Menuntut Ilmu di Kota Suci Madinah

0
763

Di mata banyak orang, Madinah, Arab Saudi, hanya dipandang sebagai tujuan peribadatan bagi Umat  Islam. Lain halnya dengan Fharis Romanda, mahasiswa Indonesia yang mengambil studi Sastra Arab di Universitas Islam Madinah. Ia sangat bersyukur karena memperoleh pengalaman hidup yang luar biasa, baik dalam aspek akademis maupun aspek spiritual di kota yang berjuluk Kota Nabi ini. Dengan sponsor beasiswa penuh dari Pemerintah Arab Saudi, ia dapat mengenyam pendidikan tinggi yang bermutu. Sebagai bonusnya, ritual umroh dan haji dapat ia jalankan dengan mudah, atau berkesempatan menyambangi tempat-tempat penting yang tercatat dalam sejarah Islam. Simak ulasan pengalaman berharganya dalam tulisan berikut ini.

Madinah merupakan salah satu dari dua kota suci bagi umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Maka menjadi sebuah impian bagi setiap muslim di muka bumi ini untuk dapat berkunjung ke tempat yang sangat mulia ini. Peribadatan yang dijalankan, terutama di Masjid Nabawi yang menjadi ikon kota ini, menjanjikan kebarokahan teristimewa. Di sana pula, jasad suci Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam disemayamkan.

Fharis_2

Menuntut ilmu di Madinah memiliki daya tarik tersendiri. Madinah berbeda dengan tempat-tempat lainnya. Disana kita bisa memadukan antara kemuliaan tempat dan kemuliaan waktu. Sebaik-baik waktu adalah waktu belajar dan sebaik-baik belajar adalah di tempat yang mulia, Madinah. Di Kota Madinah terdapat salah universitas ternama yang dikhususkan untuk mempelajari ilmu syar’i dan keagamaan, yaitu Universitas Islam Madinah. Terletak sekitar 7 km dari Masjid Nabawi, kampus ini didirikan pada 29 Rabiul Awal 1381 Hijriyah  atau 6 September 1961 berdasarkan keputusan resmi dari Raja Saud bin Abdul Aziz.

Universitas Islam Madinah menjadi salah satu tujuan favorit bagi para penuntut ilmu syar’i dari berbagai penjuru dunia, khususnya Indonesia. Selain karena memang berlokasi di Kota Nabi, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga memberikan beasiswa kepada semua mahasiswa yang menuntut ilmu di sini. Beasiswa yang didapatkan setiap mahasiswa yang belajar di Universitas Islam Madinah meliputi:

  1. Biaya pendidikan;
  2. Asrama dan perabotannya;
  3. Uang tunjangan tiap bulan;
  4. Uang buku untuk setiap tahun ajaran;
  5. Hadiah uang tunai 1000 SAR bagi mahasiswa yang mendapatkan nilai cumlaude di setiap 2 semester;
  6. Tiket pesawat dari mulai pemberangkatan dan kepulangan setelah akhir masa studi, serta tiket pesawat PP pada liburan musim panas ke negara asal setiap tahunnya;
  7. Transportasi gratis ke Masjid Nabawi, umroh dan wisata lainnya sesuai yang dijadwalkan;
  8. Pelayanan kesehatan di rumah sakit kampus;
  9. Sarana olah raga yang terdapat di kampus, serta
  10. Makan di kantin kampus dengan biaya murah

Adapun untuk jenjang pendidikan, terdapat program Ma’had Lughoh (kelas persiapan bahasa), diploma, bachelor (S1), master (S2), doctoral (S3) yang terdiri dari Fakultas Al Quran, Hadist, Bahasa Arab, Syariah serta Dakwah dan Ushuluddin. Selain itu terdapat juga Fakultas Umum seperti Fakultas Teknik, Fakultas Sains serta Fakultas Komputer dan Sistem Informatika, namun sampai saat ini baru hitungan jari saja mahasiswa dari Indonesia yang belajar di jurusan tersebut.

Fharis_4

Kehidupan mahasiswa di Universitas Islam Madinah cukuplah kondusif. Kampus ini juga memiliki keunikan tersendiri yaitu hanya diperuntukkan laki-laki saja. Dari segi bahasa, para mahasiswa terbiasa menggunakan bahasa Arab yang baku baik di dalam kelas maupun di asrama karena kampus ini memang dikhususkan untuk pelajar dari luar Arab Saudi dan sebagian kecil mahasiswa pribumi. Sehingga setiap mahasiswa yang datang ke sini mau tidak mau harus menggunakan bahasa Arab yang baku untuk dapat saling memahami. Hal ini tentunya sangat positif untuk menunjang proses belajar kita di dalam kelas. Persentase jumlah mahasiswa asing di kampus ini kurang lebih 80 % dan mahasiswa pribumi 20 %. Adapun jumlah mahasiswa Indonesia kurang lebih 700 mahasiswa di semua jenjang dari persentase 80 % tersebut.

Kegiatan belajar-mengajar di Universitas Islam Madinah berlangsung pada hari Ahad hingga Kamis dan setiap mahasiswa diperbolehkan memilih jadwal pagi, siang ataupun malam. Sebagian besar mahasiswa di kampus ini mengambil jadwal kuliah pagi yang dimulai dari pukul 08.00 hingga 12.45 sehingga dapat memanfaatkan waktu sore hingga malam harinya untuk shalat di Masjid Nabawi dan menghadiri majelis-majelis ilmu yang terdapat disana. Majelis-majelis tersebut antara lain : ilmu aqidah, hadist, fiqih, hafalan Al Qur’an, dan lain sebagainya.

Hari Jum’at dan Sabtu merupakan hari libur kuliah. Sebagaimana yang kita tahu, Madinah merupakan kota bersejarah bagi umat islam. Banyak peninggalan-peninggalan dan bangunan bersejarah dari masa Rasullullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam hingga masa Turki Usmani seperti Masjid Quba, Makam Syuhada’ Uhud, Komplek Pemakaman Baqi’, Masjid Qiblatain, Masjid Khandaq, Museum Stasiun Hijaz Railway yang dulu menjadi pusat pemberhentian terakhir kereta dari Istanbul, Turki dan Damaskus, Suriah dan tempat-tempat bersejarah lainnya. Mahasiswa dapat memanfaatkan waktu libur tersebut untuk sekedar berkunjung dan menapak tilas ke tempat-tempat bersejarah tersebut atau pergi menuju ke Mekkah guna melaksanakan umroh.

Fharis_1

Adapun untuk perjalanan ke Mekkah biasanya para mahasiswa menggunakan jasa bus SAPTCO karena mendapatkan potongan harga sebesar 50 % dari tarif normal. Mahasiswa juga bisa menunaikan ibadah haji pada musim haji baik secara gratis maupun berbayar tanpa harus menunggu bertahun-tahun sebagaimana jamaah haji dari Indonesia. Pihak kampus setiap tahunnya membuka pendaftaran untuk menunaikan Haji Islam bagi mahasiswa yang belum pernah berhaji. Namun kuota yang disediakan pihak kampus sangatlah terbatas. Selain itu ada, pula para dermawan dan lembaga-lembaga yang membuka pendaftaran untuk pelaksanaan Haji Islam. Adapun yang berbayar, untuk mahasiswa Indonesia biasanya dapat mendaftar melalui PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Madinah. Bagi saya, beasiswa di Universitas Islam Madinah merupakan anugerah yang sangat agung. Selain kebutuhan dunia kita juga bisa khusyu untuk memenuhi kebutuhan akhirat kita di tanah suci.

Nikmat bukan belajar di Madinah?

Bagi teman-teman yang ingin mendapatkan beasiswa ini, kalian dapat langsung mendaftar melalui website resmi kampus di admission.iu.edu.sa .Terdapat juga layanan berbahasa Indonesia sehingga memudahkan bagi pendaftar yang belum sama sekali mengenal bahasa Arab. Setelah menyelesaikan proses daftar online, pendaftar dapat  mengikuti muqobalah atau interview yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh pihak kampus di beberapa institusi pendidikan islam di Indonesia seperti Pesantren Darunnajah Jakarta, Pondok Modern Darussalam Gontor dan lain sebagainya, atau jika memungkinkan bisa datang langsung ke kampus Universitas Islam Madinah ketika melaksanakan ibadah umroh dari Indonesia. Namun demikian, jika tidak mendapatkan kesempatan keduanya, tidak mengapa jika hanya bergantung pada berkas yang sudah dikirimkan melalui website pendaftaran karena terdapat juga beberapa mahasiswa yang diterima namun tidak mengikuti muqobalah atau interview baik di Indonesia maupun di Madinah. Kemudian pendaftar tidak perlu  khawatir jika nantinya diterima akan tetapi belum menguasai bahasa Arab. Calon mahasiswa bisa mengambil kelas persiapan bahasa Arab selama 4 semester jika dirasa kemampuan bahasa Arabnya masih kurang.

Semua itu bisa diraih bukan tanpa perjuangan, kesabaran ekstra dan proses yang panjang. Paling tidak pendaftar harus menunggu satu tahun untuk menerima pengumuman apakah lulus atau tidak. Maka dari itu saran saya, sembari menunggu pengumuman, kita juga harus bersabar aktif. Caranya bagaimana? Kita bisa membekali diri kita dengan hal-hal yang bermanfaat atau menunjang perkuliahan kita nanti di Universitas Islam Madinah sebelum kita berangkat seperti manghafal Al qur’an dan mendalami bahasa Arab. Kemudian dikarenakan penantian yang cukup panjang dan kita tidak mengetahui kepastian diterima atau tidak, maka persiapkan juga plan lain. Mungkin kita bisa belajar di tempat lain terlebih dahulu sehingga waktu kita tidak terbuang percuma untuk menanti pengumuman.

Man jadda wajada wa man shobara dzafira wa man saara ‘ala ad darbi washala”

“Barang siapa yang berusaha maka ia akan berhasil, dan barangsiapa bersabar maka ia akan beruntung, dan barangsiapa berjalan pada jalannya maka ia akan sampai”.

Tetap semangat dan sampai jumpa di Kota Nabi!

Foto disediakan oleh Penulis




===========================================
Fharis Romanda adalah mahasiswa S1 semester 4 di Fakultas Bahasa Arab, Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Ia dapat dihubungi melalui fharisromanda@icloud.com.
Posts