Beasiswa Pendidikan Diploma di China

0
628

Tidak hanya pendidikan sarjana, master, atau doktoral, ternyata ada pula peluang sekolah diploma di luar negeri. Contohnya pengalaman Regina mengenyam pendidikan diploma 3 di China ini. Yuk baca artikel ini untuk tahu apa saja persiapan Regina menuju pendidikan diploma 3 di China!

Aku adalah salah satu mahasiswi jurusan Nutrisi dan Kuliner di Jiangsu Food and Pharmaceutical Sceince College, Huai’an, China. Sejak September 2017 memulai kehidupan di Cina, kegiatanku adalah belajar bahasa Mandarin. Mungkin banyak orang yang bertanya, kenapa memilih negara China sebagai tujuan kuliah luar negeri? Kenapa bukan negara Amerika atau negara-negara di Eropa?

Alasan memilih Beasiswa ke China
Awalnya, aku ingin kuliah di luar negeri dengan beasiswa untuk meringankan beban orang tua dalam membiayai masa pendidikan. Saat itu, aku mendapat tawaran untuk berkuliah di Jerman dan China. Namun, hanya China yang memberi tawaran beasiswa dan tawaran jurusan yang aku inginkan, yaitu rumpun kesehatan.

Ada berbagai jenis beasiswa yang dapat kamu dapatkan di China, mulai dari beasiswa dari lembaga les bahasa Mandarin Indonesia-China, beasiswa musim pendek, beasiswa belajar bahasa, sampai beasiswa dari pemerintah China. Beasiswa yang aku terima adalah beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jiangsu, China.

Lingkup Beasiswa
Beasiswa yang aku dapatkan diperuntukan untuk pendidikan Diploma 3 yang harus ditempuh selama 3 tahun masa studi. Beasiswa mecakup biaya kuliah dan tempat tinggal di asrama selama 3 tahun. Memang, biaya hidup dan buku pelajaran harus ditanggung dengan biaya pribadi. Namun, bagiku beasiswa yang aku dapatkan sekarang sudah sangat membantu karena biaya hidup di China tidak terlalu tinggi. Untuk buku pelajaran hanya dibayarkan sekali dalam setahun dan biayanya tidak terlalu mahal bagi kantong mahasiswa. Untuk satu tahun program bahasa, aku hanya mengeluarkan uang sebesar 500 yuan yakni sama dengan satu juta rupiah untuk mendapatkan 16 buku paket beserta buku catatannya.

Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa ke China
Cara mendapatkan beasiswa di China tidak terlalu sulit. Untuk beasiswa program diploma seperti yang aku dapatkan, aku tidak melewati tahap tes tulis ataupun wawancara, namun hanya mengisi formulir dalam bahasa Inggris dan menceritakan beberapa paragraf tentang perjalanan hidup dan prestasiku. Peluang pelajar asal Indonesia untuk kuliah ke China sangat besar, hampir 85% pelajar asal Indonesia yang mendaftar ke China akan diterima. Selama persiapan kuliah ke China, aku mendapatkan informasi beasiswa melalui PPI Tiongkok. Teman-teman Indonesia yang sedang kuliah di China sangat membantu saya dari awal proses pencarian beasiswa, pendaftaran, sampai keberangkatan. Sisi positif dari mendapat bantuan melalui PPI Tiongkok adalah kita dapat menghemat biaya pendaftaran tanpa melalui jasa agen yang biasanya lebih mahal. Mendaftar melalui agen atau lembaga mungkin prosesnya lebih cepat dan terjamin, namun biaya yang dikeluarkan juga akan jauh lebih besar dibanding melalui kakak-kakak PPI Tiongkok seperti yang aku lakukan.

Persiapan Dokumen
Sebelum mendaftar, diperlukan beberapa berkas yang harus dipersiapkan. Pertama, mengisi formulir pendaftaran dalam bahasa Inggris dilengkapi dengan scan sertifikat, ijazah dan paspor. Selanjutnya, berkas tersebut dikirim via e-mail ke PPI Tiongkok. Jika diterima, surat penerimaan akan dikirimkan langsung dari China kurang lebih 2 minggu sampai 1 bulan masa pengiriman. Setelah surat penerimaan datang, kita diwajibkan untuk mengurus visa dan melakukan medical check-up. Setelah semua syarat berkas telah terpenuhi, aku sarankan untuk mengkopi beberapa berkas penting seperti ijazah, sertifikat, paspor dan visa sebelum berangkat. Menurutku, karena kita akan tinggal jauh dari orang tua, ada baiknya jika berkas penting versi aslinya kita pegang, sementara orang tua dititipkan versi fotokopiannya untuk berjaga-jaga.IMG_8467

Persiapan Bahasa Mandarin
Selain persiapan berkas, kita juga harus melakukan persiapan lainnya yaitu belajar bahasa. Mungkin banyak orang mengira bahwa masyarakat di luar negeri dapat berbahasa Inggris, namun nyatanya sama seperti Indonesia, belum tentu semua masyarakatnya mampu berbahasa Inggris. Seperti China, bahasa nasionalnya adalah bahasa Mandarin sehingga tidak semua orang mampu menggunakan bahasa Inggris. Maka, persiapan belajar bahasa Mandarin sebelum keberangkatan sangat dianjurkan untuk mempermudah kehidupan di sana. Sebelum berangkat, aku tidak pernah mengikuti les bahasa Mandarin. Mungkin berbeda dengan teman-teman yang mendaftar beasiswa lewat agen, di mana sebagian dari mereka mendapat pelatihan bahasa Mandarin setidaknya satu bulan sebelum keberangkatan. Meskipun aku tidak megikuti les bahasa Mandarin saat di Indonesia, aku berusaha belajar secara otodidak dengan membeli kamus bahasa Indonesia-Mandarin dan belajar melalui video di YouTube. Di YouTube sudah banyak sekali video belajar bahasa Mandarin. Sesampainya di China, kemampuan dasar bahasa Mandarin awalku dibanding teman-teman yang mengikuti bimbingan les bahasa Mandarin di Indonesia tidaklah terlalu jauh. Jadi menurutku, calon pelajar ke China yang ingin belajar bahasa Mandarin bisa memilih untuk belajar melalui lembaga bimbingan belajar bahasa atau pun belajar secara otodidak.

Persiapan Niat dan Mental
Sebelum berangkat jauh untuk kuliah ke luar negeri, kita harus punya alasan kuat mengapa kita harus pergi jauh untuk kuliah. Bagiku, alasannya karena ingin mendapatkan beasiswa sehingga dapat mengurangi tanggungan orang tua dan ingin menjadi lebih mandiri di negeri orang. Dengan memiliki alasan tersebut, menjadi motivasi bagiku sehingga niat dan mentalku tidak mudah untuk dibelokkan. Tantangan kuliah di luar negeri sangatlah besar dan berbeda-beda, tergantung bagaimana cara kita melihat dan mengatasinya. Sebelum kita berbelok terlalu jauh dari tujuan awal kuliah di luar negeri yang akhirnya memungkinkan kemungkinan terburuk dapat di pulangkan ke Indonesia, maka benar-benar dipersiapkan niat dan mental dari awal. Ketika dilanda tantangan atau masalah, ingatlah selalu apa tujuan awal kita ke luar negeri – semoga dapat menjadi motivasi untuk kembali belajar mencapai apa yang diinginkan.IMG_8466