Belajar Manajemen Lingkungan dari A-Z di GSGES Kyoto University

1
1042
Mengunjungi recycling center di Kawasaki, Jepang

Isu lingkungan tidak bisa lepas dari setiap aspek kehidupan: inilah konsep yang diusung di Graduate School of Global Environmental Studies (GSGES), Kyoto University. Dengan 3 departemen dan 20 laboratorium, fakultas ini memfasilitasi kebutuhan ilmuwan, insinyur, arsitek, ekonom, sampai politisi untuk mempelajari isu-isu lingkungan secara umum serta isu-isu lingkungan yang berhubungan dengan bidang mereka. Sebagai alumni program master GSGES, saya akan berbagi tentang apa itu GSGES, bagaimana cara mendaftar ke GSGES dan apa saja kegiatan di program master yang saya jalani.

Bidang studi di bawah naungan GSGES

Processed with VSCO with a6 preset

Dengan 20 laboratorium di bawah fakultasnya, dapat dibayangkan bahwa GSGES memiliki ruang lingkup yang cukup luas. Karena itu, program manajemen lingkungan di GSGES cocok bagi mereka yang mencari program master yang memberikan gambaran umum mengenai ilmu lingkungan, tapi tidak untuk mereka yang ingin belajar tentang lingkungan dengan lebih spesifik. Berikut merupakan departemen di GSGES dan keilmuan yang mereka tawarkan (untuk lebih detail dapat dicek di sini).

  1. Department of Global Ecology

Departemen ini menaungi laboratorium yang fokus pada manajemen isu sosial terkait dengan isu lingkungan, terdiri dari laboratorium Global Environmental Policy, Global Ecological Economics, Sustainable Rural Development, Resource Recycling Science, Socio-cultural Symbiosis, Environmental Marketing Management, Ontology of Environment and Technology, dan Environmental Education. Beberapa teman saya yang berada di bawah naungan departemen ini memiliki latar belakang pendidikan jurusan hukum, sosiologi, ekonomi, hubungan internasional, dan beberapa juga ada yang dari jurusan teknik, termasuk saya sendiri.

  1. Department of Technology and Ecology

Departemen ini terdiri dari laboratorium yang menanggapi isu lingkungan dengan pendekatan engineering, seperti laboratorium Enviromentally-friendly Industries for Sustainable Development, Environmental Infrastructure Engineering, Global Environmental Architecture, Environmental Biotechnology, Landscape Ecology and Planning, dan Environmentally-friendly Energy Conversion. Teman-teman saya yang belajar di departemen ini berasal dari jurusan arsitektur, arsitektur lanskap, sampai teknik sipil.

  1. Department of Natural Resources

Departemen ini adalah perpaduan antara manajemen alam dan kota dengan manajemen kebencanaan. Laboratorium yang dinaunginya antara lain Regional Planning, Earthquake Disaster Risk Management, Atmoshperic Chemistry, Ecosystem Production and Dynamics, Terrestrial Ecosystem Management, dan Aquatic Environmental Biology. Latar belakang teman-teman saya di departemen ini antara lain dari jurusan arsitektur lanskap, planologi, dan lain-lain.

Proses aplikasi ke program International Environmental Management Program (IEMP) GSGES

S__2146309-1

Ada 2 jalur pendaftaran ke program Environmental Management di Kyoto University: (1) General Admissions dan (2) IEMP Admission. Jalur pertama adalah untuk calon mahasiswa yang berdomisili di Jepang, sementara jalur kedua untuk calon mahasiswa yang berdomisili di luar Jepang. Karena tinggal di Indonesia, saya mendaftar melalui jalur kedua.

Pendaftaran IEMP biasanya dilakukan pada Juli – September setiap tahunnya. Proses ini dapat digunakan untuk mengikuti perkuliahan yang dimulai di bulan April tahun berikutnya (Spring semester) atau bulan Oktober tahun yang sama (Fall semester). Di Jepang sendiri, tahun ajaran baru umumnya dimulai pada bulan April, sehingga pendaftaran untuk bulan Oktober memiliki kuota yang lebih kecil. Sebagai catatan, sebelum melalui proses pendaftaran resmi ke GSGES, saya sudah menghubungi profesor yang saya minati bidangnya melalui e-mail. Hal ini umum dilakukan di Jepang, karena tidak seperti negara lain yang memilih supervisor setelah masuk kuliah, untuk mahasiswa master di Jepang biasanya calon mahasiswa sudah diterima oleh satu profesor ketika ia memasuki sebuah jurusan di universitas. Profesor yang menjadi calon supervisor saya ini nantinya juga akan berperan dalam pendampingan proses aplikasi saya ke GSGES.

Proses seleksi yang saya lalui ketika mendaftar ke GSGES melalui IEMP terdiri dari tiga tahap. Tahap (1) berupa seleksi administratif, di mana saya mengirimkan dokumen-dokumen seperti transkrip akademik, ijazah, dan lainnya melalui pos ke kantor GSGES di Kyoto. Setelah lulus tahap pertama, di tahap (2) saya diminta mengirimkan dokumen aplikasi berisi proposal riset untuk master saya serta essay dengan tema yang ditentukan oleh calon supervisor saya. Pada tahap ini, saya juga diminta untuk membayar biaya pendaftaran sebesar 10,000 yen. Semua dokumen dalam bahasa Inggris dan dikirimkan via pos, tidak melalui jalur elektronik. Berhasil melalui tahap seleksi kedua, saya kemudian melalui tahap (3): wawancara melalui video call. Wawancara dilakukan oleh sekitar 3-5 orang professor di GSGES, yang salah satunya termasuk calon supervisor saya. Pengumuman kelulusan diumumkan pada awal September. Untuk detail lebih lanjut mengenai pendaftaran IEMP, silahkan cek di sini.

Bersama supervisor saya, Takaoka sensei
Bersama supervisor saya, Takaoka sensei

Rangkaian kegiatan perkuliahan master di GSGES
Saya menjalani program master di GSGES selama dua tahun (4 semester). Secara garis besar, program master di GSGES terdiri dari perkuliahan di kelas, kuliah lapangan, internship, dan tesis.

Kegiatan perkuliahan di kelas sebagian besar dilakukan dalam bahasa Inggris. Kadang untuk membantu mahasiswa Jepang, sensei (profesor) melakukan kuliah dalam dua bahasa – Jepang dan Inggris. Walau demikian, masih ada beberapa mata kuliah pilihan yang diselenggarakan dalam bahasa Jepang saja, sehingga bagi mahasiswa internasional yang memiliki keterbatasan bahasa seperti saya jadi tidak bisa mengikutinya. Namun jangan khawatir, mata kuliah wajib dan sebagian besar mata kuliah pilihan sudah diberikan dalam bahasa Inggris. Dapat dipastikan, mahasiswa internasional tetap bisa memenuhi kredit kuliah walau tidak mengambil mata kuliah yang hanya disampaikan dalam bahasa Jepang itu.

Selain laboratoriumnya yang banyak, mata kuliah yang diajarkan juga melingkupi gambaran luas tentang ilmu lingkungan dari berbagai aspek keilmuan: aspek teknik, aspek edukasi, aspek ekonomi, aspek sains, diajarkan di program Manajemen Lingkungan GSGES. Bagi yang penasaran mata kuliahnya apa saja bisa cek di website GSGES atau dapat bertanya ke saya.

Suasana perkuliahan di GSGES
Suasana perkuliahan di GSGES

Selain kuliah di kelas, GSGES juga memiliki banyak kuliah lapangan. Salah satu kuliah lapangan yang wajib adalah Tango Field Trip, yang berlangsung selama satu minggu di wilayah utara Kyoto. Tango Field Trip dilaksanakan di musim panas, sekitar akhir Juli – awal Agustus (saat Jepang sedang panas-panasnya!). Kegiatan yang dilakukan sebagian besar berkaitan dengan manajemen alam dengan pendekatan sains dan sosial. Contohnya saya sempat berenang di laut untuk mencari rumput laut dan mengidentifikasi jenisnya, mengukur pohon di bukit yang miring untuk menggambar kanopinya, keliling desa untuk membantu penduduk ‘bebersih tahunan’, dan lain-lain. Salah satu yang menarik selama field trip ini selain belajar banyak hal baru secara akademik, kami juga belajar dan sekaligus ikut mempraktikan budaya masyarakat Jepang dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga sangat menikmati makanan lokal selama field trip yang sungguh 4 sehat 5 sempurna!

Mengumpulkan rumpus laut di laut utara Kyoto
Mengumpulkan rumput laut di laut utara Kyoto
Di desa lokasi internship
Di desa lokasi field trip
Salah satu menu makanan selama field trip
Salah satu menu makanan selama field trip

Kegiatan yang juga menjadi ‘trademark’ GSGES adalah internship. Mahasiswa master diwajibkan mengikuti internship selama minimal 3 bulan di institusi dan negara yang dapat dipilih berdasarkan preferensi masing-masing. Saya sendiri menjalani internship selama 1,5 bulan di sebuah institusi riset di Tsukuba, Jepang dan 1,5 bulan di Bali. Proses internship ini merupakan kesempatan bagi para mahasiswa master untuk melihat ‘dunia luar’ selain dunia akademik: merasakan dunia kerja, mempelajari realita di lapangan, dan lain-lain. Bagi saya, pengalaman internship merupakan kesempatan baik untuk melihat berbagai sistem daur ulang di Jepang dan juga mendalami sistem pengangkutan sampah di Indonesia.

Mengunjungi recycling center di Kawasaki, Jepang
Mengunjungi recycling center di Kawasaki, Jepang

Penutup
Belajar ilmu lingkungan tidak bisa melihat hanya dari satu sisi – inilah kesimpulan saya setelah berkuliah di GSGES Kyoto University. Menyelesaikan tantangan lingkungan perlu dilakukan dengan pendekatan multidisipliner dan dengan pikiran terbuka – walau tidak berarti kita tidak punya keahlian. Bagi kalian yang tertarik untuk belajar ilmu lingkungan, yuk cek GSGES Kyoto University. Sampai ketemu di Jepang!

  • Pak Sukiman

    Maaf jika lewat pasan ini saya publikasikan dan sampaikan kisah sukses saya.
    saya seorang TKI DI MALAYSIA
    pengen pulang ke indonesia tapi gak ada ongkos
    sempat saya putus asa apalagi dengan keadaan susah
    gaji istri saya itupun buat makan sehari2. sedangkan hutang banyak
    kebetulan istri saya buka-buka internet Dan mendapatkan
    nomor MBAH KASSENG (0853-4288-2547) katanya bisa bantu orang melunasi hutang
    melalui jalan TOGEL dan dengan keadaan susah, terpaksa saya
    hubungi dan minta angka bocoran Toto/malaysia
    angka yang di berikan waktu itu 4D 
    ternyata betul-betul tembus 100% alhamdulillah dapat 269.jt Oleh Karna itu saya posting no HP MBAH KASSENG ini supaya saudarah-saudara ku di indonesia maupun di luar negri yang sangat kesulitan masalah ekonomi (kesusahan) jangan anda putus asa. Karna jalan masih panjang yang penting anda tdk malu atau takut menghubungi MBAH KASSENG. Semua akan berubah Karna kesuksesan ada pada diri kita sendiri. Yakin dan percaya bahwa itu semua akan tercapai berkat bantuan dari mbah AMIN.
    MBAH KASSENG
    NO: 0853-4288-2547 / +6285-342-882-547 ….