Jurusan Real Estate?

0
170

Hi para pemuda pemudi Indonesia. Saya Kiki, saat ini saya sedang berkuliah di Cornell University. Ini tahun pertama saya belajar di jurusan Master of Professional Studies in Real Estate dan saya akan lulus pada tahun 2018. Jadi apa nantinya? Jualan Rumah? No!

Toronto Trip 2016
Toronto Trip 2016

Flashback

Sebelum mengambil program ini, saya sudan mempunyai gelar S1 di bidang arsitektur dan telah bekerja kurang lebih selama lima tahun. Hingga pada akhirnya saya mulai merasa terlalu asik di zona nyaman dan perlu sesuatu yang baru (gaya lah). Saya itu bukan arsitek yang imajiner seperti Foster atau Zaha Hadid. Boleh dibilang, pengalaman saya lebih banyak di project management ketimbang concept development. Saya lebih suka yang pasti-pasti ketimbang banyak asumsi.

Sayangnya, saya kurang terekspose dengan masalah monetary atau hitung-hitungan di bidang arsitektur. Walaupun paham cara membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB), tapi itu kan RAB biaya konstruksi, lalu lain-lainnya bagaimana? Saya ingin belajar bisnis dan management. Gimana sih caranya punya perusahaan, tahu mau bikin apa, tahu berapa biayanya, tahu nilai dan harga dari bangunan itu berapa, tahu bagaimana cara mengelolanya. Jadi tidak hanya sebatas membuat RAB saja.

Dengan sedikit kejenuhan dan banyaknya keingintahuan, jadilah saya browsing kuliah MBA. Loh? Iya, dulunya saya ingin masuk MBA, saya pikir kan kalau ingin belajar business, berarti MBA dong? Ayah saya juga mendukung keputusan saya itu.

Cornell

Company visit @Dallas
Company visit @Dallas

Setelah sekian lama browsing MBA, datang ke presentasi dan pameran di berbagai tempat, berminggu-minggu browsing (sambal kerja sehingga jadi lama), eh kok malah makin ragu. Saya lihat kurikulumnya, isinya semuanya hal baru, seperti akunting dan yang lainnya, yang saya tidak paham itu belajar apa. Akhirnya lihat-lihat ada beberapa MBA yang menawarkan minor in real estate juga. Nah, coba deh lihat lagi apa sih jurusan real estate itu. Dan ternyata, saya pun lebih merasa cocok dengan kurikulumnya, tidak jauh berbeda dari arsitektur, tetapi dapat tereskpose ke finance juga.

Beberapa list universitas favorit yang saya kumpulkan yang menawarkan jurusan real estate diantaranya adalah Harvard, MIT, Columbia, NYU, Cornell. Harvard MSRED itu dibawah Graduate School of Design, dan konsentrasinya murni Development. Sama dengan Columbia, master real estatenya tergabung di GSAPP. NYU punya dua, Real Estate Development dan Real Estate Finance. MIT juga Real Estate Development, tapi MIT waktu belajarnya hanya 1 tahun. Sementara Cornell, master real estate nya tidak dibawah departemen business, tidak juga dibawah departemen desain. Saat ini Cornell’s Baker Program in Real Estate dibawah naungan Hotel School Administration yang 2016 ini tergabung di dalam Cornell College of Business.

Company visit @Dallas_2
Company visit @Dallas_2

Program saya ini multidispliner dengan program lain, seperti Regional Planning, Hotel School, dan Business Administration. Sehingga saya bebas mengambil mata kuliah konsentrasi apapun dari ketiga departemen tersebut (saya juga bebas mengambil mata kuliah pilihan dari semua jurusan di Cornell). Uniknya, di tahun kedua kita diberikan pilihan konsentrasi jurusan. Beberapa diantaranya adalah International Real Estate, RE Finance & Investment, Development & Sustainability, Consulting & Market Analysis, Property, Asset and Portfolio Management, dan Independent Concentration (silahkan cek disini https://baker.realestate.cornell.edu/programs/masters-in-real-estate/concentrations.html). Jadi, belajarnya akan lebih comprehensive, tidak kalah dengan MBA atau real estate minor. Walaupun kita boleh mengambil mata kuliah apapun yang kita senangi dan minati, tapi saya mengambil konsentrasi Property, Asset and Portfolio Management.

Belajar apa? Jadi apa?

Saya sebenernya tertarik di hospitality real estate murni Karena milestone project saya selama berkarir ada lah resort hotel (siapa sih yang ga senang hotel, baik tinggal ataupun lihat-lihat saja). Selama 2,5 tahun saya bekerja bersama tim insinyur, dari pihak pemilik, hingga dengan pihak operator. Fortunately, Cornell terkenal sekali dengan School of Hotel Administration nya. Mereka punya program S1 dan S2 dengan Minor in Real Estate. Jadi saya mengambil banyak mata kuliah real estate dibawah departemen mereka.

Program saya ini dua tahun. Tahun pertama, terutama semester pertama, kita benar-benar mendalami dasar-dasar real estate. 50% mahasiswa kelas saya adalah arsitek, dimana sisanya memiliki pengalaman di akunting atau bisnis. Bahkan ada juga yang sudah punya MBA atau Master of Finance sebelumnya. Di semester pertama kita langsung diberikan pemahaman financial waterfall modelling menggunakan Ms. Excel,tetapi ala Wall Street (engga pakai mouse, pakai shortcut). Formula di Excel yang saya tahu sebatas SUM, AVERAGE, MIN, MAX. That’s it. Jadi untuk kamu yang pernah mendalami beberapa rumus luar biasa Excel, itu merupakan kelebihan sendiri dibanding dengan 80% mahasiswa di kelas saya yang bersusah payah bersama dengan semua formula dan kosakata baru! Dengan memahami “bahasa” ini, kita jadi dapat berdiskusi menggunakan pemahaman dan kosakata tersebut dengan mahasiswa tingkat dua atau bahkan dengan professionals (selalu ada networking session setiap minggu dengan para professional RE). Selain modelling, kita diajari Corporate Finance, Statistic, Construction Management, dan Principles of RE. Kita juga diajari menggunakan software Argus. Untuk kamu yang pengetahuannya di bidang ini masih mini namun tertarik, tenang saja, ada pre-requisite readings sebelum kita mulai kuliah-sekitar bulan Juni-Juli.

me with my two bestfriends in the conferenceSemester dua sudah boleh mengambil mata kuliah konsentrasi walaupun masih ada beberapa mata kuliah  wajib yang masih harus diambil. Semester dua yang hampir saya lewati ini (saat saya menulis ini, kita ada di minggu tenang sebelum ujian) fokusnya pada private debt and equity atau sumber dana privat untuk hutang dan modal pada saat membeli/mengakuisisi atau membangun properti. Di support juga dengan mata kuliah RE Transactions and Deal Structuring. Saya juga belajar Investment Analysis and Portfolio Management. Nah yang ini sedikit berbeda; saya belajar cara mengelola saham yang kita punya. Ketika siap mengambil kuliah di luar negeri, kita juga harus siap dengan komitmen bahwa kita akan belajar metode yang lazim di negara tersebut dengan hukum/topik di negara tersebut. Jadi ya memang banyaknya mendalami dari sisi perkenomian Amerika.

Pertanyaan berikutnya biasanya adalah, bisa apa saja dengan jurusan ini? Jadi apa ya bisa banyak lho. Jadi developer, jadi pengelola perusahaan sumber dana, jadi asset dan property manager, jadi konsultan property valuation atau market analysis (biasanya di hire oleh developer sebelum mereka mau bangun sesuatu atau di perusahaan brokerage).

Selalu ada yang menarik

Program saya mengharuskan saya mengambil mata kuliah di bidang kepemimpinan. Bisa dengan negotiation class, leadership management class atau mengikuti real estate competition. Selain itu kita juga diwajibkan mencari summer internship di akhir tahun pertama. Yang paling menarik, program saya memberikan dua studi tour dengan kesempatan bertemu para professional di bidangnya langsung. Satu domestic dan satu ny ainternational study tour. Untuk yang domestic kemarin saya ke Dallas, TX, dan Desember nanti saya akan ke Dubai. Dibayari loh. Namun selain itu, hampir semua organisasi mahasiswa disini sangat giat menggelar event-event networking baik di kampus maupun short trip hingga ke NYC, DC, Boston bahkan London!

Saat ini saya tergabung di CREW atau Cornell Real Estate Women bersama satu mahasiswa lain berada di jabatan Vice President of Marketing. Dari 25 mahasiswa di kelas saya, hanya 6 diantaranya adalah wanita. Sehingga dengan adanya organisasi ini kita dapat berkoneksi dengan leader-leader wanita dan belajar dari mereka, terlebih di bidang RE. Selain CREW, masih banyak lagi organisasi disini yang tidak habis-habis menggelar networking event, seperti Association of Real Estate Council, Cornell Real Estate Council, Cornell Real Estate Finance, Women in Securities dan banyak lagi diluar departemen atau setingkat universitas. Saya selalu berusaha untuk dapat berkontribusi di Southeast Asia Pacific Program dan Cornell Indonesia Association.

Kalau cerita terus terlalu panjang nantinya. Tanya jawab mungkin lebih enak ya. Jika ada yang ingin bertanya boleh saja langsung ke email saya di ra624@cornell.edu. Saya akan berusaha se responsive mungkin.

SHARE
Previous articleUnleashing Indonesia’s True Potential: Is it Possible?
Next articleYuk Ikut Program Pertukaran Pelajar Ketika Kuliah!
Rizki Aulia
Kiki is pursuing a Master of Professional Studies in Real Estate at Cornell University and has been granted a two years scholarship from Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) by Indonesia Ministry of Finance. She earned her Bachelor’s Degree in Architecture from Universitas Sebelas Maret and has been practicing as an architect for 5 years. She still enjoys doing design work, but has picked up a new hobby, eating Cornell Dairy Bar Ice Cream.