Survival Tips in Newcastle

0
24
Photo Courtesy of Pixabay.com

Saya adalah seorang mahasiswi di Newcastle University, mengambil jurusan Business Management tahun ke-2. Sebelumnya, saya belajar di Bellerbys College untuk persiapan masuk ke universitas. Sebenarnya, nasib saya cukup baik karena ada kakak dan sepupu yang juga kuliah di negara yang sama walaupun berbeda kota, sehingga mereka bisa membantu saya beradaptasi dan mengurus hal- hal penting untuk kelangsungan studi saya di UK. Dalam artikel ini, saya akan sedikit memberikan tips untuk kalian yang akan berangkat ke UK, atau lebih spesifiknya Newcastle.

1. Beradaptasi dengan aksen bahasa Inggris lokal
Nama lengkap kota ini adalah Newcastle upon Tyne, sebuah kota di Inggris Utara yang letaknya dekat dengan Skotlandia. Kota ini juga terkenal dengan aksennya yang disebut geordie; untuk pelajar internasional dan pelajar lokal yang berasal dari kota lain, banyak yang berpendapat kalau aksen ini sangat sulit untuk dimengerti. Tetapi jangan khawatir, tidak semua orang yang ada di sini berbicara dengan aksen geordie. Penduduk di kota ini pun cukup mengerti bahwa banyak pelajar internasional yang menempuh pendidikan dan tinggal di Newcastle, , sehingga kebanyakan dari mereka akan bersikap ramah dan mau membantu jika kita terlihat kesulitan.

2. Bergabung dengan PPI dan mengikuti acara Freshers
Sebelum berangkat, bergabung dengan grup Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) -Newcastle di Facebook dan mencari tahu kegiatan-kegiatan yang ada melalui akun Instagramnya akan sangat membantu. PPI Newcastle juga memiliki website yang diperbaharui secara berkala oleh adminnya sehingga dapat membantu pelajar-pelajar Indonesia. Selain itu ada acara yang diselenggarakan oleh pengurus PPI Newcastle yang bisa membantu pelajar yang baru akan berangkat di Jakarta, biasanya sekitar bulan Agustus. Saya sendiri saat akan berangkat ke Newcastle tidak ikut serta, namun akan lebih baik jika ikut acara pre-departure yang biasanya diadakan sekitar bulan Agustus, berlokasi di Pacific Place dan tidak dipungut biaya. Jadi semua orang yang merasa butuh bisa datang dan bisa lebih siap saat berangkat nanti. Di awal tahun ajaran, ada baiknya mengikuti acara Freshers untuk menambah teman. Acara Freshers biasanya berbentuk trip untuk keliling sekitar kota Newcastle untuk lebih mengenal keadaan sekitar, untuk yang suka keramaian ada beberapa party, atau hanya sekedar refreshing. Tidak semua orang mau ikut acara ini karena biayanya cukup mahal (sekitar 65 Pounds) dan berlangsung selama seminggu penuh. Jangan lupa untuk datang ke meet and greet PPI karena di sini kita bisa mengenal orang- orang yang berasal dari negara yang sama dan mendaftar menjadi anggota PPI Newcastle, terlebih jika tidak datang ke acara pre-departure di Jakarta. Meet and Greet adalah acara terpisah yang diselenggarakan oleh pengurus PPI Newcastle, terpisah dari acara Freshers yang diselenggarakan oleh universitas. Sebagai orang yang kurang pandai bersosialisasi, acara Meet and Greet ukup berguna bagi saya, karena banyak kesempatan untuk berkenalan dengan orang baru walaupun tidak satu jurusan. Dari acara ini juga akan dibagikan flyer yang berisi hal- hal yang dibutuhkan seperti tempat ibadah, bank, dan provider telepon. Untuk kendaraan, di Newcastle tersedia bus dan Metro, namun selama tinggal di daerah dekat universitas, semua tempat masih dalam walking distance,sehingga bisa menghemat untuk keperluan mendadak.

3. Membuka rekening bank lokal
Rekening bank sangat penting untuk kelangsungan hidup di UK. Sebaiknya, setelah menyelesaikan registrasi (mengambil BRP dan Smart Card Universitas) segeralah meminta selembar bank letter ke student service centre yang berisi detail- detail yang dibutuhkan oleh bank- bank ketika membuat rekening baru. Bank yang terletak dekat dengan universitas, terutama Newcastle University dan Northumbria University, adalah Barclays, Lloyds, Santander dan TSB. Kebanyakan teman- teman saya menggunakan Lloyds, dan saya sendiri menggunakan TSB. Tetapi tidak ada perbedaan yang begitu signifikan antara bank- bank ini.

4. Registrasi GP dan NHS
Saat pengambilan smartcard, kita bisa langsung mendaftarkan diri di general practioner (GP) atau dokter umum di klinik yang dikelola NHS (National Health Service) terdekat. Ini berguna untuk berjaga- jaga jika kita jatuh sakit. Kita hanya perlu menelepon untuk mendaftarkan diri dan pemeriksaan dokternya pun gratis; yang perlu dibayar hanya obat- obatan yang diberikan oleh dokter. Untuk membeli obat baik dari dokter ataupun obat bebas, dapat dibeli di apotek klinik atau toko bernama Boots atau Superdrug. Kedua toko tersebut tidak hanya menjual obat- obatan, namun juga menjual kebutuhan- kebutuhan lainnya.

5. Persiapan makanan
Untuk makanan, bumbu- bumbu masakan lebih baik bawa dari Indonesia, jadi di sana bisa memasak makanan rumah dan menghemat karena tidak harus makan di luar. Jika tidak sempat membeli atau kehabisan, ada toko Asia yang bernama HiYou (terletak dengan Eldon Square yang merupakan mall di Newcastle) yang menjual makanan dan bumbu masakan asia. Ada beberapa toko Asia di Newcastle, tetapi HiYou relatif yang paling lengkap. Jika ingin membeli nasi untuk makan sehari-hari, ada baiknya membeli di Tesco, salah satu chain supermarket terbesar di UK, dengan harga 45 Pence (sekitar Rp 9000) per kilo-nya. Beras ini sudah dalam kemasan, jadi tidak repot menimbang. Untuk kebutuhan sehari- hari, ada banyak supermarket (Tesco, Sainsbury’s, Waitrose, dll.) dari range harga yang cukup murah sampai yang mahal; tinggal pilih yang sesuai dengan budget masing- masing. Di supermarket terkadang ada buah-buahan, sayuran, dan makanan lain yang harganya dikurangi, sehingga bisa membantu untuk menghemat. Untuk kalian yang lebih memilih sayuran dan daging- daging yang lebih segar (karena di UK daging dan sayur sudah dalam bentuk kemasan), ada Grainger Market yang terletak di pusat kota. Terkadang harga yang ditawarkan bisa lebih murah.

6. Membeli keperluan rumah
Saat baru datang, tentunya ada peralatan- peralatan rumah yang harus dibeli. Beberapa akomodasi tidak menyediakan alat- alat memasak, bantal, dan duvet sehingga kita sebagai tenant harus membelinya sendiri. Jadi ada baiknya dipastikan terlebih dahulu dengan dorm atau landlord apa saja yang didapatkan. Alat-alat memasak dan peralatan rumah lainnya bisa dibeli di toko bernama Wilko. Jika ingin yang lebih murah, sebagian besar barang bisa dibeli di Poundland yang harganya serba 1 Pound dan biasanya barang yang dijual juga memiliki kualitas yang cukup baik untuk digunakan. Untuk berhemat selama di UK sebenarnya cukup memungkinkan, karena banyak pilihan alternatif yang dapat dipilih sesuai dengan budget dan selera masing- masing.
Sekian survival tips yang dapat saya berikan untuk teman-teman. Semoga bermanfaat dan selamat mempersiapkan keberangkatan. See you in Newcastle!