Walk for The Haze: LPDP Monash Community Galang Donasi untuk Bencana Asap

0
562
Walk for The Haze

Kuliah ataupun kerja di luar negeri bukanlah menjadi alasan untuk berhenti peduli terhadap kondisi Indonesia. LPDP Monash Community membuktikan hal tersebut dengan mengadakan acara LPDP Walk for The Haze yang merupakan salah satu acara untuk meningkatkan kepedulian terhadap saudara di Indonesia yang sedang mengalami bencana kebakaran hutan saat itu. Berikut tulisan dari Gagan Ginanjar dan Destari Puspa Pertiwi tentang acara yang menarik ini. 

***

Awal Oktober di belahan bumi bagian selatan tepatnya Australia sudah memasuki musim Spring dan cuaca dingin pun mulai berganti dengan cuaca hangat. Memasuki minggu tenang sebelum jadwal pengumpulan tugas akhir kemudian dimanfaatkan untuk mengisi waktu dengan berkegiatan di luar ruangan dan salah satunya adalah berolahrga. Olahraga merupakan bagian yang esensial dalam kehidupan manusia, hal ini terlihat dari banyaknya manfaat dari berolahraga yang mana diantaranya adalah menjaga kesehatan, meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi stres dan depresi, serta meningkatkan konsentrasi.  Bagi mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan masa studinya di Monash University, Australia, olahraga menjadi sebuah kebutuhan, terbukti dengan olahraga rutin yang dilaksanakan setiap minggunya seperti Futsal, Badminton dan Basket atas kerja sama antara LPDP Monash Community dan Monash Indonesian Islamic Society (MIIS).

Beberapa peserta sedang berfoto di salah satu danau di belakang kampus Monash
Beberapa peserta sedang berfoto di salah satu danau di belakang kampus Monash

Antusiasme mahasiswa Indonesia di lingkungan Monash University dan Monash City Council untuk berolahraga sangat besar, sehingga setiap tahunnya diadakanlah LPDP Hiking Ceria. Sebuah kegiatan jalan santai menyusuri jalur tracking di tempat wisata daerah Melbourne yang berbeda tiap tahunnya. LPDP Hiking Ceria 2019 ini berbeda dengan kegiatan pada tahun sebelumnya, dikarenakan diadakan di tengah semester genap yang agak padat dengan tugas dan kegiatan kampus. Oleh karena itu, pada tahun 2019 ini LPDP Hiking Ceria di adakan di kampus Monash University Clayton dengan tema mengusung exploring campus untuk mengetahui spot-spot unik bahkan bersejarah yang belum diketahui mahasiswa Indonesia di Monash University. Lebih lanjut, kegiatan tahun 2019 ini bertepatan dengan terjadinya bencana kebakaran hutan di Indonesia khususnya daerah Sumatera (Riau, Jambi dan sekitarnya).

Atas dasar hal tersebut, maka LPDP Hiking Ceria 2019 dikemas ulang menjadi LPDP Walk for The Haze yang diselenggarakan pada tanggal 1 Oktober 2019 yaitu merupakan sebuah kegiatan jalan santai menyusuri tempat-tempat unik di kampus Monash Clayton sambil menggelar aksi solidaritas atas kejadian bencana kebakaran di Indonesia. Aksi solidaritas ini berbentuk pembuatan poster dan galang donasi bagi korban yang terpengaruh asap pekat kebakaran. Kegiatan ini diakhiri dengan barbeque bersama untuk menjaga solidaritas antar warga negara Indonesia di daerah Monash.

Peserta menikmati makan siang dengan BBQ
Peserta menikmati makan siang dengan BBQ

LPDP Walk for The Haze ini pada dasarnya bertujuan mengadakan kegiatan olahraga ringan dan seru di tengah-tengah kesibukan masa studi mahasiswa Indonesia di Monash University. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi refreshment agar semua peserta dapat manfaat dari berolahraga dan bersilaturahmi bersama teman-teman lainnya. Disamping itu, kegiatan ini pun bertujuan untuk melakukan aksi solidaritas warga negara indonesia yang berada di Australia khususnya daerah Monash dengan membuat poster berisikan kepedulian akan bencana kebakaran yang terjadi di Indonesia. Terakhir, kegiatan ini diadakan untuk menggalang dana yang disumbangkan kepada korban yang terdampak kebakaran tersebut lewat LPDP Mata Garuda daerah setempat.

Peserta berfoto di salah satu patung ikonik di Monash
Peserta berfoto di salah satu patung ikonik di Monash

Rangkaian agenda kegiatan dimulai dengan berkumpul di depan gedung Robert Blackwood Hall, setelah itu dilakukan pembagian kelompok dan pengarahan alur kegiatan dari mulai fun games hingga aksi solidaritas yang akan peserta lakukan. Selanjutnya peserta diberikan peta berisikan letak spot unik di Monash University yang peserta harus cari berdasarkan petunjuk pada peta. Kemudian peserta harus berfoto di depan spot tersebut, mau itu foto suasana, selfie, ataupun foto secara group yang harus dikirimkan peserta kepada pihak panitia sebagai bagian dari photo competition. Terdapat tiga kategori pemenang pada kegiatan ini diantaranya kelompok tercepat dan mengirimkan semua foto di depan spots yang ada pada peta, lalu kelompok dengan foto terbaik, serta kelompok dengan poster terbaik.

Acara ini juga diikuti oleh keluarga para awardee LPDP Monash lainnya
Acara ini juga diikuti oleh keluarga para awardee LPDP Monash lainnya

Kegiatan LPDP Walk for The Haze ini dirasa sukses dilihat dari jumlah peserta yang melebihi target awal panitia yang mencapai 28 peserta dari target 25 peserta. Selain itu, jumlah dana yang terkumpul untuk bencana kebakaran di Indonesia pun di luar ekspektasi panitia yakni mencapai A$340 atau Rp, 3.250.000,- yang langsung disumbangkan ke daerah yang terkena kebakaran di Indonesia lewat LPDP Mata Garuda yang berada di daerah tersebut.  Hanya saja yang kurang dari kegiatan ini adalah adanya beberapa peserta yang tidak hadir yang berpengaruh kepada proses pengelompokan peserta yang sudah diatur beberapa hari sebelumnya.

Dengan adanya program kerja diatas diharapkan dapat mendukung program LPDP Monash Community, menjaga solidaritas antar pengurus, panitia, warga negara Indonesia di daerah Universitas Monash dan meningkatkan solidaritas kepedulian bencana kebakaran yang terjadi di Indonesia.

Testimoni Panitia Penyelenggara dan Peserta Kegiatan Walk for the Haze:

Mugni Bustari
Mugni Bustari

(Mugni Bustari – Master of Expert Teaching Practice Monash University )

Saya merasa senang sekali diberi kesempatan sebagai koordinator acara pada kegiatan Wak For Haze LPDP Monash Community.  Saya benar-benar menikmati dan berbahagia bisa bekerja sama dengan teman-teman panitia yang jumlahnya walaupun sedikit yaitu 6 orang, namun dedikasi mereka untuk kesuksesan acara ini sangat luar biasa. Menurut saya acara walk for the haze merupakan paket komplit dimana ada kegiatan yang meningkatkan kebugaran tubuh melalui jalan santai, mengasah kreativitas dan meningkatkan kepedulian terhadap saudara di Indonesia melalui kegiatan donasi dan lomba poster dan foto, serta acara BBQ bareng yang semakin menghangatkan suasana untuk lebih dekat lagi antar sesama peserta lebih kurang 25 orang yang berasal dari berbagai jurusan yang tidak hanya dari kampus pusat tetapi juga dari kampus cabang Monash Uni lainnya seperti Peninsula. Saya harap kedepannya kegiatan seperti ini akan terus berlanjut, artinya kita gak sekedar ngumpul dan bersenang-senang saja tetapi ada nilai-nilai yang ingin kita capai dibalik itu semua seperti rasa kepedulian, tolong menolong dan kekeluargaan.

Dika Harliadi
Dika Harliadi

(Muhammad Dika Harliadi – Master of Education Monash University)

Saya sebagai penyelenggara sekaligus peserta walk for the haze, merasakan banyak manfaat dari acara ini. Pertama, acara ini bagaikan refreshing ditengah padatnya tugas – tugas kuliah yang menyibukkan. Kedua, acara ini juga menambah kerekatan antara kami penerima beasiswa LPDP di Monash Uni yg dimana kedekatan itu sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sosial para penerima beasiswa. Ketiga, acara ini juga bikin kenyang! Haha BBQ-nya enak banget. Apalagi makannya sambil kumpul! Keempat, ini yg paling serius yaitu mengasah kepedulian kita terhadap isu-isu yg ada di Indonesia. Terakhir, menurut saya, acara ini mencoba mengingatkan bahwa semua orang Indonesia bisa peduli terhadap kondisi dan nasib bangsanya, dimanapun mereka berada. Karena pada akhirnya, hanya satu rumah dan tanah air mereka yaitu Indonesia.

***

Penulis: Gagan Ginanjar dan Destari Puspa Pertiwi

Foto: Dokumentasi penulis