MIPH students 2 (credit The University of Sydney)

Mengenal Program Master of International Public Health di Australia

Mungkin ada di antara kamu yang pernah mendengar tentang program Master of International Public Health (MIPH). Tahukah kamu apa perbedaannya dengan program Master of Public Health (MPH)? Nah, jika belum, saya akan berbagi informasi di sini, khususnya tentang program MIPH di Australia.

Pada dasarnya, MIPH merupakan program pendidikan pascasarjana yang masih serumpun dengan MPH. Hanya saja, MIPH lebih menitikberatkan pada situasi dan kondisi yang terjadi di negara-negara berkembang atau developing countries. Program studi ini juga sering disamaartikan dengan program studi Master of Science in Global Health yang ada di beberapa universitas di Amerika Serikat, Inggris dan Kanada. Di sisi lain, sebagian orang menyebutkan bahwa keduanya adalah hal yang berbeda. Lantas, dimana letak perbedaannya?

Ada yang berpendapat bahwa Global Health memiliki cakupan yang lebih luas dari International Public Health. Jika Global Health lebih menekankan isu-isu kesehatan transnasional, International Public Health cenderung berisi pengetahuan dan keterampilan dalam teori dan praktek kesehatan masyarakat beserta penekanan khusus pada pengendalian penyakit, pengembangan pelayanan kesehatan dan promosi kesehatan di beberapa negara dengan kondisi yang menantang dan rawan konflik, terutama middle-income countries. Oleh sebab itu, program ini sebenarnya sangat cocok bagi mereka yang berkecimpung dalam kegiatan humanitarian aid, atau bekerja di lembaga bantuan internasional (non-governmental organizations/NGOs). Namun, tidak menutup juga kemungkinan bagi mereka yang bekerja di sektor pemerintah untuk mengikuti program MIPH, khususnya yang bekerja di bagian program, kebijakan serta penelitian.

Di Australia sendiri, MIPH menjadi salah satu program yang banyak diminati oleh para mahasiswa internasional, termasuk mahasiswa dari Indonesia seperti saya. Universitas di Australia yang memiliki program ini antara lain University of New South Wales, University of Sydney, dan Griffith University. Biasanya, lama program MIPH adalah sekitar 1 – 1,5 tahun. Adapun kualifikasi yang dibutuhkan adalah latar belakang pendidikan kesehatan seperti kedokteran, kedokteran gigi, kesehatan masyarakat, farmasi, keperawatan dan ilmu kesehatan lain, tak terkecuali latar belakang pendidikan non-kesehatan seperti psikologi, ilmu pasti, serta ilmu sosial lainnya. Walaupun demikian, beberapa program MIPH – seperti yang ditawarkan oleh University of New South Wales – mensyaratkan pelamar untuk memiliki pengalaman profesional di bidang kesehatan masyarakat selama minimal 2 tahun, meskipun tidak mutlak diperlukan. Selain kualifikasi pendidikan, universitas di Australia umumnya juga memiliki syarat kualifikasi nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Australia untuk studi tingkat pascasarjana, yaitu standar bahasa Inggris yang tinggi.

Selain itu, sebagian besar program MIPH tidak memiliki penjurusan atau disiplin ilmu yang lebih khusus. Tidak seperti program MPH yang menawarkan secara spesifik konsentrasi dalam bidang tertentu, misalnya epidemiologi dan biostatistik, gizi kesehatan, promosi kesehatan atau manajemen kesehatan, program MIPH umumnya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bebas memilih mata kuliah pilihan (elective units) yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Misalnya saja, mahasiswa MIPH yang tertarik untuk menggeluti bidang penelitian akan dianjurkan untuk mengambil elective units yang terkait dengan epidemiologi dan biostatistik.

Di samping itu, salah satu keunggulan menarik dari program MIPH adalah kesempatan untuk mengikuti program internship dan terlibat langsung dalam proyek-proyek International Health di beberapa negara di Asia dan Afrika. Hal ini tentunya akan membantu mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari di kelas. Program MIPH di University of Sydney, contohnya, menawarkan mata kuliah International Health Independent Study, dimana mahasiswa dapat memilih untuk ditempatkan di lembaga bantuan internasional (aid agency) di luar negeri untuk terjun langsung dalam meningkatkan kondisi kesehatan di sana. Tentunya, mahasiswa tersebut harus mengikuti proses seleksi penempatan yang cukup ketat, tergantung dari latar belakang dan bidang yang diminati.

School of Public Health USYD (courtesy Anissa Rizkianti)

School of Public Health USYD (courtesy Anissa Rizkianti)

Pengalaman saya mengikuti program MIPH selama 1 tahun di University of Sydney memberikan saya banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman mahasiswa internasional dari Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah, Asia Pasifik, bahkan Amerika dan Eropa. Saya tidak hanya belajar bagaimana cara membangun program kesehatan dalam konteks sumber daya yang masih menantang dan terbatas, tapi juga bekerja sama dengan teman-teman mahasiswa lain untuk menyusun rencana strategi dan implementasi. Semua itu saya dapatkan terutama saat mengambil mata kuliah International Health Project Management. Selama mengambil program MIPH, saya juga mendapat kesempatan untuk mengikuti program short course mengenai Millennium Development Goals (MDGs) di Fudan University, Shanghai tahun 2014 silam. Hal ini merupakan salah satu bentuk reward yang saya peroleh atas keberhasilan akademik saya dalam mata kuliah Foundations of International Health.

International Health Project Management class (credit by Bibek Dhoj Thapa)

International Health Project Management class (credit by Bibek Dhoj Thapa)

Bidang kesehatan masyarakat merupakan bidang yang memiliki pendekatan multidisiplin sehingga berbagai orang yang datang dari berbagai latar belakang profesi dapat bekerja dalam bidang ini. Akan tetapi, International Public Health memberikan lebih banyak kesempatan untuk belajar dari berbagai pengalaman yang ada di lapangan, terutama dalam kondisi wilayah dengan sumber daya yang terbatas. Mahasiswa juga akan selalu diajak untuk bersikap kritis dalam menyusun strategi kesehatan yang sesuai dengan situasi di negara-negara berkembang.

Para mahasiswa-mahasiswi MIPH (credit by The University of Sydney)

Para mahasiswa-mahasiswi MIPH (credit by The University of Sydney)

Untuk kamu yang masih ragu-ragu untuk mengambil program MIPH, terutama di Australia, saya harap kamu sudah lebih paham dan terbuka wawasannya. Saya yakin bahwa setiap bidang ilmu itu pastilah baik, namun cara pemanfaatannya di dunia nyata tidaklah terlepas dari minat kita untuk terus menggali ilmu tersebut. Maka dari itu, ayo kejarlah masa depanmu!

Photos provided by the author

Edited by Hadrian Pranjoto




===========================================
Anissa is a full-time health researcher in the National Institute of Health Research and Development, Ministry of Health. She finished her Bachelor of Public Health from the University of Indonesia in 2009, and later completed her Master of International Public Health from the University of Sydney, Australia, in 2015. She has been awarded Australia Awards Scholarship for her Master degree, and currently been awarded StuNed scholarship for her next course work in Netherland this year. Having interest in reproductive, maternal and child health, she has experienced assisting health surveys and conducting independent projects from ideation to execution. She is also able to undertake quantitative and qualitative data collection and analysis as well as to produce nationally-recognised publications and research papers.
Posts | Website | Facebook | Twitter | LinkedIn