Jangan Sampai Kehilangan Kunci di Jerman!

0
728
Key illustration. Photo from Pixabay.

Nasib sial bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Kontributor kami, Widi, bercerita tentang pengalamannya kehilangan kunci saat di Jerman yang berujung harus membayar ratusan Euro serta berbagi tips untuk mengantisipasi agar kejadian yang sama terulang lagi!

Kehilangan kunci termasuk salah satu kejadian terburuk  yang saya alami selama tinggal di Jerman. Well, technically bukan saya sih yang kehilangan, tapi sahabat saya. Namun, saya tetap saja kena getahnya! Saya ingin berbagi kisah ini agar kamu, terutama yang tinggal di Jerman, tidak mengalami kejadian serupa.

Insiden ini terjadi sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya sedang pergi bersama sahabat saya, sebut saja namanya Adit ke Christmas Market. Nah, ketika kami pulang ke apartemennya, Adit baru sadar kalau ternyata kuncinya raib! To make it worse,  saat itu sudah di atas jam 9 malam di hari Minggu. FYI,  hari Minggu adalah hari sakral di Jerman di mana hampir semua toko tutup.

Untung saja, flatmateAdit saat itu ada di rumah dan bisa membukakan pintu. Yah, tapi kami tetap tidak bisa membuka pintu kamar.

Setelah bangkit dari kepanikan, kami mencoba beberapa solusi yang memungkinkan.

  1. Kontak Vermieter/in (landlord atau ibu kos)

Kebetulan,landlordAdit saat itu sedang berada di luar kota. Ketika kami menghubunginya, ia hanya bilang kalau ia tidak punya kunci duplikat dan menyuruh kami menghubungi Schlüßeldienst (key serviceatau tukang kunci). Well, okay☹

  1. Kontak Schlüßeldienst (dengan berat hati)

Kenapa berat hati? Karena kami tahu ongkosnya pasti mahal banget. Apalagi di Minggu, yang artinya butuh layanan spesial dengan harga spesial (alias dua kali lipat). Kami menelepon beberapa Schlüßeldienst dan mereka membuka harga di 150-250 Euro.

Side note:Menurut informasi dari teman lain yang pernah mengalami kejadian serupa, kalau kamu tinggal di Studentenwerk (student dormitory), biasanya ada layanan emergency calljika kamu ketinggalan kunci di kamar atau kehilangan kunci. Saat itu, dia menelepon emergency callmalam-malam dan harus bayar sekitar 180 Euro.

Waktu kami tahu harganya 250 Euro, tentu saja kami syok. Tapi, mau bagaimana lagi? Kan pintu kamar tetap harus di buka.“Ya mungkin oke lah 250 Euro, toh ini weekend dan sudah malem. Di student dorm saja bisa 100 Euro lebih,” pikirku.

Dan ternyata, setelah kami melihat harga di situs ahli kunci lainnya, memang harganya rata-rata segitu.

 

Scrennshot1 Screenshot2

Source: https://schluesseldienst-heilbronn-24.de/

Tapi sepertinya harga tersebut belum termasuk service cost, spare parts, transport, dan lain-lain. Mungkin harga di situs adalah untuk kasus ‘normal’ seperti terkunci di luar tanpa mengunci pintu. Jadi, jangan tertipu dengan harga yang ada di website atau info dari call center.The worst is yet to come, guys…

Setelah nunggu sekitar setengah jam, tukang kunci akhirnya datang. Setelah ia mengecek kondisi pintu dan kuncinya (yang ternyata adalah kunci tipe lama karena apartement Adit adalah bangunan tua), dia mulai merinci biaya yang dibutuhkan. Setelah berdiskusi, ternyata ia bilang kalau total semua adalah 650 Euro! OMG!Bayar sewa kamar 2,5 bulan raib begitu saja..

Berikut ini adalah rincian detailnya:

  • Jasa Schlüßeldienst secara umum (harga yang tercantum di website dan kalo weekend bisa dua kali lipat)
  • Handlepintu harus dibongkar
  • Handlepintu baru
  • Kunci baru
  • Transport tukang dengan mobil dari kantor ke lokasi
  • Jasa reparasi dengan hitungan per 15 menit
  • Dan lain-lain

Sayang, saya tidak ingat rincian persisnya dan tidak menyimpan bonnya, tapi yang pasti saya ingat adalah betapa mahal biaya yang harus dikeluarkan. Ini pun sebenarnya sudah dibantu oleh tukang kunci tersebut yang kasihan pada kami yang berstatus pelajar, sehingga dia hanya menghitung jasa kerja selama 15 menit dari yang seharusnya 45 menit.

Untuk mengakhiri kisah tragis ini, saya ingin mengingatkan kalian untuk lebih teliti dan hati-hati terhadap barang kalian, apalagi kunci. Di Jerman, kita tidak sembarangan membuat duplikat kunci, harus ada izin dari pemilik rumah dan harganya pun cukup mahal. Semua kunci itu terdaftar dan ada nomornya!

Saya juga mau memberi sedikit tips untuk antisipasi,just in case kalian terkena nasib sial dan kehilangan kunci:

  1. Beli Haftplichtversicherung

Asuransi ini berguna kalau kamu tak sengaja merusak barang orang. Biasanya kalau mau menyewa apartement, landlordkadang minta supaya kita punya Haftplichtversicherung sebelumnya. Nah, belilah yang termasuk kehilangan kunci, ya! Harusnya tidak terlalu mahal, hanya sekitar 60 Euro.

Tips lainnya dari tukang kunci, kalau ada teman yang punya Haftplichtversicherung, kita bisa bilang kalo dia yang menghilangkan kuncinya. Nanti teman kita itu bisa claim. Tapi, downside-nya ya jadi merepotkan teman. Lebih baik kamu punya sendiri.

  1. Double checksebelum keluar rumah

Jangan sampai ketinggalan kunci di dalam! Kadang pintu di Jerman otomatis terkunci kalau ditutup dari luar. Asumsi saya sih biaya jasa Schlüßeldienst akan lebih — tapi tetep aja bisa sampe 100 Euro lebih.

  1. Taruh kunci di tempat yang aman dan tak gampang jatuh

Kadang kita tak sadar meletakkan kunci di kantong jaket dan ternyata kuncinya nongoldan jatuh ☹So hati-hati yah!

 

 

 

SHARE
Previous articleBeasiswa Pendidikan Diploma di China
Next articleManisnya Budaya Indonesia di Negeri Sakura
Widiana Mutyasari
Widiana Mutyasari, or Widi, graduated from Environmental Engineering Department of Institut Teknologi Bandung. She worked for an environmental consultant focusing on sustainable waste management and in an intergovernmental organisation focusing on climate change policy framework. Widi then pursued her master’s degree in Technical University of Munich majoring Sustainable Resource Management with specialisation in Forest Ecosystem Management and Renewable Resources. Widi currently lives in Munich and will graduate soon. In her spare time, she enjoys hiking, travelling, swimming, reading, and photography.