Kelas Musim Panas: Ide gila vs. kesempatan tak terbandingi

17
5700

Matahari menatap ruang kelas dengan terang yang menyilaukan mata. Para mahasiswa, termasuk diriku, sulit berkonsentrasi di ruangan yang panas ini. Suara anak kecil dari playground terdekat mendengung di kupingku. Ku tak sanggup berhenti membayangkan es krim popsicle. Walaupun ini adalah waktu liburan, kudapati diriku belajar tentang anatomi otak manusia di dalam ruangan pengap.

Musim panas di Jakarta hanyalah hari-hari dimana tidak ada hujan deras yang mengguyur aspal dan semua yang berdiri diatasnya, tapi musim panas di New York adalah tiga sampai empat bulan indah yang terisi dengan canda-tawa dan matahari terang. Sebagai masa yang terkenal penuh dengan kegiatan menyenangkan dan acara BBQ di halaman belakang rumah, musim panas juga merupakan waktu berlibur terpanjang bagi siswa/i AS. Ya, memang ini bukanlah hal yang umum di Indonesia, dimana liburan pertengahan tahun hanya tiga sampai empat minggu. Salah satu aspek studi di AS yang membuat banyak teman di Indonesia iri adalah liburan musim panas yang sangat lama. Tiga bulan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk pulang kampung, magang dan juga berwisata, tapi tak kukira aku akan menghabisi waktu ini dengan pelajaran, ulangan mingguan dan bedah otak kambing?

Summer class atau kelas musim panas adalah salah satu cara paling produktif mengisi liburan musim panas. Dalam waktu enam sampai delapan minggu, mahasiswa/i dari berbagai sekolah menyelesaikan satu atau dua kelas dalam berbagai jenis mata pelajaran. Selama dua tahun berturut-turut aku mengisi enam minggu pertama dari liburan musim panas dengan ikut serta dalam dua summer classes di universitas lain.

Setelah tahun pertama sekolah di Sarah Lawrence, aku memilih untuk belajar Neuropsychology dan Behavioral Medicine di Boston University. Tahun berikutnya kuambil dua kelas psikologi di New York University. Memang aku tampak ‘gila’ untuk memilih bersekolah selama separuh dari liburan musim panas, tapi sepertinya keputusan itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah kubuat selama kuliah di AS.

Salah satu artikel pertama yang kutulis untuk Indonesia Mengglobal adalah tentang akselerasi. Sebagai seseorang yang mudah bosan dan tidak bisa diam di satu tempat untuk waktu yang panjang, aku berusaha untuk menyelesaikan studiku empat tahunku dalam tiga tahun. Kebanyakan temanku memilih rute konvensional dengan menghitung kredit IB mereka untuk lulus lebih cepat. Tapi, sebagai siswa lulusan sekolah nasional plus di Jakarta, aku tidak punya modal kredit IB ini, maka aku terpaksa mencari cara lain untuk mengumpulkan kredit yang dibutuhkan untuk lulus lebih cepat. Salah satu cara yang paling memungkinkan adalah ikut serta dalam summer school. Biasa disajikan di sekolah-sekolah besar seperti beberapa universitas dibawah grup University of California (UCs), atau University of Michigan dan juga Boston University, kelas musim panas terkenal intensif. Materi yang biasanya dijalankan selama satu semester diselesaikan dalam enam sampai delapan minggu. Sebagai seseorang yang suka tantangan dan tempo pelajaran yang cepat, aku merasa sangat antusias ikut serta dalam kelas musim panas.

Salah satu hal yang paling menggemaskan dari program ini adalah aku harus terus belajar pada saat teman-temanku santai di rumah atau lebih parah lagi, saat mereka mengajak aku jalan-jalan keliling Amerika. Mengambil summer course bukanlah hal yang mudah tapi merupakan pilihan yang bagi mereka yang merasa liburan musim panas terlalu panjang, atau bagi teman-teman yang tertarik untuk berakselerasi, dan juga untuk mereka yang ingin memperbaiki nilai. Kelas-kelas ini akan mempersiapkan para murid untuk bekerja dengan cekatan dan juga membagi waktu dengan baik. Selama dua periode mengambil kelas musim panas, aku berhasil untuk tetap mengunjungi beberapa bagian dari Amerika Serikat, seperti Rhode Island dan Washington D.C. Cara paling mudah untuk membuat kelas ini semakin menarik adalah dengan mengambil kelas di kota baru.

Summer courses juga disajikan bagi anak-anak SMA, seperti Brown Pre-College Summer Program, Harvard High School Summer Program dan Sarah Lawrence College Pre-College Summer Program. Pada kesempatan ini siswa/i SMA bisa mendapatkan pengalaman berkuliah di AS sebelum membuat komitmen. Ini juga salah satu cara untuk mengembangkan network yang seringkali berguna pada saat mendaftar ke berbagai program S1. Informasi mengenai beasiswa bisa ditemukan di situs tiap program.

Summer courses adalah salah satu pengalaman kuliah di AS yang menurutku patut pertimbangkan lebih lanjut karena fleksibel, singkat dan penuh banyak pilihan kelas yang menarik.

Cantumkan pertanyaan, cerita dan pendapatmu tentang program musim panas di comment section!