Kuliah di Edinburgh, Apa yang Perlu Diketahui?

0
455
Foto Penulis (jaket merah) di Princes Street Garden dengan latar Edinburgh Castle.

Banyak tokoh sains terkenal seperti Thomas Bayes, James Clerk Maxwell, Joseph Black, dan yang paling terkenal, Peter Higgs, pernah tinggal dan menikmati romantika kota Edinburgh atau berafiliasi dengan salah satu kampus terkenalnya. Ada pula penulis novel, J. K. Rowling, yang singgah di Edinburgh untuk sekadar menulis mahakaryanya yang terkenal, Harry Potter. Beberapa tokoh dan lokasinya bahkan konon terinspirasi langsung dari lokasi nyata di Edinburgh. Festival seni terbesar di dunia, Edinburgh Fringe, juga digelar di kota ini setiap tahunnya. Tidak heran banyak pecinta sains, sastra, dan seni yang singgah atau menetap di Edinburgh.

Lalu, bagi yang ingin kuliah di ibu kota Skotlandia ini, apa saja tips menarik yang perlu diketahui? Simak cerita berikut.


Edinburgh adalah ibu kota negara Skotlandia yang merupakan bagian dari Britania Raya. Edinburgh terletak di bagian selatan Skotlandia (atau lebih dikenal dengan lowland) yang mengintip laut utara, membuatnya relatif lebih hangat dan basah dibandingkan dengan highland yang lebih dingin dan kering.

Lanskap kota Edinburgh sendiri berbukit-bukit dengan beberapa bukit terkenal yang disemayami oleh Edinburgh Castle, Carlton Hill, dan Arthur’s Seat yang berada dalam radius 3 km, membuatnya sangat cantik tidak hanya dari nilai sejarahnya, tapi juga alamnya.

Edinburgh merupakan rumah dari beberapa kampus terbaik di dunia, seperti The University of Edinburgh, Heriot-Watt University, Edinburgh Napier University, dan Queen Margaret University. The University of Edinburgh sendiri menempati peringkat 20 QS World University Ranking, peringkat 17 di The Times Good University Ranking dan peringkat 30 menurut THE World University Ranking, menjadikannya sebagai ujung tombak pendidikan di Skotlandia.

University of Edinburgh Old College. Sumber: Wikipedia
University of Edinburgh Old College. Sumber: Wikipedia

The University of Edinburgh (UoE) berdiri sejak tahun 1583, menjadikan universitas ini sebagai salah satu kampus tertua di dunia dan termasuk Ancient University in English Speaking World bersama Oxford University, Cambridge University, Dublin University, Glasgow University, University of St Andrews, dan Aberdeen University.

Pada tahun UoE didirikan, Kesultanan Banten baru saja menyelesaikan invasinya ke Kerajaan Sunda, sementara Kesultanan Mataram Islam belum terbentuk di Jawa. Banyak sekali bangunan-bangunan yang tanggal pembangunannya mengukirkan tahun-tahun yang satu zaman dengan tahun berdirinya UoE. Antik sekali ya!

Apa Saja Persiapan Sebelum Berangkat ke Edinburgh?

Sebelum memutuskan untuk melanjutkan sekolah atau bekerja di Edinburgh, ada baiknya untuk mempersiapkan rencana dengan matang, salah satunya dengan menyiapkan kelengkapan dokumen untuk pengajuan visa.

Persiapan dokumen dan biaya

Mengajukan permohonan visa ke Britania Raya bukanlah persoalan yang sederhana. Harus ada surat sponsor, surat kemampuan bahasa (IELTS atau TOEFL), Confirmation of Acceptance for Studies (CAS), dokumen Academic Technology Approval Scheme (ATAS), sertifikat bebas TBC, dan bukti pelunasan biaya asuransi selama tinggal di Britania Raya dan biaya visa.

Biaya yang diperlukan untuk melengkapi dokumen tersebut tidaklah murah dan prosesnya memakan waktu sekitar satu bulan dihitung dari saat visa diajukan sampai dengan disetujui atau ditolak. Pastikan dana tersedia dan jadwal keberangkatan direncanakan dengan matang.

Persiapan fisik

Menjaga kesehatan tubuh saat keberangkatan juga sangat penting. Perjalanan udara dari Jakarta menuju Edinburgh bukanlah perjalanan yang singkat. Di masa sebelum pandemi, penulis acap kali menggunakan Qatar Airways untuk melakukan perjalanan Jakarta – Edinburgh dengan transit di Doha.

Perjalanan biasanya ditempuh selama sembilan jam dari Jakarta ke Doha, delapan jam dari Doha ke Edinburgh dengan transit selama satu jam. Dengan perbedaan waktu selama tujuh jam, apabila pesawat berangkat pukul 7 pagi dari Indonesia, kita akan sampai di Edinburgh Airport pukul 4 sore di hari yang sama.

Namun, perjalanan balik dari Edinburgh ke Jakarta akan memakan waktu seolah-olah 24 jam penuh. Untuk pengguna layanan ekonomi seperti Penulis, tentu pengetahuan tentang bagaimana memosisikan badan di kursi pesawat ekonomi yang sempit selama berjam-jam menjadi sangat berharga.

Apa Saja Tips yang Perlu Kamu Ketahui Selama di Edinburgh?

Tempat tinggal

Sesampainya di Edinburgh, sebelum benar-benar mencari tempat tinggal, ada baiknya kita menginap di tempat sementara dahulu selama sekitar satu minggu, baik di hotel maupun Airbnb untuk kemudian mencari flat yang cocok. Ada beragam situs yang akan sangat membantu dalam proses pencarian seperti gumtree dan zoopla. Pastikan kita mengunjungi tempatnya dan menelaah dengan cermat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: apakah lokasinya dekat dengan keramaian, apakah kaca jendelanya rangkap dua untuk insulasi panas lebih baik, apakah lokasinya terjangkau jaringan seluler, jarak dengan kampus atau tempat kerja, dan jaraknya dengan transportasi umum.

Harga sewa untuk flat dengan dua kamar, satu ruang tengah dapur, dan kamar mandi dalam dibandrol mulai dari £600 belum termasuk biaya listrik (£ 100), gas (£100) dan internet (£40). Harga tentunya bervariasi tergantung keadaan flat, dan penyedia layanan utilitas.

Rekening bank

Memiliki akun bank tentunya akan membuat hidup lebih mudah. Dalam membuat akun bank, diperlukan surat keterangan dari universitas, alamat surat-menyurat, dan kartu tanda penduduk (BRP). Untuk BRP biasanya bisa diambil di kantor pos atau tempat yang sudah kita pilih beberapa hari setelah kedatangan.

Ada banyak penyedia layanan perbankan seperti Bank of Scotland, Royal Bank of Scotland, Barclays, dan sebagainya. Biasanya kita tidak dikenakan biaya bulanan untuk menyimpan uang dan biaya penarikan uang di ATM digratiskan di berbagai layanan ATM walaupun penyedia layanannya berbeda-beda.

Setelah mendapatkan kartu debit yang terafiliasi dengan Visa atau MasterCard, kita bisa mendaftar berbagai layanan berlangganan seperti Netflix, Amazon, dan lain-lain.

Salah satu armada Lothian Bus. Sumber: GreenAvGeek - Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=75966067
Salah satu armada Lothian Bus. Sumber: GreenAvGeek 

Pembayaran transportasi

Untuk bepergian di dalam kota, Edinburgh mempunyai layanan jaringan bus yang terkoneksi sangat baik dengan nama Lothian Bus. Sistem ini menjangkau hampir ke seluruh pelosok Edinburgh dan daerah penyangganya.

Untuk menggunakan bus, kita bisa menggunakan contactless debit/credit card, membayar tunai atau menggunakan kartu berlangganan Ridacard. Penggunaan Ridacard dikenakan £60 untuk berkendara sepuasnya selama satu bulan. Ridacard juga bisa digunakan pada layanan tram (pada saat penulisan artikel ini baru menjangkau pusat kota ke bandara). Pada layanan tram tersedia wifi dan kursi empuk, minim goncangan, dan ketinggian platform yang satu level dengan keretanya sehingga sangat nyaman untuk bepergian dengan barang bawaan yang banyak.

Diskon

Sebagai mahasiswa, tentunya banyak upaya penghematan yang sering dilakukan penulis. Untuk mendapatkan penerbangan murah meriah, penulis kerap menggunakan aplikasi studentuniverse, sementara untuk mendapatkan makanan diskon penulis kerap menggunakan aplikasi togoodtogo.

Memasak juga menjadi pilihan utama sehari-hari, dikarenakan harga makanan yang lumayan menguras kantong.

Pesona Kota Edinburgh

Setelah nyaman sebagai penduduk, kita bisa mulai menikmati keindahan kota Edinburgh sendiri. Untuk wisata bersejarah, ada Edinburgh Castle yang berisi berbagai jenis peninggalan dari zaman raja-raja Skotlandia terdahulu sampai dengan pemerintahan yang sekarang. Dari sini kita bisa melihat kota Edinburgh dari ketinggian dan memandang langsung ke laut apabila cuaca mendukung.

Kita juga bisa mengunjungi Dean’s Village, desa pertama di Edinburgh yang didirikan pada 1145. Dari desa tua ini, penulis biasa berjalan melawan arus sungai yang indah dan asri sampai dengan Stockbridge Market untuk membeli dimsum di pasar mingguan itu.

Beberapa pusat atraksi lain seperti National Gallery of Scotland, National Museum of Scotland dan Scottish National Gallery of Modern Art bisa dinikmati secara cuma-cuma. Di ketiga tempat itu, kita bisa menemukan banyak hal menarik dari awetan domba Dolly sampai dengan lukisan Van Gogh.

Berjalan-jalan mengelilingi kota Edinburgh dari Royal Botanic Garden, menuju Old Town, kita bisa menemukan tempat menarik seperti Princes Street Garden, North Bridge yang ikonik, Royal Mile, Grass Market, Victoria Street yang tersohor, membeli gelato di Marry’s Milk Bar, masuk ke Greyfriars Kirkyard untuk berziarah ke makam Tom Riddle dan mengintip George Heriott School, tempat yang konon menginspirasi Hogwarts.

Menikmati sunset dari Blackford Hill. Instagram: alif_sussardi
Menikmati sunset dari Blackford Hill. Sumber: Instagram @alif_sussardi

Wisata alam Edinburgh tidak kalah menarik. Kita bisa mendaki bukit Arthur Seat atau berjalan santai di Blackford Hill yang jaraknya kurang dari 5 km dari pusat kota.

Untuk pecinta hiking yang lebih menantang, kita bisa menjelajahi Pentland Hill dan menyapa Highland Cows yang jinak. Penulis pernah hiking santai di Pentland Hill sejauh 20 km dan menikmati pemandangan yang luar biasa indah.

Kenampakan Samudra Atlantik dari Eoropiadh, Eilean Siar. Instagram: alif_sussardi.
Kenampakan Samudra Atlantik dari Eoropiadh, Eilean Siar. Sumber: Instagram @alif_sussardi.

Untuk wisata alam yang lebih mantap, belum afdol rasanya mengunjungi Highland. Penulis pernah melakukan roadtrip selama tiga hari dari Edinburgh, Isle of Skye yang menawan, kemudian menyeberang ke Pulau Lewis and Harris untuk menikmati lanskap tundra yang sangat indah dan smoked salmon yang tiada duanya.

Sepulangnya penulis sempat mengunjungi kota tenang Inverness dan melewati Taman Nasional Craingorms. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.

Penulis berfoto dengan latar belakang Difraktometer di I-19 X-ray Beamline, Synchrotron Diamond Light Source. Sumber: Penulis
Penulis berfoto dengan latar belakang Difraktometer di I-19 X-ray Beamline, Synchrotron Diamond Light Source. Sumber: Penulis

Untuk penikmat seni pertunjukan, kita bisa datang pada bulan-bulan Agustus untuk menikmati salah satu perhelatan seni terbesar di Dunia: Edinburgh Festival Fringe. Banyak seniman terkenal yang kerap tampil di sini dari seluruh penjuru dunia.

Bahkan Stand Up komedian Indonesia seperti Mo Sidik dan Papermoon Puppet pernah tampil di sini lho!

Sebelum pandemic COVID-19, pada musim ini Edinburgh jadi kota yang sangat penuh dan sibuk, di mana sulit untuk mencari flat dan harga makanan cenderung melambung tinggi.

Tentunya, di tengah semua atraksi menarik yang ditawarkan Edinburgh, penulis tetap harus melaksanakan kewajibannya sebagai mahasiswa. Hal ini tidaklah terlalu membebani dikarenakan fasilitas pendukung studi yang mumpuni, partner studi yang kompak, dan kolaborasi dengan kampus lain seperti Diamond Light Source, Glasgow University, dan Durham University yang mesra. Hal ini menjadikan pengalaman study-life balance penulis menjadi seimbang dan menyenangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here