi yang mewarnai perjalanan kita, memberikan mereka cinderamata adalah suatu gestur etika yang akan meninggalkan kesan baik bagi mereka. Etika ini menunjukkan bahwa kita senang dapat mengenal mereka, menghargai mereka dan berterima kasih untuk waktu, bantuan, atau energi yang pernah mereka berikan kepada kita. Kamu dapat memberikan cinderamata khas Indonesia kepada teman sekamarmu, para profesor, penjaga asrama, atau pelayan di kafeteria untuk memberikan kesan terakhir kepada mereka untuk tetap mengingatmu dan juga Indonesia.

Akhir kata, inilah 5 tips yang semoga dapat membantu teman-teman memaksimalkan kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar atau mungkin ketika belajar full time di luar negeri. Sekali lagi saya tegaskan, tips ini murni saya peroleh dari pengalaman saya. Saya yakin ada banyak hal lain lagi yang belum saya ketahui yang dapat menambah informasi mengenai cara memaksimalkan pengalaman pertukaran pelajar. Namun pada intinya, nikmatilah pengalaman ini sebaik dan secerdas mungkin. Teman saya pernah berkata, “Be brave, be bold. Take risk or lose the chance, because time flies in a heartbeat!”.