Sedang Kuliah di Eropa? Raih Kesempatan Memperoleh Beasiswa Erasmus+!

0
511
Ketika mendapat kesempatan melakukan penelitian disertasi di Newcastle University, Inggris. Foto oleh Citra.

Kamu mungkin sudah pernah mendengar tentang beasiswa Erasmus Mundus, tapi sudah kenalkah kamu dengan ‘saudara’-nya, Erasmus+? Program Erasmus+ ditujukan bagi mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan baik di negara Uni Eropa dan atau beberapa negara di luar Uni Eropa. Seperti apakah program ini? Simak penjelasan dari kontibutor kami, Citra, serta pengalamannya kuliah di Istanbul dan Newcastle!

 Tahukah kamu bahwa ada peluang untuk menuntut ilmu dan memperoleh pengalaman secara gratis di lebih dari satu negara di Eropa melalui beasiswa Erasmus? Program pertukaran di Uni Eropa ini disebut Erasmus (EuRopean Community Action Scheme for the Mobility of University Students)yang telah dimulai sejak tahun 1987. Nama program ini sendiri sempat berganti-ganti dari Socrates, Socrates II, hingga Lifelong Learning Programme, dan akhirnya pada Januari 2014 dinamakan Erasmus+ (Erasmus Plus).

Bila kamu masih bermukim di Indonesia atau di luar negara Uni Eropa, kemungkinan kamu lebih familiar dengan program bernama Erasmus Mundus yang memang ditujukan untuk mereka yang berdomisili di luar Uni Eropa (partner countries). Namun, apabila kamu sedang kuliah di dalam zona Uni Eropa, maka kamu mempunyai peluang untuk meraih beasiswa Erasmus+Programme countries Erasmus+ dapat diraih bagi yang kuliah di negara Uni Eropa: Austria, Belanda, Belgia, Britania Raya, Bulgaria, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Irlandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Perancis, Polandia, Portugis, Rumania, Republik Ceko, Republik Slovakia, Siprus, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Yunani; serta non-negara Uni Eropa: Islandia, Liechtenstein, Makedonia Utara, Norwegia, Serbia dan Turki.

Hampir 10 tahun belakangan ini Erasmus+ terbuka bagi mahasiswa yang berasal dari negara non-Uni Eropa. Erasmus+ ini dapat kamu raih meskipun studi kamu telah dimulai tanpa jalur beasiswa. Bila studi kamu telah dimulai melalui jalur beasiswa, maka sebelum melamar beasiswa Erasmus+ kamu perlu mengecek apakah sponsormu dapat menerima jika kamu memperoleh beasiswa lainnya. Beasiswa Erasmus+ bukan hanya dapat diikuti oleh para pelajar, tetapi juga oleh staf pengajar dan staf non-pengajar. Artikel ini sekilas akan membahas beasiswa Erasmus+ bagi pelajar (S1, S2, S3). Perlu diingat, kamu hanya memiliki satu kesempatan dalam mendapatkan beasiswa Erasmus+ di setiap strata pendidikan untuk mengambil mata kuliah dan/atau penelitian disertasi, dan bekerja praktik dengan total durasi maksimum 24 bulan dari seluruh jenis beasiswa Erasmus+.

Beasiswa Erasmus+ untuk pelajar secara garis besar terdiri dari dua jenis.

Saat melakukan site visit Program Studi Manajemen Konstruksi Departemen Teknik Sipil. Foto oleh Citra.
Saat melakukan site visit Program Studi Manajemen Konstruksi Departemen Teknik Sipil. Foto oleh Citra.

(1) Untuk belajar (untuk mengambil mata kuliah dan/atau untuk penelitian disertasi)

Program studi yang ditawarkan di Erasmus+ memiliki lingkup yang lebih luas daripada program Erasmus Mundus. Meskipun tidak semua, mayoritas institusi pendidikan di negara-negara yang telah disebutkan di atas terdaftar untuk melakukan Erasmus+. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa S1, S2, maupun S3 setelah melewati tahun pertama di bangku kuliah. Catatan tambahan, pada umumnya durasi program S2 di Eropa (selain di Britania Raya) adalah 2 tahun.

(1a) Tahap pengecekan

Kamu dapat memperoleh informasi mengenai Erasmus+ dari situs universitasmu di bagian program internasional. Pendaftaran program ini umumnya dibuka di semester genap (spring semester), sekitar bulan Maret. Kemudian cek mengenai universitas dan negara mana saja yang menjalin kerja sama dengan program studi yang kamu ambil, serta jumlah kuota dan durasi yang ditawarkan. Mayoritas universitas yang masuk ke dalam Erasmus+ menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, namun tidak ada salahnya bila kamu mencari tahu mengenai bahasa yang digunakan di universitas yang kamu tuju. Bila ada mata kuliah yang menggunakan bahasa lokal di universitas tersebut, Erasmus+ juga memberikan beasiswa kursus singkat bahasa tersebut.

Welcome dinner bagi pelajar internasional di Newcastle University. Foto oleh Citra.
Welcome dinner bagi pelajar internasional di Newcastle University. Foto oleh Citra.

(1b) Aplikasi dan penyaringan

Ketika proses aplikasi, terdapat juga proses penyaringan. Penyaringan ini diperlukan karena keterbatasan kuota yang ditawarkan oleh Erasmus+. Kamu harus siap bersaing dengan para mahasiswa pada program studimu di universitas-universitas yang masuk dalam Erasmus+. Proses penyaringan ini tergantung kebijakan universitasmu. Selain melalui formulir aplikasi dan motivation letter, proses penyaringan dapat melalui transkrip Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai catatan prestasi akademik, hasil tes kemampuan bahasa Inggris, Curriculum Vitae (CV), surat rekomendasi dan persetujuan akademisi dari universitas asal, hingga wawancara dengan perwakilan dari Erasmus+. Bila kamu ingin memilih program penelitian, maka kamu perlu melampirkan dan mempresentasikan proposal penelitian disaat wawancara. Setelah kamu terpilih sebagai kandidat Erasmus+ dari universitasmu, maka kamu dapat mengajukan aplikasi ke universitas yang kamu tuju. Semakin tinggi kualitas universitas tersebut, maka akan semakin tinggi nilai persyaratan yang diminta. Persyaratan yang diminta tidaklah jauh dari penyaringan di universitas asal. Untuk universitas di Britania Raya biasanya diminta hasil IELTS minimal 6.5 atau 7, tergantung pada program studi yang dituju. Untuk universitas di negara lainnya, ada kalanya universitas tersebut juga meminta hasil ujian kemampuan bahasa lokal mereka dengan standar nilai tertentu. Bila kamu memilih untuk melakukan penelitian dalam Erasmus+, maka kamu juga perlu mencari supervisordari universitas yang kamu tuju dengan mengirimkan proposal penelitian. Setelah itu, kamu perlu melampirkan persetujuan dari supervisortersebut sewaktu melamar ke universitas yang kamu tuju.

Welcome dinner bagi pelajar internasional di Newcastle University. Foto oleh Citra.
Welcome dinner bagi pelajar internasional di Newcastle University. Foto oleh Citra.

(1c) Lain-lain

Untuk kamu yang berminat mengambil program mata kuliah, maka kamu perlu mendiskusikan mata kuliah yang layak kamu ambil di universitas yang kamu tuju dengan penasehat akademik di universitas asal. Kamu juga perlu mengecek sistem kredit yang diterapkan di universitas yang kamu tuju. Setelah itu kamu perlu mendapat persetujuan dari pihak fakultas atau institusi universitas asal.

(2) Untuk kerja praktik/magang

Erasmus+ tidak menawarkan posisi pekerjaan apapun. Yang ditawarkan adalah beasiswa untuk biaya hidup selama melakukan kerja praktik di luar negara universitas asal. Sedemikian rupa sehingga kamu perlu mencari pekerjaan tersebut secara independen. Kuota untuk program ini tergantung dari kebijakan universitas asal. Proses penyaringan dimulai dari isi formulir aplikasi (motivation letter, dsb) hingga ke hasil IPK, CV, surat rekomendasi dan persetujuan akademisi dari universitas asal, dan kemampuan bahasa Inggris. Komponen ini tergantung pada kebijakan universitas asal. Tentunya diwajibkan juga untuk melampirkan surat dari pihak tempat kamu akan melakukan kerja praktik.

Wisuda kelulusan siswa internasional dan apresiasi kepada lulusan terbaik berdasarkan IPK yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Turki. Foto oleh Citra.
Wisuda kelulusan siswa internasional dan apresiasi kepada lulusan terbaik berdasarkan IPK yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Turki. Foto oleh Citra.

Pengalaman dan keuntungan yang diperoleh

Tahun 2010 saya memulai kuliah S2 di Departemen Teknik Sipil Istanbul Technical University, Turki melalui beasiswa pemerintah Turki. Pada saat semeseter kedua awal 2011, saya mengajukan aplikasi beasiswa Erasmus Lifelong Learning Programme (nama sebelum Erasmus+). Saya mendapatkan beasiswa tersebut untuk penelitian disertasi di Newcastle University Inggris pada semester ketiga dan keempat. Karena kebutuhan penelitian, pada saat semester keempat saya kembali lagi ke Turki dan diwisuda disana.

Dari segi finansial, Erasmus+ memberikan beasiswa yang besarnya berbeda-beda bergantung pada negara yang dituju dan durasi program. Untuk informasi selanjutnya silahkan hubungi koordinator Erasmus+ di universitas asal.

Menyampaikan pidato singkat mewakili para lulusan saat wisuda di Istanbul Technical University, Turki. Foto oleh Citra.
Menyampaikan pidato singkat mewakili para lulusan saat wisuda di Istanbul Technical University, Turki. Foto oleh Citra.

Berdasarkan pengalaman saya, selain memperoleh beasiswa secara finansial, ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh bila mengikuti Erasmus+, diantaranya:

(1) memperoleh pengalaman dalam hal metode belajar-mengajar, karena setiap universitas di negara yang berbeda biasanya memiliki metode belajar-mengajar yang berbeda pula;

(2) mengasah kemampuan bahasa Inggris dan bahasa lokal di negara universitas yang dituju atau tempat melakukan kerja praktik;

(3) dapat mengambil mata kuliah yang diminati namun tidak terdapat di universitas asal. Terdapat juga kesempatan untuk berdiskusi dengan para pengajar di universitas yang dituju, bahkan mereka juga dapat memberi referensi yang bermanfaat ketika melamar pekerjaan atau beasiswa lainnya di masa yang akan datang;

(4) memperoleh fasilitas yang sama dengan pelajar non-Erasmus+ yang juga memiliki akses perpustakaan dan jurnal ilmiah. Universitas yang dituju tentunya mempunyai koleksi buku yang berbeda dengan universitas asal;

(5) memperluas koneksi dan jaringan pergaulan, termasuk juga mempromosikan negeri tercinta Indonesia ke teman-teman Uni Eropa;

(6) lebih mandiri karena harus tinggal di lebih dari satu negara selama masa studi;

(7) mempelajari kebudayaan baru di negara tempat universitas yang dituju;

(8) Erasmus+ sering kali mengorganisir seminar ataupun presentasi guna menggembangkan soft skills, tentunya tanpa dipungut biaya;

Ruang privat untuk menyusun penelitian disertasi di Newcastle University. Foto oleh Citra.
Ruang privat untuk menyusun penelitian disertasi di Newcastle University. Foto oleh Citra.

(9) meningkatkan rasa percaya diri. Ketika berhasil melakukan studi di lebih dari satu negara atau melakukan kerja praktik di Eropa, maka selanjutnya kamu akan merasa tertantang untuk melakukan hal yang lebih besar;

(10) pernah mengikuti Erasmus+ merupakan nilai tambah tersendiri ketika melamar pekerjaan ataupun mencari beasiswa di masa depan; dan

(11) Erasmus+ tentu saja merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan serta cocok bagi yang memiliki hobi traveling.

Jadi, sudah siapkah kamu untuk kuliah/penelitian/magang di lebih dari satu negara di Eropa melalui beasiswa Erasmus+? Selamat mencoba dan semoga berhasil!

SHARE
Previous articleKerja di Walt Disney World!
Next article5 Steps I Took to Improve my Japanese Language Fluency
Citra Chergia
Citra Chergia lahir dan dibesarkan di Jakarta. Ia adalah Ibu dari 2 orang anak, hobinya traveling. Setelah lulus S1 dari Teknik Sipil Universitas Indonesia, Citra memperoleh beasiswa S2 dari pemerintah Turki di Istanbul Technical University (Turki) dan beasiswa dari Uni Eropa Erasmus Lifelong Learning Programme untuk penelitian disertasi di Newcastle University (Inggris) tahun 2010-2012. Citra lulus dengan predikat summa cum laude dan menjadi salah satu lulusan terbaik berdasarkan IPK tahun 2012 dari seluruh penerima beasiswa pemerintah Turki dari 86 negara. Setelah 6 tahun bekerja di Indonesia, kini Citra menetap berkarir di perusahaan migas di Inggris.