Belajar di Sekolah Komunikasi Top Dunia, Goldsmiths UoL, Inggris

0
608
Berfoto di depan Richard Hoggart Building, gedung utama Goldsmiths UoL di New Cross, London. (Foto: Ailén Remelsky)

Memang belum banyak orang yang mengenal Goldsmiths, University of London (UoL), sebagai tujuan studi. Namun siapa sangka universitas ini memiliki departemen media dan komunikasi yang merupakan salah satu terbaik di dunia? Kolumnis Indonesia Mengglobal Rio Tuasikal membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa di Departemen Media, Communications and Cultural Studies (MCCS) Goldsmiths UoL. 

Bagi orang yang ingin melanjutkan studi ilmu komunikasi, pilihan biasanya tertuju ke dua negara: Amerika Serikat atau Inggris. Tapi mencari kampus dan jurusan komunikasi di Inggris tidaklah mudah. Kalau mencari di universitas top of mind, seperti University of Oxford dan University of Cambridge, kabar buruknya dua kampus ini tidak punya jurusan komunikasi. Karena itu kita harus menggali lebih dalam universitas yang menawarkan program terbaik. 

Saya mengenal Goldsmiths UoL dari dua jurnalis senior di tempat saya bekerja di Washington DC dulu. Setelah saya teliti lebih jauh, ternyata Goldsmiths adalah kampus nomor 7 terbaik dunia untuk ilmu komunikasi versi QS ranking 2020. Setelah berdiskusi dengan orang-orang di industri media dan sejumlah alumni Inggris, saya pun mantap untuk berkuliah di sini. 

 

College Green adalah tempat nongkrong favorit mahasiswa Goldsmiths UoL. Nampak di belakang adalah Departemen MCCS, salah satu departemen terbesar di kampus.
College Green adalah tempat nongkrong favorit mahasiswa Goldsmiths UoL. Nampak di belakang adalah Departemen MCCS, salah satu departemen terbesar di kampus.

 

Awal berkuliah di Goldsmiths membuat saya cukup kaget. Karena kelas-kelasnya terasa begitu cepat dengan bahan bacaan yang sangat banyak. Teman-teman satu kelas pun merupakan profesional dari berbagai negara, mulai dari Tiongkok, Finlandia, sampai Amerika. Perlahan-lahan saya bisa mulai beradaptasi dan mulai menyadari lingkungan akademik yang sangat suportif. Makin ke sini, saya juga mulai merasakan yang namanya pendidikan universitas top dunia. Berangkat dari pengalaman tersebut, di bawah ini saya akan menjelaskan 8 keunggulan Goldsmiths UoL untuk studi ilmu komunikasi, media, jurnalistik, dan film.

 

1. Dari Film Sampai Media, Semua Jurusan Ada

Dibandingkan dengan universitas lain di United Kingdom (UK), Goldsmiths UoL memiliki jurusan ilmu komunikasi paling banyak. Departemen MCCS Goldsmiths memiliki 8 program sarjana, 8 program sertifikasi/diploma pascasarjana, serta 29 program master. Untuk program master, kamu bisa menemukan rumpun jurnalistik, rumpun film, dan rumpun ilmu komunikasi. Berbagai jurusan tersedia mulai dari MSc Digital Journalism, MA Filmmaking, sampai MA Political Communications.

 

Berfoto di depan Departemen MCCS yang menampilkan profil Stuart Hall, salah satu pendiri kajian budaya. (Foto: Teguh Nurrohman)
Berfoto di depan Departemen MCCS yang menampilkan profil Stuart Hall, salah satu pendiri kajian budaya. (Foto: Teguh Nurrohman)

2. Didukung Pakar Kelas Dunia

Mahasiswa di Departemen MCCS Goldsmiths akan belajar langsung dari pakar dunia yang telah menulis berbagai buku dan merupakan editor jurnal internasional. Tertarik soal media dan bencana? Belajar langsung dari Dr. Mirca Madianou. Berminat soal media dan demokrasi? Ikuti kelas Professor Natalie Fenton. Kalau soal media dan ras? Ada Dr. Anamik Saha.

Selain itu, kamu juga bisa mengakses berbagai jurnal internasional ilmu komunikasi secara gratis seperti Media, Culture, and Society; Mobile Media and Communication; dan Social Media + Society. Pendidikan kamu juga akan didukung oleh perpustakaan Goldsmiths UoL yang memiliki koleksi audio visual terbesar di UK. 

 

3. Banyak Pusat Riset Ilmu Komunikasi

Goldsmiths UoL adalah rumah bagi sejumlah pusat penelitian terkemuka. Kamu bisa menemukan Leverhulme Media Research Centre, Center for Global Media and Democracy, Centre for Feminist Research, serta Digital Culture Unit. Empat institusi ini digawangi dosen-dosen Goldsmiths UoL dan telah menerbitkan banyak penelitian penting. Goldsmiths juga menjadi rumah bagi Centre for Investigative Journalism, pusat pelatihan Internasional untuk jurnalisme investigasi.

Gedung Ben Pimlott dengan Goldsmiths Squiggle di atasnya. Mahasiswa Indonesia menyebut gedung ini 'gedung mie'.
Gedung Ben Pimlott dengan Goldsmiths Squiggle di atasnya. Mahasiswa Indonesia menyebut gedung ini ‘gedung mie’.

 

4. Banyak Mata Kuliah Praktik

Yang membedakan Goldsmiths UoL dengan program komunikasi di kampus lain, seperti LSE, adalah banyaknya mata kuliah praktik jurnalistik dan film. Kamu bisa menemukan mata kuliah film editing, sound design, sampai film production. Bagi kamu yang senang membuat karya, ini adalah tempat yang cocok untuk membangun portofolio. 

Departemen MCCS juga membangun berbagai wadah karya mahasiswa. Mulai dari situs berita eastlondonlines.com, londonmultimedianews.com, galeri online golddust.org.uk, Goldsmiths Photoworks, sampai kanal Vimeo yang menampung berbagai video. Mahasiswa juga dapat mengasah kemampuannya produksi lewat berbagai media mahasiswa seperti radio Wired FM, SMITHS Magazine, the Leopard Newspaper, dan GoldReel Acting and Filmmaking Society.

Selain dukungan studio dan fasilitas, mahasiswa juga akan belajar langsung dari praktisi industri media. Sebut saja mantan penyiar BBC Linda Lewis, sutradara film dokumenter Dr. Daisy Asquith, dan fotografer Professor Joanna Zylinska.

 

Kampus Goldsmiths UoL terletak di News Cross, London, yang dikenal sebagai kawasan vibrant dan penuh warna. Dengan kereta, hanya butuh 30 menit untuk sampai ke pusat kota London.
Kampus Goldsmiths UoL terletak di News Cross, London, yang dikenal sebagai kawasan vibrant dan penuh warna. Dengan kereta, hanya butuh 30 menit untuk sampai ke pusat kota London.

5. Berlokasi di London, Pusat Media Global

Sejumlah orang tentu ingin mengasah pengalaman profesionalnya di samping bangku kuliah. Karena itu, mahasiswa Goldsmiths UoL termasuk beruntung karena berkuliah di London. London menjadi rumah bagi BBC, Reuters, dan the Guardian. London juga menjadi rumah bagi  kantor perwakilan Eropa sejumlah organisasi berita dunia seperti Bloomberg dan Associated Press. Karenanya akan ada banyak kesempatan untuk magang di media-media terkemuka tersebut.

 

6. Unggul di Bidang Sosial, Humaniora, dan Industri Kreatif

Goldsmiths UoL dikenal karena kekhususannya dalam disiplin ilmu sosial, humaniora, seni, dan desain. Saking spesifiknya, Goldsmiths memiliki Department of Art, Department of Design, Department of Music, Department of Theatre and Performance, dan Department of Visual Cultures. Goldsmiths juga memiliki Institute for Creative and Cultural Enterpreneurship (ICCE) bagi yang tertarik mengembangkan bisnis industri kreatif. 

Artinya, setiap hari kamu akan bertemu dengan desainer, seniman, musisi, pelaku seni, dan para pengusaha kreatif. Mahasiswa jurusan-jurusan tersebut juga sering mengadakan pameran dan pertunjukan gratis di kampus. Bayangkan ketika pulang dari perpustakaan kamu menemukan pertunjukan musik atau puisi di taman kampus. Berada dalam komunitas kreatif tentu membuat pengalaman studimu menjadi lebih berwarna. 

Berkumpul dengan penerima beasiswa Chevening di Goldsmiths UoL.
New Cross memiliki banyak cafe tempat mahasiswa dapat berkumpul. Di foto ini, saya sedang berkumpul dengan penerima beasiswa Chevening di Goldsmiths UoL.

 

7. Koneksi ke Industri media di Indonesia

Meski jarang diketahui masyarakat umum, Goldsmiths UoL sebetulnya cukup dikenal di kalangan industri media di Indonesia. Bahkan sejumlah pemimpin media di Indonesia adalah lulusan kampus ini. Sebut saja Wakil Pemimpin Redaksi SCTV Retno Pinasti, Pemimpin Redaksi RTV Yulia Supadmo, dan Chief of Storyteller Kumparan Yusuf Arifin. Lulusan Goldsmiths UoL juga banyak yang berkiprah di bidang sosial, seperti Andy Yentriyani, Ketua Komnas Perempuan saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa studi di Goldsmiths mampu membantu lulusannya untuk naik ke puncak karier dalam bidang yang dia pilih. Selain itu, memiliki koneksi industri tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi kamu yang ingin mengikuti jejak mereka. 

Spanduk Save Goldsmiths dipasang oleh mahasiswa dan dosen yang menentang kebijakan kampus.
Spanduk “Save Goldsmiths” dipasang oleh mahasiswa dan dosen yang menentang kebijakan kampus.

 

8. Dekat dengan Isu Sosial: Ras, Gender, Kesetaraan

Hal terakhir yang membuat Goldsmiths UoL unik adalah kedekatannya dengan berbagai isu sosial. Dosen dan mahasiswanya dikenal aktif dalam dunia aktivisme. Sejumlah dosen MCCS misalnya mendirikan Media Reform Coalition, gerakan akademisi untuk mendorong perbaikan industri media di Inggris, dan aktif bicara di berbagai forum. Sementara mahasiswa Goldsmiths UoL memulai gerakan anti-rasisme di kampus. Melihat dari dekat berbagai isu sosial tentunya sangat penting bagi mahasiwa ilmu komunikasi yang akan berkarir sebagai jurnalis, pekerja NGO, peneliti, atau konsultan politik.

Jadi tunggu apa lagi? Bagi kamu yang tertarik belajar ilmu komunikasi, Goldsmiths UoL sangat cocok buatmu. Kabar baiknya lagi, Goldsmiths UoL merupakan salah satu universitas yang tercantum dalam program Beasiswa LPDP dan Beasiswa Chevening.

 

*All photos are provided by the author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here