Being a First-timer in Cairo International Model Arab League

0
759

Mengikuti lomba merupakan salah satu cara untuk mengasah kemampuan kita. Pertama kali mengikuti pasti gugup, namun kita akan mendapat banyak pelajaran yang berharga. Simak cerita Dina Fornia Makarim dalam pengalamannya mengikuti Cairo International Model Arab League untuk pertama kalinya.

Teman-teman mahasiswa di Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan Model United Nations (MUN). Kalau Model Arab League sepertinya belum banyak yang tahu, ya?

Model Arab League (MAL) adalah simulasi rapat persatuan negara-negara Arab atau yang biasa disebut Liga Arab. Sama halnya dengan MUN, peserta MAL akan menjadi delegasi salah satu negara yang bergabung dengan Liga Arab, lalu dibagi ke dalam beberapa council yang membahas tentang permasalahan terkait council tersebut, kemudian semua delegasi bekerjasama menentukan resolusinya.

Berangkat dari rasa penasaran akan kegiatan rapat dalam Liga Arab, juga karena permasalahan di Timur Tengah saat ini sangat menarik perhatian dunia dan kebetulan dapat info acara di Facebook ada yang mengadakan MAL di daerah Kairo, saya pun coba-coba mendaftar Cairo International Model Arab League (CIMAL) di Kairo yang diselenggarakan oleh American University Cairo. CIMAL kali ini dibagi menjadi dua tahap: tahap pembinaan dan konferensi. Bagi first-timer seperti saya, awalnya tidak ada bayangan akan seperti apa CIMAL itu. Tapi CIMAL punya nilai plus karena sebelum konferensi empat hari dimulai pada tanggal 28 November-1 Desember 2018, peserta mendapat pembinaan terlebih dahulu selama lima hari pada tanggal 13, 17, 20, 24, dan 27 November 2018.

Bagaimana cara mendaftarnya? Berapa biaya yang dikeluarkan?

Pendaftaran dilakukan secara online melalui Google form yang disediakan di halaman Facebook event CIMAL. Di situ kita mengisi nama, asal universitas, dan dua pilihan council. Biaya pendaftaran hanya sebesar 350 pound Mesir. Tapi jika pendaftar berasal dari luar Mesir, akomodasi ditanggung oleh masing-masing pendaftar.

Pesertanya dari mana saja? Apa syaratnya?

CIMAL terbuka untuk mahasiswa aktif dari negara manapun.

Council-nya apa saja? Bahasa apa yang digunakan?

Pada CIMAL tahun ini terdapat empat council yang menggunakan bahasa Inggris dalam sidangnya: Arab Human Rights, Arab Monetary Fund, Arab Criminal Court, dan Arab Foreign Minister, dan dua council yang menggunakan bahasa Arab:  Refugee Issues, dan Palestine Affairs. Adanya council yang menggunakan bahasa Arab ini merupakan nilai tambah bagi pelajar Indonesia di Mesir maupun negara Timur Tengah lain, karena konferensi ini merupakan ajang untuk mengasah public speaking dengan bahasa Arab.

Kemarin ikut council apa? Jadi delegasi negara apa?

Kemarin ketika mendaftar, untuk pilihan pertamanya saya memilih Arab Foreign Minister karena temanya lebih umum (bagi pelajar Islamic Studies seperti saya) dan menarik meskipun council tersebut menggunakan bahasa Inggris, yaitu International Terrorist Organizations in the Middle East and Post-Conflict Recovery atau bagaimana membangun negara kembali setelah dilanda perang akibat terorisme, sedangkan pilihan keduanya saya memilih Arab Criminal Court. Beberapa hari sebelum pembinaan dimulai, saya terpilih menjadi peserta Arab Foreign Minister dan di hari konferensi saya terpilih menjadi delegasi Libya secara acak, jadi bukan keinginan sendiri.

Apa yang dilakukan saat pembinaan?

Pembinaan dilakukan selama lima hari di lingkungan American University Cairo. Peserta akan mendapat materi seperti pengenalan Liga Arab, apa itu terorisme, berdiskusi bagaimana kelompok teroris bekerja, sejarah berkembangnya kelompok teroris ISIS, dan penjelasan dari tutor tentang apa saja yang akan dilakukan saat konferensi. Di malam terakhir pembinaan itu barulah diadakan opening ceremony acara tersebut secara resmi.

Konferensinya seperti apa?

Konferensi diadakan selama empat hari, dimulai sekitar jam satu siang sampai jam tujuh malam. Saat itu seluruh peserta berkumpul dengan council-nya masing-masing dalam sebuah ruangan. Konferensi dibagi menjadi dua sesi dengan dua topik yang berbeda, masing-masing dibahas dalam dua hari. Pembahasan pada sesi pertama adalah Post-ISIS in Syria, sedangkan pembahasan pada sesi kedua adalah Post-Houthi in Yemen. Di hari pertama, setiap peserta baru ditentukan menjadi delegasi dari negara apa. Kemudian peserta diberi waktu satu jam untuk menyiapkan opening speech dan bahan-bahan yang dibutuhkan ketika berdebat sesuai tema yang diberikan panitia. Setelah satu jam, barulah konferensi secara resmi dimulai. Ketua majelis konferensi atau chair akan melakukan roll call apakah setiap delegasi ingin memberikan voting atau tidak. Setelah itu, setiap delegasi memberikan opening speech-nya masing-masing, lalu debat formal ataupun informal dimulai; diselingi dengan istirahat, setengah jam kemudian debat dilanjutkan. Kemudian di hari kedua, setiap delegasi bersama-sama membuat draft resolution dan di akhir sesi kita menentukan resolusi tersebut diterima oleh council atau tidak. Prosedur ini sama dalam kedua sesi. Setelah itu ada closing ceremony.

dina 2

Pelajaran apa yang didapat saat ikut CIMAL?

CIMAL adalah wadah terbaik untuk belajar berdiplomasi dan melatih public speaking, saya bisa belajar bagaimana cara berdebat yang menghasilkan suatu solusi aplikatif untuk kepentingan bersama, bagaimana berpikir melalui cara pandang dua kubu yang saling bertolak-belakang, lalu berusaha bersama menemukan resolusi yang terbaik untuk semua pihak. Dari CIMAL juga saya bisa meluaskan koneksi dengan peserta dari negara-negara lain.

Ada tips untuk yang ingin mengikuti Model Arab League?

Bagi first-timer, gugup dan malu-malu untuk aktif dalam konferensi itu wajar, tapi menurut saya rasa gugup muncul karena kita tidak tahu apa yang ingin dibicarakan atau kurang persiapan. Jadi kita bisa mengatasinya dengan menyiapkan informasi dan data-data penting mengenai topik terkait yang permasalahannya masih hangat sebelum konferensi dimulai, sebagai contoh: dalam Arab Foreign Minister kita akan membahas terorisme dan pemulihan negara pasca-konflik, maka coba disiapkan data-data mengenai terorisme di Suriah, apa inti masalahnya, di mana posisi pemerintah Suriah dalam konflik ini, jika ISIS berhasil dibekukan dan tidak memiliki wilayah maka apa yang harus dilakukan pemerintah, negara mana saja yang mendukung pemerintah, dan negara mana saja yang mendukung tentara anti-pemerintah.

Ketika chairman telah menentukan kita sebagai delegasi negara apa, cari tahu tentang kebijakan luar negeri negara kita. Dengan begitu, kita tahu nanti akan bergabung dengan blok apa saat berdebat dan saat membuat draft resolution. Jangan lupa siapkan data-data yang mendukung statement blok kita dan yang dapat menjatuhkan statement blok lain.

Juga, pahami dengan baik prosedur Model Arab League, khususnya bagaimana menyampaikan motion, bagaimana cara mengubah formal debate menjadi informal debate atau unmoderated caucus, bagaimana cara membuat draft resolusi, dan sebagainya. Kita bisa mencari tahu lebih lanjut dari Model Arab League’s handbook yang bisa diunduh gratis melalui internet atau dari Youtube.

CIMAL sangat seru bagi siapapun yang memang ikut aktif dalam debat dan pencarian resolusi, apalagi ditambah dengan akting saat memeragakan sikap”antagonis”, membuat konferensi menjadi sangat hidup.

Photo courtesy goes to author.

SHARE
Previous articleKuliah di Luar Negeri Sambil Membesarkan Balita? Siapa Takut! (Part 1)
Next articleManaging Money, Managing Life
Dina Fornia Makarim
Dina Fornia Makarim adalah mahasiswi tingkat tiga di Universitas Al-Azhar Kairo, Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab, dengan konsentrasi dalam bidang Hadis. Dina saat ini aktif menjadi sekretaris angkatan mahasiswa Indonesia di asrama universitas dan menjadi pengurus ikatan alumni MAN Al-Azhar Indonesia di Mesir. Dina sangat tertarik dengan dunia Timur Tengah dan menyukai bahasa Arab. Saat ini, ia sedang mengasah kemampuan berbahasanya dengan mengikuti Model Arab League dan acara serupa lainnya.