Apa Saja Sih Yang Bisa Kamu Dapatkan Saat Kerja di Perancis? (Part. II)

0
622
Pemandangan Paris. Foto oleh Chris Karidis, Unsplash.

Kamu sudah lulus dan berencana melanjutkan kerja di Perancis? Banyak yang bilang kerja di Perancis itu susah sekali dapat izinnya, lantas apakah hal yang didapat sebanding? Kolumnis kami, Dytha, yang sudah bekerja di perancis selama beberapa tahun kini akan membahas  beberapa benefit yang bisa kamu dapat jika bekerja di Perancis — selain gaji tentunya! 

Sama seperti bekerja di Indonesia, bekerja di luar negeri pun pasti memiliki tantangannya sendiri. Biarpun ada beragam keuntungan yang bisa kamu dapatkan saat bekerja di Perancis, berikut ‘sisi gelap’ dari bekerja di negara mode ini:

1) Work culture yang sangat berbeda dengan Indonesia

Meeting - free image from unsplash
Meeting – free image from unsplash

Orang Perancis sangat sering melakukan meeting, mungkin karena mereka sangat menjunjung tinggi demokrasi, alias segala sesuatunya lebih baik didiskusikan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Sebenarnya, ini merupakan hal yang penting, tapi pada saat waktu meeting setiap hari menghabiskan lebih dari setengah hari kerja… Tentu akhirnya kita jadi kelabakan di ujung hari, karena email jadi menumpuk dan deadline rasanya semakin dekat!

Bise! Alias cipika-cipiki (cium pipi kanan – cium pipi kiri). Hal ini sudah menjadi sebuah kebudayaan sehari-hari dan sudah menjadi bagian kesopanan. Bise (baca: biz) biasanya dilakuan saat kita bertemu dengan teman atau kerabat, dan saat ingin pergi. Walaupun setiap pagi saat masuk kantor biasanya tidak harus dilakukan, tapi biasanya hal ini cukup harus dilakukan saat ada rekan kerja yang ulang tahun, atau setelah lama tidak bertemu, dsb. Untuk kita yang tidak terlalu biasa melakukan ini, bisa jadi sangat risih dan terganggu.

Kopi dan rokok. Dua teman ini biasanya identik dengan sarapan pagi, tapi tidak di Perancis. Kopi dan rokok merupakan teman bagi banyak orang, termasuk di lingkup kerja. Banyak sekali kesempatan untuk kenal rekan kerja lebih baik atau saat ingin mencari teman dimanfaatkan dengan waktu ngopi bersama. Sama halnya seperti rokok, banyak orang yang mengambil waktu istirahat untuk merokok dan bercengkrama dengan rekan-rekan kerja. Pengaruh ini cukup kuat baik di pergaulan kuliah, maupun kerja. Ada kalanya saat kita tidak merokok atau minum kopi, kita jadi merasa tertinggal! Padahal kita sama sekali bukan perokok maupun peminum kopi.

Kolega bukanlah teman. Orang-orang di Perancis sangat membatasi pergaulan antar teman kerja. Kebanyakan dari mereka tidak akan menganggap rekan kerja sebagai teman, melainkan hanya sebagai collègue (kolega). Jadi, untuk mendapatkan teman kerja untuk makan bareng habis jam kantor, rasanya cukup sulit kecuali sudah ada acara afterwork yang sudah direncanakan dari jauh hari sebelumnya.

2) Pajak yang sangat tinggi

Di Perancis, kita bisa membayar pajak minimal 23% dari gaji setiap bulan. Belum hanya itu, dari total penghasilan kita selama tahun, negara bisa mengenakan pajak tambahan. Pajak ini tentunya sangat penting untuk membangun negara, infrastruktur, kesehatan masyarakat, uang pensiun dsb. Namun, persentase ini tetap tergolong besar apabila dibandingkan dengan Indonesia. Orang yang memiliki penghasilan kira-kira 2 kali UMR (Upah Minimum Regional), wajib membayar pajak kira-kira 15%, sedangkan di Perancis orang yang memiliki pendapatan dua kali SMIC (UMR di Perancis) wajib membayar pajak kira-kira 23%.

3) Selamat tinggal ojek online, food delivery jam 2 pagi dan kurir kilat!

Food delivery - free image from unsplash
Food delivery – free image from unsplash

Di Perancis, jasa dibayar dengan harga yang adil dan ditetapkan dengan jelas oleh pemerintah. Baik itu asisten rumah tangga, kurir, pengemudi taksi hingga pegawai restoran pun memiliki upah minimum yang sama yang dilindungi oleh negara. Oleh karena itu, segala jenis jasa yang ditawarkan menjadi terbilang mahal dan terbatas. Terlebih lagi, untuk pekerjaan di saat akhir pekan atau tengah malam, upah kerja menjadi lebih mahal dari biasanya. Sehingga di Perancis bentuk jasa seperti food delivery 24 jam atau minimarket 24 jam menjadi sangat jarang. Jadi saat kamu sudah memantapkan tinggal di Perancis, harus sudah siap batin ya!

4) Izin dan administrasi yang sulit

Administrative - free image from unsplash
Administrative – free image from unsplash

Untuk mendapatkan izin tinggal saat menjadi pelajar adalah hal yang cukup mudah. Saat tertera dengan jelas kita akan kuliah dan tinggal dimana, prefektur (pusat administrasi Perancis) akan memberikan kita izin hingga masa akhir kuliah. Namun saat sudah mulai bekerja, prefektur butuh lebih banyak dokumen yang menjelaskan kalau kita benar bekerja di perusahaan A, dengan gaji minimum sekian Euro, dengan surat motivasi yang menjelaskan kalau kita ingin bekerja di Perancis dan di perusahaan tersebut. Tidak hanya itu, perusahaan juga wajib mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa perusahaan akan merekrut orang asing (kita) karena tidak dapat menemukan orang Perancis dengan kualifikasi yang cocok dengan kita. Kalau urus surat-surat untuk cari beasiswa saja sudah tidak sanggup, jangan sedih kalau harus berurusan dengan prefektur Perancis ya hehehe.

Jadi, setelah mengetahui ups & downs dari bekerja di Perancis, apakah kamu sudah membulatkan pilihan?