Hidup di Oman (Bagian 1)

0
415

Hidup di Oman menawarkan sebuah gambaran masyarakat tradisional Arab. Meski berada di tengah kemajuan teknologi, Oman masih mempertahankan tradisi kekeluargaan Arab yang kental dengan keakraban, persaudaraan dan keramahtamahan terhadap tamu. Karena keindahan alam dan tradisinya yang kuat, negara ini menjadi salah satu tujuan utama pariwisata dunia. Selain itu, booming industri minyak dan kontruksi menarik ribuan tenaga ahli untuk mendulang uang di negara yang terletak di tepi Laut Arab dan Teluk Persia tersebut. Dalam tulisan berikut ini, Rina bertutur dengan fasih bagaimana caranya bisa berbaur dengan para omanis-sebutan bagi warga negara Oman, agar pengalaman tinggal di sana menjadi lebih berwarna.

Oman adalah negara yang relatif kecil dengan luas hanya 309.500 kilometer persegi (dua setengah kali luas Pulau Jawa) dan populasi 4,6 juta orang (kurang lebih sama dengan penduduk Provinsi DIY). Berbentuk kesultanan, negara ini dipimpin oleh seorang sultan yang sekaligus merangkap sebagai kepala pemerintahan. Terdapat beberapa kota besar di Oman, yaitu Muscat sebagai ibu kota Oman dan beberapa kota lain seperti Nizwa, Sohar, Salalah dan Duqm.

OmanOmanis atau warga negara Oman terdiri dari berbagai macam etnis, dengan etnis Arab sebagai etnis terbesarnya. Etnis Arab di Oman sebagian besar berbahasa Arab dan bahasa Swahili. Etnis lain yang hidup di Oman sebagai Omanis adalah Balusi, Lawati, Lurs, Persia dan Mehri. Meskipun sebagian besar Omanis berbahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi, ekspatriat tidak harus fasih berbahasa Arab karena bahasa Inggris umum digunakan sehari-hari.

Oman Sebagai Negara Tujuan Para Ekspatriat

Seiring dengan pesatnya industri migas dan pariwisata, serta gencarnya pembangunan infrastruktur, Oman memerlukan banyak tenaga kerja asing untuk mendukung industrinya dan berjalannya pembangunan. Oman juga menjadi negara yang populer di Timur Tengah sebagai negara yang paling aman dan nyaman untuk bekerja serta hidup.

Pasar malam di muscatEkspatriat nyaman dengan bersihnya udara dan lingkungan, keramahan penduduk, budaya lokal yang bersahabat, kenyamanan lalu lintas, keamanan dan ketertiban, serta fasilitas sekolah internasional yang memadai bagi keluarga ekspatriat. Namun demikian terdapat beberapa isu terkait dengan kurangnya perlindungan terhadap tenaga kerja asing, mahalnya biaya hidup dan tingginya tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Oman adalah negara dengan tingkat kematian kecelakaan lalu lintas perkapita tertinggi di Timur Tengah.

Biaya Hidup di Oman

Oman, terutama Muscat, memiliki biaya hidup yang relatif tinggi dibandingkan Indonesia untuk makan, transportasi, sekolah dan tempat tinggal. Akan tetapi banyak ekspatriat yang lebih mampu menabung selama tinggal di Oman, dikarenakan tidak banyaknya pusat perbelanjaan dan fasilitas umum berbayar yang mengakomodir gaya hidup konsumtif.

piknik di taman OmanApabila kita ingin menikmati masakan lokal, seperti Mundi Rice atau Biryani Rice beserta pelengkapnya, dengan uang 6 Omani Rial (sekitar 200 ribu rupiah) cukup untuk makan berempat (standar jumlah keluarga Indonesia). Sementara itu masakan Asia,  dapat diperoleh dengan kisaran harga 3 OR per porsi per jenis makanan. Swarma sebagai street food yang populer dapat diperoleh dengan harga 300 baiza (3 sen OR) per buah untuk chicken swarma. Kebab atau sate kambing bercita rasa asam khas Oman dapat diperoleh dengan harga 300 baiza per tusuk. Fast food franchaise asal Amerika sangat populer di kota-kota besar dan tersedia di hampir semua mall maupun beberapa ruas jalan. Fast food menawarkan harga yang murah, yaitu sekitar satu rial per porsi makanan dan minuman.

Tersedia banyak rumah yang disewakan untuk ekspatriat dengan harga yang bervariasi, mulai dari 150 sampai 2.500 Omani Rial per bulan. Harga sewa rumah tinggal berupa flat atau apartemen jauh lebih murah ketimbang rumah tapak yang umumnya memiliki pekarangan dan lahan parkir. Ekspatriat dapat memilih tinggal di pemukiman yang berkedekatan dengan Omani maupun tinggal di dalam kompleks ekspatriat dengan fasilitas pendukung berstandar internasional (memiliki kolam renang, gym, spa, lapangan tenis, playground, restoran, bar dan lain-lain). Sejak tahun 2010, Pemerintah Oman membuka peluang bagi ekspatriat untuk memiliki rumah sendiri di dalam kompleks perumahan ekspatriat seperti The Wave dan Muscat Hill.

Listrik dan air adalah dua kebutuhan utama dalam kehidupan modern. Oman memiliki tarif listrik yang murah. Untuk satu rumah tangga untuk 4 anggota keluarga dengan pemakaian AC selama 24 jam dan pemanas air, kurang lebih dikenakan tarif 50 OR. Demikian juga untuk air, keluarga penulis menghabiskan 50 OR untuk pemakaian air. Voltase listrik di Oman sama seperti Indonesia, yaitu 240 V dengan model colokan gaya Inggris.

Colokan di OmanFasilitas pendidikan dan kesehatan tersedia bagi ekspatriat dengan pelayanan oleh pihak swasta. Pemerintah Oman hanya menyediakan sekolah dan pengobatan gratis bagi warga negara Oman saja. Akan tetapi ekspatriat dapat menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah swasta. Tersedia sekolah-sekolah yang menganut kurikulum suatu negara, seperti British School of Muscat, The American International School of Muscat, France School (Lycee Francaise de Mascate), Philipines School, Pakistan School dan International School of Chouefat  yang menerima siswa dari berbagai warga negara. Ada pula sekolah swasta lokal yang mengadaptasi kurikulum Cambrige dan kurikulum IB, seperti Azzan bin Qais International School, America Bristish Academy (IB), dan Muscat International School (Cambrige). Biaya sekolah swasta internasional berbeda-beda dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Untuk mendapatkan gambaran umum tentang biaya sekolah dapat dibuka tautan berikut: http://www.expatwoman.com/oman/monthly_oman_education_oman_school_fees_9174.aspx

children library 2Biaya kesehatan di Oman tidaklah murah dibandingkan dengan Indonesia, akan tetapi pemerintah mensubsidi obat-obatan. Biaya pengobatan dengan asuransi 30 persen lebih murah ketimbang pembayaran sendiri. Dokter umum di klinik swasta mengenakan tarif sekitar 10-15 OR; sedangkan dokter sepesialis mengenakan tarif sekitar 20-30 OR per kedatangan. Dikarenakan masih rentannya Oman terhadap berbagai virus, vaksinasi pada bayi hingga 2 tahun bersifat wajib dan gratis bagi seluruh penduduk Oman tanpa memandang kewarganegaraan. Ekspatriat dapat memperoleh vaksinasi gratis di Public Health Centre dengan menunjukkan surat perjanjian penyewaan rumah.

Transportasi umum di Oman belum berkembang. Pemerintah telah mengembangkan sistem transportasi massal berupa bus kota di Muscat, akan tetapi kebijakan tersebut tidak populer. Penduduk Oman pada umumnya memiliki mobil pribadi untuk kegiatan sehari-hari. Dengan tidak banyaknya daerah yang terjangkau angkutan umum, ekspariat juga terdorong untuk menggunakan mobil pribadi. Harga mobil dan harga sewa mobil di Oman lebih murah ketimbang Indonesia. Sementara itu, harga bahan bakar kurang lebih sama dengan  Indonesia, yaitu 205 baiza per liter untuk M95 dan 186 baiza per liter untuk M91.

Iklim

Oman memiliki iklim sub tropis dengan dua musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Lahan yang berbatu dan gurun membuat cuaca di Muscat menjadi ekstrim. Pada musim panas, suhu bisa mencapai 50 derajat Celcius.  Dan pada musim dingin,  salju bisa muncul pada bukit-bukit yang tinggi. Kegiatan luar ruangan dan wisata paling ideal dilakukan pada musim dingin, yaitu bulan November-Maret.

benteng pertahanan peninggalan masa lampauBerbelanja oleh-oleh di Oman

Oman adalah negara yang kaya budaya. Untuk orang Indonesia yang memiliki budaya yang berbeda, ada beberapa tips belanja:

  1. Toko-toko di Oman, kecuali mall, tidak buka sepanjang hari. Jam buka toko dan pasar adalah jam 9 pagi – 1 siang dan jam 5 sore – 10 malam.
  2. Apabila kita berbelanja di pasar tradisional yang disebut souq, harga yang ditawarkan masih dapat ditawar. Apabila kita menawar dengan sopan, kadang kala kita bisa mendapatkan harga separuh dari harga penawaran.
  3. Apabila jenis barang yang kita inginkan adalah jenis suvenir, sebaiknya kita hindari rombongan turis. Penjual enggan menurunkan harga apabila banyak orang yang menginginkan barang tersebut.
  4. Untuk berbelanja di Souq Muttrah, salah satu souq paling populer sebagai pasar cendera mata, hindari berbelanja di musim dingin ketika banyak kapal pesiar berlabuh dan dalam bulan Ramadhan. Para pelancong dari kapal pesiar umumnya mengunjungi toko di dalam souq secara berkelempok yang menyulitkan negosiasi harga. Sementara itu, Omanis secara umum berbelanja barang-barang khas Oman dalam menyambut Idul Fitri untuk menghias rumah mereka. Bulan puasa menjadi hari-hari yang berdesakan untuk berbelanja.
  5. Secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan antara suvenir Arab yang dijual di Oman maupun di negara-negara Arab lainnya. Akan tetapi kita tetap dapat membeli suvenir yang benar-benar khas Oman, seperti Khanjar (pedang pendek khas Oman), Kuma (topi yang dikenakan pria Oman), Mushar (kain ikat kepala khas Oman, seperti iket), Batoola (topeng penutup wajah yang dikenakan perempuan Bedouin) dan Oud (frankincense atau kemenyan).

Berinteraksi dengan Omanis

Omanis terbuka dan sangat menghargai tamu. Masyarakat tradisional Oman memisahkan tamu laki-laki dan tamu perempuan, sehingga setiap rumah memiliki dua ruang tamu. Akan tetapi keluarga Oman yang modern tidak sungkan menerima tamu suami istri di dalam satu ruang tamu dan juga menerima tamu dengan mengajak suami atau istrinya. Demikian juga dalam pesta adat, Omani memisahkan tamu laki-laki dengan tamu perempuan. Dalam pesta kawin, tamu laki-laki berkumpul dan makan bersama di masjid. Sementara itu, tamu perempuan mengadakan pesta tersendiri yang hanya boleh dihadiri oleh perempuan.

Ketika kita berkunjung ke rumah Oman, biasanya kita disuguhi minuman dan makanan khas Oman untuk tamu, yaitu kopi, karak tea, halwa (dodol kurma), kurma dan manisan. Kopi Oman bercita rasa asam dan disajikan tanpa gula, akan tetapi diminum berdampingan dengan kudapan manis.  Selain kopi, minuman yang cukup terkenal dan memiliki cita rasa yang cocok untuk lidah Indonesia adalah karak tea. Karak tea terbuat dari teh hitam yang direbus bersama susu dan rempah-rempah. Karak tea bercita rasa manis, pedas rempah-rempah dan hangat. Halwa  memiliki rasa sama seperti kurma tetapi beraroma mawar dan safron. Sementara itu manisan khas Oman yang penulis sukai adalah luqaimat (sweet dumpling), yang rasanya seperti donat kecil bulat tetapi dilumuri sirup atau madu.

Masyarakat tradisional Oman tidak mengenal kursi. Masyarakat bedouin, suku asli Oman, terbiasa duduk lesehan dan menerima tamu secara lesehan dengan beralaskan karpet dan duduk di atas bantal panjang bermotif geometris hitam-merah dari tenunan bulu kambing, bernama majlis. Akan tetapi masyakat kota dengan peradaban modern telah mengenal dan biasa duduk di kursi sebagaimana masyarakat Indonesia duduk. Ketika bertamu ke rumah Omani, tamu biasanya disuguhi kopi dalam cangkir kecil. Tuan rumah akan menuangkan sendiri kopi atau minuman ke dalam tiap cangkir tamu. Setiap kali isi cangkir berkurang, tuan rumah akan menuangkan kopi lagi ke dalam cangkir tersebut. Tamu cukup menggoyangkan cangkir kecil tersebut apabila merasa telah cukup minum dan tidak ingin tambahan air minum. Jadi, tamu akan kekenyangan air minum bila belum menggoyangkan cangkir.

ibu beduinMasyarakat Oman adalah masyarakat komunal. Mereka hidup bersama keluarga dan saudara satu suku. Makanan disajikan secara komunal, ditata di atas nampan besar berisi nasi berikut lauk. Tidak tersedia piring  dan sendok untuk makan secara individual di rumah dan restoran tradisional. Omanis makan secara berkelompok mengelilingi nampan dan makan langsung menggunakan tangan. Sama seperti ketika menerima tamu, yaitu di majelis, aktivitas makan juga dilakukan di majelis dengan duduk secara lesehan.

Omanis sangat menghomati tamu, tetapi mereka juga mengharapkan tamu menghormati budaya mereka. Menunjukkan afeksi di depan umum, seperti berciuman tidak diperkenankan di Oman. Petugas keamanan atau polisi berhak menegur orang yang berciuman di tempat umum (bersambung).

Foto disediakan oleh Penulis