Hidup di Oman (bagian 2)

0
1811

Pada bagian pertama tulisan ini, Rina telah memaparkan mengapa Oman, negara berbentuk kesultanan yang terletak di Jazirah Arab tersebut menjadi alternatif tujuan bekerja yang sangat menarik bagi banyak ekspatriat. Namun untuk memperoleh kesempatan bekerja di sana, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti yang dibagikan oleh Rina dalam tulisan di bawah ini.

Aturan Berpakaian

Omani mengenakan pakaian tradisonal berupa disdasha (jubah putih) untuk laki-laki dan abaya hitam untuk perempuan. Abaya dan kerudung hitam sendiri sesungguhnya bukan pakain tradisonal, tetapi pakaian resmi dan berfungsi sebagai luaran. Pakaian tradisional perempuan Oman berupa baju atasan yang panjangnya sampai hampir menjangkau lutut dan berlengan panjang, dipadu celana panjang dan kerudung dengan motif pakaian senada.

Main di taman OmanEkspatriat tidak perlu mengenakan pakaian seperti Omani. Akan tetapi untuk menghormati budaya lokal, ekspatriat diminta mengenakan pakaian yang sopan (modest dress). Adapun pakaian sopan yang dihimbau adalah  pakaian yang menutup lengan atas untuk atasan dan menutup lutut untuk bawahan. Ekspat perempuan juga tidak perlu berkerudung. Pakaian panjang tersebut menjadi wajib digunakan di tempat umum seperti mall dan gedung pemerintahan. Untuk kegiatan yang memerlukan pakaian yang lebih pendek, seperti berenang dan olah raga, ekspatriat bisa mengenakannya di area klub olah raga.

Berlalu lintas

Kendaraan melewati sisi kanan jalan, sedangkan setir mobil berada di sisi kiri. Aturan berlalu lintas di Oman mengikuti aturan internasional, sehingga tidak semua orang asing diwajibkan melalukan ujian kemampuan menyetir untuk mendapatkan surat izin mengemudi. WNI yang memiliki SIM dari negara-negara yang dapat dipercaya dalam penyelenggaraan ujian SIM, seperti dari Amerika, Inggris, Perancis, Italia, Jerman, Abu Dhabi, Kanada, Spanyol, dan lain-lain, dapat  mengkonversi SIM ke dalam SIM Oman tanpa perlu ujian.

Setiap ruas jalan protokol di Oman diawasi dengan radar yang akan memantau kondisi lalu lintas sekaligus merekam pelanggaran, terutama pelanggran kecepatan. Batas kecepatan sendiri bervariasi, tergantung lingkungan, luasnya jalan dan kepadatan lalu lintas. Jalan tol (highway) dapat dilalui dengan kecepatan maksimal 120 km per jam. Pelanggar aturan lalu lintas akan mendapatkan denda yang dapat dicek melalui website Royal Oman Police dengan cara mengetik nomor plat kendaraan. Pelanggar dapat membayarkan denda secara online maupun secara langsung di kantor polisi dengan batas waktu pembayaran

Pelanggaran lampu pengatur lalu lintas tergolong sebagai pelanggaran berat dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Untuk pelanggaran lampu APIL, pengemudi harus menghadap ke kantor polisi tanpa diwakilkan dan menghadapi sidang. Hukuman untuk pelanggar lampu APIL adalah minimal satu hari penjara dan denda  50-500 OR.

Sebagai orang asing, kita sering kali harus bepergian ke luar negeri dan meninggalkan Oman. Sebelum meninggalkan Oman, kita perlu memastikan apakah masih ada denda dan kasus hukum yang berkaitan dengan kita. Paspor dan ID card terhubung dengan data kepolisian, sehingga petugas imigrasi dapat melarang kita meninggalkan Oman ketika masih ada denda atau kasus hukum.

Kesempatan belajar dan bekerja di Oman

Dunia pendidikan berkembang pesat di Oman seiring dengan berkembangnya industri migas yang berefek pada meningkatnya pendapatan pemerintah dan akhirnya memberikan modal untuk pembangunan. Selain kebutuhan yang besar atas tenaga ahli di bidang migas, Oman yang sedang membangun memerlukan banyak tenaga ahli di bidang kostruksi. Pemerintah sedang membangun sarana fisik seperti pelabuhan, bandara dan jalan. Oman memiliki target untuk memiliki pelabuhan sendiri yang menjadi alternatif selain Dubai. Oman juga sedang mengembangkan industri pariwisata dan memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap tenaga profesinoal dalam bidang pelayanan (hospitality).

booth IndonesiaUntuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli tersebut, Pemerintah Oman membuka kesempatan bagi warganya untuk bersekolah secara gratis untuk kemudian mengisi kekurangan tenaga ahli. Pemerintah tidak hanya memberikan beasiswa bagi Omanis, tetapi juga bagi  ekspatriat. Untuk informasi beasiswa dari pemerintah Oman untuk WNI dapat diperoleh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Oman atau memalui website Kemenlu (https://www.kemlu.go.id/muscat/id/berita-agenda/info-penting/Pages/beasiswa-dari-pemerintrah-oman-2017-2018.aspx).

OMANISASI DAN NOC

Minyak adalah berkat bagi Oman. Berawal dari minyak, Oman menjadi sejahtera dan mampu membangun negara. Akan tetapi untuk menjalankan bisnis dan membangun, pemerintah memerlukan tenaga ahli yang sebagian besar didatangkan dari luar negeri. Ekspatriat hampir ada di semua bidang pekerjaan (migas, konstruksi, pariwisata, teknologi informasi, dll) kecuali di kantor pemerintahan. Akan tetapi, sejak tahun 1988 pemerintah Oman menerapkan kebijakan Omanisasi. Omanisasi bertujuan untuk memperluas kesempatan bekerja bagi Omanis dengan cara menggantikan tenaga kerja asing dengan Omanis.  Pada tahun ini, 2017, dengan kebijakan Omanisasi, Pemerintah Oman meminta setiap perusahaan untuk sedikitnya mempekerjakan 80 persen Omanis. Artinya, Pemerintah Oman memberikan kuota ekspatriat sebanyak 20 persen dari seluruh populasi pekerja.

Naik dowOmanisasi memberikan peluang lebih luas bagi Omani untuk bekerja,  sekaligus melindungi atau memastikan bahwa industri berpihak kepada rakyat Oman. Sebelum hadirnya kebijakan ini, perusahaan mempekerjakan ekspatriat dalam jumlah yang banyak, sementara banyak Omani yang tidak mendapatkan pekerjaan. Omanisasi adalah peluang sekaligus tantangan bagi ekspatriat untuk bekerja lebih baik.

Perlindungan terhadap Omani tidak hanya dalam bentuk kebijakan Omanisasi, tetapi juga dalam NOC (Non Objection Certificate) bagi ekspatriat yang hendak pindah perusahaan. Sistem visa di Oman menggunakan sponsorhip yang sangat bergantung pada Omani. Seorang pekerja asing dan keluarga yang tinggal di Oman bisa mendapatkan visa bila mendapatkan sponsorhip. Perusahaan dapat berperan sebagai pemberi sponsor. Sementara setiap perusahaan harus menyertakan Omani sebagai pemilik perusahaan. Untuk menjamin berlangsungnya bisnis perusahaan, yaitu memastikan bahwa karyawan ekspatriat tidak resign untuk bekerja di perusahaan lain, perusahaan bisa saja tidak memberikan NOC pada karyawan yang hendak resign. NOC adalah sertifikat yang dibutuhkan oleh perusahaan (baru) untuk menerima karyawan asing yang mengundurkan diri dari perusahaan lain (lama). NOC sendiri diterbitkan oleh perusahaan lama dan kepada mantan karyawan. Pengunduran diri seorang karyawan asing seringkali dianggap sebagai kerugian bagi perusahaan, sebab pengurusan visa bekerja juga tidak mudah syaratnya dengan adanya Omanisasi.

museum di omanNOC sendiri tidak mudah diberikan oleh perusahaan terhadap karyawan asing, sebab kebijakan Omanisasi berjalan seiring dengan NOC. Untuk pengajuan visa tenaga kerja asing, perusahaan membutuhkan labour clearance yang memastikan bahwa perusahaan menaati Omanisasi. Dengan pemberian NOC dari perusahaan untuk karyawan yang resign, pemerintah menganggap perusahaan tidak memerlukan karyawan asing tersebut. Selanjutnya pemerintah akan mengusulkan penggantian tenaga kerja dengan tenaga kerja Omani. Sementara itu, tidak mudah mendapatkan tenaga kerja lokal dengan kemampuan sebaik tenaga kerja asing.

Dengan hadirnya kedua kebijakan yang melindungi Omanis, bukan berarti tidak ada peluang bagi orang asing untuk bekerja di Oman. Orang asing dapat tetap bekerja di Oman, dengan keahlian yang sering kali belum mampu dimiliki atau belum banyak dimiliki Omani. Kedua kebijakan di atas tidak menyurutkan atau mengurangi jumlah pekerja asing di Oman.

Jalan-jalan di Oman

Menjelajahi Oman rasanya seperti melintas zaman di mana peradaban lama yang kaya akan budaya lokal berdampingan dengan kemajuan teknologi yang meningkatkan kualitas hidup manusia. Oman merupakan tempat yang tepat bagi para penjelajah alam, bagi yang mencintai keindahan batu-batu purba, bagi yang mencintai habitat liar binatang laut dan gurun. Oman memiliki keanekaragaman yang ekstrim, yaitu tanah hijau dan subur di bagian selatan dan pantai indah bergunung-gunung batu di sisi timur, dan gurun dengan pasir yang lembut di tengah-tengah.

hiking di omanMusim dingin, yaitu bulan November sampai April adalah waktu ideal untuk menjelajah Oman. Beberapa aktivitas yang dapat kita lakukan adalah:

  1. Camping di pantai Shifa atau gurun Wahiba
  2. Menginap di hotel di tengah gurun Wahiba (1000 Night Camp, Oryx Camp, dll)
  3. Piknik di taman (Qurum Park, Al Ilam Park, Kalbuh Bay Park, Riyam Park, Burj al Sahwa Park, dll) atau pantai (Shati beach, Azaiba beach, dll)
  4. Piknik di Wadi (Wadi Shab, Wadi Bani Halid, Wadi al Khoud)
  5. Treking di gunung batu (Jabal Sham, Bousher, Muttrah, dll)
  6. Menjelajah sand dunes di tengah gurun, dengan menggunakan mobil 4WD
  7. Bermain layang-layang di pantai
  8. Turtle Watching di Sur
  9. Dolphin Watching, Dow Cruise dan atau snorkeling dari Marina Bandar Al Rowdha
  10. Mengunjungi Nizwa Fort, salah satu peninggalan Oman dari beratus tahun yang lalu.
  11. Mengunjungi Sultan Qaboos Mosque, masjid terbersar di Oman

Foto disediakan oleh Penulis