Kuliah di Negara Misterius: Iran

0
736

Setelah berkuliah sementara di Indonesia, Bahesty akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa S1 di Iran. Simak ceritanya tentang pengalaman belajar di Iran serta informasi mengenai segala sesuatu tentang Iran.

Saat SMA saya tidak pernah berandai-andai untuk kuliah di luar negeri. Fokus saya hanyalah pada satu PTN ternama di Indonesia. Namun sayang saat diterima, saya harus menyerah pada takdir untuk melepaskan PTN tersebut karena biaya kuliah yang sangat tinggi dan kondisi ekonomi keluarga yang tidak memadai. Saya pun memutuskan untuk tidak melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi. Namun suatu hari, ayah saya datang dengan membawa sebuah brosur dari salah satu PTS yang tidak begitu terkenal di sudut kota Jakarta Timur. Biaya kuliah yang dapat dicicil dengan bantuan beasiswa yang diajukan untuk keluarga tidakmampu selama 3 semester.

Ayah saya berkata: “Seorang perempuan HARUS tetap melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi, karena itu salah satu senjata yang paling hebat untuk masa depannya. Dan itu akan berdampak positif untuk semua, tidak hanya untuk keluarga dan anak-anaknya tetapi juga untuk masyarakat dan lingkungannya.”. Karena melihat perjuangan dan perkataan beliau, saya jadi bersemangat untuk menjalani kuliah selama 3 semester. Perjalanan kuliah pun saya iringi dengan bekerja dan mencari beasiswa di dalam dan luar negeri.

Alhamdulillah setelah satu tahun menunggu, saya mendapatkan jawaban beasiswa dari Ministry of Sciences and Technology, Iran. Saya diterima S1 Food Technology and Engineering di Universitas Tehran. Universitas Tehran merupakan universitas tertua dan pertama di Iran, yang juga telah melahirkan orang-orang hebat tingkat internasional di Iran.

Dengan begitu, terbukalah lembaran baru dalam hidup saya. Dan muncul pertanyaan dari orang-orang di sekitar saya: “Mengapa kamu memilih Iran? Kondisi di Iran amankah? Bukannya perang?”. Saat orang-orang memilih untuk melanjutkan kuliah di benua Eropa dan negara Asia Tenggara, saya memilih untuk kuliah di Iran yang letaknya di Timur Tengah. Karena:

  1. Sebagai negara yang memiliki sejarah tua, Iran mempunyai sejarah yang panjang dalam kesenian, musik, puisi, filsafat, dan ideologi. Kebudayaan Iran telah lama memengaruhi kebudayaan-kebudayaan lain di Timur Tengah dan Asia Tengah. Sastra Iran juga tidak kurang hebatnya. Sastrawan Iran yang terkenal ialah Rumi, dan Saadi yang merupakan ahli Sufi, dan banyak menyumbang dalam puisi-puisi Sufi.
  2. Iran tercatat sebagai negara yang berdikari, karena kebanyakan produk yang digunakan masyarakat adalah hasil kerja payah masyarakatnya sendiri (produk lokal).
  3. Teknologi Iran, terutama dalam bidang kedokteran, industri perminyakan, nuklir dan otomotif secara berurutan mendapatkan kedudukan tertinggi di Timur Tengah dan Afrika. Ekonomi Iran adalah campuran Ekonomi Perencanaan Sentral dengan sumber minyak dan gas alami tertinggi di dunia. Tercatat dalam UNESCO, perbandingan tingkat pendidikan antara perempuan dan laki-laki adalah 1.22:1.00. dan setelah reformasi sekitar 70% dari perempuan di Iran mendapatkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
  4. Negara ini melahirkan tokoh-tokoh dan ilmuwan ternama di dunia seperti Avicenna dan Al-Khawarizmi.
  5. Negara Republik Islam dengan tingkat toleransi yang sangat tinggi. Walaupun ini negara Islam dan kebijakan hukum dan negara berasal dari hukum-hukum Islam, namun para penganut agama lain memiliki kebebasan dalam beribadah dan tidak ada perbedaan dalam mendapatkan segala kebijakan dan fasilitas dari negara. Setiap agama mendapatkan kebijakan sesuai dengan kepercayaan masing-masing dalam proses hukum. Negera ini pun berkembang sesuai dengan perkembangan jaman sehingga dapat dikatakan “Negara Islam Modern”.
  6. Sama seperti di negara lain, mahasiswa memiliki kebebasan dalam berpendapat dan berpakaian. Hanya saja dikarenakan negara ini adalah Republik Islam, maka sikap dan pakaian pun harus sesuai dengan aturan Islam. Bagi yang perempuan diwajibkan untuk mengenakan pakaian yang menutup aurat dan harus memakai jilbab.

426036613_105947

Cuaca

Negara ini memiliki 3 bagian secara geografis dan memiliki 4 musim: musim semi, musim panas, musim gugur dan musim salju. Iran terdiri dari 30 provinsi dan Tehran adalah ibu kotanya. Penduduk sekitar 70 juta jiwa dan mayoritas masyarakat beragama Islam.

Keamanan

Bagi saya, perempuan yang kuliah di luar negeri dan jauh dari orangtua, keamanan adalah sesuatu yang sangat perlu diperhatikan. Di Iran sudah tertanam pada masyarakatnya untuk menjaga dan menghargai perempuan dalam bidang dan aspek apapun. Sekalipun saya terpaksa harus pulang tengah malam, saya tidak merasa takut karena keamanan negara ini. Polisi laki-laki dan perempuan yang siap siaga 24 jam menciptakan kondisi yang sangat kondusif dan nyaman. Bahkan ketika saya ingin berjalan-jalan dari satu ke kota ke kota lainnya saya tidak perlu khawatir dengan transportasi umum yang saya gunakan karena jaminan dan fasilitas yang sangat nyaman.

Kehidupan Masyarakat Iran

Budaya dan keseharian masyarakat Iran memiliki kekhasan tersendiri, seperti halnya di negara lain. Masyarakat Iran sangat menyukai bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat mereka sendiri. Bahkan di akhir pekan mereka selalu meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama. Hubungan antara keluarga sangat hangat, sehingga sesama keluarga memiliki hubungan yang erat. Masyarakat Iran pun senang berpiknik bersama di taman milik pemerintah. Taman-taman yang luas dengan fasilitas yang sangat nyaman untuk berpiknik mendukung budaya masyarakatnya itu sendiri.

Masyarakat Iran tak hanya ramah dengan keluarganya sendiri. Mereka sangat menyukai orang-orang asing yang datang ke negara mereka. Jika kamu berjalan-jalan ke sini, pasti mereka akan menyapamu dengan ramah. Bahkan jika mereka merasa nyaman dengan kamu, mereka akan mengundang kamu ke rumahnya dan menyediakan masakan khas dengan mewah. Walaupun bahasa asli mereka adalah bahasa Persia, namun mereka akan berusaha tetap bisa berkomunikasi dengan kamu, meski Bahasa Inggris mereka patah-patah.

435812674_148801

Alhamdulillah saya mendapatkan keluarga dan teman-teman yang sangat baik dan perhatian. Mereka selalu memperhatikan saya baik dari segi psikologi, kesehatan dan keuangan. Merekalah alasan saya selalu mendapatkan semangat yang baru setiap harinya.

Perkuliahan

Setelah menjalani kuliah selama 3 semester di Indonesia saya benar-benar dapat merasakan perbedaaan pola mengajar dan belajar di Iran dan Indonesia. Di Iran, para mahasiswa benar-benar harus mempelajari mata kuliah dengan matang sebelum masuk ke dalam kelas. Tergantung dengan kebijakan dosen namun biasanya para dosen mengambil kuis setiap sesi. Dosen menyampaikan mata kuliah dengan lengkap dan para mahasiswa memiliki tugas untuk melengkapi dengan membuat proyek atau presentasi. Terkadang kami tidak diperbolehkan untuk copy-paste dari situs internet dan harus membaca materi melalui buku.

Hampir seluruh mata kuliah terutama di jurusan saya, teori diiringi dengan praktek. Alat-alat praktek tersedia dengan lengkap beserta bahan-bahannya. Kami memiliki 6 ruang dan laboratorium dengan alat-alat yang lengkap :

  1. Laboratorium Microbiologi
  2. Laboratorium Analisis Kimia / Kimia Pangan
  3. Ruang Teknik Industri
  4. Ruang Teknologi Pengolahan Produk Kaleng
  5. Ruang Teknologi Pengolahan Susu dan Produk Susu
  6. Ruang Teknologi Pengemasan

Praktek

Kami selalu mengadakan kunjungan ke pabrik-pabrik, sesuai dengan mata kuliah yang diampu. Dan dalam jurusan saya terdapat 2 kali Praktek Kerja Lapangan (PKL) di pabrik makanan dan minuman, dan tidak dipungut biaya sekalipun. Fasilitas lengkap, serta penanganan para dosen dan pihak kampus yang baik sangat membantu proses belajar saya sehingga saya semangat untuk belajar.

Fasilitas Kampus dan Asrama

Untuk makan, kami hanya perlu mengisi kartu mahasiswa dengan uang dan memilih makanan dengan beranekaragam menu untuk setiap minggunya. Harga makanan tidak mahal karena telah di subsidi oleh negara. Satu porsi makanan lengkap dengan minum dan buah maksimal 12000IRR(=Rp.2000).

Di dalam kampus tersedia tempat rekreasi serta fasilitas lainnya seperti: Masjid, Perpustakaan, Ruang IT/Komputer, Ruang Olahraga, Lapangan Basket, Sepak bola, Renang, Ruang makan, Health care, Klinik, dan Free Wifi di seluruh kampus bahkan di ruang terbuka sekalipun.

Bagi mahasiswa yang datang dari luar kota dan luar negeri disediakan asrama dengan fasilitas penuh seperti meja belajar, kasur dan alat tidur seperti selimut dan bantal dll, rak sepatu, lemari belajar dan alat dapur. Dalam asrama pun disediakan perpustakaan, ruang olahraga, kantin, ruang TV dan ruang belajar. Jarang sekali mahasiswa yang memilih untuk menyewa kos atau rumah, karena biaya asrama yang sangat murah.

Sebagai penutup, saya hanya ingin berkata bahwa terkadang kita semua dapat pasrah di langkah pertama, namun jangan pernah berhenti untuk melanjutkan langkahmu. Masing-masing dari kita sudah ditentukan rezekinya. Dan peluang itu ada setiap saat. Saya memang tidak memiliki apapun sebelumnya; hanya dukungan orangtua saya. Dan yang paling penting adalah tekad saya untuk mendapatkan sesuatu. Saya selalu berpendapat bahwa jika satu jalan ditutup, pasti ada pintu lain yang terbuka. Berusahalah dan kejar peluangmu, karena hasil tidak akan mengkhianati proses. Kamu tidak perlu selalu mendapat nilai tertinggi, karena nilai hanyalah angka. Yang nyata adalah usaha dan proses. Yang terpenting setelah itu adalah mempertahankan apa yang kamu dapatkan dengan rendah hati. You’ll get what you want. Just believe it and try and try. Because God never sleeps.

SHARE
Previous articleCapstone: Making Real-Life Policy Advice While Having a Blast!
Next articleDoing Good to Others: Take-away lesson from Australians and Indonesians
Bahesty Zahra
Bahesty Zahra kini aktif menjabat sebagai Sekretaris Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia(PPI Dunia) bersamaan dengan tugasnya di Ikatan Pelajar Indonesia di Iran(IPI Iran) sebagai Wakil Presiden periode 2018-2019. Lulusan SMAN 5 Depok, Bahesty merupakan mahasiswi asing pertama yang menerima beasiswa S1 Jurusan Food Technology and Engineering, Universitas Tehran dari Kementrian Riset dan Teknologi Iran. Bahasa Persia merupakan bahasa kedua yang sangat dikuasainya bahkan berhasil meraih peringkat 15 besar se-Iran dalam Olimpiade Sastra Persia di Iran.