Berhemat di Wellington, Why Not?

0
582
New Zealand Dollar

Beberapa waktu belakangan, Dwi Wahyuningtyas kerap mendapatkan email yang menanyakan berapa kira-kira besaran biaya hidup di Wellington dan bagaimana cara berhemat ketika menjalani studi di Wellington. Hal ini mungkin disebabkan karena stigma bahwa “hidup di luar negeri pasti mahal” masih melekat di benak banyak orang. Pada artikel berikut ini, Dwi Wahyuningtyas akan berbagi tips berhemat di Wellington.

Ada benarnya jika biaya hidup di luar negeri cenderung dianggap mahal bagi sebagian besar orang Indonesia, namun jika diakali, sebenarnya berhemat bukanlah sesuatu yang mustahil. Dikarenakan pertanyaan serupa terus bermunculan, dalam artikel ini saya akan sedikit memberikan tips untuk bisa hidup di Wellington dengan kantung mahasiswa.

Supermarket yang menjual bahan-bahan makanan dengan harga terjangkau
Supermarket yang menjual bahan-bahan makanan dengan harga terjangkau

1. Jangan malu membeli barang bekas pakai

Di Wellington, biasanya ada beberapa grup di media sosial yang khusus menawarkan barang bekas pakai dengan kondisi yang masih bagus, misalnya grup VicDeals di Facebook. Bergabunglah dengan grup ini. Jangan ragu untuk membeli, karena biasanya barang yang ditawarkan cukup miring dengan kualitas yang bagus. Misalnya untuk pemasak nasi (rice cooker) seharga NZD 25-35 jika beli baru bisa didapatkan hanya dengan NZD 5-15 saja dengan kondisi yang masih sangat layak. Jangan ragu pula untuk menawar jika harga dirasa terlalu mahal. Kamu juga sebaiknya memiliki cukup info tentang benda yang akan dibeli dengan menghubungi penjualnya karena terkadang gambar yang di-posting kurang sesuai dengan barang yang akan dijual. Selain itu, mahasiswa Indonesia yang akan pulang biasanya tidak membawa seluruh barangnya dan memberikannya secara cuma-cuma atau menjualnya dengan harga yang sangat murah pada mahasiswa Indonesia yang masih bermukim di Wellington.

2. Tinggal bersama teman (apartment sharing)

Salah satu pengeluaran yang paling besar selama di Wellington adalah akomodasi. Harga sewa apartemen naik tiap tahun. Hal itu bisa diakali dengan tinggal di apartemen yang sama dengan teman sehingga harga sewa apartemen bisa dibagi. Satu apartemen biasanya bisa dihuni sekitar 3-5 orang. Semakin banyak penghuni tentu harga sewa per kamar menjadi lebih murah, tentunya dengan seizin pemilik apartemen (landlord). Jika bisa berbagi, maka harga sewa per kamar biasanya hanya sekitar NZD 150-220 per week termasuk listrik dan internet. Untuk yang memilih berhemat dengan cara ini juga harus memastikan faktor kenyamanan dan kecocokan dengan teman yang diajak tinggal serumah. Harga sewa apartemen samgat beragam, tergantung dengan lokasinya. Bagi yang memilih tinggal jauh dari kampus biasanya biaya sewa akan jauh lebih murah, tetapi juga harus mempertimbangkan biaya transportasi yang pastinya lebih mahal. Menurut saya, jika ditotal sebenarnya harganya sama saja, atau bahkan terkadang lebih mahal. Belum lagi waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk pergi ke dan pulang dari kampus.

3. Memasak makanan sehari-hari

Memasak sendiri menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk berhemat di Wellington. Dengan anggaran sekitar NZD 30-50 per week, kita sudah bisa membeli sayur, buah, daging, bumbu dapur, dan makanan beku. Atau sekitar NZD 60 per week jika sesekali kita ingin membeli kopi atau makan di luar. Sekali-kali makan di luar juga penting, supaya tidak jenuh karena hampir setiap hari makan masakan sendiri di rumah. Namun, perlu diingat jangan terlalu sering karena itu bisa membuat anggaran jebol.

Ragam sayuran yang dibeli oleh penulis
Ragam sayuran yang dibeli oleh penulis

4. Membeli sayur dan buah di Sunday Market

Sunday Market, yang sesuai dengan namanya hanya ada di hari Minggu, bisa ditemukan di Wellington Harbour dan Willis Street. Di Sunday Market, sayur dan buah dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan yang dijual di supermarket. Seperti seikat wortel yang di supermarket dijual seharga NZD 3-5, di sini di jual dengan harga NZD 1-2 saja. Tidak hanya sayur dan buah, Sunday Market juga menjual bahan makanan lain seperti tahu, ikan laut segar, aneka bumbu masakan, kecambah, telur, dan lain sebagainya.

5. Membeli sayur dan buah di Vege Market kampus

Beberapa kampus memiliki Vege Market, seperti Victoria University of Wellington dan Kelburn Campus, yang menggelar Vege Market pada hari Rabu. Harga buah dan sayur di Vege Market memang lebih mahal dibandingkan dengan Sunday Market, tapi berbelanja di sini bisa dijadikan alternatif seandainya tidak sempat pergi ke Sunday market, karena harganya biasanya tetap lebih murah dibandingkan di supermarket. Universitas juga menyediakan jasa pemesanan dan penjualan sayur dan buah untuk mahasiswa. Misalnya, Victoria University of Wellington yang memiliki Fruit and Vege Co-op di mana dengan NZD 12, mahasiswa bisa membawa pulang dua plastik besar sayur dan buah yang biasanya cukup untuk bahan memasak hingga dua minggu. Atau jika kamu menganggapnya terlalu banyak, kamu bisa patungan dengan temanmu. Wah, semakin hemat kan?

6. Rajin mencari diskon dan promo

Semua orang suka diskon, tak terkecuali mahasiswa. Biasanya toko-toko besar akan mengadakan diskon besar-besaran di akhir musim, seperti winter sale, autumn sale, spring sale, summer sale. Namun, diskon yang paling besar biasanya ketika boxing day, yaitu tanggal 26 Desember. Biasanya di tanggal ini, orang-orang akan tumpah ruah ke toko-toko mengantri sampai ke jalanan. Jaket bermerek yang aslinya seharga NZD 60 bisa didiskon hingga tinggal NZD 25. Begitu juga dengan sepatu seharga NZD 300an bisa hanya menjadi NZD 100-an saja. Namun, tetap hati-hati karena terkadang barang yang di-diskon memiliki cacat produksi. Juga, meskipun diskon, belilah barang-barang yang benar-benar dibutuhkan saja. Jangan justru membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan yang hanya akan berujung pada pemborosan.

7. Selalu membawa kartu mahasiswa

Sudah bukan rahasia lagi jika kartu mahasiswa adalah kartu sakti. Selain sebagai akses keluar masuk kampus, juga bisa digunakan untuk memperoleh diskon. Untuk masuk tempat wisata biasanya ada diskon yang lumayan bagi yang bisa menunjukkan kartu mahasiswanya. Beberapa toko juga memberi potongan khusus bagi mahasiswa. Untuk transportasi umum seperti cable car pun memberi potongan khusus bagi yang masih berstatus mahasiswa.

8. Menggunakan Snapper Card jika naik transportasi umum

Di Wellington umumnya harga tiket naik bus sekitar NZD 3-7 tergantung jarak. Jika menggunakan snapper card, penumpang bisa mendapatkan diskon hingga sekitar 30%. Kartu ini bisa dibeli seharga NZD 10 dan isi ulang mulai dari NZD 5. Jika seminggu kita bolak-balik ke kampus menggunakan bus, tentu diskon yang didapat juga lumayan. Selain bus, kartu tersebut juga bisa digunakan untuk naik kereta api dan cable car.

9. Bekerja Paruh Waktu  

Banyak mahasiswa yang bekerja paruh waktu di restoran atau tempat lainnya ketika akhir pekan atau waktu liburan. Mahasiswa internasional di Wellington boleh bekerja maksimal 20 jam per minggu ketika perkuliahan berlangsung dan bekerja penuh waktu musim liburan. Bagi mahasiswa yang membiayai perkuliahannya sendiri, bekerja sampingan akan sangat membantu keuangan. Dengan gaji sekitar NZD 20 per jam, mahasiswa bisa mencukupi kebutuhannya jika mau bekerja paruh waktu dan mau berhemat. Namun, tetap jangan melupakan tugas utama untuk belajar, jangan justru keasyikan mencari uang dan lalai belajar.

Sebenarnya masih banyak trik dan tips, meskipun garis besarnya sama, yakni bagaimana kita bisa membelanjakan uang sesuai dengan anggaran yang kita miliki. Semuanya kembali lagi ke masing-masing individu, terutama gaya hidup. Yakinlah bahwa jika kita bisa mengelola keuangan dan menyesuaikan gaya hidup kita, maka sangat besar kemungkinan kita bisa berhemat hidup di luar negeri, bahkan untuk kota yang tergolong mahal sekalipun seperti Wellington.

Kredit foto: Penulis dan cnbc.com