Beasiswa KOICA: Pegawai Swasta, Beasiswa Ini Bukan untuk Kamu!

0
275
Yonsei University.(/newsweek)

Bagi para pembaca, khususnya pegawai di sektor publik, ada kabar gembira. Terdapat beasiswa khusus untuk studi lanjut ke Korea Selatan, yaitu Beasiswa KOICA. Bagaimana cara mendapatkan beasiswa ini? Simak ulasan Fajar Julianto, mahasiswa Yonsei University penerima beasiswa KOICA.

***


KOICA (Korea International Cooperation Agency) adalah sebuah lembaga negara milik Korea Selatan yang memberikan bantuan kepada negara-negara berkembang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Beberapa program KOICA di bidang pendidikan yang dapat saya highlight yaitu terdapatnya program beasiswa untuk jenjang magister dan doktoral (PhD Degree) dan juga pelatihan di Korea Selatan. Pada artikel kali ini, kita hanya membahas serba-serbi beasiswa KOICA dan beberapa tips agar mendapatkan beasiswa ini.

Beasiswa KOICA menaungi beberapa jurusan dan jenjang pendidikan yang dapat diakses melalui situs web resmi KOICA di sini. Apabila Anda adalah seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil), maka Anda dapat mengakses melalui situs web ini. Di sana banyak sekali info yang bisa kamu dapatkan hanya dengan mengunduh semua dokumen yang mereka sudah unggah pada situs web tersebut. Beasiswa ini dikhususkan untuk para PNS, pegawai yang bekerja di lembaga milik negara (non-PNS), dan NGO yang ada di Indonesia.

Gambaran Program

Selama tahun 2020 ini, KOICA telah membuka 21 program magister dan 1 program doktoral dari berbagai universitas terbaik di Korea Selatan. KOICA memang dengan sengaja tidak membuka semua program dan universitas agar penerima beasiswa mengambill jurusan yang memiliki dampak bagi perbaikan kualitas hidup negaranya masing-masing. Oleh sebab itu, Anda perlu terus memantau program apa saja yang dibuka dari website yang telah disebutkan di atas karena KOICA akan mengumumkan satu demi satu program yang akan mereka biayai pada tahun tersebut.  Lalu, apa saja syarat untuk mendaftar beasiswa KOICA?

KOICA akan memberikan informasi programnya satu per satu melalui situs web. Foto oleh penulis.
KOICA akan memberikan informasi programnya satu per satu melalui situs web. Foto oleh penulis.

Secara umum, KOICA telah mengatur ketentuannya pada informasi program yang telah disediakan. Namun, banyak aturan yang secara spesifik diatur dalam aturan per program dan per universitas yang ditanggung oleh KOICA. Misalnya, Program Master E-government dan Public Management di Yonsei University di mana KOICA hanya menerima 15 awardee yang bekerja sebagai pegawai sektor publik (PNS, Pegawai Lembaga Milik Negara, dan NGO) dari 6 negara ASEAN (Cambodia, Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam). Untuk persyaratan lebih lanjut dan detail, silakan dibaca sendiri ya, karena tidak mungkin dibahas satu per satu di sini.

Gambaran program yang ditawarkan kepada calon penerima beasiswa KOICA biasanya berdurasi 3 semester, yang selama 3 semester itu juga awardee dibiayai secara utuh dari mulai tuition fee hingga uang saku per bulan. Uang saku yang diberikan 999.000 KRW atau sekitar 850 USD di setiap bulannya, biaya tersebut di luar dari biaya asrama yang disediakan KOICA loh ya. Sehingga kamu seharusnya bisa dengan serius belajar tanpa memikirkan lagi biaya kuliah dan hidupmu selama di sana. Akan tetapi, KOICA tidak memperbolehkan penerima beasiswa membawa keluarga selama tugas belajar di Korea Selatan. Asrama telah disediakan bersama dengan mahasiswa lain dari berbagai negara agar kita terbiasa dengan lingkungan internasional.

Proses Seleksi

Proses seleksi penerima beasiswa KOICA biasanya melalui 3 tahap.

Pada tahap pertama, ada seleksi administrasi dari KOICA Indonesia, yang mana pendaftar harus menyiapkan semua dokumen administrasi beasiswa (dalam bahasa Inggris) seperti ijazah, transkrip nilai, berbagai macam surat rekomendasi, membuat esai, hingga hasil tes bahasa Inggris. Berbeda dari beasiswa lain di Korea Selatan, beasiswa KOICA tidak meminta kita untuk menyertakan hasil tes bahasa Korea. Hal ini karena program yang dibiayai merupakan program global master yang berarti kita akan berinteraksi dengan bahasa Inggris selama kegiatan belajar di sana.

Apabila Anda lolos seleksi administrasi, maka Anda akan melalui tahap wawancara dari KOICA Indonesia. Wawancara ini menggunakan bahasa Inggris yang berdurasi paling cepat 10 menit dan paling lama 30 menit (menurut pengalaman teman-teman penerima beasiswa KOICA). Pertanyaan yang diajukan beraneka ragam dan mungkin berbeda untuk setiap calon penerima beasiswa. Pada umumnya, pertanyaan yang diberikan seputar latar belakang pekerjaan, latar belakang pendidikan (biasanya secara spesifik ditanyakan kenapa jurusan ini yang diambil), riwayat penyakit, dan beberapa argumen tentang diri kita yang mungkin akan kita “jual” untuk mendapatkan beasiswa ini.

Berikutnya, apabila Anda lolos lagi ke tahap selanjutnya, maka Anda akan langsung diwawancarai secara daring oleh profesor dari program yang Anda ingin ambil. Pertanyaan yang diajukan akan lebih spesifik tentang rencana belajarmu selama di sana yang mungkin akan ditanyakan bersamaan dengan pengetahuanmu tentang program yang sedang Anda ambil. Pengalaman saya melalui proses ini sangat menegangkan karena saya diwawancarai oleh 3 profesor di bidang e-Government dan Public Management yang menanyakan tentang rencana studi dan riset yang akan saya lakukan selama belajar di sana. Beberapa tips untuk melalui tahap ini akan saya jabarkan lengkap di akhir artikel ini. Selanjutnya, apabila Anda dinyatakan lolos semua tahapan, Anda akan mendapatkan jadwal medical checkup untuk melihat kondisi kesehatanmu.

Seleksi tahap terakhir bersama 3 profesor bidang E-Government dan Public Management. Foto oleh penulis.
Seleksi tahap terakhir bersama 3 profesor bidang E-Government dan Public Management. Foto oleh penulis.

Persiapan Menghadapi Seleksi

Saya selalu percaya semua keberuntungan dan hasil baik adalah hasil dari persiapan dan proses yang matang. Untuk itu, saya perlu menjabarkan secara khusus untuk persiapan seleksi kali ini. Jauh sebelum saya mendapatkan beasiswa KOICA di tahun ini, saya sudah mempunyai keinginan untuk bersekolah lagi dengan alasan pribadi. Saya ingin memberikan contoh kepada anak-anak saya kelak bahwa saya tidak akan pernah berhenti belajar di kondisi sesulit apapun. Persiapan mental sangat penting di sini, mental untuk menang dan mental untuk bersiap (mencoba lagi) di kala harus gugur. Poin yang harus diingat adalah beasiswa tidak hanya satu, pun kita masih bisa terus mencoba lagi dan lagi di tahun-tahun berikutnya. Jadi, kita perlu membuang rasa takut apabila akan gagal (lagi?).

Setelah persiapan mental, persiapkan pula semua dokumen yang dibutuhkan dengan cepat. menurut Menurut saya, kesungguhan seseorang dapat terlihat dari cara dia bekerja, dia mampu menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat dan tidak suka mengulur waktu. Persiapkan semua dengan strategi yang matang karena KOICA hanya memberikan waktu yang sangat sedikit untuk kita mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan.

Seperti pada pengalaman saya, KOICA membuka informasi pendaftaran pada 5 Maret 2020 dan programnya dilaksanakan 16 Agustus 2020. Kita hanya disediakan waktu 5 bulan saja mulai dari menyiapkan dokumen, persiapan wawancara, hingga persiapan keberangkatan. Anda bisa membayangkan sendiri di tengah pekerjaan yang tidak ada habisnya di kantor, kita harus menyiapkan semua proses beasiswa ini dalam waktu yang sangat sempit. Padahal, kita juga harus bersiap dengan pengurusan dokumen yang memakan waktu lama, mulai dari mengisi formulir yang demikian banyak, meminta surat rekomendasi dari sana sini, membuat esai, hingga menerjemahkan semua dokumen pribadi yang cukup memakan waktu.

Tips Menghadapi Seleksi Wawancara

Jadwal wawancara diumumkan biasanya H-2 minggu sebelum wawancara itu dimulai. Tips pertama dari saya, pelajarilah seluk-beluk wawancara beasiswa secara umum. Lalu, buatlah daftar pertanyaan tentang semua hal yang sudah Anda persiapkan untuk mengikuti seleksi ini, bisa dimulai dari pertanyaan seputar latar belakang pekerjaan, hingga analisa SWOT tentang dirimu, serta upayakan Anda membuat daftar pertanyaan mendetail dari berbagai sudut pandang. Lebih jauh, pertanyaan ini akan menuju pada kesiapan Anda dalam menjawab semua pertanyaan dari pewawancara. Untuk itu yang kedua, buatlah jawaban atas daftar pertanyaanmu tadi, upayakan untuk berlatih menjawab pertanyaan wawancara  dan terus mencari celah di mana jawabanmu bisa saja dipatahkan oleh pewawancara (terutama di bagian rencana studi dan rencana riset). Perlu diingat yang akan Anda hadapi adalah seorang profesor di bidangnya. Berusahalah lebih mengalir dalam setiap latihanmu dan menyiapkan beberapa skenario pertanyaan agar Anda mampu beradaptasi dengan kondisi terburuk saat wawancara berlangsung.

Berikutnya penting untuk kita mengetahui bahwa kualitas jawaban kita sudah baik, maka yang ketiga kamu harus merekam video wawancara dengan dirimu sendiri dan mintalah saran kepada orang yang kamu anggap bisa membantumu. Hal ini sangat membantumu untuk dapat mencari tahu kekuranganmu dalam menjawab pertanyaan.

Khusus untuk tahap akhir wawancara beasiswa KOICA di Seoul National University, Anda akan diminta juga menuliskan essay on the spot (EOTS) saat tahap wawancara akhir tentang isu yang berkaitan dengan program yang akan Anda ambil. Maka dari itu, Anda harus berlatih juga dalam menuliskan esai singkat ini.  Semoga beruntung dan jangan pernah menyerah.