Kuliah International Football Business, Kenapa Tidak?

Kuliah International Football Business, Kenapa Tidak?

Artikel kali ini Indonesia Mengglobal mewawancarai Luthfi Handino atau yang biasa dipanggil Dino. Dino saat ini sedang menempuh perkuliahan di Inggris dengan major International Football Business di UCFB, Wembley, London.

Perkenalakan diri Anda secara singkat?

Nama saya Luthfi Handino. Saat ini usia saya 22 tahun. Saya mahasiswa dengan jurusan International Football Business di UCFB, Wembley, London. Sesuai dengan jurusan yang saya ambil, mudah untuk ditebak kalau salah satu hobi dan minat saya adalah sepak bola.

Apa saja kegiatan Anda sebelum berkuliah di Inggris?

Sebelum saya pindah dan melanjutkan studi ke Inggris, saya bersekolah di SDN Menteng 01, SMP Al-Izhar pondok Labu dan SMAN 82 Jakarta. Semenjak duduk di bangku SD saya sudah gemar dengan olahraga, terutama sepak bola, jadi selain sekolah saya juga disibukan dengan kegiatan ekstrakurikuler sepak bola atau futsal. Selain tertarik dengan olahraga nya sendiri, saat di SMA saya berpartisipasi dalam menyelenggarakan DAHA Cup, yang merupakan kompetisi olahraga antar sekolah oleh SMAN 82. 

 

14100501_10206351472498021_7395520788703081696_n

Saat mendukung PERSIJA

Bagaimana awalnya Anda tertarik dengan program yang Anda ambil sekarang?

Dari awal rencana keberangkatan saya ke Inggris, saya telah mengurungkan niat untuk mengambil jurusan bisnis. Beberapa minggu sebelum batas waktu apply universitas, saya menemukan Universitas yang cukup ‘brand new’ yaitu UCFB Wembley dari Internet. Universitas ini adalah pintu masuk para mahasiswa yang ingin bekerja di industri olahraga terutama sepak bola. Bukan hanya bisnis, kampus ini menawarkan program sarjana di field lain yang relevant dengan sepak bola, misalnya journalism, broadcasting, coaching, law, event management dan masih banyak lagi. Saat itu juga saya langsung tertarik dan membelokan niat saya yang sebelumnya ingin belajar bisnis saja menjadi bisnis secara lebih spesifik, yakni bisnis sepak bola.

Berapa lama program ini harus ditempuh? Lalu apa gelar Anda saat lulus nanti?

 Program sarjana atau degree ini ditempuh dalam kurun waktu tiga tahun, seperti program sarjana di Inggris pada umumnya. Namun karena ketika berangkat kesini saya belum memiliki kualifikasi yang setara dengan lulusan SMA di Inggris, saya diwajibkan untuk mengikuti foundation terlebih dahulu. Program foundation sendiri menurut saya sangat membantu apalagi untuk saya yang bersekolah di SMA negeri di Indonesia. Tentu kultur belajar nya berbeda 180 derajat. Mulai dari bahasa, cara belajar, bergaul, dan berinteraksi dengan para pelajar lainnya adalah hal-hal yang saya dapatkan dari foundation.

 Ketika lulus nanti saya akan mendapatkan gelar BA International Football Business.

Apa saja yang Anda pelajari dari program ini?

Disini saya belajar banyak sekali tentang bisnis, tapi tentu saja dari prespektif industri olahraga, terutama sepak bola. Contoh-contoh mata kuliah yang saya ambil adalah: Understanding Football Business, An Introduction to Marketing, Managing Money, Introduction to International Football Business, International Finance, Football Entrepreneurship, Intermediate International Football Business, Advanced International Football Business, Leadership & Management, dan masih banyak lagi.

Dapat dilihat dari mata kuliah tersebut kalau saya belajar dari yang sangat broad tentang dunia bisnis dan marketing hingga industri olahraga dan sepak bola nya sendiri. Menurut saya sangat menguntungkan karena saya juga mendapat ilmu yang mendalam tentang dunia bisnis dan marketing, sesuatu yang tidak familiar bagi saya.

IMG_7971

Apa pelajaran yang paling Anda sukai dan menurut Anda relevant dengan pekerjaan Anda nanti?

Pelajaran yang paling saya suka adalah Introduction to International Football Business, Intermediate International Football Business, Advance International Football Business. Kenapa? Karena pelajaran-pelajaran ini dapat membantu saya mengerti tentang industri sepak bola secara global, dan dapat membimbing saya nantinya ketika bekerja atau tergabung dalam organisasi yang beroperasi di industri sepak bola.

Bisa dibilang ketika belajar pelajaran yang terlalu ‘broad’ seperti marketing atau bisnis, saya tidak terlalu antusias, karena seperti yang sudah saya sampaikan kalau minat saya sangat kuat di industri bola. Namun saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena saya yakin bisnis dan marketing juga merupakan elemen penting apabila mau berhasil di industri ini. Namun, ketika saya dihadapkan dengan pelajaran yang fokus secara mendalam tentang industri sepak bola, saya merasa sangat tertantang dalam segi akademis. Hal ini sangat memotivasi saya untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan saya di bidang ini. Saya tentu berharap ini dapat menjadi bekal saya ketika lulus nanti. Siapa yang sangka, dari yang tadi nya hanya penggemar olahraga sepak bola, saya bisa menjadi ‘expert’ dalam olahraga ini dan tentu nya dari sudut pandang yang berbeda, yaitu bisnis.

Apa saja kegiatan Anda di luar perkuliahan?

Ketika berkuliah di luar negeri, tentu kita secara otomatis keluar dari zona aman kita. Yang tadinya tidak ada pikiran bekerja selagi kuliah, tiba-tiba tertantang untuk bekerja part-time. Maka dari itu, saya mencoba untuk mempergunakan kesempatan langka ini dengan sebaik-baiknya. Saya bekerja part-time di sebuah restoran Indonesia. Selain mengobati rasa kangen terhadap makanan Indonesia, saya jadi mengerti bagaimana rasanya bekerja di negeri orang.

Selain itu saya sangat beruntung karena ketika berkuliah disini, saya mendapat kesempatan untuk memperluas jaringan saya, terutama di industri sepak bola. Contohnya adalah ketika saya mendapat kesempatan untuk menghadiri konferensi-konferensi bisnis olahraga.

Hal berkesan lainnya dan yang tidak mungkin saya tinggalkan, pastinya bermain futsal dengan sesama perantau atau mahasiswa Indonesia di London yang juga hobi dengan olahraga ini.

 Apa pengalaman yang Anda dapat di Inggris tapi tidak bisa Anda dapat di Indonesia?

Tentunya pengalaman perkuliahan saya. Saya merupakan salah satu mahasiswa yang beruntung karena dapat menjalankan sesuatu yang benar-benar saya minati. Saya belum pernah menemukan program perkuliahan serupa dan tentunya yang sesuai dengan minat saya seperti program ini di Indonesia. Selain itu, Inggris sangat terkenal dan memiliki reputasi yang baik dalam dunia sepak bola, jadi menurut saya Inggris adalah negara yang sangat tepat untuk belajar tentang sepak bola.

Tidak lupa, memiliki teman baru dari berbagai negara dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda merupakan keuntungan yang didapatkan oleh seorang international student seperti saya ini.

Apa saran Anda buat para pelajar Indonesia yang ingin berkuliah di Inggris?

Saran saya adalah jangan ragu untuk mengejar mimpi anda. Inggris adalah negara hebat karena dapat menawarkan banyak sekali kesempatan-kesempatan langka seperti ini. Saya percaya, selalu ada cara untuk menekuni bidang yang benar-benar Anda cintai. Jangan malas untuk research, menurut saya sangat penting untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang program dan kampus yang Anda minati. Sangat penting untuk mendengarkan kata hati anda, karena tiga tahun perkuliahan ini merupakan momentum yang tepat untuk mengejar mimpi Anda.

Featured Image courtesy of http://businessdayghana.com/the-untold-story-of-football-business-agents-fight-over-300bn/ 

Photos: Author’s collection

Edited by Deandra Madeena Moerdaning




===========================================
Luthfi Handino is an undergraduate student majoring in International Football Business at UCFB, Wembley, United Kingdom. Luthfi is an avid football fan and also a sport business enthusiast.
Posts | Facebook