Belajar Bisnis dan Manajemen di Stockholm School of Economics

0
259
Tampak samping kampus Stockholm School of Economics (Sumber: Wikimedia Commons)

Banyak orang yang mengenal Swedia sebagai tempat lahirnya ABBA, IKEA, dan Swedish meatballs, tapi tahukah kalian bahwa Stockholm juga dikenal sebagai ibukota startup di Eropa? Selain itu, Swedia juga mempunyai salah satu sekolah bisnis paling ternama di Eropa, yaitu Stockholm School of Economics (SSE). Mari simak artikel berikut dari Content Director kami, Arnachani Riaseta, mengenai pengalamannya lanjut studi di SSE.

***

Setelah lima tahun berkarir di sektor bisnis di Jakarta, tahun lalu saya harus mengambil sebuah keputusan yang sulit saat pasangan saya mendapat kesempatan untuk menjalani karir idamannya di Swedia. Saya pun menyusun sebuah strategi agar bisa melanjutkan karir di Swedia: lanjut studi di program master di bidang bisnis dan manajemen di SSE. 

Mengapa kuliah lagi? Bagi saya, program S2 ini bukanlah sekedar kegiatan akademis, tapi juga kesempatan untuk mengembangkan jaringan di dunia bisnis di Stockholm. Namun, setelah beberapa bulan berkuliah di SSE, saya merasa bahwa program S2 ini tidak hanya akan berguna bagi orang-orang yang ingin berkarir di Swedia, tapi juga untuk siapapun yang ingin memulai atau mengakselerasi karirnya di sektor bisnis. Oleh karena itu, di artikel ini saya ingin berbagi mengenai program S2 jurusan bisnis dan manajemen di SSE.

Ibukota startup di Eropa

Beberapa tahun ini, Stockholm kerap dijuluki sebagai ibukota startup di Eropa karena banyaknya perusahaan teknologi berbasis Stockholm yang berhasil mendunia. Beberapa yang paling ternama adalah Skype, Spotify, King, Mojang, dan Klarna. Semangat entrepreneurial ini sangat terasa di SSE. Pihak universitas dan organisasi kemahasiswaan sering mengadakan acara hackathon dan lomba-lomba ide bisnis lainnya, dimana para mahasiswa berkompetisi untuk melahirkan ide-ide inovatif untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. 

Selain startup, banyak perusahaan besar di Swedia yang juga mengutamakan inovasi dalam berbisnis. Rata-rata, setiap perusahaan besar di Swedia memiliki divisi innovation lab, dimana ide-ide baru dalam berbisnis diformulasikan dan diuji. Beberapa contoh perusahaan besar yang bermarkas di Swedia adalah Ericsson, Electrolux, H&M, IKEA, Scania dan Volvo.

Perpustakaan Kota Stockholm di musim dingin
Perpustakaan Kota Stockholm di musim dingin

Serba-serbi SSE

Didirikan tahun 1909, SSE memiliki reputasi yang sangat baik di Swedia dan memiliki hubungan erat dengan komite penentuan penghargaan Nobel di bidang ekonomi. Uniknya, sebagian besar sumber pendanaan SSE adalah dari sektor swasta sehingga riset dan kurikulum di SSE sangat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan-perusahaan sponsor. Hal inilah yang menjadikan lulusan SSE banyak dicari oleh para perekrut dari perusahaan-perusahaan besar. Beberapa contoh perusahaan yang mendanai SSE adalah Scania, H&M, Deloitte, EY, Goldman Sachs, McKinsey, KPMG, dan PwC.

Secara internasional, SSE menempati peringkat yang cukup baik di beberapa university ranking. Di ranking QS, SSE menempati posisi ke-41 di dunia dalam kategori ekonomi. Financial Times juga menempatkan SSE di posisi ke-7 untuk pendidikan manajemen terbaik di dunia. Banyak CEO dan pejabat eksekutif perusahaan di Swedia juga merupakan alumni universitas ini. 

SSE menawarkan program S1, S2 dan S3 di jurusan-jurusan yang berhubungan dengan ekonomi dan bisnis, serta program MBA khusus untuk kalangan profesional. Untuk program S2 non-MBA, SSE menawarkan lima jurusan, yaitu:

  1. Master program in accounting, valuation and financial management
  2. Master program in business and management
  3. Master program in economics
  4. Master program in finance
  5. Master program in international business

Sesuai dengan tujuan dan minat, saya memilih program master in business and management. Program ini fokus terhadap ilmu business creation and development, terutama di era digital. Lulusan program ini banyak yang melanjutkan karirnya sebagai konsultan manajemen atau mendirikan startup sendiri.

Program magister jurusan bisnis dan manajemen

Program magister di SSE rata-rata ditempuh selama dua tahun, dimana satu tahun pertama difokuskan kepada pembelajaran di dalam kelas, dan di tahun kedua para mahasiswa diberikan pilihan untuk menentukan jalannya masing-masing. Di semester pertama, mahasiswa diberikan mata kuliah mendasar seperti business development, business operations, strategi bisnis, dan akuntansi. Dalam pembelajaran kelas, mahasiswa tidak hanya duduk dan mendengarkan dosen, tapi juga diberikan beberapa problem-solving case dari beberapa perusahaan mitra SSE yang harus dikerjakan secara berkelompok. Hal ini membuat pembelajaran terasa lebih nyata — bukan sekedar teori!

Di semester kedua, mahasiswa dapat memilih spesifikasi jurusannya lebih lanjut dari pilihan jalur inovasi, marketing dan digitalisasi. Selain itu, mahasiswa juga harus menjalani mata kuliah mengenai kepemimpinan dalam organisasi dan magang di sebuah perusahaan selama tiga bulan. Semester ketiga merupakan semester yang paling menarik. Mahasiswa bisa memilih antara melakukan program pertukaran pelajar, mengambil kelas elektif dari jurusan lain, mengambil jalur data analytics, atau menjadi executive trainee di salah satu perusahaan mitra SSE. Lalu, di semester terakhir, mahasiswa diberi kesempatan untuk mencari pekerjaan atau memulai startup-nya masing-masing sambil menyusun master’s thesis.

Menara perpustakaan SSE
Menara perpustakaan SSE

Saya sangat menyukai proses pembelajaran di program ini. Dosen-dosen SSE dituntut untuk kreatif. Mereka tidak hanya memberikan kuliah, tapi juga mendesain pelajaran yang bertumpu pada kerja kelompok dan mengikuti perkembangan terkini di dunia bisnis. Selain itu, para rekan mahasiswa di program ini terkenal sangat ambisius. Di awal program, saya lumayan khawatir bahwa para teman baru saya ini akan sangat kompetitif. Namun untungnya dari pihak kampus sejak awal sudah menanamkan budaya yang kolaboratif antar mahasiswa. Di awal program, para mahasiswa dibekali dengan keterampilan dan etika bekerja kelompok yang baik, serta dikenalkan dengan budaya kolaboratif oleh para kakak kelas dan alumni program ini.

Namun, jangan berharap bahwa program ini akan menjadi dua tahun yang mudah. Para dosen SSE mengharapkan kualitas yang sangat tinggi dari mahasiswanya. Selain itu, mahasiswa SSE juga secara mendasar sangat ambisius, sehingga setiap orang diharapkan untuk berpartisipasi aktif dalam kelas dan kerja kelompok. Di kerja kelompok pun, kita diharapkan untuk mengadopsi etos kerja Swedia, yaitu budaya berkonsensus. Rata-rata kerja kelompok bukan hanya soal pembagian tugas, tapi semua keputusan dalam kelompok harus didiskusikan dan disetujui bersama sebelum dijalankan. Hal ini membuat kerja kelompok di Swedia menjadi lebih intensif. Tapi, hasilnya pun akan lebih maksimal dan inklusif akan masukan dari semua anggota kelompok.

Tawaran beasiswa

Untuk menjalani program ini, saya tidak menggunakan jalur beasiswa karena saya adalah permanent resident di Swedia, sehingga bisa berkuliah secara gratis. Biaya kuliah program master adalah 150.000 SEK, atau sekitar 250 juta rupiah per tahun. SSE menawarkan beberapa tawaran beasiswa untuk mahasiswa non-Eropa. Namun karena informasi detil beasiswanya kerap berubah tiap tahunnya, sebaiknya kalian bisa membaca keterangan dari SSE secara langsung di laman resminya.

Demikian sedikit penjelasan mengenai program magister jurusan bisnis dan manajemen di SSE. Bagaimana, apakah tertarik? Menurut saya, program ini akan cocok bagi kalian yang serius ingin memulai atau mengembangkan karir di sektor bisnis, baik sebagai entrepreneur ataupun di perusahaan besar. Program akademik dan pengalaman kerja yang akan kalian dapatkan dari SSE akan menjadi bekal yang substansial dalam perkembangan karir kalian kelak.

***

Sumber foto: Wikimedia Commons (link) dan dokumentasi pribadi penulis