Tiga Alasan Mengapa Kamu Perlu Belajar Bahasa Mandarin

0
436
Photo from CNN travel website

Walau dikenal sebagai bahasa yang sulit dipahami, bahasa Mandarin memiliki keunggulan sendiri yang membuatnya worth to learn. Ini dia tiga alasan kenapa bahasa Mandarin perlu dipelajari.

Banyak orang melihat belajar bahasa Mandarin sebagai ‘momok’ yang menakutkan. Indeed, bahasa Mandarin memang bukan bahasa yang mudah, atau setidaknya, bahasa ini memang tidak serupa dengan bahasa Indonesia. Bahasa Mandarin tidak mengenal sistem alfabet, bahkan konon, setidaknya ada 50.000 huruf kanji yang harus dipelajari terlebih dahulu untuk dapat fasih membaca surat kabar berbahasa Mandarin. Bahasa Mandarin juga sangat bergantung pada penggunaan intonasi secara akurat, suatu fitur bahasa yang sama sekali tidak ada dalam bahasa Indonesia.

Lalu, dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi untuk menaklukkan bahasa Mandarin, apakah tantangan-tantangan tersebut sepadan dengan manfaat yang akan diperoleh dari mempelajari bahasa Mandarin? Mengapa bahasa Mandarin tetap perlu dipelajari?

Well, ada setidaknya tiga alasan utama untuk itu:

1.Statistik, statistik, statistik
Mandarin merupakan bahasa resmi Negara Republik Rakyat Tiongkok, Taiwan, dan salah satu bahasa resmi yang digunakan di Singapura. Negara Tiongkok sendiri merupakan negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia, kurang lebih 1,3 miliar jiwa yang populasinya masih terus bertumbuh. Populasi yang begitu besar ini belum termasuk para ekspatriat dan imigran dari Tiongkok dan Taiwan yang tinggal di berbagai belahan dunia.

2.Tiongkok sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia
Napoleon Bonaparte pernah berkata, “Tiongkok adalah raksasa yang tertidur. Biarkanlah ia tertidur karena ketika ia terbangun maka ia akan menggentarkan dunia.”

Kala kalimat di atas diucapkan oleh Napoleon, Tiongkok masih sangat tertinggal, baik dari segi kemakmuran ekonomi maupun pembangunan dan teknologi. Namun, ramalan Napoleon ternyata benar. Tidak sampai 200 tahun kemudian, Negara Tiongkok kini telah menjelma sebagai salah satu raksasa ekonomi dunia. Kaya akan sumber daya alam, populasi penduduk terbanyak di dunia serta tenaga kerja yang murah menjadikan Negeri Tiongkok tidak hanya sebagai negara yang kerap menerima aliran-aliran dana investasi luar negeri, namun juga merupakan negara dengan pasar terbesar di muka bumi. Tidak heran, pembangunan di Negara Tiongkok amat pesat, baik dalam bidang infrastruktur, teknologi, maupun keuangan.

Photo from The Economist
Photo from The Economist website

Tidak hanya menerima beragam investasi dari pihak asing, Pemerintah dan berbagai perusahaan swasta Negara Tiongkok juga telah banyak melebarkan sayap untuk berinvestasi di berbagai negara lain. Sebut saja salah satunya kebijakan Satu Sabuk Satu Jalan (One Belt One Road) yang akhir-akhir ini sangat gencar dipromosikan, di mana pada intinya Pemerintah Negara Republik Rakyat Tiongkok memiliki visi untuk mengambil peran lebih penting dalam kancah hubungan internasional melalui pembangunan infrastruktur dan jaringan perdagangan dengan berbagai negara di dunia yang mana kesemua jaringan tersebut nantinya akan berpusat di Negara Tiongkok.

Menguatnya pengaruh Tiongkok secara pesat dalam perekonomian global bahkan telah membuat seorang Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, sampai rela meluangkan waktunya untuk mempelajari bahasa Mandarin selama 1 jam setiap hari.

3.Kemampuan berbahasa Mandarin akan membedakanmu dari banyak orang lain
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, Negara Tiongkok (yang notabene merupakan tempat lahirnya bahasa Mandarin) kini telah menjelma sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Oleh sebab itu, tidak heran jika berbagai perusahaan dari Negeri Tirai Bambu itu kini banyak menanamkan modalnya di luar negeri, salah satunya di Indonesia.

Memang, perlu diakui bahwa penanaman modal asing di Indonesia masih didominasi oleh negara-negara selain Negara Tiongkok. Namun, sebagaimana yang telah diberitakan di berbagai media massa, investasi Tiongkok ke Indonesia rata-rata terus meningkat setiap tahunnya, sehingga bukan tidak mungkin suatu hari nanti Negara Tiongkok akan menjadi investor asing terbesar dalam negeri.

Sayangnya, hingga saat ini, masih belum banyak anak muda di Indonesia yang menyadari pentingnya berbahasa Mandarin, sehingga masih sangat sedikit anak muda di negeri ini yang benar-benar fasih dalam berkomunikasi dalam bahasa Mandarin. Meskipun hal ini sebenarnya disesalkan, namun di sisi lain, ada peluang karier yang luar biasa bagi mereka yang telah menguasai bahasa Mandarin.

Selain tiga hal di atas, sebenarnya masih banyak alasan tentang mengapa bahasa Mandarin amat diperlukan untuk dipelajari. Sebagai contoh, dengan mempelajari bahasa Mandarin, secara bersamaan kita juga sedang mempelajari sejarah dan budaya Negara Tiongkok, yang pada akhirnya juga akan semakin memperkaya cakrawala berpikir kita.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo berani taklukkan bahasa Mandarin!

SHARE
Previous articleThe Joys and the Struggles in the Creative Industry
Next articleGetting through Bureaucratic Process Upon Moving To France
A law and business enthusiast, Astrid is currently pursuing her budding career as an attorney at one of Indonesia's oldest international corporate law firms. She holds a Bachelor's Degree from Universitas Gadjah Mada (Indonesia) and a Master's Degree from University of Cambridge (UK). Having spent a year in Beijing, Astrid is fluent in Mandarin. In her spare time, Astrid enjoys reading, shopping and daydreaming about more bags to collect.