Research Training Program (RTP): Beasiswa Penuh dari Pemerintah Australia untuk Jenjang S2 dan S3!

0
724
Ilustrasi aplikasi beasiswa. Sumber: Rawpixel di Freepik
Ilustrasi aplikasi beasiswa. Sumber: Rawpixel di Freepik

“Jika ditanya soal opsi beasiswa dengan tujuan Australia, tentunya perhatian sebagian besar orang akan tertuju kepada Australia Awards Scholarship (AAS) dari Pemerintah Australia atau LPDP dari Pemerintah Indonesia. Tetapi, tahukah Anda bahwa Pemerintah Australia juga memiliki skema beasiswa penuh lainnya untuk jenjang Master by Research dan PhD?”

“Simak ulasan Yogi Saputra Mahmud, Content Director for Australia, New Zealand, and Pacific Islands penerima beasiswa Research Training Program (RTP) Scholarship 2021 di The University of Western Australia, tentang tips dan strategi untuk meraih beasiswa RTP di artikel ini!”

 

***

 

Mengenal Research Training Program (RTP) Scholarship 

The Research Training Program (RTP) merupakan skema beasiswa dari Pemerintah Australia melalui Department of Education, Skills and Employment (DESE), yang kemudian dikelola oleh masing-masing universitas mitra. Tujuan dari RTP Scholarship ini adalah memberikan pendanaan kepada mahasiswa domestik dan internasional, termasuk mahasiswa Indonesia, untuk melanjutkan studi di jenjang Master by Research dan doktor atau PhD. Di Australia, kedua jenjang studi ini dikenal sebagai higher degrees by research (HDRs), yang artinya mayoritas dari kegiatan akademik akan dilakukan erat kaitannya dengan riset.

Dalam konteks proses seleksi dan rincian pendanaan, DESE memberikan kemandirian untuk masing-masing universitas mitra. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan setiap persyaratan dan rincian pendanaan di universitas yang Anda ingin tuju.

Dua hal ini, proses seleksi dan rincian pendanaan, menjadi poin utama yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan universitas tujuan. Sebagai contoh, saya memilih untuk melanjutkan studi di program PhD in Education di The University of Western Australia karena beasiswa RTP yang ditawarkan mencakup pendanaan uang saku bulanan, tuition fees, biaya pendukung riset dan publikasi, serta biaya asuransi untuk mahasiswa international atau Overseas Students Health Cover (OSHC) beserta dengan pasangan dan anak. Hal ini membuat saya lebih fokus dengan riset yang akan saya lakukan, tanpa perlu memikirkan beban biaya yang akan dihadapi.

Seperti yang dibahas sebelumnya, masing-masing universitas mitra memiliki skema dan cakupan pendanaan yang beragam. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui kisaran dana yang diperlukan saat studi di Australia, serta aspek-aspek yang dibiayai oleh pendanaan RTP di universitas tujuan Anda. Hal-hal ini akan saya jelaskan lebih rinci di bagian berikut ini.

 

Rincian Pendanaan RTP Scholarship 

Pada umumnya, terdapat dua jenis pendanaan beasiswa RTP yang dapat Anda ajukan sekaligus, yaitu RTP Stipend dan RTP Tuition Offset. Seperti namanya, RTP Stipend memberikan pendanaan untuk menunjang biaya hidup bulanan Anda selama studi di Australia. Untuk jangka waktu pendanaan, RTP Stipend ini akan membantu pembiayaan selama dua tahun untuk jenjang Master by Research dan tiga tahun untuk jenjang PhD. Jangka waktu pendanaan ini dapat diperpanjang selama setengah tahun dengan kesepatakan antara mahasiswa, pembimbing, dan universitas.

 

Surat pemberitahuan pendanaan beasiswa RTP dari The University of Western Australia. Sumber: Dokumentasi pribadi
Surat pemberitahuan pendanaan beasiswa RTP dari The University of Western Australia. Sumber: Dokumentasi pribadi

 

Besaran RTP Stipend ini sangatlah beragam antara satu universitas dengan yang lainnya. Namun demikian, Pemerintah Australia telah menetapkan besaran minimum untuk RTP Stipend di tahun 2022, yaitu sebesar AUD28,854 per tahun. Di The University of Western Australia sendiri, saya mendapatkan AUD30,000 per tahun. Bahkan, The University of Sydney mengalokasikan AUD35,629 per tahun untuk para penerima beasiswa RTP per tahunnya! Namun demikian, berdasarkan pengalaman saat saya studi jenjang S2 di Melbourne, besaran minimum dari beasiswa RTP itu sudah lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan bulanan Anda semasa studi.

Sementara itu, RTP Tuition Offset mendanai biaya kuliah Anda setiap tahunnya. Berbeda dengan mahasiswa lokal di sana, mahasiswa internasional yang kuliah di Australia haruslah membayar biaya pendidikan atau tuition fees per tahunnya. Oleh karena itu, beasiswa RTP Tuition Offset ini sangatlah membantu proses perkuliahan Anda di Australia. Selain biaya pendidikan setiap tahunnya, sebagian besar universitas mitra juga menawarkan pendanaan asuransi untuk mahasiswa selama studi. Bahkan, beberapa universitas memberikan pendanaan lebih yang mencakup pendanaan asuransi untuk pasangan (suami/istri) dan anak. Hal ini sangat cocok bagi Anda yang berencana membawa anggota keluarga selama studi di Australia.

Selain dua aspek utama pendanaan tersebut, beberapa universitas mitra di Australia juga memberikan tambahan pendanaan seperti biaya publikasi, biaya relokasi/transportasi menuju Australia, biaya tes IELTS, dan sebagainya. Saat saya mencari peluang pendanaan RTP yang akhirnya mengantarkan saya untuk memeroleh beasiswa RTP di The University of Western Australia, saya pun melakukan riset di 43 universitas di Australia tentang skema pendanaan RTP masing-masing. Terdapat 11 universitas yang memberikan pendanaan lebih untuk asuransi mahasiswa dan anggota keluarga selama studi dengan rincian seperti berikut:

  1. RTP The University of Western Australia.
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak;
      • PhD Travel Awards
      • Pendanaan konferensi dan disertasi.
  2. RTP The University of Adelaide
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak;
      • Dana relokasi;
      • Dana publikasi.
  3. RTP Curtin University
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak;
      • Dana relokasi.
  4. RTP Edith Cowan University
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak;
      • 1x penggantian biaya tes IELTS.
  5. RTP Charles Darwin University
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak;
      • Dana relokasi.
  6. University Presidents’ Scholarship (The University of South Australia)
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak.
  7. RTP Swinburne University of Technology
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak.
  8. RTP Bond University
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak;
      • Dana relokasi dan publikasi.
  9. RTP University of New England
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak;
      • Dana relokasi dan disertasi.
  10. International Research Training Program Scholarship (IRTP) University of Technology Sydney
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak.
  11. RTP Western Sydney University
    • Pendanaan tambahan:
      • Asuransi untuk mahasiswa, pasangan, dan anak.

 

Persyaratan RTP Scholarship

Sebelum Anda mendaftarkan diri untuk beasiswa RTP, Anda diwajibkan untuk menghubungi calon pembimbing atau supervisor terlebih dahulu dengan melampirkan proposal riset Anda. Setelah Anda mendapatkan persetujuan dari calon pembimbing, saatnya Anda mendaftarkan diri untuk beasiswa RTP.

Universitas-universitas di Australia pada umumnya menilai dari tiga aspek utama dalam seleksi beasiswa RTP ini, yaitu kemampuan akademik di masa lalu, kemampuan dan potensi riset, dan wawancara. Ketiga aspek utama ini dibagi lagi menjadi sub-bagian yang lebih kecil, seperti jumlah publikasi, nilai skripsi atau tesis, IPK, dan sebagainya yang akan dijelaskan secara lebih rinci di bagian berikut ini:

  • Kemampuan Akademik

Kemampuan akademik Anda di masa lalu menjadi salah satu aspek utama yang dinilai dalam seleksi beasiswa RTP ini. Dalam hal ini, Anda akan diminta untuk menyerahkan ijazah dan transkrip nilai yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris untuk dinilai kemampuan dan relevansi akademiknya, salah satunya adalah nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Pada umumnya, beasiswa RTP ini mensyaratkan pendaftarnya untuk memiliki Weight Average Mark (WAM) sebesar 75% ke atas atau sekitar IPK 3.00 ke atas.

 

Ilustrasi graduation certificate. Sumber: Ekrulila from Pexels
Ilustrasi graduation certificate. Sumber: Ekrulila from Pexels

 

Selain kemampuan akademik berupa ijazah dan transkrip nilai, Anda pun diminta untuk menyerahkan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris, seperti TOEFL dan IELTS, sesuai dengan persyaratan di masing-masing kampus dan program studi. Sebagai contoh, program PhD in Education di The University of Western Australia mensyaratkan pendaftar untuk memiliki nilai minimum IELTS 7.0.

  • Kemampuan dan potensi riset

Seperti yang telah dijelaskan di bagian awal artikel, beasiswa RTP ini khusus diberikan kepada calon mahasiswa yang mendaftarkan diri di higher degrees by research (HDRs) yang nantinya akan berjibaku dengan kegiatan riset semasa studinya. Oleh karena itu, pengelola beasiswa ini mencari para pendaftar yang memiliki latar belakang riset yang mumpuni sehingga mampu mengikuti alur kegiatan akademik dengan baik. Sebagai contoh, saya diminta untuk melampirkan skripsi dan tesis terdahulu saya, serta tautan-tautan untuk publikasi artikel jurnal yang saya telah publikasikan. Selain itu, saya pun diminta untuk membuat esai yang menjelaskan tentang pengalaman riset saya terdahulu.

Setiap universitas boleh jadi memiliki persyaratan kemampuan dan potensi riset yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk menelaah kembali persyaratan yang berlaku di universitas yang Anda tuju. Sebagai contoh, beberapa kampus seperti The University of Sydney dan The University of Western Australia mensyaratkan para pendaftar beasiswa RTP untuk memiliki publikasi internasional terindeks di Web of Science atau Scopus.

  • Wawancara

Selain melampirkan dokumen-dokumen administratif yang disebutkan di atas, Anda pun akan menghadapi tes wawancara dengan koordinator Pascasarjana atau Graduate Research School coordinator dan calon dosen pembimbing. Dalam hal ini, saya diberikan beberapa pertanyaan terkait dengan alasan pemilihan kampus dan dosen pembimbing, penjelasan singkat tentang proposal riset, metode riset yang akan dilakukan, pengalaman riset sebelumnya, serta pengetahuan umum dan khusus berkaitan dengan topik riset yang akan diajukan.

 

Seleksi wawancara beasiswa RTP di The University of Western Australia secara daring. Sumber: Dokumentasi pribadi
Seleksi wawancara beasiswa RTP di The University of Western Australia secara daring. Sumber: Dokumentasi pribadi

 

Biasanya, kegiatan wawancara akan dilaksanakan secara daring selama 40-60 menit melalui aplikasi Zoom, Google Meet, Skype, atau Microsoft Teams. Sebagai contohnya, saya pun menghadapi tes wawancara secara daring dengan dua orang penguji, yaitu Graduate Research School coordinator dan satu calon pembimbing. Topik-topik pertanyaannya sesuai dengan apa yang telah saya tuliskan di atas.

 

Tips dan strategi untuk meraih RTP Scholarship

Ada tiga tips dan strategi yang dapat saya bagikan guna meraih beasiswa RTP. Pertama, perkuat alasan dan justifikasi Anda dalam mengajukan proposal riset. Hal ini tentu akan menentukan seberapa besar minat dari supervisor untuk membimbing kegiatan riset Anda nanti yang akan membuka pintu peluang pertama untuk mendapatkan pendanaan melalui skema beasiswa RTP. Persiapkan proposal riset yang matang jauh sebelum Anda menghubungi calon-calon supervisor yang potensial. Anda dapat membaca tips penulisan proposal riset di artikel berikut ini.

Kedua, pastikan bahwa kualifikasi akademik Anda unggul dibandingkan dengan kandidat lainnya. Karena pengelola beasiswa akan melakukan pemeringkatan untuk para pendaftar, penting bagi Anda untuk memiliki IPK dan riwayat nilai yang mumpuni agar dapat bersaing dengan kandidat lainnya. Selain itu, nilai kemampuan bahasa Inggris pun menjadi tolok ukur penting dalam seleksi beasiswa RTP. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda mencapai setidaknya nilai minimum atau bahkan lebih baik lagi jika lebih tinggi. Pelajari tips dan strategi mengerjakan tes kemampuan bahasa Inggris di artikel berikut ini.

Terakhir, berhubung beasiswa RTP ini menekankan latar belakang dan kualifikasi riset, pastikan untuk meningkatkan produktivitas riset semasa kuliah di jenjang S1 dan S2 dengan cara mengembangkan skripsi, tesis, atau tugas-tugas kuliah lainnya menjadi prosiding, book chapter, atau artikel jurnal. Apabila ada kesempatan, sangat disarankan untuk mempublikasikan riset Anda di jurnal internasional terindeks. Setelah itu, tingkatkan research credentials dan visibility Anda dengan cara membuat akun Google Scholar, SINTA, ORCiD iD, Researchgate, dan lainnya.

Semoga aplikasi beasiswa RTP Anda sukses!

***

Editor: Dini Putri Saraswati


SHARE
Previous article4 Tips Menyelesaikan Tesis S2 di UK
Next articleDari Malang ke Skandinavia: Berteman dengan kegagalan
Yogi Saputra Mahmud
Throughout his life trajectory, Yogi is always passionate about teaching and developing students’ ability and proficiency in English. He holds a Bachelor of English Education degree from the Indonesia University of Education. After completing his bachelor’s degree, he started his career as an English teacher at Pribadi Bilingual Boarding School, Bandung. His continuous passion led him to pursue his Master of TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages) at Monash University, Australia, with a scholarship from Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP). Yogi is now based in Cikarang, West Java, as an English lecturer at President University. He has been actively writing several articles in nationally and internationally accredited journals. His main research interests include Teacher Professional Development, Teacher Education, Teaching Methodology, and English productive skills.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here