Mengenal Program Erasmus Mundus International Master Adult Education for Social Change (IMAESC)

0
762

Putri Lestari is a passionate young student who recently became a recipient of the prestigious IMAESC, a specific category of the Erasmus Mundus scholarship for students with a passion for adult education and social change. Unlike other scholarships which usually only offer recipients an opportunity to study in one university in one country in period of time, Erasmus Mundus lets its recipients experience studying in multiple universities and countries in one go. Yes, after living as a University of Glasgow student for some time, Putri will travel to Malta, Estonia, Cyprus, and Malaysia to further cement her knowledge on how adult education can be used as a vehicle to drive social change. If you have the same taste for adventure and academic passion as Putri does, read on for her IMAESC journey and tips/tricks!

Erasmus Mundus atau Erasmus+ merupakan beasiswa dari pemerintah Uni Eropa bagi pelajar di seluruh dunia yang ingin melanjutkan program pascasarjana. Pembeda utama dengan beasiswa-beasiswa lainnya adalah bahwa mahasiswa penerima Erasmus Mundus tidak hanya akan menempuh pendidikan di satu kampus. Dengan kata lain, selama menempuh masa studi, penerima beasiswa akan merasakan perkuliahan di dua sampai tiga kampus di berbagai negara di benua Eropa. Setiap program sendiri berbeda cara-cara mendaftar, persyaratan dan seleksinya. Untuk itu, dalam artikel ini, saya akan fokus membahas semua komponen tersebut dalam kaitannya program yang sedang saya tempuh, yaitu International Master Adult Education for Social Change (IMAESC). Selain menceritakan pengalaman pribadi saya, ada juga beberapa tips yang sekiranya bisa kalian aplikasikan apabila memang tertarik mendaftar beasiswa ini di program IMAESC.

Setelah menyelesaikan pendidikan strata satu, saya bekerja di dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Selama lima tahun terakhir, saya banyak bekerja bersama guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan pengalaman tersebut, seketika saya jatuh hati ketika membaca kurikulum yang ditawarkan IMAESC. Bukan hanya tertarik dengan deretan mata kuliah yang ditawarkan, namun juga dengan kesempatan magang di berbagai komunitas dan instansi yang ditawarkan di setiap semesternya! Total masa studi program IMAESC sendiri adalah 24 bulan, dengan detil kurikulum program yang dapat dilihat di di sini. Adapun program yang saya ikuti ini dikelola oleh 5 peserta konsorsium, yaitu:

  • University of Glasgow di Inggris;
  • University of Malta di Malta;
  • University of Tallin di Estonia;
  • Open University of Cyprus di Cyprus;
  • Universiti Sains Malaysia di Malaysia.

Tahap Pendaftaran dan Seleksi 

Pendaftaran dilakukan secara online melalui website University of Glasgow yang dapat diakses di sini. Sebelum memulai pendaftaran, kamu harus sudah mempersiapkan segala dokumen yang akan diunggah, diantaranya:

  1. Ijazah S1 yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris;
  2. Transkrip Nilai S1 yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris;
  3. 2 Surat Referensi yang ditulis dalam surat dengan kop resmi (Pemberi referensi adalah orang yang dapat bercerita banyak tentang kinerja, prestasi, dan pengalaman kamu selama ini. Idealnya adalah pimpinan di kantor, rekan kerja, dosen atau pimpinan organisasi yang kamu ikuti);
  4. Sertifikat IELTS/TOEFL (Program ini mensyaratkan rata-rata IELTS 6.5 dan 6 di semua band);
  5. Paspor (yang masih berlaku minimal dua tahun);
  6. Curriculum Vitae/CV (tidak ada format baku);
  7. Aplikasi Beasiswa yang sudah diisi (Bagi pelamar yang tinggal dan bekerja di Indonesia bisa langsung mengunduh formulir 2018-2020 Partner Country Scholarship Application‌, jika kamu tidak bekerja di Indonesia, silakan baca ketentuan detilnya di sini untuk menentukan formulir yang harus kamu isi. Keterangan tentang Programme Country dan Partner Country dapat dibaca di sini)
  8. Essay Personal Statement

Seleksi program IMAESC sendiri hanya dilakukan melalui pendaftaran yang dilakukan sebelumnya, tidak ada wawancara atau tes lain. Maka itu, essay Personal Statement, referensi dan CV yang dibuat haruslah dikerjakan dengan matang, karena hanya itulah penentu diterima atau tidaknya kamu di program ini. Untuk essay Personal Statement, ada panduan yang bisa kamu lihat di dalam formulirnya. Sebagai tips, pastikan semua ceritamu menjawab pertanyaan yang ada dalam panduan. Ketika bercerita tentang pengalamanmu, berikan cerita yang utuh. Saya selalu menggunakan metode STAR ketika menulis.

S (Situation): Ceritakan situasi yang kamu hadapi sebagai latar belakang

TA (Task/Action): Ceritakan peran kamu dan hal yang kamu lakukan untuk mengatasi situasi yang dihadapi

R (Result): Bagaimana hasilnya? Apakah ada perubahan yang terjadi? Apa dampaknya?

Pilihlah cerita yang bisa mendukung pernyataan-mu. Misalkan kalua kamu bahwa kamu sudah 5 tahun bekerja dalam Pendidikan orang dewasa, kamu bisa ceritakan siapa mereka? Apa perubahan yang diharapkan terjadi? Apa peranmu dan apa saja strategi mu untuk membuat perubahan dan apa hasilnya dari strategi yang kamu lakukan. Selanjutnya, ceritakan pula apa yang bisa kamu kontribusikan untuk keragaman diskusi di kelas? Tunjukkan bahwa program ini juga bisa mengambil manfaat dari kamu. Oh ya, sebelum menulis essay, jangan lupa untuk melakukan riset mendalam tentang mata kuliah yang ditawarkan dan kaitkan mata kuliah tersebut dengan kebutuhanmu.

Selanjutnya, tinggal tunggu pengumuman deh. Biasanya pengumuman diterima atau tidaknya kamu di dalam program akan datang lebih dulu, jika kamu diterima maka tinggal tunggu jawaban beasiswanya.

Mobilitas Program 

Saat ini, saya sedang menjalankan semester satu di tahun pertama program di University of Glasgow (UoG) di Inggris.

PLPL 3

Yang seru, saya tidak hanya tercatat sebagai mahasiswa di UoG, melainkan secara bersamaan saya juga tercatat sebagai mahasiswa di dua kampus yang lain, yakni University of Malta dan University of Tallin. Artinya, saya punya kemewahan mengakses sumber belajar dari 3 kampus sekaligus yang sebagian besar sumber belajarnya dapat diakses secara online.

Pada semester kedua nanti, saya akan pindah ke Malta. Malta adalah sebuah negara kepulauan yang berada dekat dengan negara Italia. Di sana, saya juga akan mendapatkan mata kuliah berbasis online dari Open University of Cyprus. Program kuliah jarak jauh sendiri adalah metode yang banyak diambil oleh pembelajar di usia dewasa, sehingga sangat baik untuk para calon Adult Educator merasakan bagaimana suasana kuliah online. Saat liburan musim panas, kami akan diberikan opsi untuk mengambil kuliah di Universiti Sains Malaysia di Penang, Malaysia, atau melakukan internship di berbagai lembaga, salah satunya di Institute Lifelong Learning milik UNESCO di Hamburg, Jerman.

Setelahnya, mahasiswa program IMAESC akan pindah ke Estonia untuk berkuliah di University of Tallin, dan kemudian dapat memilih Glasgow, Malta, atau Estonia sebagai lokasi untuk mengerjakan disertasi. Namun, dimana pun kamu memilih mengerjakan Disertasi, kamu tetap bisa memiliki akses ke semua kampus.

Tentu saja tetap ada pertanyaan-pertanyaan di benak saya ketika memutuskan memilih program ini. Salah satunya adalah, “Siapakah yang akan mengeluarkan Ijazah saya? Apakah saya akan tercatat sebagai alumni University of Glasgow atau University of Tallin jika saya hanya berkuliah selama satu semester di sana?” Ketika hal ini saya tanyakan pada koordinator jurusan saya, ternyata saya menemukan bahwa peserta program ini memiliki hak yang sama dengan semua mahasiswa lain di University of Glasgow, University of Malta dan University of Tallin, begitu pula ketika nantinya menjadi alumni. Ijazah program ini sendiri akan dikeluarkan oleh konsorsium yang artinya ditandatangani oleh 5 universitas peserta konsorsium.

Seputar Beasiswa

Mungkin kamu juga masih bertanya-tanya: apa saja biaya yang di-cover? Beasiswa Erasmus Mundus memberikan tuition fee, settling fee, monthly allowance, dan traveling cost. Tuition fee, atau uang biaya kuliah, dibayarkan langsung ke universitas-universitas darimana kita memperoleh perkuliahan. Sementara itu, settling fee adalah uang yang ditransfer sebelum saya berangkat, yang dapat digunakan antara lain untuk persiapan keberangkatan seperti pembuatan visa, pembelian tiket pesawat atau pembayaran deposit akomodasi. Kalau monthly allowance, itu adalah uang saku bulanan yang akan ditransfer ke rekening bank yang kita buat di negara tujuan, sementara traveling cost adalah uang yang diberikan untuk transportasi dari negara pertama ke negara tujuan kedua atau ketiga dan juga untuk pembuatan visa. Adapun traveling cost ini diberikan dua kali selama program, yakni di tahun pertama dan di tahun kedua.

Perjalanan Aku dan Teman-teman ke Lake Lomond, Skotlandia
Perjalanan Aku dan Teman-teman ke Loch Lomond, Skotlandia

Saya sangat bersyukur bisa diterima di program IMAESC di bawah Beasiswa Erasmus Mundus. Tak hanya karena keunggulan-keunggulan yang sudah saya ceritakan sebelumnya, menurut saya program ini juga memberikan saya kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman sekelas yang sangat majemuk. Teman sekelas saya sendiri berjumlah 28 orang yang berasal dari 18 negara dengan latar belakang yang sangat berbeda-beda. Walaupun kita sangat berbeda, namun kita memiliki ketertarikan akademis pada hal-hal yang sama sehingga membuat diskusi kami di kelas menjadi sangat menarik.

PL 1Perjalanan Aku dan Teman-teman ke Loch Lomond, Skotlandia

Nah, untuk Beasiswa Erasmus Mundus untuk IMAESC Program sekarang sudah mulai dibuka sampai tanggal 15 Januari 2018. Mulai menyusun essay dan mengumpulkan kelengkapannya dari sekarang ya. Semakin cepat akan semakin matang hasilnya. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa hubungi saya via email ya di putri.rdl@gmail.com.

Selamat berjuang, teman-teman!

Photos are courtesy of the author.