Seperti Apa Menempuh Pendidikan di Filipina?

0
735

Walau bertetangga di Asia Tenggara, cukup jarang mendengar Filipina sebagai negara tujuan studi pelajar Indonesia. Melalui tulisan ini, Chelsea berbagi tentang sistem pendidikan di Filipina dan keuntungan apa yang dapat diraih jika kalian memilih Filipina sebagai lokasi studi.

Source: anneahira.com
Sumber: anneahira.com

“Filipina dimana sih?”

“Sekolah disana? Emang banyak orang luar negeri sekolah disana?”

“Emang ada orang Indonesia sekolah disana?”

Pertanyaan ini selalu mencuat ketika saya berkata kepada mereka “Saya sekolah di Filipina”. Well, mungkin tidak banyak orang yang mengetahui kondisi negara Filipina dan pendidikannya. Singapore atau Malaysia memang lebih terkenal sebagai negara tujuan sekolah dibanding negara Asia Tenggara lainnya. Filipina sendiri adalah negara berkembang dan tidak jauh berbeda dengan Indonesia, mulai dari lingkungan dengan cuaca tropis sampai tipe wajah dan warna kulit yang sama. Waktu tempuh dari Jakarta ke Manila (Ibu kota Filipina) dengan menggunakan penerbangan direct flight kurang lebih sekitar 3 jam. Untuk kancah internasional, orang luar negeri lebih mengenali orang Filipino dari pada orang Indonesia. Biasanya, mereka akan bilang, “Oh, you come from Asia, are you a Filipino?” Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, orang Indonesia memiliki struktur wajah dan warna kulit yang sama. Orang lokal Filipina tidak akan tahu jika kita orang Indonesia sampai kita berkata “I am not a Filipino, I am an Indonesian”.

Karena Filipina lama dijajah oleh bangsa Spanyol dan Amerika Serikat, jangan heran kebanyakan nama belakangnya sama seperti orang Spanyol. Untuk soal bahasa, ada beberapa serapan: jika kalian bersekolah di daerah Manila dan sekitarnya (pulau Luzon), maka bahasa Tagalog, bahasa resmi negara Filipina, biasanya digunakan. Beda hal jika kalian pergi ke daerah Visayas dan Mindanao, mereka punya bahasa daerah sendiri dan jarang menggunakan bahasa Tagalog. Namun, bahasa Inggris resmi menjadi bahasa kedua di negara ini. Jadi, hampir 90% universitas di Filipina menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Di sini ada banyak foreigners, seperti orang Afrika, Korea, Indonesia, Thailand, Myanmar, Amerika, dan balikbayan (orang Filipino yang lahir dan atau tinggal di luar Filipina lalu kembali ke negaranya entah untuk belajar, kerja ataupun hidup menetap).

Untuk biaya sekolah, biaya di Filipina tidak jauh berbeda dengan biaya yang dibutuhkan di Indonesia. Hanya saja, biaya hidup dan visa yang sedikit berat untuk bersekolah di sini. Jadi jangan heran, jika mahasiswa mahasiswi Indonesia pulang kampung ke Indonesia, pasti selalu membawa kembali ke Filipina berbagai produk Indonesia, mulai dari makanan berupa ikan teri goreng, sambal, saos, kecap manis, mie instant, samapi kebutuhan sehari-hari seperti pembalut, sabun, sampo dan lain-lain. Maklum, di Filipina, harga kebutuhan sehari-hari yang di impor dari Indonesia bisa 2 hingga 3 kali lipat dari harga yang seharusnya.

School UP Diliman, sekolah negeri paling terkenal di Filipina (Sumber: hoppler.com.ph)
School UP Diliman, sekolah negeri paling terkenal di Filipina (Sumber: hoppler.com.ph)

Untuk syarat bersekolah di Filipina, untuk level high school atau Sarjana, tidak begitu membutuhkan TOEFL atau IELTS, karena biasanya sekolah akan mengadakan Ujian Bahasa Inggris dan jika si pendaftar tidak lulus tes tersebut, maka harus mengikuti Intensive English Class untuk 1 semester saja. Menurut pengalaman saya sendiri, jika kalian bersekolah di sini, untuk lulus TOEFL dengan nilai 500 atau IELTS 6 sudah bisa, asalkan rajin bersosialisasi dengan yang lain sehingga bahasa Inggris bisa terlatih lebih baik karena kalian akan berbicara, menulis, membaca dan mendengar bahasa Inggris setiap hari.

Ketika saya pergi ke Filipina pada tahun 2011, sistem kurikulum untuk sekolah dasar sampai menengah atas adalah 10 tahun untuk wajib belajar. Namun program tersebut telah diganti menjadi K-12 sekitar tahun 2013 (sama seperti Indonesia, 12 tahun wajib belajar). Tapi, kalau teman-teman tetap tertarik untuk sekolah di Filipina walaupun dengan sistem 12 tahun wajib belajar, tidak jadi masalah. Sementara itu, untuk kurikulum perkuliahan, Filipina menggunakan sistem yang mirip dengan Amerika Serikat. Contoh, untuk pendidikan dokter, sistem yang berlaku tidaklah sama dengan Indonesia tapi sama dengan Amerika Serikat. Di Filipina, kalian harus menyelesaikan pendidikan Sarjana terlebih dahulu, lalu mengambil Sarjana Kedokteran lagi. Jadi, dibutuhkan sekitar 8 tahun untuk menempuh pendidikan dokter umum.

Kebanyakan lulusan Keperawatan atau Medical Techonologist dari Filipina dapat diterima bekerja di Inggris, Australia, Amerika Serikat, dan negara lainnya, karena bahasa Inggris yang dapat diperhitungkan dan karena Filipina telah memiliki kurikulum standar internasional. Hampir setiap jurusan memiliki “Registered”, atau bisa disebut seperti ujian negara untuk mengambil lisensi. Keperawatan, Medical Techonologist, Accounting, Guru, Librarian, Engineering, dan Kedokteran adalah jurusan yang wajib memiliki lisensi supaya mereka dapat bekerja setelah kuliah. Sebagai contoh, teman saya mengatakan bahwa pengambilan lisensi untuk Perawat di Filipina tidak jauh berbeda dengan pengambilan lisensi perawat untuk Amerika Serikat.

Tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan Filipina sebagai salah satu negara tujuan untuk bersekolah. Uang sekolah dan biaya hidup lebih terjangkau, lingkungan yang tidak jauh beda dengan negara Asia Tenggara lainnya terutama Indonesia, lokasi yang cukup dekat dengan Indonesia, dan media bahasa perantara menggunakan bahasa Inggris. Sebagai tambahan, bersekolah di luar negeri seperti di Filipina dapat memberikan nilai tambah bagi kalian melalui kesempatan mempelajari kultur negara lain, kesempatan mengubah kemampuan berbahasa asing menjadi lebih baik, dan juga belajar hidup mandiri serta tidak cengeng. Itu adalah alasan saya mengapa memilih Filipina untuk tempat menuntut ilmu. Jadi, apakah kalian tertarik untuk melanjutkan studi di Filipina?