Mengenal Lebih Dekat Jurusan International Development Policy

0
716
Suasana kelas di Duke.

Mengambil program master di bidang International Development Policy (IDP) di Duke University adalah keputusan yang saya syukuri. Dengan background pendidikan sebelumnya di bidang ekonomi dan latar belakang pekerjaan lebih banyak di bidang komunikasi pemerintah, saya belajar banyak hal baru di Sanford School of Public Policy.

Di Duke University, program Master of International Development Policy (MIDP) dapat ditempuh dalam satu, satu setengah, atau dua tahun. Jika mengambil program satu tahun, mahasiswa diharuskan mengambil paling sedikit 30 SKS, 36 SKS untuk program 1,5 tahun, dan 48 SKS untuk program dua tahun.

Beberapa kelebihan mengambil program dua tahun antara lain mahasiswa bisa mengambil lebih banyak mata kuliah, berkesempatan melakukan magang di lembaga-lembaga internasional, dan memiliki lebih banyak waktu untuk mencari pengalaman, baik di dalam maupun luar kampus.

Yang menarik, sistem pendidikan tinggi di Amerika Serikat membuka kesempatan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di departemen yang berbeda, bahkan di kampus lain. Hal ini juga berlaku di Sanford. Sebagai mahasiswa dalam program IDP, misalnya, saya juga berkesempatan untuk mengambil mata kuliah di Fuqua School of Business atau di Law School. Bahkan mahasiswa Duke juga diperbolehkan mengambil mata kuliah di dua universitas lain di kota yang sama, yaitu University of North Carolina dan North Carolina State University.

Kurikulum, terutama untuk program master, umumnya bersifat fleksibel. Dengan dibantu oleh seorang academic adviser, mahasiswa dapat merencanakan sendiri jenis dan jumlah mata kuliah yang ingin diambil dalam satu semester. Pembimbing akademik juga berperan membantu dan mengarahkan mahasiswa sehingga mereka bisa lebih fokus dalam menjalani perkuliahan dan mengambil mata kuliah yang sesuai untuk perencanaan karier di masa depan.

Meskipun diberikan keleluasaan dalam menentukan sendiri mata kuliah yang ingin diambil, pada umumnya setiap program memiliki mata kuliah core.  Pada program IDP, core courses tersebut adalah  policy analysis for development, economic foundations for development, applied development economics, empirical analysis for development, dan economic growth and development. Economic foundations for development dan empirical analysis adalah mata kuliah pengantar. Pihak kampus menyelenggarakan tes asesmen sebelum perkuliahan semester pertama dimulai. Jika mahasiswa lulus asesmen, maka mereka tidak diwajibkan untuk mengambil kedua mata kuliah tadi dan bisa memilih elective courses yang lain di semester pertama.

Sanford School of Public Policy.
Sanford School of Public Policy.

Setelah mempelajari program IDP selama dua tahun, saya jadi mengerti bahwa bidang ini meliputi area yang luas. Selain menawarkan mata kuliah policy analysis dan pengantar ekonomi, IDP juga memiliki banyak mata kuliah lain yang penting dan menarik seperti poverty reduction and international financial institutions, innovation and policy entrepreneurship, dan negotiation. Setelah lulus, saya merasa program ini justru makin melengkapi latar belakang pendidikan dan pekerjaan saya sebelumnya.

Menurut saya, IDP adalah salah satu program yang cocok untuk diambil oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan porsi pembahasan yang cukup besar tentang government policies pada beragam mata kuliahnya, program ini dapat membantu ASN memahami bagaimana kebijakan dirumuskan sampai dievaluasi. Beberapa kelas yang saya ambil sangat membantu menambah pemahaman tentang kebijakan pemerintah. Kelas-kelas tersebut antara lain service delivery systems, fiscal decentralization, dan development finance and resource allocation.

Di banyak kampus di Amerika Serikat, IDP umumnya mempunyai banyak mahasiswa dari berbagai negara, baik developed countries atau developing countries. Selain asal negara yang bervariasi, background pekerjaan dan pendidikan mahasiswa juga berbeda-beda. Hal ini selalu membuat diskusi di dalam kelas menjadi sangat berwarna. Profesor-profesor yang mengajar umumnya juga mempunyai banyak pengalaman mengerjakan proyek-proyek pembangunan lintas benua dan lintas negara.

Pada program IDP yang saya jalani, pihak kampus juga menyelenggarakan banyak professional development training. Setahun sekali, mereka juga mengadakan professional development conference. Di Sanford School of Public Policy, kegiatan ini dilakukan di Washington DC. Dalam trip tersebut, mahasiswa diajak untuk mengunjungi kantor-kantor dari lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan think tank seperti Brookings Institution.

Mengunjungi kantor World Bank di Washington DC.
Mengunjungi kantor World Bank di Washington DC.

Di samping itu, ada juga panel-panel dengan sejumlah narasumber kompeten yang telah banyak pengalaman di bidang international development. Beberapa isu yang dibahas antara lain social entrepreneurship, harnessing technology for peace and development, dan leveraging private sector solutions for development. Panelis berasal dari organisasi internasional seperti RTI International, the Global Fund for Children, FHI360, World Learning, dan beberapa organisasi lainnya.

Mengambil jurusan IDP telah membuka kesempatan bagi saya untuk belajar sebuah bidang baru. Setelah lulus, saya berharap dapat terus mencari dan memanfaatkan irisan-irisan ilmu yang saya dapatkan dari Duke dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan sebelumnya. Bagi anak-anak muda Indonesia yang ingin belajar sisi lain dari public policy, you should definitely consider International Development Policy program.