Mengenal Partai Libertarian di Amerika

0
1846

Ketika anda akan tinggal di luar negeri (mungkin karena tuntutan sekolah/kerja/keluarga/dll.), biasanya orang menekankan akan pentingnya mempelajari bahasa yang dipakai di negara tersebut. Tetapi, mempelajari sejarah, budaya dan politik di negara tersebut juga tidak kalah pentingnya agar anda bisa lebih mudah beradaptasi dan berintegrasi lewat pengertian pola-pola pikir orang-orang di negara tersebut. Contohnya, sebagian masyarakat Amerika tidak mendukung hal-hal seperti: gun control / minimum wage / drug-law / dll., tetapi buat masyarakat Indonesia pada umumnya, mereka sangat mendukung hal-hal tersebut. Saya sempat mengalami kesulitan dalam memahami cara pandang orang-orang Amerika karena kurangnya pengertian dan apresiasi terhadap masalah-masalah sosial mereka. Lewat artikel ini, saya akan mencoba mengenalkan salah satu gerakan politik Amerika yang berkembang pesat dalam beberapa tahun belakangan ini (walaupun masih belum tergolong mainstream) dengan harapan dapat meningkatkan pengertian budaya masyarakat Amerika dari sudut pandang kehidupan politik mereka.

***

Di Amerika, orang biasanya sudah mengenal dua partai politik utama, partai Demokrat dan partai Republik. Amerika sebenarnya juga memiliki partai-partai kecil lainnya seperti partai Libertarian, partai Hijau (Green Party), partai Konstitusi, dll. Artikel ini akan membahas khususnya Partai Libertarian. Libertarian bukanlah partai yang beraliran murni liberal (banyak orang yang beranggapan demikian karena kemiripan dua kata tersebut). Kata Libertarian sendiri mencakup berbagai macam filosofi politik (mulai dari kapitalis lewat anarkis sampai dengan pendukung pemerintahan yang ramping). Untuk membatasi cangkupan artikel ini, Libertarian yang akan di paparkan di artikel ini adalah Libertarian yang dipopulerkan oleh Ron Paul. Libertarian adalah filosofi politik yang mengutamakan kebebasan individu di atas semuanya dan juga filosofi yang berlandaskan prinsip-prinsip free-market.

Untuk menjelaskan sepenuhnya konsep Libertarian tidaklah mudah karena topik ini sangat luas. Untuk itu, artikel ini akan membahas prinsip-prinsip konkrit yang di anut Libertarian. Prinsip-prinsip tersebut adalah:

1. Pemerintahan yang ramping

Libertarian menganut sistem distribusi kekuasaan yang berlawanan dengan pemusatan kekuasaan di tangan segelintir orang. Libertarian tidak percaya dengan pemerintahan / birokrasi yang penuh dengan kekuasaan dan power dimana pemerintah mengatur semua aspek-aspek di dalam masyarakat, seperti pengaturan harga atau subsidi.

Ada dua alasan utama mengapa Libertarian menentang pemerintahan yang penuh dengan kekuasaan:

Pertama adalah, manusia, terlepas dari segala suku/agama/jenis kelamin/dll, pada dasarnya adalah mahluk yang egois (buku ‘*The Selfish Gene*’ oleh Richard Dawkins membahas topik ini dengan bagus sekali). Hampir semua orang tidak benar-benar memiliki niat yang tulus untuk membantu orang lain, termasuk mereka yang berkuasa dan duduk di dalam pemerintahan. Ketika pemerintahan memiliki terlalu banyak kekuasaan, hal itu tidak akan pernah digunakan untuk kebaikan-kebaikan masyarakat pada umumnya, melainkan digunakan untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

Alasan kedua adalah, sangatlah sulit sebenarnya untuk membuat suatu hukum/peraturan yang benar-benar baik dan benar. Biasanya peraturan yang mempunyai tujuan baik pada akhirnya akan menimbulkan lebih banyak masalah daripada memecahkan masalah. Contoh yang paling nyata adalah gaji minimum (atau di Indonesia biasa dikenal dengan UMR, Upah Minimum Regional). Di Amerika, peraturan gaji minimum dibuat dengan harapan bisa menaikkan taraf hidup orang-orang hitam, membebaskan mereka dari kemiskinan. Tapi nyatanya, yang terjadi adalah kebalikannya. Peraturan itu mencegah orang-orang hitam untuk memasuki dunia kerja karena harga keahlian mereka di bawah gaji minimum yang ditetapkan. Tidak ada perusahaan-perusahaan yang bersedia memperkerjakan mereka karena hal tersebut tidak lah masuk akal dari segi ekonomi perusahaan. Apabila pemerintah tidak memaksakan gaji minimum, orang-orang hitam bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang sesuai dan perlahan-lahan mereka akan membangun keahlian untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Dari sini kita bisa belajar bahwa peraturan dan pemaksaan tidak akan menghasilkan nilai-nilai yang positif melainkan process dan kerja keras yang menghasilkan hal-hal tersebut.

 2. Kepemilikan pribadi (private property)

Di dalam pandangan Libertarian, salah satu hal terpenting buat peran pemerintah dalam masyarakat adalah untuk melindungi kepemilikan pribadi. Artinya, seseorang tidak bisa mencuri dari orang lain atau memaksakan kehendaknya kepada orang lain tanpa persetujuan orang tersebut. Tanpa jaminan perlindungan, peradaban yang sehat tidak akan bertahan. Hukum kepemilikan pribadi juga dimaksudkan untuk melindungi masyarakt dari pemerintahnya. Sejarah telah membuktikan bahwa pemerintah sering kali menyalah gunakan kekuasaannya untuk mencapai tujuan yg salah dengan mencuri dan meng-eksekusi warga mereka sendiri. Seringkali, ancaman terbesar terhadap masyarakt datang dari pemerintahan mereka sendiri dan masyarakat butuh perlindungan dari pemerintahnya.

3. Pasar bebas (Free market)

Pasar bebas adalah cara yang paling efisien untuk melaksanakan segala macam kegiatan ekonomi. Subsidi, proteksi atau segala macam peraturan spesial terhadap golongan tertentu tidak seharusnya diadakan, apakah itu terhadap perusahaan multi-nasional atau petani. Segala macam bentuk intervensi dari pemerintah hanya akan merusak dan menutupi harga dari sebuah barang atau jasa.

Harga barang/jasa yang murni adalah satu-satunya cara untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat tentang keadaan permintaan (demand) dan persediaan (supply) barang and sangatlah penting sekali agar pasar bertindak sesuai dengan keadaan pemintaan dan ketersediann barang yang sesungguhnya. Ketika harga suatu barang tinggi, artinya ketersediaan barang rendah dan/atau permintaan tinggi. Dalam situasi seperti ini, pasar akan menghemat dan mengkonsumsi lebih sedikit karena kelangkaan barang/jasa sampai harga kembali ke level normal. Tetapi, ketika harga buatan di tetapkan oleh pemerintah untuk segala macam alasan, pasar akan menerima informasi yang salah tentang keadaan ketersiadaan dan permintaan barang yang sesungguhnya dan pasar akan mengambil tindakan yang negatif. Contohnya: pasar akan terus mengkonsumsi barang walaupun barang tersebut sudah sangatlah langka sampai ke situasi dimana barang tersebut benar-benar habis.

Contoh nyatanya adalah ketika pemerintah men-subsidi harga bensin. Walaupun maksudnya baik, yaitu untuk membuat harga bensin terjangkau, tetapi hal ini menyembunyikan tingkat permintaan dan persediaan barang yang sesungguhnya. Masyarakat akan berpikir bahwa bensin sangat berlimpah (karena harganya murah) dan mereka akan mengkonsumsi bensin dengan sembarangan. Pada akhirnya, mereka menyadari bahwa bensin tidaklah murah tetapi hal itu sudah terlambat karena bensin sudah sangatlah langka dan mahal.

***

Ada banyak prinsip-prinsip Libertarian lainnya tetapi ketiga hal ini adalah prinsip-prinsip utama ideologi Libertarian. Apakah pernah ada masyarakat yang menjalankan prinsip Libertarian seutuhnya? Kemungkinan Amerika di tengah sampai penghujung abad ke 19 adalah masyarakat yang paling mendekati Libertarian *utopia* dan masa-masa itu adalah masa-masa emas Amerika dimana mereka berhasil memperkuat ekonomi mereka. Masa tersebut merupakan awal permulaannya negara adikuasa Amerika. Sebagai penutup, beberapa adalah tokoh-tokoh Libertarian yang sudah dikenal masyarakat pada umumnya:

1. Ron Paul – ex-US Congresman dan kandidat Presiden Amerika di tahun 1988, 2008 dan 2012
2. Peter Thiel – Pengusaha dan salah satu pendiri Paypal
3. Jesse Ventura – ex-Gubernur Minessota dan ex pegulat professional
4. Jeff Bezos – Pendiri dan CEO Amazon.com

(untuk daftar yang lebih lengkap, silahkan lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_libertarians_in_the_United_States)

Content edited by Artricia Rasyid