Menemukan Sisi Baru Indonesia di Benua Australia ala Farah

0
690

“Memiliki pengalaman studi di luar negeri, tidak membuat Farah Sahirah Zahra (Master of TESOL, Monash University) lupa akan Indonesia. Alih-alih, ia malah mampu menemukan sisi baru Indonesia di benua Australia melalui berbagai kegiatan yang dilakukannya saat mengenyam pendidikan lanjut. Simak kisahnya di artikel berikut ini.”

***

Dulu ketika duduk di bangku sekolah, saya mengenal Indonesia hanya dari buku saja, tidak pernah terfikir oleh saya untuk menjelajahi Indonesia dan mengenal lebih dalam tentang budayanya. Saya berasal dari kota Bandung, Jawa Barat. Tempat paling jauh yang pernah saya kunjungi di Indonesia hanyalah Bali. Tidak pernah terbayang bagi saya bagaimana keindahan Indonesia di tempat lain.

Namun, ketika saya mengenyam pendidikan Master di Australia, ada banyak sekali hal baru yang saya temukan. Selain hal-hal yang berkaitan dengan Australia, saya juga menemukan sisi baru dari Indonesia, melalui teman-teman saya yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga belajar di Australia malah menjadi kesempatan bagi saya untuk mengenal Indonesia lebih dalam lagi.

Untuk membayar rasa rindu saya pada keluarga di rumah dan mengenalkan Indonesia ke masyarakat Australia, saya mulai mencari kegiatan-kegiatan tambahan di luar perkuliahan. Kegiatan ini saya lakukan juga untuk mengisi waktu luang dan untuk sekadar menghilangkan rasa penat setelah belajar. Di Melbourne, selain kegiatan akademik, ada banyak sekali kegiatan yang bisa diikuti. Salah satunya adalah kegiatan volunteer di dalam kampus, dan juga kegiatan-kegiatan di luar kampus. Saya pun mencoba mengikuti keduanya.

Farah beserta seluruh Education Students Ambassador saat kegiatan Leadership Day. Sumber: Education Students Ambassador
Farah beserta seluruh Education Students Ambassador saat kegiatan Leadership Day. Sumber: Education Students Ambassador

Di Monash University, saya berkesempatan untuk menjadi salah satu dari Education Student ambassador, yang merupakan perwakilan mahasiswa dari berbagai negara serta jurusan yang berbeda-beda. Tugas kami adalah memperkenalkan kampus dan lingkungannya. Kami turut membantu mahasiswa baru untuk menyesuaikan diri di kampus. Biasanya kami juga bekerja membantu dosen mengadakan seminar ataupun menyusun orientasi bagi para mahasiswa baru.

Menjadi student ambassador juga menjadi kesempatan bagi saya untuk sedikit mengenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa lainnya. Karena Indonesia adalah negara tetangga terdekat dengan Australia, selain New Zealand, banyak mahasiswa yang ingin berlibur ke Indonesia, atau lebih tepatnya ke Pulau Bali. Namun, beberapa diantara mereka juga menanyakan tempat mana saja yang bisa dikunjungi selain Bali. Saya senang sekali bisa menunjukkan tempat tempat indah lain di Indonesia selain Bali. Karena Indonesia sangat kaya akan keindahan alamnya.

Cultural lunch day oleh Monash Postgraduate Association (MPA). Sumber: Dokumentasi pribadi
Cultural lunch day oleh Monash Postgraduate Association (MPA). Sumber: Dokumentasi pribadi

Untuk kegiatan di luar kampus, ada berbagai macam kegiatan kebudayaan yang saya ikuti. Namun yang paling berkesan bagi saya adalah kegiatan yang saya lakukan di salah satu secondary school (SMP-SMA) yang ada di Melbourne, Australia.  Saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi asisten guru Bahasa Indonesia di salah satu sekolah negeri yang ada di Australia selama kurang lebih 3 bulan. Tugas saya saat itu adalah membantu anak-anak di kelas 12 untuk mempersiapkan diri mereka menghadapi ujian Bahasa Indonesia dan juga mengenalkan budaya Indonesia kepada siswa-siswa yang ada di sekolah.

Mengenalkan budaya Indonesia di cafeteria Monash University, Australia. Sumber: Dokumentasi pribadi
Mengenalkan budaya Indonesia di cafeteria Monash University, Australia. Sumber: Dokumentasi pribadi

Sama seperti kita di Indonesia yang belajar Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran bahasa asing. Di Australia, siswa di sekolah pun diharuskan belajar bahasa asing. Ada berbagai macam bahasa yang bisa menjadi pilihan mereka, seperti Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, dan Jepang. Bahasa Indonesia juga bisa menjadi salah satu pilihan Bahasa yang dapat diambil untuk kelas bahasa asing.

Menari tarian Betawi di Victorian Market bersama klub tari Lenggok Geni. Sumber: Dokumentasi pribadi
Menari tarian Betawi di Victorian Market bersama klub tari Lenggok Geni. Sumber: Dokumentasi pribadi

Jika memilih kelas Bahasa Indonesia di kelas 12, maka Bahasa Indonesia menjadi salah satu ujian akhir yang harus mereka ikuti. Saat itu, di sekolah ada setidaknya 10 orang siswa SMA yang mengambil kelas Bahasa Indonesia. Memang tidak banyak jika dibandingkan dengan jumlah siswa kelas 12 yang ada, karena ini adalah mata pelajaran pilihan. Namun siswa-siswi yang mengambil mata pelajaran ini adalah mereka yang tertarik dengan negeri kita. Bahkan ada diantara mereka yang sudah fasih berbahasa Indonesia. Sekolah ini juga mempunyai program sister school dengan sekolah yang ada di Indonesia, sehingga beberapa dari mereka sudah pernah mengunjungi Indonesia dengan sekolah maupun dengan keluarganya masing-masing untuk berlibur.

 

 

 

Di sela-sela pembelajaran Bahasa Indonesia, para siswa juga belajar tentang budaya Indonesia, termasuk tentang angklung ataupun tarian-tarian tradisional yang ada di Indonesia. Bagi saya yang tidak pernah secara langsung mendalami tentang budaya-budaya Indonesia, ini menjadi sebuah tantangan karena saya harus belajar lebih banyak lagi tentang Indonesia. Dari banyak pembelajaran budaya Indonesia yang diajarkan, salah satu kegiatan kebudayaan yang diberikan di kelas adalah tentang tarian tradisional yang ada di Indonesia. Para guru Bahasa Indonesia saat itu berpikir bahwa akan sangat menarik untuk melakukan pertunjukan tari di dalam kelas. Mereka pun meminta saya untuk melakukan pertunjukan tari yang sederhana untuk para siswa.

Farah saat berkegiatan di klub gamelan Indonesia di Monash University. Sumber: Dokumentasi pribadi
Farah saat berkegiatan di klub gamelan Indonesia di Monash University. Sumber: Dokumentasi pribadi

Karena saya tidak pernah belajar menari sebelumnya, saya mengajak teman teman saya di klub tari untuk menari bersama. Kami pun memutuskan untuk melakukan tarian Betawi, karena tarian ini cukup sederhana tapi juga sangat menyenangkan. Selain menari, saya dan teman-teman yang tampil juga sedikit mengajarkan gerakan tarian Betawi kepada mereka. Meskipun sulit, mereka sangat menyukai kegiatan ini. Mereka semangat untuk belajar dan menguasai tarian yang diajarkan. Mereka sangat antusias ingin tampil bersama-sama dengan yang lain. Disela-sela pembelajaran mereka juga mengajarkan tarian yang terkenal di Australia kepada kami. Ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk semua karena dengan kegiatan ini kita bisa jadi lebih menghargai dan mengenal satu sama lain.

Setelah selesai menari bersama, kami masuk ke sesi tanya jawab. Di sesi ini siswa dipersilakan untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan Indonesia. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang menarik. Pertanyaan yang paling menarik menurut saya adalah pertanyaan “Kenapa pakaian tarian tradisional Indonesia sangat penuh dengan warna”. Awalnya kami bingung ketika menjawab pertanyaan ini. Namun setelah berpikir lama, kami percaya bahwa warna warni pada baju para penari melambangkan keanekaragaman Indonesia. Meskipun kita berbeda, kita tetap sama, dan perbedaan itu justru membuat semua terlihat lebih indah.

Dari berbagai macam kegiatan yang saya lakukan di dalam maupun di luar kampus, kegiatan-kegiatan ini membuat saya merasa menjadi lebih dekat dengan Indonesia. Saya belajar begitu banyak hal baru dari negeri saya tercinta meskipun saya tidak sedang berada di Indonesia. Saya belajar dari teman-teman Indonesia saya, dari mahasiswa lain,  dari siswa di sekolah, dari perkumpulan masyarakat Indonesia di Australia, dan dari berbagai sumber lain. Ternyata untuk mengenal kekayaan dan keindahan Indonesia bisa dilakukan tidak hanya ketika kita ada di Indonesia tetapi juga ketika kita berada di negeri asing.

Editor: Yogi Saputra Mahmud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here