Kuliah Sistem Informasi di University of Auckland Ternyata Asik

0
1382
Muchlis Polin

Ketika mendengar kata ‘Selandia Baru’, barangkali yang terpikir dalam benak anda adalah film Lord of The Rings yang mempertontonkan keindahan alam serta jutaan domba yang katanya lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk Selandia Baru. Muchlis Polin, salah satu kontributor Indonesia Mengglobal, bergelut di bidang informasi dan teknologi (“IT”). Muchlis sudah lama memiliki cita-cita untuk melanjutkan pasca sarjana di luar negeri tetapi saat itu bukan Selandia Baru yang menjadi targetnya. Dalam proses persiapan melanjutkan sekolah, bergelut dengan prasyarat dan dokumen, menelusuri berbagai informasi lebih jauh, akhirnya Muchlis memutuskan untuk melanjutkan studi Sistem Informasi di negeri yang damai dan indah ini. Nah, penasaran kan apa alasannya? Yuk, kita simak artikel berikut ini.

* * *

Saya telah menyelesaikan studi saya di Auckland, Selandia Baru, dengan beasiswa dari New Zealand ASEAN Scholarship. Saya kini sudah kembali ke kampung halaman, Gorontalo, untuk berkontribusi membangun kota kecil nan indah ini. Kemudian saya berpikir untuk membagikan pengalaman pribadi saya  dengan harapan dapat membantu siapapun yang mencari referensi tentang melanjutkan kuliah di luar negeri, khususnya di Selandia Baru, pada jurusan Sistem Informasi.

Clock Tower, The University of Auckland
Clock Tower, The University of Auckland

Melanjutkan studi pasca sarjana di luar negeri sudah menjadi impian saya sejak lama. Tetapi, jujur saja, untuk orang berlatar belakang teknik informatika seperti saya berkuliah di Selandia Baru tentunya tidak lazim maka Selandia Baru pun awalnya tidak menjadi negara tujuan studi saya. Tetapi inspirasi bisa datang darimana saja dan kapanpun. Seorang teman memberikan saran untuk mencoba melanjutkan studi di Selandia Baru, berangkat dari obrolan tersebut saya mencari informasi lebih lanjut tentang pendidikan di Selandia Baru khususnya di bidang IT dan Sistem Informasi dan akhirnya berpikir ‘why not?’.

Program Studi Sistem Informasi di University of Auckland

University of Auckland memiliki peringkat yang baik secara internasional dan khusus pada bidang sistem informasi dan sains komputer pun ia memiliki rekam jejak yang baik yaitu peringkat 44. Hampir semua orang berasumsi bahwa saya berkuliah Sistem Informasi di bawah School of Engineering atau School of Science, tetapi asumsi itu tidak benar. Hanya saja, yang unik adalah program studi Sistem Informasi di University of Auckland berada di bawah School of Bussiness dengan gelar kelulusan berupa Master of Commerce (Mcom). Sistem Informasi adalah ilmu terapan, dalam hal ini penerapan komputer di dalam sebuah organisasi, entitas ataupun kehidupan manusia. Pada masa saya, program studi ini menawarkan durasi 2 tahun, tetapi belakangan ini dipadatkan menjadi 1,5 tahun saja.

Salah satu fasilitas Program Studi Sistem Informasi, University of Auckland
Salah satu fasilitas Program Studi Sistem Informasi, University of Auckland

Proses perkuliahan benar-benar sangat mandiri oleh karena itu kesuksesan studi hampir sepenuhnya bergantung pada keseriusan dan  performa diri kita sendiri. Dari sudut pandang pribadi saya, belajar IT bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Dimanapun kita berada, akses yang kita dapatkan sama saja selama kita bisa mengakses jurnal-jurnal yang dibutuhkan. Program studi Sistem Informasi di Auckland menyediakan akses tersebut, termasuk juga bekerjasama dengan industri besar seperti SAP, Microsoft dan Oracle, serta menyediakan perangkat-perangkat lunak (software) yang dibutuhkan selama studi. Pengalaman belajar saya cukup bervariasi. Dengan latar belakang S1 Teknik Informatika, saya tidak memiliki masalah dengan mata kuliah bersifat teknis, tetapi saya cukup tertantang dan harus beradaptasi dengan mata kuliah berbau bisnis, manajerial, dan organisasi.

Ketika meyusun tesis, kita tentunya akan dibimbing oleh profesor dan pembimbing akan turut membantu jika kita proaktif dalam menjalin komunikasi dan meminta arahan terkait penelitian kita. Jangan ragu atau malu untuk menjangkau pembimbing kamu ya saat melakukan penulisan tesis. Penelitian di jurusan saya pun sangat bervariasi, mulai dari penelitian mengenai organisasi sampai dengan kecerdasan buatan. Saya menggunakan bekal pemrograman yang saya dapatkan ketika berkuliah S1 ditambah dengan kelas-kelas menarik yang saya ikuti selama studi S2 untuk menyelesaikan tesis saya, serta mendapatkan pembimbing yang suportif dengan ide penelitian saya. Tetapi sebenarnya penggunaan kemampuan pemrograman disarankan tetapi tidak diwajibkan, jurusan ini pun tidak menyediakan kelas pemrograman. Jika kemampuan pemrograman kamu tidak terlalu baik, maka untuk tesis nantinya bisa mengambil penelitian kualitatif dan/atau kuantitatif.

Keindahan alam Selandia Baru menjadi komponen penting ketika menjalankan studi

Bagi sejumlah orang, menjadikan keindahan alam Selandia Baru sebagai pertimbangan melanjutkan kuliah barangkali terasa agak aneh. Mungkin dikarenakan bagi mereka tugas utama mahasiswa adalah belajar, bukan jalan-jalan, maka seharusnya keindahan alam tidak dijadikan pertimbangan. Tentu opini tersebut sah-sah saja. Sebelum datang ke Auckland, saya sudah memiliki ekpektasi bahwa alam Selandia Baru memang indah. Saya tidak meragukan hal tersebut, tetapi saya tidak menyangka bahwa keindahan alam Selandia Baru terbukti menjadi salah satu pendukung utama kesuksesan studi saya. Loh, kok bisa?

Penulis ketika sedang menjalani studi di Auckland
Penulis ketika sedang menjalani studi di Auckland

Nah, bagi saya menjalani studi Sistem Informasi tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada masa di mana saya jenuh dengan banyaknya jurnal yang harus dibaca, penulisan tesis yang sempat jalan di tempat, hingga tugas-tugas perkuliahan penuh tantangan. Hal-hal sederhana seperti rutinitas olah raga lari dengan menelusuri pantai atau pepohonan di bukit-bukit, berjalan kaki ke toko-toko Asia atau pasar ikan untuk membeli bahan masakan dengan melintasi tata kota yang cantik dengan kilauan teluk, atau sekadar duduk di taman dekat apartemen bisa membantu saya menjaga semangat dan kewarasan saya dalam menyelesaikan studi. Bernapas di Auckland, yang notabene kota termaju dan terpadat di Selandia Baru, terasa sangat ringan dan memberikan kedamaian dan kesejukan. Saya juga mengasah kemampuan fotografi saya dengan begitu banyaknya objek-objek foto alam.

Hasil foto Muchlis Polin ketika mengunjungi South Island
Hasil foto Muchlis Polin ketika mengunjungi South Island

Saya yakin bukan hanya saya yang berpikiran demikian. Coba lihat deh ketika alumni Selandia Baru menceritakan pengalaman studi mereka baik secara lisan maupun tulisan, pasti keindahan alam selalu menjadi bagian dari cerita mereka. Apalagi jika kamu adalah tipe petualang dan pecinta alam, hobi lari, menjelajah dan mendaki, maka kamu bisa mendapatkan pengalaman studi yang menakjubkan. Ketika penat atau ingin mencari inspirasi, maka bisa keluar jalan-jalan sebentar, atau mengunjungi pulau-pulau terdekat dari Auckland, seperti Rangitoto dan Waiheke, atau ke provinsi lainnya di North Island. Ketika liburan musim panas atau kamu punya waktu lebih, maka kamu bisa mengunjugi South Island yang hamparan alamnya sudah terkenal sejagat raya. Untuk itu, keindahaan alam Selandia Baru bukan hanya bonus, tetapi termasuk komponen penting dalam perjalanan saya menyelesaikan S2 Sistem Informasi.

Mengutip hal-hal baik dari gaya hidup orang Kiwi

Jalur lari favorit Muchlis Polin adalah Te Ara I Whiti
Jalur lari favorit Muchlis Polin adalah Te Ara I Whiti

Oiya, Auckland termasuk dalam tiga kota terbaik di dunia dalam hal kualitas hidup berdasarkan 2017 Mercer Quality of Living Survey. Sejauh pengamatan saya, banyak orang di Auckland yang sudah sepuh secara usia tetapi masih kuat beraktivitas. Ketika saya mengikuti acara lari tahunan bernama Auckland Round the Bay, ada seorang nenek yang berlari lebih cepat dari saya dengan stamina yang sangat prima. Gaya hidup dan cara berpakaian yang sederhana yang dijalani banyak penduduk Auckland juga mengajarkan saya akan pola hidup minimalis dan tidak konsumtif.Udara segar dan infrastruktur yang rapih dan memenuhi tuntutan berbagai golongan membuat saya menjadi hobi olaraga terutama lari. Saya juga terekspos pada makanan sehat, lebih sadar dalam menjaga lingkungan dan kesehatan diri sebagai investasi utama. Saya mulai memilih bahan masakan yang lebih sehat seperti minyak, garam, gula dan sebagainya sehari-harinya.

Auckland, Selandia Baru
Auckland, Selandia Baru

Masyarakatnya ramah dan senang menolong orang lain. Orang asing yang sebelumnya tidak pernah kamu temui pun bisa menyapamu atau melontarkan senyuman. Begitu pula staf dan tenaga pengajar yang ada di universitas, mereka akan memperlakukan kamu dengan manusiawi dan selalu membantumu mengatasi permasalahanmu. Saya memiliki pengalaman yang sangat baik dengan staf di International Office yang bertugas membantu mahasiswa internasional seperti saya dalam berbagai hal guna memastikan studi saya bisa berjalan dengan baik. They will make you feel safe like home. Auckland adalah kota yang begitu multikultural, jadi kita bisa melihat orang dengan berbagai warna kulit, jenis rambut, logat berbicara, dan lain-lain. Sebagai seorang introvert, entah mengapa dengan melihat dan mengobservasi orang-orang dari berbagai latar belakang ras membuat saya nyaman dan kalem. Saya pun menjadi tertarik membaca buku-buku tentang asal-usul dan sifat-sifat manusia di setiap waktu luang.

Jangan batasi dirimu untuk belajar dan mencoba berbagai hal

Siapa yang tak ingin perjalanan menempuh pendidikan lebih tinggi menjadi pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Bukan hanya memberikan kita titel satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya tetapi juga menjadi perjalanan untuk menemukan dan menciptakan kualitas diri yang lebih baik sebagai seorang manusia. Perjalanan singkat saya di Selandia Baru merupakan life changing experience dan memberikan saya kesempatan untuk mengenal diri saya lebih baik.

Salah satu kegiatan Canoe Club yang sempat diikuti Muchlis Polin
Salah satu kegiatan Canoe Club yang sempat diikuti Muchlis Polin

Dimulai dari kegiatan ekstrakurikuler yang sangat bervariasi jadi kita bisa melanjutkan hobi yang sudah dijalani sebelumnya atau malahan bisa menemukan hobi baru. Saya dulu sempat mengikuti Canoe Club, tidak terpikir sebelumnya orang seperti saya bisa mengikuti klub seperti ini. Teman-teman di klub tersebut sangat menyenangkan dan kami melakukan berbagai macam kunjungan di beragam lokasi di Selandia Baru. Namun, saat beban kuliah semakin berat saya memutuskan untuk fokus pada perkuliahan dan mengurangi keterlibatan saya pada kegiatan luar kampus. Saya bersyukur sempat merasakan budaya kiwi dalam berolahraga dan memperluas jaringan pertemanan saya.

Foto-foto yang diambil oleh Muchlis ketika Santa Parade berlangsung di Auckland menjelang perayaan Natal
Foto-foto yang diambil oleh Muchlis ketika Santa Parade berlangsung di Auckland menjelang perayaan Natal
Semarak perayaan Balloons Over Waikato
Semarak perayaan Balloons Over Waikato

Kemudian, ada begitu banyak festival dan kegiatan-kegiatan seni di Auckland yang membuat kita ingin terlibat atau sekedar dijadikan pengalaman. Misalnya, saya pernah nonton beberapa konser artis internasional yang diadakan di Vector Arena Auckland (hanya jalan kaki 10 menit dari apartemen saya) dengan harga tiket yang relatif murah dibanding di Indonesia. Kalau di Gorontalo, saya harus berpikir berkali-kali sebelum mencoba nonton konser seperti itu karena harga tiket yang selangit dan saya harus mengeluarkan ongkos dari Gorontalo ke Jakarta untuk menonton konser tersebut.

Begitulah pengalaman studi saya di Auckland, Selandia Baru, baik dari segi akademik dan non-akademik, yang penuh suka cita dan memberikan memori yang manis. Semoga bermanfaat!

* * *

Sumber foto: Muchlis Polin