Mempromosikan Tari Tradisional Indonesia di Italia

0
630
Pinkan Mulya menampilkan tari tradisional Indonesia untuk audiens internasional

Berkuliah dan bekerja jauh dari tanah air bukan alasan bagi Pinkan Mulya untuk melupakan kecintaannya terhadap tari-tarian tradisional Indonesia. Saat menjalani kuliah S1 di Roma, ia memberanikan diri untuk menjadi penari tradisional di acara-acara yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Dari sana, kesempatan demi kesempatan ia ambil untuk mempromosikan budaya Indonesia untuk audiens yang lebih luas lagi, bahkan sampai ke negara-negara lain di Eropa. Mari kita saksikan kisah Pinkan dalam mempromosikan budayanya, sesuai dengan semangat peringatan ulang tahun Indonesia Mengglobal ke-8, Embracing Your Roots Beyond Borders.

***

Pengalaman pertama menari di luar negeri saat SMA
Pengalaman pertama menari di luar negeri saat SMA

Indonesia, negara dengan budaya yang unik dan beragam. Betapa bangganya saya telah ikut serta melestarikan budaya bangsa di negeri seberang. Kecintaan saya terhadap budaya tari Indonesia berawal pada saat saya berumur 8 tahun, disaat untuk pertama kalinya saya belajar tarian tradisional, yaitu Jaipong. Saya menyadari bahwa betapa indahnya budaya bangsa negara kita sendiri. Dari situlah tumbuh rasa percaya diri dan keingintahuan untuk belajar lebih tentang tarian tradisional. Lalu di masa SMA, saya berkesempatan untuk mengikuti suatu grup kesenian yang tampil di Eropa selama satu bulan. Dengan bantuan musisi dan guru yang sangat profesional, saya berhasil menguasai beberapa tarian tradisional Indonesia dan melestarikannya.

Menjadi penari tradisional Indonesia di Italia

Dari tahun 2013 sampai 2017, saya mendapat kesempatan berkuliah S1 di Roma, Italia, dengan beasiswa dari pemerintah Italia. Selulusnya dari kuliah, saya pun lanjut tinggal di Roma untuk bekerja sampai tahun 2019. Selama saya tinggal di Italia, saya juga bekerja untuk KBRI Roma sebagai penari utama kedutaan, dimana saya sering mengisi acara-acara resmi seperti resepsi diplomatik. Uniknya, semua proses dalam persiapan kostum, tata rias, maupun musik dan dekorasi panggung saya persiapkan sendiri. Semua itu berkat guru SMA saya yang selalu mengajarkan bahwa seniman itu harus profesional dan selalu tampil dengan totalitas.

Awalnya, Pinkan mulai menari di acara-acara KBRI, seperti di resepsi diplomatik
Awalnya, Pinkan mulai menari di acara-acara KBRI, seperti di resepsi diplomatik

Bukti kecintaan saya terhadap budaya Indonesia tidak hanya berhenti disitu. Mulai tahun 2014, saya memutuskan untuk berkolaborasi dengan Atase Pertahanan dan Kebudayaan untuk mengajar anak-anak Indonesia di Roma untuk belajar tari dan menampilkannya di acara-acara besar KBRI Roma.

Menampilkan budaya Indonesia sampai ke hadapan Paus Fransiskus

Tampil di acara International Women’s Day

Selain pengalaman tampil di acara KBRI, saya pun ikut perpartisipasi tampil di acara-acara yang diadakan pemerintah Italia, seperti pada saat peringatan Hari Perempuan, acara-acara festival di kota-kota lainnya di Italia, dan seminar-seminar di universitas. Saya sangat bangga telah menampilkan budaya Indonesia di depan mahasiswa-mahasiswi di dua universitas terbesar di Roma, Universitas Sapienza dan Universitas Tor Vergata.

Berbagai macam festival telah saya lalui. Di italia, setiap tahun mereka mengadakan suatu festival yang disebut Festival Oriente, yaitu kumpulan pertunjukan seni dan pasar budaya dari seluruh Asia. Saya dan partner tari ikut berpartisipasi pada tahun 2014. Kami menampilkan empat tarian dalam sehari, yaitu tari Papua, tari Bali, tari Betawi, dan tari Kalimantan.

Festival terbesar yang pernah saya ikuti adalah Expo Milano 2015. Kami berkumpul dengan berbagai artis dan penari dari berbagai belahan dunia untuk menampilkan parade budaya dunia. Acaranya sangat besar dan meriah. Berbagai jenis tarian kami tampilkan, wawancara TV dan berbagai acara media pun kami lakukan untuk mempromosikan Indonesia.

Menari di salah satu festival kebudayaan
Menari di salah satu festival kebudayaan

Pada tahun 2018, KBRI Roma diundang untuk mengisi acara di salah satu stasiun TV di Italia, RAI. Pada saat itu, saya harus menampilkan tarian adat Bali, Sekar Jagat, dan melakukan presentasi tentang Indonesia. Rasa bangga dan kagum saya tidak bisa dilampiaskan lagi. Saya merasa masyarakat Italia juga sangat menghargai dan menyukai budaya bangsa kita.

Waktu berlalu dan karier saya sebagai penari pun ikut berkembang. Menari untuk KBRI di luar Italia pun telah saya lakukan. Saya sempat menari di Malta, Kiev, Paris, maupun Amsterdam, dimana saya bisa bekerja sekaligus jalan-jalan.

Pengalaman yang paling menarik ialah pada saat saya harus tampil di negara Vatikan yang ditonton oleh para pendeta, termasuk Paus Fransiskus, dalam rangka peresmian Museum Multietnik di Vatikan dengan instalasi bertema Indonesia di dalamnya.

Kapan lagi bisa berkesempatan menari di Vatikan?
Kapan lagi bisa berkesempatan menari di Vatikan?

Kolaborasi dengan musisi Italia

Selain berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia maupun Italia, saya juga berpengalaman kolaborasi dengan berbagai musisi untuk melakukan acara pribadi seperti menari di acara pesta keluarga Italia, menari di acara pernikahan, menari di teater bersama para musisi Italia, dan menari untuk acara sosial di museum dan perpustakaan.

Koreografi, tata rias, bahkan kostum pun harus disiapkan sendiri
Koreografi, tata rias, bahkan kostum pun harus disiapkan sendiri

Di tahun 2019, saya melakukan kolaborasi dengan grup musisi Italia-Indonesia bernama Mata Project. Kami menampilkan gabungan pertunjukan kesenian musik dan tari tradisional dan kontemporer. Para musisi menampilkan musik dengan sentuhan gamelan Bali dan Jawa dalam tema Jazz. Sangat menakjubkan, seluruh tiket sold out. Disana saya menggabungkan tarian tradisional dengan modern. Tari Cendrawasih, tari Legong, tari Sekapur Sirih, tari Bidadari, tari Saman dan tari Papua pun saya tampilkan.

Saya sangat takjub betapa terkenalnya budaya kita di mata orang-orang Italia. Mereka sangat menyukai makanan dan budaya Indonesia. Salah satu pengalaman saya yang tidak terlupakan adalah pada saat menampilkan tarian di suatu acara pribadi di kediaman sebuah keluarga Italia di daerah Emiglia Romagna, mereka melakukan suatu pesta dengan tema Indonesia.

Pinkan-9
Menjadi penari di acara pernikahan

Pengalaman menari di acara pernikahan juga sangatlah unik. Beberapa pasangan Indonesia-Italia yang menikah di Italia pada umumnya sangat senang merayakan dengan tema Indonesia. Maka dari itulah saya pun sangat senang ikut membantu mereka memperkenalkan budaya kami di hadapan audiens Eropa. Tari Tor-tor, tari Cendrawasih, dan tari Rebana Melayu sering saya tampilkan pada acara-acara tersebut.

Pengalaman hidup yang takkan pernah terlupakan

Seluruh pengalaman menarik yang saya lalui tentunya tidaklah selalu indah, ada beberpa penglaman dimana saya harus beradaptasi dengan keadaan dan situasi seperti harus menari di tangga yang terdiri dari beratus-ratus anak tangga, menari diatas rumput dan dikelilingi api unggun, menari di bawah panas teriknya matahari, dan menari di panggung yang sangat sempit berukuran empat meter persegi.

Namun, semua pengalaman menarik tersebut telah mengajari saya bahwa menjadi diri sendiri dan mencintai budaya kita sangatlah penting dalam menjalani hidup ini. Saya tidak pernah berhenti bersyukur dan bangga dilahirkan menjadi seorang anak bangsa Indonesia.

Pinkan-6

***

Foto-foto disediakan oleh penulis