5 Hal yang Saya Harap Saya Ketahui Tentang Belajar di Luar Negeri

Bagi kalian yang sudah mendapatkan letter of acceptance dari universitas tempat kalian berkuliah, saya ucapkan selamat! Belajar di luar negeri sudah pasti akan menjadi pengalaman terbaik dan memperkaya yang pernah kalian rasakan. Akan ada banyak hal yang kalian pelajari dari pengalaman ini yang mengasah kemampuan, pengetahuan, dan pola pikir yang membantu kalian untuk stand out dari orang lain.

Saya berkuliah di salah satu universitas swasta di Singapura selama tiga tahun dan pengalaman tersebut adalah pengalaman yang sangat berharga. Pengalaman tersebut merupakan pengalaman pertama saya tinggal di negara orang lain. Meskipun memang tidak mudah awalnya, seiring berjalannya waktu saya pun belajar untuk mengelola diri saya. Setelah melaluinya, saya melihat bahwa perjalanan kuliah tersebut bisa menjadi lebih mudah jika saya tahu beberapa hal tentang berkuliah di luar negeri sebelumnya.

Oleh karena itu, saya ingin berbagi tentang 5 hal yang saya harap saya ketahui tentang berkuliah di luar negeri sebelum saya melakukannya – beberapa hal yang mungkin perlu kalian ketahui jika kalian memiliki rencana atau akan berkuliah di luar negeri dalam waktu dekat.

1.Merasa kangen rumah (homesick) itu wajar – kamu bukan orang satu-satunya yang merasakan hal tersebut

Gambar Homesick

Sumber: https://pixabay.com/en/sunset-sea-homesickness-sillhouette-216872/

Saya ingat betapa antusiasnya saya tentang berkuliah di luar negeri pada awalnya, karena saya begitu menantikan kesempatan mempelajari ilmu yang sangat saya senangi dan kesempatan hidup secara independen. Namun setelah beberapa minggu berada di luar negeri, saya merasakan sesuatu yang 50-75% orang alami ketika mereka jauh dari rumah – rasa ‘kangen dengan rumah’ atau homesick. Dengan prevalensi tersebut, hal ini bukanlah sesuatu yang memalukan ataupun aneh. Ada suatu efek psikologis yang muncul ketika kalian berada jauh dari rumah dalam beberapa waktu. Lagipula, rasa kangen rumah lebih dari sekedar jauh dari rumah – berpisah dari orang-orang yang biasanya kalian temui, kehilangan rutinitas yang biasanya kalian lakukan, ataupun tidak melihat tempat-tempat yang biasanya kalian kunjungi.

Kalau kalian pernah merasa kangen rumah ketika kalian berkuliah di luar negeri, tenang saja karena hal tersebut adalah hal normal. Hal yang paling penting ketika kalian merasa kangen rumah adalah memiliki seseorang yang bisa kalian percaya yang bisa kalian ajak bicara selain keluarga kalian. Setiap universitas biasanya memiliki konselor untuk mahasiswa mancanegara yang memiliki kesulitan dalam beradaptasi, jadi kalian bisa memulai dari sana. Kabar baiknya adalah dengan bantuan yang tepat dan seiring berjalannya waktu, perasaan kangen rumah ini akan berlalu.

2.Komunitas dan sense of belonging sangat penting

Sumber: http://maxpixel.freegreatpicture.com/Jump-Friendship-Friends-Group-Beach-Merry-Joy-628431

Sumber: http://maxpixel.freegreatpicture.com/Jump-Friendship-Friends-Group-Beach-Merry-Joy-628431

Merasa kangen rumah dan kesepian saat berkuliah di luar negeri tidaklah aneh, apalagi kalau kalian tidak memiliki kerabat atau teman yang kalian kenal dekat. Saat saya merasa kangen rumah, ada perasaan terisolir yang saya rasakan karena saya melihat teman-teman saya tampak baik-baik saja (padahal, belum tentu mereka tidak merasakannya – mungkin mereka memang tidak sedang menunjukkan rasa kangen rumah itu).

Karena itulah, memiliki komunitas sangat penting untuk membantu kalian agar kalian tidak merasa kesepian. Jika kamu merasa malu dan kesulitan untuk bergabung dengan komunitas karena kendala bahasa, kamu bisa memulainya dengan mencari komunitas orang Indonesia terlebih dahulu. Meskipun demikian, pastikan bahwa nantinya kalian tidak menutup diri dan bergaul dengan sesama orang Indonesia saja, melainkan juga bergaul dengan teman-teman dari berbagai warga negara. Selain itu, tipe komunitas tertentu seperti komunitas religius atau spiritual bisa menjadi pilihan yang tepat, karena orang-orang di dalam komunitas tersebut biasanya lebih mendukung dan menerima kalian.

3.Kenali dan gunakan fasilitas yang ada di universitas kalian

Sumber: https://www.flickr.com/photos/93706655@N00/4768432639

Sumber: https://www.flickr.com/photos/93706655@N00/4768432639

Setiap universitas pasti memiliki fasilitas-fasilitas tertentu yang bertujuan untuk melengkapi pengalaman berkuliah agar kalian benar-benar menikmati pengalaman tersebut. Pastikan kalian mengenal dan memanfaatkan fasilitas tersebut, karena pengalaman berkuliah bukanlah hal yang mudah, dan fasilitas-fasilitas yang ada disediakan untuk mempermudah kalian.

Misalnya, di universitas saya dulu terdapat tempat untuk konseling karir bagi para mahasiswa yang sedang dalam proses mencari pekerjaan di Singapura. Mahasiswa dapat belajar dari konselor karir tentang bagaimana menulis CV dan surat pengantar yang baik, latihan wawancara kerja, etika dalam networking, dan sebagainya. Pengetahuan tentang hal ini sangat penting dan saya bersyukur bisa mendapatkannya melalui konselor karir ini.

4.Kamu akan mendapatkan banyak hal yang memperkaya diri kamu dalam pengalaman ini, selama kamu aktif mencari daripada berdiam diri

Sumber: http://www.thebluediamondgallery.com/wooden-tile/p/proactive.html

Sumber: http://www.thebluediamondgallery.com/wooden-tile/p/proactive.html

Ketika saya merasa kangen rumah, saya pernah berpikir untuk menjadi relawan di pusat pelayanan keluarga di Singapura. Akan tetapi, karena saya merasa kurang percaya diri, saya mengurungkan niat saya untuk melakukan hal tersebut. Namun pada akhirnya, saya memberanikan diri untuk menjadi relawan di semester tiga, dan semenjak saat itu, saya pun menjadi semakin lebih aktif di berbagai kesempatan untuk menjadi relawan.

Ada berbagai macam kesempatan untuk mengembangkan diri selama kalian berkuliah di luar negeri, seperti aktif di berbagai kegiatan kerelawanan. Akan tetapi, kesempatan tersebut seringkali tidak ditawari secara aktif kepada kalian, jadi kalian harus mencari pengalaman tersebut dengan aktif. Apakah pengalaman berkuliah di luar negeri menjadi suatu pengalaman yang memperkaya atau tidak akan bergantung dari seberapa jauh kamu menggunakan berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri di sana. Lagipula, pengalaman berelawan di luar negeri menambah kemampuan-kemampuan tertentu yang berbeda dari berelawan di dalam negeri, seperti membangun sensitivitas dan kemampuan berkomunikasi dengan seseorang dari latar belakang budaya lain.

5.Nikmati masa-masa kuliah kalian dan jangan lupa untuk bersenang-senang (kunjungi tempat-tempat baru yang ada di sana!)

Sumber: http://www.publicdomainpictures.net/view-image.php?image=25498

Sumber: http://www.publicdomainpictures.net/view-image.php?image=25498

Tugas, ujian, dan kegiatan kerelawanan yang kalian jalani semasa berkuliah di luar negeri pasti akan membuat kalian merasa stres. Meskipun demikian, pastikan kalian tetap menikmati pengalaman berkuliah ini. Jika kalian mulai merasa stres, cobalah untuk meluangkan diri sejenak untuk bersantai – salah satunya dengan mengunjungi berbagai tempat baru yang membantu kalian keluar dari rutinitas yang terasa membosankan. Jangan biarkan kesulitan-kesulitan yang kalian hadapi mempengaruhi kalian untuk tidak menikmati pengalaman ini.

Setelah saya menyelesaikan studi saya di Singapura, saya menyesal bahwa ada berbagai tempat di Singapura yang belum sempat saya kunjungi karena saya terlalu fokus di kegiatan perkuliahan saya. Dan percayalah, ada berbagai tempat bagus yang bisa dikunjungi di negara tempat kalian berkuliah, dan pastikan kalian memiliki pengalaman untuk mengunjunginya – bahkan untuk sekedar bersantai sekalipun. Setelah kalian lulus dari studi ini, kalian akan kembali ke dunia nyata yang lebih ‘ganas’ dari dunia perkuliahan – bahkan sampai sekarang saya rindu masa-masa saya berkuliah di Singapura. Nikmatilah perjalanan yang akan kalian lalui selama kalian berada di sana.

Demikian lima hal penting yang perlu kalian ketahui sebelum kalian berkuliah di luar negeri. Semoga dengan mengetahui kelima hal ini, pengalaman berkuliah di luar negeri menjadi lebih memperkaya diri kalian lagi. Selamat berjuang dan have fun!




===========================================
Stefanus Suryono finished his undergraduate study in Psychology from James Cook University Singapore. Currently, he is working as a brain trainer for children aged 3-18 years old and is involved in several volunteering activities that focus on empowerment. He is a psychology enthusiast that has constant hunger for both learning and food. He aspires to become a psychologist that can contribute for the improvement of mental health, psychological well-being, and self-development of Indonesian community.
Posts | Facebook | LinkedIn