5 Tips Persiapan Wawancara Beasiswa ke Luar Negeri

0
140

Ada banyak program beasiswa yang saat ini tersedia untuk pelajar dari Indonesia yang ingin mengenyam pendidikan di luar negeri. Biasanya dalam proses seleksi beasiswa apapun, selalu ada tahapan wawancara. Pada tahapan ini, pewawancara bisa membuatmu tegang dan grogi, terlebih jika kamu tidak mempersiapkan dengan matang. Kamu tidak sendirian! Cukup lazim bagi pelamar beasiswa mengalami sakit perut dan keringat dingin ketika akan bertatap muka dengan para panelis yang menentukan apakah mereka akan mendapatkan beasiswa atau tidak. Pada artikel berikut ini, Arnachani Riaseta akan memberikan tips persiapan wawancara beasiswa yang dapat membantu kamu, terutama jika kamu belum pernah mengikuti seleksi wawancara beasiswa sebelumnya, memperlancar tahapan wawancara beasiswa yang kamu idamkan.

* * *

Apakah kamu sedang mempersiapkan diri untuk wawancara beasiswa ke luar negeri? Berikut adalah 5 tips persiapan wawancara beasiswa yang semoga bisa membantu.

1. Kenali diri dan tetapkanlah tujuan

Apa sih tujuanmu dalam memilih jurusan studi dan universitas yang kamu pilih? Mengapa kamu memilih beasiswa tertentu, dan bukan yang lain? Apa yang ingin kamu lakukan setelah kamu menyelesaikan studimu di luar negeri tersebut?

Sebelum kamu mencoba meyakinkan penyedia beasiswa bahwa kamu pantas untuk dimodali berkuliah di luar negeri, kamu harus yakin dengan tujuanmu sendiri. Luangkanlah cukup waktu untuk merefleksikan motivasi-motivasi yang mendorongmu untuk mendaftarkan diri ke program yang sudah kamu pilih. Apakah program tersebut akan membawamu lebih dekat ke impianmu? Apakah negara atau universitas yang kamu tuju adalah tempat terbaik untuk memperdalam ilmu keahlianmu? Ataukah mungkin kamu ingin kuliah di luar negeri hanya karena peer pressure?

Salah satu hal yang akan dievaluasi oleh penyedia beasiswa adalah motivasimu dalam melanjutkan studi di negara atau universitas tersebut. Oleh karena itu, salah satu kunci kesuksesan adalah kepercayaan diri saat menjelaskan motivasi dan tujuanmu. Kepercayaan diri ini bisa didapatkan dengan alami apabila kamu sudah yakin dengan pilihanmu sendiri

2. Kenalilah pemberi beasiswa tersebut

Kira-kira kenapa sih lembaga tersebut rela mengeluarkan sekian banyak uang untuk membiayai orang-orang untuk studi di luar negeri? Siapa yang akan mengambil keputusan akhir mengenai beasiswa tersebut? Apa yang lembaga tersebut harapkan dari penerima beasiswanya?

Lakukanlah riset mendalam mengenai lembaga tersebut serta pengambil keputusan tertingginya. Pelajari visi dan misi mereka dalam memberikan beasiswa. Selain memperhatikan persyaratan pendaftaran beasiswa dengan seksama, kamu juga bisa mempelajari profil-profil penerima beasiswa sebelumnya. Lalu, sesuaikanlah poin-poin pembicaraanmu dengan visi dan misi lembaga tersebut. Namun, bukan berarti kamu boleh berbohong atau mengada-ada. 

Sebagai contoh, lembaga penyedia beasiswa salah satu program studi saya adalah sebuah yayasan yang ingin mendorong terciptanya pemimpin-pemimpin masa depan. Oleh karena itu, saya mempersiapkan poin-poin pembicaraan mengenai pengalaman-pengalaman kepemimpinan yang pernah saya alami, seperti dalam organisasi kemahasiswaan ataupun OSIS. Saya juga mempersiapkan poin-poin mengenai rencana masa depan saya sebagai seorang pemimpin di bidang yang saya tekuni. Poin-poin tersebut tidak mengada-ada dan sesuai dengan hati nurani saya, dan juga sesuai dengan visi dan misi lembaga penyedia beasiswa tersebut.

3. Latihan, latihan dan latihan

Sama seperti semua tantangan dalam hidupmu, wawancara akan lebih mudah apabila kamu sudah pernah mengalami hal yang serupa. Oleh karena itu, akan lebih baik apabila kamu bisa meminta bantuan teman atau keluargamu untuk bermain peran sebagai pewawancara. Ada banyak website dan blog yang menyediakan contoh pertanyaan-pertanyaan wawancara beasiswa yang bisa kamu gunakan untuk latihan.

Rekamlah latihan wawancaramu dan dengarkan lagi — apa yang masih bisa diperbaiki? Apakah dari sisi substansi ataukah dari sisi artikulasi (misalnya, suara kurang keras atau lupa kata-kata penting di tengah jalan). Setelah itu latihan lagi dan lagi sampai kamu nyaman mendengar rekaman latihan wawancara tersebut. Tanyakan pada dirimu sendiri: apabila saya adalah pengambil keputusan dalam lembaga tersebut, apakah saya akan memutuskan untuk memberikan beasiswa kepada orang di rekaman ini?

4. Persiapkan penampilanmu dari malam sebelumnya

Mempersiapkan penampilanmu dari malam sebelumnya akan menyelamatkanmu dari keharusan membuat keputusan-keputusan yang bersifat kosmetik pada hari-H. Supaya dapat fokus menenangkan dan mempersiapkan diri untuk wawancara pada hari-H, akan sangat baik apabila kamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk menyetrika baju atau memutuskan model rambut seperti apa yang akan kamu persiapkan hari itu.

Memang idealnya penampilan adalah hal terakhir yang mempengaruhi keputusan yang diambil oleh pewawancara. Namun, dalam kenyataannya, penampilan akan membentuk kesan pertama pewawancara tentang dirimu. Setidaknya pastikan bahwa penampilanmu rapi dan menunjukkan bahwa kamu menghargai waktu pewawancara tersebut.

5. Fokus kepada hal yang bisa kamu kendalikan

Kamu tidak bisa mengendalikan suasana hati pewawancaramu pada hari-H, cuaca dan kemacetan di jalan, siapa saingan-sainganmu dalam mendapatkan beasiswa, dan bahkan hasil dari wawancara tersebut. Tapi, kamu bisa mengendalikan bagaimana kamu mempersiapkan diri untuk wawancara tersebut,  penampilanmu, kapan kamu berangkat menuju lokasi wawancara, dan attitude-mu.  Oleh karena itu, fokuskanlah waktu dan pikiranmu untuk mempersiapkan hal-hal yang bisa kamu kendalikan.

Pada akhirnya, keputusan lembaga tersebut berada di luar kendalimu. Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi keputusan mereka, seperti saingan-sainganmu, kuota, atau bahkan bias terhadap hal-hal tertentu. Hal-hal tersebut bukanlah urusanmu. Urusanmu adalah berusaha mempersiapkan diri semaksimal mungkin, memiliki sikap yang positif, dan melakukan hal-hal yang sejalan dengan tujuan yang sudah kamu tetapkan di awal.

Semoga 5 tips diatas bisa membantumu dalam mempersiapkan wawancara beasiswa impianmu. Jangan lupa untuk menarik nafas dalam-dalam sebelum memasuki ruangan wawancara. Semoga berhasil!

* * *

Sumber foto: Nik MacMillan on Unsplash

SHARE
Previous articleOnye-onye and A journey to PhD Study
Next articleA Memorable Internship with the American Red Cross
Arnachani Riaseta
Arnachani Riaseta, or Chani, was born in Palembang and raised in Jakarta. She completed her bachelor's degree in International Relations from Bilkent University, Turkey, and her master's degree in Asian Studies from Nanyang Technological University, Singapore. She now works in a tech startup company aimed at improving banking experience for everyone. In her spare time, she likes to travel to new places across the globe.