Tips praktis mempersiapkan beasiswa program retooling vokasi

0
375

Menjadi suatu kewajiban bagi setiap tenaga pendidik, dalam hal ini dosen, untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran agar lulusan yang dihasilkan memiliki mutu yang baik. Peningkatan kualitas dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengikuti pelatihan kompetensi di universitas lain, baik dalam maupun luar negeri. Kolumnis Novelita W. Mondamina (Veli), yang saat ini berprofesi sebagai dosen program vokasi, akan berbagi pengalamannnya dalam mempersiapkan aplikasi beasiswa untuk program pelatihan vokasi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti, sekarang Kemenristek), yang ia ikuti pada bulan September-Oktober 2019.

***

Teman-teman yang saat ini beraktivitas di dunia pendidikan, utamanya dosen pada program vokasi, dituntut untuk memiliki keterampilan-keterampilan khusus yang mendalam untuk diajarkan kepada mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk membentuk lulusan-lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan industri atau melalui kewirausahaan mandiri. Keterampilan khusus yang dimiliki dosen vokasi harus divalidasi dengan adanya sertifikat kompetensi yang dapat diperoleh dari program pelatihan (retooling) vokasi.

Oleh karena itu, Kemenristekdikti pada tahun 2017 mulai mengadakan program sertifikasi dosen yang bernama Program Retooling Kompetensi Vokasi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi. Diharapkan dengan adanya program ini, kualitas dosen dapat meningkat, sehingga dapat membantu melahirkan lulusan-lulusan perguruan tinggi (PT) yang lebih baik dan mampu bersaing secara global di dunia industri.

Namun, ternyata jumlah dosen yang siap mengikuti program pelatihan masih cukup rendah. Sebagai gambaran, pada tahun 2017 ditargetkan ada 2.000 dosen yang mengikuti pelatihan, tetapi jumlah dosen yang mendaftar hanya 20% dari target. Padahal, dosen yang terpilih untuk mengikuti program ini akan mendapat beasiswa penuh dari pemerintah.

Program pelatihan masih terus berlanjut sampai tahun ini. Pendaftaran biasanya dibuka dalam beberapa gelombang untuk bidang-bidang tertentu yang dapat diikuti oleh peserta. Jadi, jangan khawatir jika bidang yang ingin dipelajari tidak muncul di gelombang pertama, kemungkinan akan ada bidang baru yang dibuka di gelombang kedua. Pemantauan secara berkala di situs program retooling harus dilakukan secara berkala agar tidak tertinggal informasi penting pendaftaran.

Pada bulan September 2019, saya mendapat kesempatan mengenyam program retooling dosen vokasi di University of Applied Science Van Hall Larenstein (VHL), Leeuwarden, Belanda. Informasi terkait program yang saya ikuti di sana pernah saya tulis di artikel ini. Kali ini, saya akan membahas beberapa hal penting untuk diperhatikan dalam aplikasi beasiswa program retooling.

Veli di depan gedung VHL. Sumber : dokumentasi pribadi
Veli di depan gedung VHL.
Sumber: Dokumentasi pribadi

Sebelum mendaftar beasiswa retooling, baca dengan cermat program yang dibuka. Lihat juga kesesuaian latar belakang akademik dan mata kuliah yang diampu oleh calon peserta. Hal ini penting agar nantinya dapat menjelaskan “why do I urgently need to be accepted in this scholarship program?” Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah jumlah penerima beasiswa, yaitu antara 15 sampai 20 orang per bidang per tahun dari seluruh Indonesia. Calon peserta dapat memperkirakan competition rate dan effort yang diperlukan dalam proses pendaftaran.

Pengiriman berkas beasiswa program retooling dilakukan melalui sistem daring. Setiap calon peserta disyaratkan untuk membuat akun terlebih dahulu untuk menyimpan data diri dan mengunggah dokumen.

So, what are the required documents? Bisa dibilang, dokumen yang dibutuhkan untuk program ini relatif lebih mudah dibandingkan dengan dokumen yang dibutuhkan untuk program beasiswa pada umumnya. Secara garis besar, calon peserta perlu mempersiapkan data diri (CV), surat izin dari PT tempat mengajar, proposal (esai), dan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris. Selain dokumen, ada dua persyaratan yang cukup unik, yaitu gelar pendidikan dan umur! Semakin muda dan semakin tinggi gelar pendidikan calon peserta (misal S3), semakin tinggi nilai calon peserta.

Jika calon peserta sudah menemukan bidang yang sesuai untuk pelatihan dan syarat administratif dari PT telah dipenuhi, ada satu faktor penting yang bisa jadi penentu penerimaan beasiswa program retooling, yaitu proposal. Walaupun latar belakang pendidikan dosen bisa jadi sama – baik dari segi jurusan maupun gelar pendidikan – namun cita-cita, pengalaman, dan aktivitas terkini masing-masing dosen berbeda. Hal ini yang perlu disampaikan dalam proposal. Terdapat tiga kunci penting agar proposal dapat menarik perhatian penilai:

Veli dan kolega saat pelaksanaan praktikum. Sumber : dokumentasi pribadi
Veli dan kolega saat pelaksanaan praktikum semasa program retooling.
Sumber: Dokumentasi pribadi

1. Beware, only around 500-700 words! Using graphs will be very useful

Dalam persyaratan akan tercantum bahwa peserta perlu menulis proposal yang terdiri dari 500-700 kata. Cukup singkat untuk bisa menceritakan semua pengalaman peserta dan kaitan antara mata kuliah dengan rencana kegiatan setelah program selesai. Namun, jika calon peserta bisa mengilustrasikan ide tulisan dalam bentuk gambar, grafik, atau peta jalan (roadmap), maka hal ini akan sangat mengurangi panjangnya tulisan. Tak perlu menjadi ahli desain, cukup manfaatkan template yang banyak tersedia secara gratis untuk memvisualisasikan ide dalam 1-2 gambar atau bagan. Lengkapi dengan deskripsi singkat agar pembaca dapat memahami ide yang dimaksud penulis.

2. Essential keywords: courses, future graduates, and curriculum

Lalu, apa saja hal-hal yang sebaiknya diilustrasikan dalam proposal? Ada beberapa pilihan topik, yaitu hubungan antara mata kuliah yang diampu dengan program retooling, target lulusan mahasiswa yang akan dicapai, atau rencana pengembangan kurikulum pendidikan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan tujuan inti dari program retooling vokasi, yaitu untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Ilustrasi dan penjelasan yang mencantumkan pilihan topik di atas akan sangat membantu penilai untuk menakar kesiapan dan keseriusan calon peserta.

3. Ask your colleague to review

Setelah proposal selesai dibuat, mintalah minimal satu orang untuk melihat kembali tulisanmu. Tujuannya untuk memastikan ide-ide yang tertulis bisa dipahami oleh orang lain. Kolega yang membaca proposal dapat berasal dari berbagai latar belakang, baik bekerja di bidang pendidikan maupun tidak.

Tentu ada kelebihan dan kekurangan yang diperoleh penulis ketika meminta masukan dari kolega dengan latar belakang yang berbeda. Berdasarkan pengalaman, saya meminta penilaian teman yang tidak bekerja di bidang pendidikan. Keuntungannya, saya dapat memperoleh masukan terkait kemudahan bahasa. Semakin mudah bahasa yang digunakan, semakin mudah pula pembaca memahami isi tulisan tanpa kehilangan esensi informasi yang ingin disampaikan penulis.

Kekurangannya adalah ada beberapa istilah akademik yang bisa jadi asing atau tidak dipahami pembaca. Berbeda dengan timbal balik yang diberikan oleh orang yang bekerja di bidang pendidikan; penulis justru jadi dapat mencantumkan istilah akademik di dalam proposal. Istilah-istilah ini dapat menyederhanakan penjelasan yang panjang dan kompleks.

Ki Hajar Dewantara dengan 3 semboyan yang terkenal di dunia pendidikan. Sumber: Website Dosen Pendidikan
Ki Hajar Dewantara dengan tiga semboyan yang terkenal di dunia pendidikan.
Sumber: Website Dosen Pendidikan

Ada yang bilang, berkecimpung di dunia pendidikan berarti berkomitmen untuk menyerahkan jiwa raga demi perkembangan sumber daya manusia generasi pendatang yang lebih baik. Hal ini terangkum dalam pernyataan tiga semboyan Ki Hajar Dewantara: “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani”. Dengan adanya usaha peningkatan kualitas dosen melalui program retooling vokasi, kita bisa lebih optimis bahwa kualitas lulusan akan menjadi lebih baik dan terampil sehingga dapat diperhitungkan di kancah nasional dan global.