Pandemi Tidak Menjadi Halangan PPI Kyoto-Shiga untuk Berkarya bagi Indonesia Tercinta

0
356
Beberapa panitia yang terlibat dalam ruang kontrol pelaksanaan Kyoto Ideas Forum – Public Discussion. (Sumber: PPI Kyoto-Shiga 2020)

Beberapa waktu yang lalu, PPI Kyoto-Shiga mengadakan Kyoto Ideas Forum (KIF) di mana akan diterbitkan “Pustaka Aditya”, sebagai salah satu bentuk kontribusi yang dapat diberikan diaspora Jepang bagi Indonesia. Melalui pemanfaatan teknologi di masa pandemi ini, perkumpulan pelajar Indonesia di Kyoto-Shiga tetap aktif berkarya. Apa itu “Pustaka Aditya”? 

***


Beberapa peserta yang ikut dalam kegiatan Public Discussion. Dihadiri oleh Bapak Mirza Nurhidayat selaku Konsul Jenderal RI di Jepang, Ibu Tri Dewi Virgianti dari BAPPENAS, Dr. Iqra Anugrah dari CSEAS-Kyoto University, dan Dr. Fitrio Ashardiono dari College of Policy Science-Ritsumeikan University.
Beberapa peserta yang ikut dalam kegiatan Public Discussion. Dihadiri oleh Bapak Mirza Nurhidayat selaku Konsul Jenderal RI di Jepang, Ibu Tri Dewi Virgianti dari BAPPENAS, Dr. Iqra Anugrah dari CSEAS-Kyoto University, dan Dr. Fitrio Ashardiono dari College of Policy Science-Ritsumeikan University.

Indonesia termasuk dalam 20 besar negara yang mengirimkan siswa ke luar negeri terbanyak dan Jepang merupakan salah satu tujuan negara favorit bagi akademisi untuk meneruskan studi. Dari lebih 30 negara, Indonesia masuk ke dalam peringkat ke-7 negara dengan siswa terbanyak di Jepang.

Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Kyoto-Shiga (PPI-KS) atau yang biasa disebut dalam bahasa Jepang dengan “在日インドネシア留学生協会京都滋賀支部” (Zainichi Indonesia Ryūgakusei Kyōkai Kyōto Shiga Shibu) merupakan organisasi pelajar yang sudah berumur lebih dari 32 tahun. Mayoritas anggotanya adalah pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di kedua prefektur tersebut. Pelajar dan mahasiswa anggota PPI-KS mencakup berbagai strata pendidikan mulai dari pasca-SMA yang memilih untuk meneruskan karir pendidikannya di Jepang, sekolah kejuruan, mahasiswa Sarjana (S1), Magister (S2), Doktoral (S3), dan Post-Doctoral atau profesional di universitas-universitas yang berlokasi di Kyoto dan Shiga. Tidak menutup kemungkinan, warga nonpelajar yang ada di Kyoto dan Shiga dapat terhubung dan tergabung di dalamnya.

Selain kegiatan musiman Welcome Party atau penyambutan warga baru yang datang, PPI-KS juga memiliki kegiatan tahunan semenjak tahun 1991 yang sampai saat ini masih dilakukan. Kegiatan budaya bernama “Malam Indonesia”, kegiatan olahraga yang merupakan kegiatan bersama teman-teman pelajar se-wilayah Kansai, dan juga kegiatan saintifik yang berupa konferensi atau seminar. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan berselang-seling dalam kurun waktu 3 tahunan. Namun, pada tahun 2020, keberadaan pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan teman-teman pelajar di Jepang yang sudah direncanakan semenjak awal tahun menjadi tersendat. Tidak sedikit yang harus merelakan agenda tahunan masing-masing ditiadakan. Hal ini dilakukan untuk membantu dan memberikan dukungan kepada Pemerintah Jepang dalam usahanya menekan angka kasus infeksi virus Corona di masing masing prefektur.

Pada tahun 2020, PPI-KS awalnya memiliki rencana kegiatan saintifik yang dinamakan Kyoto Youth Conference (KYOCO) 2020. Kegiatan ini merupakan kegiatan saintifik perdana yang diinisiasi oleh diaspora di Kyoto-Shiga untuk membawa isu nasional ke dalam sebuah ruang pertemuan. Namun, keberadaan pandemi membuat PPI-S harus berpikir ekstra dan mengubah rencana yang sudah matang sebelumnya. Dinamika semangat dan juga antusiasme pun sempat redup karena pandemi. Hal ini pastinya merupakan pandemi pertama bagi generasi milenial. Kekhawatiran akan kecilnya kesempatan peserta bergabung pun menjadi hal yang pertama dalam pikiran panitia. Namun semangat untuk bisa memberikan sumbangsih bagi Indonesia membuat teman-teman PPI-KS membulatkan tekad untuk meneruskan rencana ini dengan modifikasi kegiatan yang signifikan.

Tepat pada tanggal 16 Agustus 2020, di Kyoto – Jepang, diadakan sebuah event bernama KYOTO IDEAS FORUM – PUBLIC DISCUSSION. Kegiatan tersebut memiliki tema “Indonesia’s New Capital: Opportunities and Challenges”. Diskusi publik ini merupakan salah satu acara dari rangkaian kegiatan “Kyoto Ideas Forum” (KIF) yang merupakan modifikasi dari KYOCO 2020. Diprakarsai oleh PPI-KS dan didukung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka-Jepang, kegiatan ini dilakukan secara daring sehingga dapat merangkul teman-teman, baik di seluruh Jepang maupun Indonesia.

Pembukaan acara oleh host Public Discussion Sdri. Marini disaksikan oleh Ketua Pelaksana Kegiatan Kyoto Ideas Forum 2020, Reza Ramdan Rivai.
Pembukaan acara oleh host Public Discussion Sdri. Marini disaksikan oleh Ketua Pelaksana Kegiatan Kyoto Ideas Forum 2020, Reza Ramdan Rivai.

Kegiatan Kyoto Ideas Forum (KIF) perdana ini mengusung tema yang berkaitan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Dalam mewujudkan ibu kota baru yang smart, green, beautiful dan sustainable, banyak aspek yang harus direncanakan secara matang, misalnya pembangunan infrastruktur dan persiapan administratif ibu kota, pemindahan penduduk dalam jumlah besar, pemenuhan kebutuhan energi, dan manajemen sampah. Melalui Kyoto Ideas Forum, PPI Kyoto-Shiga mengundang para diaspora untuk bersama-sama memberikan kontribusi berupa pemikiran, ide, gagasan, dan solusi dari hal-hal terkait pemindahan IKN dalam bentuk esai.

Esai yang telah terkumpul akan dikompilasi menjadi bagian (chapter) dari buku yang dinamakan “Pustaka Aditya”. Buku ini kemudian akan dipersembahkan untuk Pemerintah Indonesia sebagai salah satu sumbangsih pemikiran dan gagasan praktis dari diaspora yang sedang atau pernah terkoneksi dengan Jepang. Pengalaman hidup dan tinggal di Jepang para diaspora menjadi inspirasi untuk penulisan beberapa esai, sehingga banyak pemikiran praktis yang terilhami dari negara Jepang dan tentunya memiliki potensi untuk diaplikasikan di IKN yang baru.

Rencana buku berjudul Pustaka Aditya dengan tema “Bagaimana Diaspora Jepang Berpikir Tentang Perpindahan Ibu Kota Republik Indonesia”, yang akan di produksi setelah proses pengumpulan esai dari diaspora dan acara Public Discussion dilaksanakan.
Rencana buku berjudul Pustaka Aditya dengan tema “Bagaimana Diaspora Jepang Berpikir Tentang Perpindahan Ibu Kota Republik Indonesia”, yang akan di produksi setelah proses pengumpulan esai dari diaspora dan acara Public Discussion dilaksanakan.

Kyoto Ideas Forum bukan merupakan satu-satunya kegiatan PPI-KS pada masa Pandemi. Pandemi berdampak tidak hanya pada minimnya kegiatan yang dilaksanakan melalui pertemuan fisik, namun juga berdampak pada kehidupan pelajar di Jepang. Untuk membantu beberapa pelajar yang terdampak pandemi, PPI-KS menginisiasi sebuah kegiatan sosial yang bernama “Scholarship Awardee Peduli Warga” dan “Kyoto Stand for You”. Melalui kegiatan ini, PPI-KS mengajak pelajar yang memiliki beasiswa untuk menyisihkan sedikit dari beasiswanya untuk saudara-saudara di Jepang dan juga membantu APD tenaga medis di Indonesia. Antusiasme donasi tidak hanya didapat dari pelajar penerima beasiswa namun juga dari Asosiasi Persahabatan Jepang-Indonesia yang telah cukup lama menjalin hubungan baik dengan PPI-KS. Pada akhirnya, donasi yang terkumpul cukup untuk diberikan kepada sekitar 30 lebih pelajar Indonesia di Kyoto dan Shiga yang terdampak dan disalurkan ke Indonesia melalui lembaga penyalur bantuan.

Kegiatan PPI di seluruh Jepang dilakukan dengan tujuan memberikan ruang untuk pelajar berkreasi dan menyalurkan ketertarikan, baik di bidang akademis maupun nonakademis. Saat ini, status pandemi di Jepang sudah memasuki gelombang kedua atau Second Wave, dan belum terlihat ujung dari pandemi ini akan segera berakhir. Mau tidak mau, PPI di seluruh Jepang dipaksa untuk menyesuaikan kegiatan dalam bentuk daring atau virtual, sehingga manfaat keberadaan PPI masih bisa dirasakan bagi pelajar pelajar yang masih dan akan masuk ke Jepang pasca pembatasan masuk ke Jepang untuk pelajar baru dibuka. Kelebihan dari kegiatan baru nanti diharapkan tidak hanya dapat menjangkau pelajar di Jepang, namun juga calon pelajar yang akan ke Jepang dan pelajar yang ada di Indonesia. Sehingga, kesempatan untuk berkarya bagi Indonesia melalui kolaborasi generasi muda antara dua negara terbuka lebar.

Beberapa foto di belakang layar acara Public Discussion – Kyoto Ideas Forum.

Sesi pembahasan mengenai Editorial Buku Pustaka Aditya yang merupakan kumpulan esai-esai dari diaspora yang sedang atau pernah tinggal dan belajar di Jepang.
Sesi pembahasan mengenai Editorial Buku Pustaka Aditya yang merupakan kumpulan esai-esai dari diaspora yang sedang atau pernah tinggal dan belajar di Jepang.
Tim di belakang layar, bertugas mengatur jadwal tayang, mensortir pertanyaan, mengkonfirmasi kehadiran peserta dan kontributor esai, serta membatasi waktu presentasi.
Tim di belakang layar, bertugas mengatur jadwal tayang, mensortir pertanyaan, mengkonfirmasi kehadiran peserta dan kontributor esai, serta membatasi waktu presentasi.
. Salah satu panitia di belakang layar, sedang melakukan komunikasi dengan moderator dan juga mendesain jalannya acara mulai dari persiapan hingga penutupan.
Salah satu panitia di belakang layar, sedang melakukan komunikasi dengan moderator dan juga mendesain jalannya acara mulai dari persiapan hingga penutupan.

Semua foto disediakan oleh PPI Kyoto-Shiga (2020).

SHARE
Previous articlePre-Master: Penting atau Hanya Formalitas Belaka?
Next articlePendaftaran PhD Bootcamp 2020 Dibuka!
Bramantyo Wikantyoso, atau sering dipanggil “Itonk” Wikantyoso. Lahir di Purworejo, 13 Oktober 1987. Memulai pengalaman keorganisasian semenjak SMP dengan menjadi Ketua Patroli Keamanan Sekolah SMP Negeri 2 Purworejo. Selanjutnya pengelaman berorganisasi diteruskan dengan menjadi Ketua OSIS di SMA Negeri 7 Purworejo. Saat menempuh Pendidikan Sarjana di Fakultas Biologi UGM, Bramantyo Wikantyoso mendapatkan kesempatan untuk duduk di dalam Senat Mahasiswa Fakultas Biologi UGM dan Ketua Kelompok Studi Herpetologi. Perjalanan studi magister di Kyoto, Jepang, memberikan Itonk kesempatan untuk menjadi Wakil Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Kyoto-Shiga (PPI KS) 2018 – 2019 dan Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Kyoto-Shiga (PPI KS) 2019 – 2020. Menyelesaikan Pendidikan Sarjana di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Magister di Graduate School of Agriculture, Kyoto University, Jepang. Sekarang sedang menempuh Pendidikan Doktoral dengan bidang Biodeterioration Organism, RISH, Kyoto University, Jepang.