Memimpin Organisasi di Tanah Rantau

0
605

Being active in a student organization is one of the non-academic activities that can be done when studying abroad. A huge amount of experience and a wider circle of friends are several of the many advantages we can obtain. In this article, IM Content Director, Siti Zulfa Azzahra had the opportunity to interview Shah Firizqy Azmi, the leader of PPI Konya in Turkey, via e-mail. He has had several years of experience being in PPI Konya before finally being elected as their leader, and was eager to share his experience and tips on being active in PPI.

Halo, apakah Anda dapat memperkenalkan sedikit tentang diri Anda?

Nama saya Shah Firizqy Azmi, namun orang-orang biasa mengenal saya dengan nama pendek ‘Fiqi’. Saat ini, saya sedang menjalani studi Teknik Mesin di Selcuk Universitesi di kota Konya, Turki.

Bagaimana perjalanan Anda dengan PPI Konya, hingga bisa menjadi ketua seperti sekarang ini?

Perhimpunan Pelajar Indonesia Konya, atau PPI Konya, adalah bagian dari keluarga saya. Pertama kali datang ke Konya, PPI Konya-lah yang menyambut hangat, dan dari PPI Konya-lah saya belajar bagaimana menjalin hubungan di dalam organisasi, menyeimbangkan profesionalisme dan kekeluargaan, serta menjaga nama baik Indonesia sebagai mahasiswa perwakilan negara di Turki.

Menjadi ketua tentunya tidak hanya dengan keberanian semata, pertama-tama saya harus mendapatkan kepercayaan dari teman-teman PPI Konya. Kepercayaan itu didapatkan dari kedekatan dan kinerja selama menjadi staf di PPI Konya. Awal tahun 2016, di bawah kepemimpinan Luthfy Ramiz, saya dipercaya mengatur bidang pendidikan, mulai dari diskusi sampai dengan kajian rohani. Tujuan saya waktu itu hanya satu; belajar dan mengamati tentang cara berorganisasi, terutama karena saya tidak memiliki pengalaman organisasi semasa SMP atau SMA, serta karena kesempatan berorganisasi di Turki cukup terbatas.

Lanjut di tahun kedua, di bawah kepemimpinan Fikri Hawaary, saya kembali menerima amanat, namun kini sebagai Ketua Divisi Sosial Budaya dan Olahraga. Saya pikir, tidak ada salahnya jika saya mencoba di bidang lain. Apalagi, Divisi Sosial Budaya dan Olahraga menarik karena job description-nya yang berkaitan dengan masyarakat di Konya. Waktu itu, kami merumuskan program untuk memperkenalkan budaya dan hal-hal unik tentang Indonesia, misalnya tarian Saman asal Aceh. Dibandingkan Divisi Pendidikan, memang divisi ini terbilang lebih fun karena juga mengkoordinir kegiatan-kegiatan seperti paintball, futsal, dan piknik bersama.

Namun, di tahun kedua saya ini di PPI Konya, saya mulai menyadari adanya sesuatu yang kurang. Antara lain, saya merasa seharusnya PPI Konya punya acara-acara seperti X atau Y, seharusnya PPI Konya menjalin hubungan yang lebih dekat dengan pihak-pihak lain di Konya, dan lain sebagainya.

Bagi saya, Ketua PPI Konya bukan sekadar jabatan, melainkan kesempatan saya mewujudkan misi saya untuk mendorong PPI Konya maju ke depan. Sebagai ketua, tentu saya memiliki kapasitas lebih untuk dapat mewujudkan visi dan misi saya, tentunya dengan kebersamaan dan dukungan dari keluarga PPI Konya.

Apa visi dan misi Anda untuk PPI Konya ke depannya?

Visi dan Misi PPI Konya di bawah kepemimpinan saya adalah senantiasa menghimpun, melindungi dan memperjuangkan kepentingan pelajar Indonesia di Konya untuk meningkatkan kualitas dan mempersiapkan diri untuk menjadi warga yang berguna bagi bangsa dan negara Indonesia

Apa perubahan yang terasa paling signifikan setelah terpilih menjadi ketua?

Kesibukan yang terus menerus untuk mempersiapkan program-program kerja terdekat, membina hubungan eksternal organisasi seperti ke PPI Turki, dan menjalin kedekatan dengan semua anggota PPI Konya.

Fiqi 2

Bagaimana cara Anda menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut?

Caranya adalah ikut terbawa arus. Maksudnya, saya harus benar-benar menyatu dengan kesibukan-kesibukan tersebut, pelan-pelan menjadikannya pola hidup saya kedepannya.

Bagaimana cara menyeimbangkan waktu antara organisasi dan kegiatan akademik?

Biasanya, saya membuat jadwal harian yang teratur. InshaAllah, dengan jadwal yang teratur tersebut, saya bisa selalu tahu kapan harus berurusan dengan organisasi dan kapan harus belajar.

Apa manfaat paling besar yang didapat selama aktif di kepengurusan PPI Konya?

Sangat banyak. Namun, intinya, menambah wawasan tentang cara berorganisasi dan membagi waktu. Lalu, saya juga semakin mendalami bahwa keluarga bukanlah hanya darah daging-mu, melainkan dengan siapa saja kamu bisa berbagi banyak hal, baik suka maupun duka.

Apa pengalaman yang paling berkesan?

Ketika kami sebagai orang Indonesia dapat memperkenalkan kultur Indonesia kepada masyarakat Konya. Senang sekali melihat masyarakat Konya yang sangat antusias menyaksikan dan mengalami sendiri budaya Indonesia. Lebih dari itu, kebersamaan dengan teman-teman PPI Konya adalah hal yang paling mengesankan dari pengalaman berorganisasi saya di PPI Konya.

Apa kendala terbesar yang pernah dialami?

Masih ada satu atau dua anggota yang memandang bahwa organisasi PPI Konya itu tidak ada gunanya, dan dengan begitu kurang ambil andil di dalamnya. Untuk menghadapi hal ini, biasanya kami sebagai Badan Eksekutif PPI Konya akan mendekati satu per satu anak-anak yang memiliki karakteristik tersebut dan juga melakukan introspeksi mengenai organisasi kami secara internal.

Apa saran Anda bagi mahasiswa Indonesia yang ingin aktif di kepengurusan PPI, tidak hanya di Konya namun juga di kota-kota dan negara-negara lainnya?

Saran saya adalah untuk selalu ingat bahwa ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari keanggotaan aktif di PPI. Mungkin, bagi beberapa dari Anda, manfaatnya tidak terlalu jelas sekarang. Namun, saya yakin bahwa mereka yang aktif di PPI pastinya di suatu titik akan bersyukur akan pengalaman tersebut. Lalu, jangan pernah menganggap bahwa kegiatan PPI akan selalu mengganggu kegiatan perkuliahan mahasiswa/i. Justru, PPI memberikan ilmu yang sangat bermanfaat dan bisa dikatakan menunjang kelancaran kegiatan perkuliahan.

Wawancara ini sudah mengalami proses penyuntingan dan kondensasi tanpa mengurangi esensi.

Photos provided by author.