Yang Sering Ditanyakan

[Updated March 2017]

Tentang Indonesia Mengglobal

Apa itu Indonesia Mengglobal?

Indonesia Mengglobal adalah sarana diskusi dan sumber informasi pendidikan dan pekerjaan di luar negeri bagi bangsa Indonesia. Indonesia Mengglobal didirikan di tahun 2012, dengan misi untuk meningkatkan jumlah masyarakat Indonesia yang belajar, berkarya, dan berdaya di kancah dunia.

Organisasi kami terdiri dari relawan dan kontributor yang memiliki keinginan besar untuk membantu anak muda Indonesia mencapai cita-cita mereka untuk belajar ataupun bekerja di luar negeri. Upaya kami adalah menyediakan sarana diskusi yang menghubungkan para pembaca dengan mahasiswa atau alumni Indonesia yang telah bersekolah atau bekerja di tempat tujuan pembaca. Sarana diskusi ini dapat ditemukan melalui berbagai offline events, artikel di website, maupun program di akun social media (Twitter, Instagram, Facebook page, YouTube) kami.

Sejak tahun 2012 hingga kini, Indonesia Mengglobal telah:

  • Mempublikasikan lebih dari 800 artikel dengan page views tahunan yang sudah menembus angka 1 juta pembaca. Artikel ini membahas pengalaman dan tips dari pelajar, pekerja serta penerima beasiswa Indonesia yang telah atau sedang belajar maupun bekerja di luar negeri;
  • Menyediakan program mentorship selama enam bulan bagi siswa Indonesia yang ingin sekolah di luar negeri setiap tahunnya;
  • Mengumpulkan dana USD 13,500 sebagai beasiswa untuk mengganti biaya aplikasi pendaftaran universitas bagi 30 pendaftar terpilih;
  • Menghadirkan offline events tahunan dengan tema seputar belajar di luar negeri.

Siapa yang ada di balik Indonesia Mengglobal?

Ada 26 volunteer mahasiswa dan alumni Indonesia yang berada di balik Indonesia Mengglobal, beserta ratusan kontributor di dalam dan luar Indonesia. Para volunteer dan kontributor kami memiliki keinginan besar untuk membantu anak muda Indonesia mencapai cita-cita mereka untuk belajar ataupun bekerja di luar negeri.

Indonesia Mengglobal adalah jaringan independen yang tidak terafiliasi dengan pemerintah atau sekolah manapun. Kami bekerja sama dengan berbagai institusi pers dan organisasi pendidikan untuk membantu menyebarkan artikel-artikel Indonesia Mengglobal ke masyarakat yang lebih luas. Indonesia Mengglobal tidak memperoleh keuntungan/profit dari kerjasama ini.

Bagaimana Indonesia Mengglobal bisa membantu saya untuk belajar atau bekerja di luar negeri?

Berikut beberapa cara untuk memanfaatkan inisiatif kami:

  • Baca artikel-artikel yang relevan di situs Indonesia Mengglobal dan kunjungi tautan-tautan yang ada pada masing-masing artikel. Jangan lupa daftarkan email kamu di sudut kanan atas situs Indonesia Mengglobal supaya selalu terdepan dalam informasi yang ditulis oleh para kontributor kami!
  • Ikuti program-program Indonesia Mengglobal di tahun 2017:
    • Mentorship program: dalam program ini kami akan memasangkan calon mahasiswa (mentee) dengan mahasiswa atau alumni  (mentor) yang memiliki latar belakang kepentingan studi yang sesuai dan telah berkomitmen memberikan waktu, tenaga, dan saran untuk aplikasi sekolah dan beasiswa di berbagai sekolah impian di luar negeri.
    • Ask for a speaker: Indonesia Mengglobal dapat menghubungkan kamu dengan puluhan kontributor, alumni serta relawan kami. Kami akan berupaya menghubungkanmu dengan pembicara yang pengalamannya paling sesuai. Silakan isi formulir ini dan jangan lupa berikan konteks acaramu.
    • Offline events: hadiri acara-acara Indonesia Mengglobal. Informasi tentang acara-acara yang akan datang bisa kamu dapatkan dengan mengikuti akun Twitter, Instagram, Facebook page dan YouTube Indonesia Mengglobal.

Apakah saya dapat mengundang pembicara dari Indonesia Mengglobal dalam acara seminar atau diskusi?

Tentu saja! Indonesia Mengglobal dapat menghubungkan kamu dengan puluhan kontributor, alumni serta relawan kami. Kami akan berupaya menghubungkanmu dengan pembicara yang pengalamannya paling sesuai. Silakan isi formulir ini dan jangan lupa berikan konteks acaramu.

Apakah saya harus membayar untuk mendapat bantuan dari Indonesia Mengglobal?

Tidak. Semua bantuan diberikan secara gratis sebagai bagian dari upaya bersama kita untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia.

Saya ingin berkontribusi ke Indonesia Mengglobal. Bagaimana caranya?

Semua orang bisa berkontribusi untuk Indonesia Mengglobal! Beberapa caranya:

  • Sebarkan informasi tentang Indonesia Mengglobal ke teman-temanmu agar semakin banyak orang yang memperoleh manfaat dari Indonesia Mengglobal. Kamu bisa me-’like’ laman kami di Facebook, mem-’follow’ kami di Twitter dan Instagram, dan men-‘subscribe’ ke channel kami di YouTube untuk kemudian bisa share atau retweet artikel-artikel kami. Kamu juga bisa subscribe untuk menerima artikel-artikel kami melalui email (bisa dilakukan di sudut kanan atas website) untuk kemudian dapat kamu forward ke teman-temanmu.
  • Kamu bisa mengundang Indonesia Mengglobal untuk berbicara di acara kamu. Silakan hubungi kami di halaman ini.
  • Kalau kamu pernah sekolah di luar negeri, kamu bisa menulis artikel untuk Indonesia Mengglobal, menjadi pembicara, atau menjadi mentor dalam program mentorship Indonesia Mengglobal. Silakan hubungi kami.
  • Kalau kamu bekerja di media massa atau media sekolah/kampus, kamu bisa meliput atau menulis tentang Indonesia Mengglobal. Silakan hubungi kami.
  • Kalau kamu ingin membantu dengan cara-cara lain, silakan hubungi kami.

Tentang sekolah di luar negeri

Saya ingin bersekolah di luar negeri, apa langkah pertama yang harus saya lakukan?

Lakukan riset yang mendalam! Riset bisa kamu lakukan untuk memilih jurusan, memilih sekolah, mencari sumber dana untuk biaya pendidikan, hingga cara aplikasi dan persiapan keberangkatan. Dengan riset yang mendalam, kamu akan lebih percaya diri dalam proses aplikasi. Beberapa artikel ini akan berguna bagi kamu yang akan menentukan pilihan studimu: [1] [2] [3]

Bagaimana menentukan universitas yang tepat buat saya?

Kamu harus lakukan riset sendiri. Berikut beberapa artikel yang bisa membantu: [1] [2] [3]

Bagaimana menentukan negara/kota yang tepat buat saya?

Kamu bisa mempertimbangkan beberapa hal berikut ketika akan memilih negara/kota tujuan studi. Pertama adalah gaya hidup kamu. Apakah kamu lebih suka dengan kota yang ramai, atau pinggir kota yang lebih tenang? Kebudayaan jenis apa yang kamu sukai? Apakah kota tersebut memiliki berbagai fasilitas dan infrastruktur yang kamu butuhkan? Pertimbangkan juga biaya hidup di kota tempat kamu akan tinggal. Terakhir, bahasa. Apakah kamu lebih nyaman hidup di negara berbahasa Inggris atau menganggap bahasa bukan masalah? Baca artikel kami mengenai memilih kota untuk studimu.

Baca juga artikel-artikel kami tentang negara-negara pilihan tempat studi:
Amerika Serikat vs Indonesia [1] [2]
Amerika Serikat vs Inggris [1] [2]
Amerika Serikat vs Kanada [1]
Amerika Serikat [1] [2] [3]
Australia [1] [2] [3] [4]
Belanda [1] [2] [3] [4]
Belgia [1]
Denmark [1] [2] [3]
Finlandia [1] [2]
Hong Kong [1] [2]
Hungaria [1] [2]
Inggris [1] [2] [3] [4]
Jepang [1] [2] [3] [4] [5]
Jerman [1] [2] [3] [4]
Kanada [1] [2] [3]
Korea Selatan [1] [2]
Malaysia [1] [2]
Norwegia [1]
Perancis [1] [2] [3] [4]
Polandia [1]
Rusia [1]
Selandia Baru [1] [2] [3]
Swiss [1]
Taiwan [1] [2]
Turki [1]
Singapura [1] [2]

Bagaimana saya bisa membiayai sekolah saya, apa saja pilihan yang tersedia?

Ada banyak cara untuk membiayai sekolah kamu, mulai dari biaya pribadi, beasiswa, student loan, hingga bekerja paruh waktu, baik itu di kampus, misalnya mengajar, atau di luar kampus. Lebih detailnya bisa dilihat di tautan ini.

Bagaimana cara mendapatkan beasiswa?

Silakan baca beberapa artikel berikut ini untuk mendapatkan tips-tips umum memperoleh beasiswa : [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9]

Berikut artikel mengenai beasiswa khusus:
Beasiswa Australian Awards [1] [2]
Beasiswa ASEAN [1]
Beasiswa Bourse du Gouvernement Français [1]
Beasiswa Chevening [1] [2] [3]
Beasiswa Eiffel [1]
Beasiswa Erasmus Mundus [1] [2]
Beasiswa Fulbright [1] [2] [3]
Beasiswa Ignacy Lukasiewicz [1]
Beasiswa Korean Government Scholarship Program [1]
Beasiswa Monbukagakusho [1] [2]
Beasiswa NYU Abu Dhabi [1]
Beasiswa Tanoto Foundation [1]
Beasiswa Prestasi-USAID [1] [2] [3]
Beasiswa Unggulan [1]
Beasiswa Wesleyan Freeman Asian Scholarship [1]
Beasiswa LPDP [1] [2] [3] [4]

Berikut beberapa artikel mengenai financial aid: [1] [2] [3] [4]

Undergraduate

Apa beda community college dengan 4-year university?

Community college adalah sekolah sesudah SMA yang tidak memberikan gelar sarjana/bachelor’s degree (S1), tapi diploma atau associate’s degree (D3). Setelah 2 tahun di community college, siswa bisa mendaftar untuk transfer ke 4-year university untuk mendapatkan bachelor’s degree. Baca plus/minusnya community college versus 4-year university lebih lengkap di link berikut:  [1] [2] [3].

Contoh community colleges:
Bellevue College
City College of San Francisco
Foothill College
Green River College

Bagaimana cara menentukan jurusan yang tepat?

Bisa dilihat lebih detail di artikel-artikel berikut:
Memilih Jurusan di Amerika
Deciding your major: Finding your Equlilibrium of Academic Life
Choosing a Graduate Program
Memilih jurusan dan karir yang tepat
Memilih ‘M’ yang tepat untukmu: tips memilih program master

Apakah Ijazah SMA dan nilai UAN Saya diterima di luar negeri?

Untuk mendaftar ke 4-year university sebagai siswa SMA, biasanya kamu harus mengirimkan nilai rapor kamu sampai kelas 3 SMA semester 1. Artinya, saat mendaftar kamu biasanya belum punya ijazah SMA atau nilai UAN.

Bagaimana cara mendaftar ke 4-year university dari SMA?

Berikut adalah beberapa artikel yang bisa membantu:
Applying to US undergraduate colleges: How?
Serial “The Road to Harvard
Strategizing your undergraduate application process

Bagaimana menulis esai aplikasi yang baik?

Kamu bisa baca berbagai artikel di bagian Essay Clinic, termasuk contoh-contoh esai yang sudah dikomentari.

Apa itu TOEFL, IELTS, SAT dan sebagainya?

Untuk mendaftar ke program S1 (undergraduate) di Amerika dan beberapa negara berbahasa Inggris lainnya, sebagai siswa dari Indonesia kamu harus mengirimkan nilai TOEFL dan SAT.  TOEFL adalah tes kemampuan berbahasa Inggris (menulis, membaca, mendengarkan dan berbicara), bisa dilihat lebih lanjutnya di sini.

IELTS adalah tes kemampan Bahasa Inggris yang biasanya diminta oleh universitas-universitas di Inggris dan Australia. Informasi lebih lengkap bisa kamu temukan di sini. Tips-tips belajar untuk IELTS dan TOEFL bisa kamu baca di artikel ini.

SAT ada 2 macam: SAT Reasoning Test, atau sering disebut SAT 1, dan SAT Subject Test, atau sering disebut SAT 2. SAT 1 adalah tes mengenai kemampuan verbal bahasa Inggris, menulis, dan matematika. SAT 2 ada beberapa macam, misalnya Matematika, Fisika, Kimia, dan lain lain. Untuk informasi lebih lanjut tentang SAT, kamu bisa kunjungi website ini.

Sekolah-sekolah punya ketentuan yang berbeda untuk tes-tes ini, jadi pastikan bahwa kamu cek website sekolah yang kamu impikan!

Kapan saya harus mulai mendaftar dan apa saja yang harus dipersiapkan?

Tenggat waktu kebanyakan universitas adalah akhir bulan Desember setiap tahunnya, saat kamu berada di kelas 3 SMA. Karena pendaftar harus menyertakan SAT, TOEFL, esai, nilai sekolah (rapor), dan surat rekomendasi saat mendaftar, maka siswa harus mempersiapkan semuanya dengan matang sejak beberapa bulan sebelumnya. Misalnya, bisa mulai menulis esai sejak Oktober, dan mengambil SAT 1 di bulan Oktober, dan SAT 2 di bulan November.

Graduate (Master/PhD)

Perlukah saya mengambil master atau PhD?

Ini tergantung dengan apa tujuan akhir kamu. Program master (S2) tidak lain adalah lanjutan dari studi S1 dan biasanya kamu akan terjun lebih dalam di jurusan yang kamu pilih. Gelar master mengirimkan sinyal bahwa kamu telah mendalami topik-topik tingkat lanjut sehingga akan memudahkan aplikasi kerja nantinya. PhD (S3), sebaliknya, sangat berbeda dengan undergraduate atau master. Daripada mendapatkan pengetahuan dari buku teks atau guru, kamu melakukan penelitian untuk mencari jawaban untuk sebuah topik yang masih belum terpecahkan. Kebanyakan lulusan PhD akan menetap di dunia akademia atau bekerja dengan pusat-pusat penelitian. Jadi gelar PhD bukanlah untuk mahasiswa yang mau mencari kerja, kecuali jika pekerjaan tersebut memerlukan ilmu yang diperoleh dari hasil penelitian dan kerja keras.

Apa beda GMAT dan GRE?

GMAT adalah singkatan dari Graduate Management Admission Test. Nilai GMAT adalah salah satu kriteria yang digunakan oleh sekolah bisnis (business school) dalam penerimaan mahasiswa Master of Business Administration (MBA). Namun, menurut survei dari Kaplan, saat ini 85% dari business schools sudah mulai menerima nilai GRE sebagai alternatif untuk GMAT (klik tautan ini untuk melihat daftar MBA yang telah menerima GRE).

GRE itu sendiri adalah singkatan dari Graduate Record Examinations. Tes ini diperlukan untuk dapat diterima di berbagai program pascasarjana di Amerika dan negara lainnya. Jadi GMAT digunakan khusus untuk sekolah bisnis sedangkan GRE digunakan untuk jurusan lainnya. Perlu diketahui bahwa selain GMAT dan GRE, ada juga tes lain seperti MCAT (Medical College Admission Test) untuk sekolah kedokteran dan juga LSAT (Law School Admission Test) untuk sekolah hukum (program JD). Informasi lebih kanjut mengenai GMAT bisa kamu temukan di website ini dan di website ini untuk GRE.

Lebih lanjut tentang GRE General Test bisa dibaca di sini.

Apa beda graduate taught dan graduate research degree?

Di Inggris, seseorang dapat memilih antara graduate taught dan graduate research degree ketika ingin melanjutkan pendidikan S2. Bedanya adalah, graduate taught menggunakan sistem perkuliahan di kelas seperti pada umumnya kuliah di Indonesia, dan tiap mahasiswa harus mengambil kelas–kelas mata kuliah yang mempunyai bobot nilai tersendiri. Biasanya, di akhir masa studi, mahasiswa harus menyelesaikan tesis sebagai salah satu syarat kelulusan. Sementara itu, graduate research tidak menggunakan sistem perkuliahan di kelas, tetapi tiap mahasiswa melakukan riset secara mandiri berdasarkan topik riset yang sudah ditentukan sebelumnya.

Apa itu research assistantship?

Research assistantship (RA) adalah salah satu bentuk bantuan finansial untuk pendidikan S3 (PhD) yang mengharuskan penerima dana untuk mengadakan riset atau membantu memperlancar kelangsungan proses penelitian. Dana untuk RA ini datangnya dari profesor yang menjadi pembimbing utama mahasiswa tersebut. Setiap profesor biasanya mengajukan proposal untuk mendapatkan dana dari lembaga-lembaga pemerintahan. Jika proposal ini disetujui, profesor ini pun akan mempunyai dana yang bisa digunakan untuk membiayai mahasiswa/i pascasarjana, selain digunakan untuk membeli perangkat dan peralatan untuk mengadakan penelitian.

Lebih detailnya bisa dilihat di tautan berikut: [1] [2]

Bagaimana sistem penilaian bagi masters dan PhD?

Sistem penilaian untuk master’s degree sama dengan sistem penilaian untuk undergraduate degree, dan ini tergantung kepada masing-masing sekolah. Di Amerika, sistem yang digunakan adalah Grade Point Average (GPA/IPK) dengan nilai maksimum 4.0 (A). Ada sekolah yang memberikan nilai 4.3 (A+) tapi ada juga sekolah yang tidak memberikannya. Untuk PhD, setiap mahasiswa juga perlu mengambil kelas dan penilaiannya serupa dengan tingkat master. Selain itu, setiap pelajar harus melalui sebuah ujian yang dinamakan Qualification Exam atau Qualifying Exam. Setelah lulus ujian ini, seorang pelajar akan diberi titel ‘PhD Candidate’ (sebelumnya cuma ‘PhD student’). Di akhir PhD, seorang kandidat harus menulis tesis dan melalui thesis defense yang akan menentukan kelulusannya.

Exchange (Program Pertukaran Mahasiswa)

Berikut adalah beberapa artikel yang membahas program pertukaran mahasiswa ke luar negeri:

Program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) (Amerika Serikat)
Program Erasmus Mundus Action 2 (Eropa)
Program Rikkyo University (Jepang)
Program Summer Abroad University of Toronto (Italia)

Kehidupan di luar negeri

Bagaimana cara mengatasi culture shock?

Culture shock sangat umum dialami pelajar Indonesia yang bersekolah di luar negeri. Kadang–kadang jika tidak disiasati dengan baik, hal ini dapat mengganggu perkuliahan kita.

Berikut adalah beberapa tulisan yang bisa membantu: [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10]

Apakah saya bisa bekerja sambil kuliah?

Setiap negara punya ketentuan tersendiri mengenai kerja paruh waktu bagi mahasiwa internasional. Amerika dan Inggris memperbolehkan mahasiswa internasional bekerja paruh waktu dengan ketentuan–ketentuan khusus.

Berikut adalah tautan ke peraturan bekerja untuk mahasiswa di Amerika Serikat dan Inggris.

Akan tetapi, tetap perlu diperhatikan agar kerja paruh waktu tidak menghabiskan waktu dan energi yang berlebihan sehingga mengganggu perkuliahan. Baca beberapa artikel berikut: [1] [2] [3] [4] [5] [6]