Belajar di Canberra, Ibukota Negara Australia

0
2417
Author, Stephani Chintya Deby

Popularitas Australia di kalangan penduduk Indonesia memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Selain menjadi lokasi tujuan wisata, Australia juga menjadi salah satu tempat tujuan belajar yang diminati pelajar Indonesia. Banyak dari pelajar Indonesia memilih Melbourne, Sydney, Perth, dan Adelaide sebagai kota tujuan belajar, namun jarang mempertimbangkan Canberra, atau bahkan tidak mengenal ibukota Australia ini. Padahal, salah satu universitas terbaik di Australia dan di dunia, The Australian National University (ANU), yang terletak di Canberra sangat layak untuk dipertimbangkan dalam memilih universitas tujuan belajar. Deby, salah satu kontributor Indonesia Mengglobal, akan berbagi pengalaman belajar di ANU dan menginformasikan beberapa hal menarik yang menjadi kelebihan kota Canberra.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang the Australian National University adalah banyak alumninya yang menjadi orang berpengaruh di Indonesia seperti Bapak Chatib Basri, Bapak Marty Natalegawa, dan Ibu Mari Pangestu. Para alumni asal Indonesia yang sukses dan berpengaruh ini juga menjadi perhatian ANU sehingga cukup sering diadakan seminar berbau ke-Indonesia-an di ANU. Salah satu tujuan popular di ANU adalah Crawford School of Public Policy yang tidak diragukan lagi kualitasnya, tetapi disamping itu banyak fakultas dan jurusan menarik lainnya seperti Applied Anthropology and Participatory Development, dan International Relations yang juga turut menjadi primadona.

Proses pendaftaran perkuliahaan di ANU pada umumnya sama dengan universitas-universitas lainnya di Australia, dibuka 2 kali dalam setahun. Untuk perkuliahaan Februari, pendaftaran akan mulai dibuka pada pertengahan bulan Desember tahun sebelumnya, dan untuk perkuliahaan Juli, pendaftaran dibuka pada akhir bulan Mei. Proses aplikasi memakan waktu 4-6 minggu. Semua informasi pendaftaran, jurusan, dan informasi lainnya bisa diakses di website ANU (www.anu.edu.au).

Source: Lonely Planet – The New Parliament House
Source: Lonely Planet – The New Parliament House

Setelah sedikit mengenal ANU ada baiknya juga untuk sedikit mengalihkan perhatian ke kota Canberra, dimana banyak yang mengira Sydney atau Melbourne sebagai ibukota Australia. Yuk kenal lebih dekat dengan Canberra!

1. Memiliki 4 musim

Musim gugur 2018 - @stephanideby
Musim gugur 2018 – @stephanideby

Sama seperti kota-kota lainnya yang berada di bagian selatan benua Australia, Canberra memiliki 4 musim: musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi. Penting untuk diketahui, musim dingin di Canberra tidak bersalju, tetapi di beberapa lokasi (±2 jam dari pusat kota) terdapat kawasan ski yang bisa dikunjungi selama musim dingin. Selain itu, Canberra terkenal sebagai kota yang paling dingin diantara kota lainnya di Australia. Banyak warga Australia dari kota lain yang juga mengeluhkan dinginnya Canberra.

Suasana musim gugur di Canberra - @stephanideby
Suasana musim gugur di Canberra – @stephanideby

Pada tahun ini, setelah musim panas berakhir di akhir bulan Maret lalu dan berganti dengan musim gugur yang seharusnya berlangsung hingga pertengahan Juni, musim dingin justru sudah mulai terasa sejak awal bulan Mei dimana suhu kurang dari 10 derajat mulai rajin berkunjung bahkan selama musim gugur. Jadi bagi kita masyarakat tropis, harus mulai mempertimbangkan salah satu aspek ini terlebih bagi yang akan memulai perkuliahan di bulan Juli.

2. Kota yang menawarkan ketenangan 

Canberra Peace Park - @stephanideby
Canberra Peace Park – @stephanideby

Baru- baru ini Canberra dinobatkan sebagai ‘one of the world’s top 10 cities to visit’ setelah Seville dan Detroit oleh Lonely Planet karena dianggap memiliki keunikan tersendiri dan menawarkan banyak tempat menarik yang jarang diketahui seperti the Australian War Memorial, the old and new Parliament House, dan Mount Ainslie Lookout. Meskipun demikian, kenyataan bahwa Canberra merupakan kota yang sunyi dan kondusif untuk belajar terkadang dianggap menjadi kekuarangan dari kota ini.

The National Library of Australia - @stephanideby
The National Library of Australia – @stephanideby

Banyak pelajar Indonesia yang mencari kota yang berbeda dari kota kota di Indonesia untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri. Hal itu lumrah, karena pada awalnya kondisi sunyi di Canberra juga menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar mahasiswa Indonesia di ANU, tetapi setelah menjalani dan menyelesaikan masa kuliah di sini akan banyak hal yang dirindukan dari kota ini dan tidak ditemukan di kota lainnya. Selain itu hal terpentingnya adalah suasana dan kondisi di Canberra sangat positif dan tersedianya perpustakaan di setiap wilayah yang terintegrasi dengan the National Library dalam mendukung kegiatan selama belajar.

Ketenangan ini mungkin juga disebabkan oleh ketaatan pada aturan yang berlaku. Bagi sejumlah orang Indonesia, sepertinya menaati peraturan merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan. Tetapi berbeda dengan Canberra. Saya sudah melakukan kunjungan ke beberapa kota lainnya di Australia, dan bisa saya simpulkan bahwa Canberra merupakan kota yang paling teratur dalam segala hal, mulai dari tata tertib lalu lintas, izin bekerja dan menjalankan usaha, bahkan hingga keamanan di tempat hiburan.

3. Sangat ramah untuk bersepeda

Dalam hal fasilitas transportasi umum, Canberra memiliki bus umum yang terjadwal dan dapat dicek secara realtime. Bus umum di Canberra ini sangat nyaman dan tepat waktu, sehingga sangat mudah untuk mengatur perjalanan dan menyesuaikannya dengan waktu kita, dan yang paling penting untuk pelajar diberikan harga yang lebih murah dari harga normal. Disamping itu, bersepeda juga menjadi pilihan banyak pelajar di Canberra, selain jarak tempuh yang terhitung pendek dari satu lokasi ke lokasi lain, banyaknya lokasi parkir sepeda yang tersedia, serta jalur khusus yang aman bagi pengendara sepeda, dan ketersediaan bus dengan fasilitas untuk mengangkut sepeda, membuat bersepeda menjadi salah satu alternatif transportasi di Canberra.

4. Tips untuk para pelajar Indonesia di Canberra

Banyak pelajar yang mengalami masalah keuangan ketika sedang belajar di luar negeri, hal ini bisa dikarenakan ketidakmampuan mengatur keuangan dan juga dikarenakan kurangnya informasi-informasi seputar kehidupan di Australia.

  • Akomodasi. Untuk meminimalisasi pengeluaran, berbagi tempa tinggal dengan pelajar lainnya dapat menjadi solusi. Harga unit yang disewakan juga beragam mulai dari AUD $130 -275 per minggu. Saran saya, kamu sebaiknya bergabung di komunitas PPIA ACT ataupun komunitas-komunitas orang Indonesia agar mendapat informasi terkait unit yang tersedia.
  • Makanan. Sebaiknya kamu memasak sendiri makanan sehari-hari, maka total pengeluaran mingguan akan bisa ditekan. Ketika kita bisa mengatur pengeluaran untuk makanan maka pasti kondisi keuangan akan jauh lebih baik. Lokasi belanja bahan makanan juga menentukan besaran pengeluaran, banyak yang rajin memantau website coles ataupun woolworths untuk melihat harga promo harian atau berbelanja di pasar Fishwick yang pastinya menawarkan harga lebih murah.
  • Hiburan. Hal ini juga penting untuk mengimbangi kegiatan selama belajar di Canberra. Sebagian besar pelajar akan memanfaatkan harga promo khusus pelajar untuk menonton film di Dendy Cinema setiap hari Rabu dengan harga tiket $8 (harga normal $22). Selain itu juga banyak kegiatan harian menarik yang bisa selalu dipanatau di Facebook untuk mengisi waktu kosong yang dimiliki.

Demikian sedikit informasi untuk mempertimbangkan Canberra sebagai salah satu tempat tujuan belajar di Australia. Masih banyak hal menarik lainnya yang belum diulas pada artikel ini seperti café dan restoran, serta berbagai kedai kopi yang mengusung tema unik. Nah, informasi lebih lanjut bisa didapatkan dengan mengunjungi laman situs www.visitcanberra.com.au untuk informasi seputar Canberra atau www.ppia-act.org untuk informasi seputar kegiatan para pelajar Indonesia di Canberra.

Sumber foto: Lonely Planet & Instagram/Facebook Stephani Deby