Bagaimana Cara Menentukan Topik PhD

0
603
Upacara penutupan semester pertama Széchenyi István University, Győr, Hungary bersama rekan PhD lainnya (Desember 2018)

PhD, atau singkatan dari Doctor of Philosophy, adalah gelar akademik tertinggi yang diberikan dalam suatu bidang keilmuan. Di jenjang ini, mahasiswa bukan lagi hanya belajar mengenai sebuah topik ilmiah, tapi juga diwajibkan untuk berkontribusi terhadap perkembangan topik ilmiah tersebut. Di artikel ini, Kontributor kami, Santi Setyaningsih, berbagi berbagai tips mengenai cara menentukan topik riset PhD. Santi sendiri saat ini sedang menempuh jenjang PhD di Doctoral School of Regional and Business Administration Sciences, di Universitas Széchenyi István, Hongaria.

***

Sebelum membicarakan mengenai bagaimana cara menentukan topik PhD, mari kita telusuri bahwa terdapat beberapa jenis gelar doktoral, diantaranya adalah:

  • Doktoral akademis pada umumnya diberikan kepada mahasiswa setelah mengikuti program PhD, baik yang memiliki mata pelajaran akademis maupun yang berbasis riset. Program doktoral akademis rata-rata didesainuntuk mempersiapkan siswa untuk berkarir, namun fokus utamanya adalah untuk memperluas teori atas penelitian dibandingkan ke arah praktis.
  • Doktoral profesional biasanya diberikan kepada kalangan profesional yang berkontribusi langsung terhadap pengetahuan dan terapan dalam bidang tertentu. Tipe doktoral ini masih melibatkan penelitian dan analisis, namun juga terkait dengan terapan praktis.
  • Doktoral kehormatan diberikan untuk merayakan pencapaian individu. Tidak diperlukannya rekam jejak akademis atau profesional tertentu yang baku dan pada umumnya diberikan atas kebijakan atau penilaian universitas. Sebagai contoh, salah seorang di Indonesia yang pernah mendapatkan gelar ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden Indonesia ke-6 di tahun 2005 di bidang hukum oleh Universitas Webster, USA, dan ilmu politik oleh Universitas Thammasat, Thailand.

(Sumber: https://www.findaphd.com/advice/phd-types/)

Upacara penutupan semester pertama Széchenyi István University, Győr, Hungary bersama rekan PhD lainnya (Desember 2018)
Upacara penutupan semester pertama Széchenyi István University, Győr, Hungary bersama rekan PhD lainnya (Desember 2018)

Disini, saya akan membahas mengenai jenis doktoral akademis, dimana para mahasiswa diharapkan untuk fokus kepada topik penelitian. Hal utama yang harus banyak dilakukan oleh mahasiswa PhD adalah membaca dan membaca. Dalam hal ini, membaca mengenai perkembangan terakhir riset-riset yang pada umumnya banyak dipublikasikan pada jurnal-jurnal internasional maupun International Conference Proceedings. Tidak hanya itu, mahasiswa PhD juga harus terus aktif mengikuti perkembangan dunia praktisi. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan topik PhD:

1. Mengetahui research interest

Salah satu teman saya pernah berkata bahwa perjalanan PhD adalah perjalanan dirimu dan risetmu. Karena itu, riset yang kita lakukan harus bisa menumbuhkan semangat setiap harinya. Maka akan lebih indah bila kitamelakukan penelitian terhadap topik yang kita sukai. Akan sulit apabila kita harus berkutat dengan topik yang tidak kita sukai setiap hari.

Research interest ini bisa didapatkan dari mana saja, tidak hanya dari sumber akademis, namun bisa juga dari permasalahan yang terjadi di situasi sekitar/fenomena sosial, pekerjaan yang terakhir dilakukan, atau penelitian yang telah dilakukan sebelumnya saat pendidikan Master ataupun Bachelor. PhD harus bisa menangkap permasalahan tersebut yang berhubungan dengan bidang keilmuannya dan dikemas dengan baik ke dalam proposal penelitian. Namun tidak menutup kemungkinan topik yang kita angkat adalah interest yang baru yang belum pernah kita tekuni sebelumnya.

2. Mencari tahu gap riset terkait dengan research interest

Pada umumnya pada saat tahap wawancara, calon mahasiswa PhD akan selalu ditanyai mengenai gappenelitian. PhD merupakah tingkatan pendidikan yang melahirkan ilmu baru yang belum dilakukan oleh orang lain di dunia, atau biasa disebut research novelty. Untuk mendapatkan hal ini, maka calon mahasiswa PhD sangat perlu untuk mengetahui penelitian terakhir yang dilakukan di area research interest.

Cukup sulit untuk mendapatkan gap penelitian ini, dan memang benar banyak membaca adalah salah satu solusinya. Jurnal-jurnal internasional dan juga International Conference Proceedings dengan kualitas terbaik, yaitu Q1 atau Q2, adalah sumber utama yang patut dijadikan sebagai acuan. Peringkat ini salah satunya ditentukan oleh banyak sedikitnya rujukan (citation) kepada artikel-artikel yang dimuat pada jurnal tersebut. Jika telah mengetahui gap riset di awal aplikasi pengajuan PhD, kita sendiri yang akan terbantu di kemudian hari. Pertanyaan akan gap ini akan terus ditanyakan selama beberapa tahap proses seleksi program PhD untuk memastikan novelty dari penelitian.

3. Kontribusi riset

Seorang mahasiswa PhD pasti akan ditanyai mengenai kontribusi apakah yang bisa ditawarkan oleh riset yang sedang ia lakukan. Kontribusi bisa berbentuk kontribusi praktis serta kontribusi ilmiah yang biasanya dipaparkan dalam disertasi dan jurnal ilmiah dalam konteks implikasi riset teori dan praktis. Contoh dari kontribusi riset diantaranya adalah melakukan komparasi model teoritis, sistem desain atau implementasinya dalam hal novelty, melakukan konfirmasi kebenaran dari pekerjaan orang lain untuk pertama kalinya, menyediakan definisi matematikal, theorema dan bukti terbaru.

4. Cakupan riset

Ada banyak calon mahasiswa PhD yang sudah mengetahui research interest-nya, namun masih dalam cakupan yang sangat luas. Sedangkan, seharusnya riset penelitian PhD lebih mengacu ke arah riset yang lebih fokus, sempit dan mendalam. Hal ini cukup berbeda dengan riset yang biasanya dibuat pada tahap Master dan Bachelor.

Selain itu, pendidikan PhD dalam waktu 3 atau 4 tahun juga bukan merupakan waktu yang cukup lama untuk melakukan sebuah riset. Karena tidak hanya riset, terkadang PhD memiliki beberapa tugas lainnya seperti mengajar, menulis artikel untuk konferensi internasional ataupun jurnal internasional, dan juga biasanya masih memiliki beberapa kredit mata kuliah yang harus diselesaikan. Sehingga dibutuhkan cakupan riset yang lebih masuk akal pula untuk dapat diselesaikan dalam waktu pendidikan PhD tersebut.

5. Riset terkini

Topik yang telah dipilih oleh calon mahasiswa PhD juga kemungkinan besar adalah topik yang sangat umum. Untuk menjadikannya lebih spesifik, perlu dilakukan klasifikasi topik. Kesempatan untuk mendapatkan novelty dari riset, lebih banyak gap riset yang bisa dijadikan sebagai lanjutan dari riset, serta riset terkini pun lebih banyak diminati oleh para dosen untuk menjadi pembimbing dari mahasiswa PhD tersebut.

6. Mencari tahu profil akademisi

Untuk terus medapatkan informasi terkini dari sebuah riset penelitian, tidak salahnya untuk terus mencari tahu lewat profil-profil akademisi di bidang yang ingin ditekuni. Berdasarkan profil tersebut dapat dilihat apakah riset yang akan dilakukan tersebut layak dan memungkinkan untuk dilakukan atau ternyata sulit dilakukan dan hanya berdasarkan keingintahuan semata. Penting juga untuk kita ketahui apakah sudah pernah ada penelitian padaresearch interest ini sebelumnya atau belum. Jika belum, maka kemungkinan besar akan sulit untuk dilakukan. Jika sudah, maka akan lebih baik untuk melakukan pengembangan pada area tersebut.

Setelah ujian komprehensif semester ke-empat Széchenyi István University, Győr, Hungary bersama rekan PhD dari Azerbaijan (Juni 2020)
Setelah ujian komprehensif semester ke-empat Széchenyi István University, Győr, Hungary bersama rekan PhD dari Azerbaijan (Juni 2020)

Semoga tips-tips mengenai cara penentuan topik PhD ini dapat membantu untuk menyusun proposal penelitian yang akan diajukan dalam aplikasi beasiswa atau dalam mencari pembimbing yang akan membantu dalam penelitian nanti. Semangat dan sukses selalu serta jangan lupa untuk terus memperbaharui ilmu, membaca serta berdiskusi dengan para ahli (praktisi maupun akademisi) di bidang keilmuan yang ingin diperdalam adalah kunci untuk menentukan topik riset yang akan dilakukan.

(Foto-foto disediakan oleh penulis)

***

Indonesia Mengglobal dan Scholarship Insight Community akan mengadakan PhD Bootcamp 2020. Program pelatihan ini akan diadakan dalam empat sesi pertemuan dan ditujukan bagi para lulusan dan mahasiswa S2 yang berencana untuk menempuh program S3 di luar negeri.

Dalam seri pelatihan ini, para peserta akan memperoleh informasi strategis dan tips bagaimana mempersiapkan aplikasi program PhD di luar negeri. Selain itu, para calon pelamar program PhD bisa saling berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai studi dan penelitian yang akan dilakukan.

PhD Bootcamp 2020 akan diadakan secara virtual seluruhnya. Terbagi menjadi empat kelas yang akan diadakan setiap minggu pada periode 19 September – 10 Oktober 2020. Materi pelatihan diantaranya: jenis-jenis program PhD, menyiapkan pendaftaran, menulis proposal penelitian, hingga persiapan non-akademik.

Pendaftaran dibuka sampai 6 September 2020. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat ditemui di tautan ini