The devil is in the details: hal-hal penting dalam menulis CV dan motivation letter

0
310

Beberapa minggu lalu, saya berkesempatan mewakili Indonesia Mengglobal mengisi materi tentang CV dan motivation letter dalam seminar beasiswa EHEFF di Balai Kartini, Jakarta. Sudah banyak informasi di internet ataupun seminar tentang cara-cara menyusun CV dan motivation letter untuk kepentingan melanjutkan pendidikan yang baik. Namun demikian, kadang-kadang kita terlupa pada hal-hal detail yang bisa jadi adalah komponen penilaian yang cukup dipertimbangkan oleh kampus atau lembaga pemberi beasiswa yang kita tuju.

Artikel ini mencoba menjawab beberapa hal-hal detail, tetapi tetap perlu diperhatikan agar CV dan motivation letter kita semakin baik. Poin-poin di bawah ini dirangkum dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam seminar EHEFF tempo hari.

  • Kita bisa menyiapkan komponen informasi pokok yang akan dimasukkan ke dalam CV dan motivation letter. Yang penting untuk diperhatikan adalah, kita tidak bisa mengirimkan CV dan motivation letter yang sama persis untuk universitas dan lembaga pemberi beasiswa yang berbeda-beda.
  • Masing-masing kampus dan lembaga pemberi beasiswa memang memiliki kriteria umum yang terkadang mirip. Namun, mereka juga pada umumnya memasang kriteria-kriteria spesifik yang dicari dari kandidat awardee. Bahkan untuk melamar pada jurusan yang sama, kita tetap perlu membedakan essay dan CV yang kita kirimkan ke kampus-kampus tujuan dan lembaga pemberi beasiswa. Oleh karena itu, sangat penting untuk membaca detail segala persyaratan yang tercantum pada website kampus dan lembaga sponsor beasiswa.
  • Ada keterbatasan jumlah halaman untuk CV dan motivation letter. Tantangannya sebenarnya bukan bagaimana menulis sebanyak-banyaknya, tetapi menulis seefektif mungkin. Menulis CV dan motivation letter adalah seni untuk menyampaikan informasi tentang diri kita yang paling relevan dan related dengan persyaratan beasiswa dan admission dari kampus yang kita tuju.
  • Penting untuk dapat mengaitkan pengalaman pendidikan, pekerjaan, atau aktivitas lain di masa lalu dengan kehidupan kita sekarang dan yang rencana di masa depan. Yang perlu juga digarisbawahi adalah, kita perlu menuliskan bagaimana pengalaman dan rencana hidup ini menjadikan kita kandidat terkuat untuk menerima beasiswa dan berkuliah di kampus tujuan, dibandingkan dengan kandidat-kandidat lainnya.
  • Essay sangat penting, tetapi bukan satu-satunya komponen yang dinilai dalam proses mendaftar kampus atau beasiswa. Oleh karena itu, pastikan juga kita menyiapkan waktu, energi, dan pikiran dengan bobot yang proporsional untuk persyaratan-persyaratan lainnya.
  • Hindari typo. Kita mungkin merasa typo bukan persoalan yang signifikan. Akan tetapi, bisa jadi di mata bagian admission di kampus, kita dianggap tidak cermat pada hal-hal kecil dan cenderung menyepelekannya. Ini tentu dapat mengurangi penilian dari kampus atau lembaga beasiswa. Di samping itu, gunakan juga format yang konsisten dan sesuai persyaratan, misalnya dalam memilih jenis dan ukuran font, margin, panjang essay, konsisten menggunakan satu bahasa, dan lain-lain.
  • Membuat timeline akan sangat membantu dalam proses penyelesaian CV, motivation letter, dan syarat-syarat lainnya. Tiga aktivitas utama dalam menulis essay dan motivation letter dapat dikerucutkan menjadi: membuat draft, mengedit, dan melakukan proofread. Kita harus meluangkan waktu yang cukup untuk masing-masing proses ini. You cannot rush a good essay. Usahakan agar essay di-submit tidak mepet dengan deadline.
  • Foto, agama, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, status pernikahan, dan nationality pada umumnya tidak dicantumkan (kecuali secara eksplisit diminta untuk disebutkan). Hal ini untuk mencegah diskriminasi berbasis jenis kelamin, warna kulit, dan ras, etnis, atau agama.
  • Dalam menyusun CV dan motivation letter, sangat penting untuk menulis secara jujur. Jangan berbohong, terlalu membesar-besarkan, atau mengada-ada. Jika tahap seleksi oleh pihak kampus mensyaratkan wawancara, terkadang pihak admission akan menguji dengan menanyakan informasi yang kita tulis di dalam CV dan motivation letter.

Selamat mempersiapkan CV dan motivation letter terbaikmu!

Bersama teman-teman pengurus Indonesia Mengglobal
Bersama teman-teman pengurus Indonesia Mengglobal seusai Seminar EHEFF 2019.