Q&A: London, Kota yang Tepat untuk Belajar Finance!

Q&A: London, Kota yang Tepat untuk Belajar Finance!

Pada kesempatan kali ini, Indonesia Mengglobal mewawancarai Divinda Ireva. Pelajar dari Indonesia yang berkuliah di London dengan jurusan Investment and Financial Risk Management. Divinda akan bercerita tentang pengalamannya selama berkuliah di London.

Perkenalakan diri Anda secara singkat?

Nama saya Divinda Ireva, pelajar dari Jakarta berumur 21 tahun yang sekarang sedang menjadi salah satu pelajar tingkat akhir di Cass Business School, City University of London jurusan Investment and Financial Risk Management.

Sebelum melanjutkan kuliah di UK apa saja kegiatan Anda? 

Setelah menyelesaikan SMA di Al-Izhar Pondok Labu hingga lulus, saya mengambil kelas foundation di Kaplan London selama kurang lebih 8-9 bulan. Keharusan dalam mengambil foundation dikarenakan Universitas saya inginkan tidak menerima pelajar Indonesia yang tidak menyelesaikan sekolah dengan beberapa kurikulum yang menjadi syarat penerimaan, seperti IB, A-Level, dll. Sebenarnya mengambil foundation di Kaplan London adalah sebuah kebetulan karena semasa SMA saya mengambil kelas IELTS preparation di Kaplan Jakarta, dan ternyata di London mereka bekerja sama dengan Universitas yang saya inginkan. Berbeda universitas, berbeda juga syarat minimum nilai yang mereka inginkan dari lulusan Kaplan London. Contohnya, Westminster University menginginkan minimal nilai rata-rata 5/5.5, City University menginginkan rata-rata 6, namun Cass Business School yang merupakan bagian dari City University juga menginginkan rata-rata minimum 7.5. Jika kita memenuhi syarat tersebut ketika lulus foundation, dengan otomatis kita telah menjamin kursi kita di Universitas yang diinginkan, tanpa harus membuat Personal Statement, dll. Mengambil kelas foundation kurang lebih memberikan gambaran tentang hal hal apa saja yang akan dipelajari di kuliah, namun untuk kelas statistic atau matematika menurut saya hampir mirip dengan apa yang telah saya pelajari selama SMA. 

Bagaimana awal mula nya Anda tertarik dengan program yang Anda ambil sekarang?

Meskipun saya mengambil jurusan IPA sewaktu SMA, saya selalu tahu saya akan mengambil major yang berhubungan dengan Ilmu Sosial, entah itu bisnis, manajemen, atau finance. Awalnya saya berkeinginan untuk mengambil kelas bisnis karena menurut saya ilmu bisnis pasti akan meliputi ekonomi dan hal hal lain yang akan bisa menjadi basis saya untuk bekerja di masa depan. Namun setelah saya berkonsultasi dengan orang-tua saya, mereka menyarankan saya untuk mengambil Finance, karena London terkenal sebagai Financial Centre dan ilmunya yang belum banyak diajarkan di semua Universitas. Tidak hanya karena jurusan saya yaitu Investment and Financial Risk Management termasuk jurusan yang unik, saya juga yakin suatu masalah seperti krisis di suatu negara yang menyebakan kemiskinan di bisa ditemukan solusinya jika yang berwenang mengetahui skema pergerakan uang.

Berapa lama degree Anda? Lalu apa gelar Anda saat lulus nanti?

Gelar yang akan saya dapatkan adalah BSc, atau Bachelor of Science jika saya sukses menyelesaikan studi saya selama 3 tahun. Namun ini tidak termasuk dengan 9 bulan kelas foundation yang saya lakukan. 

Pemandangan Kota London

Pemandangan Kota London

Apa saja yang Anda pelajari dari program ini?

­Di program ini pelajaran yang saya dapatkan berhubungan dengan Finance, seperti mathematical finance, econometrics, portfolio management, financial market, real estate, security analysis, asset liability management, dan lain lain. Setahun setidaknya ada delapan modul yang bisa dipilih, dengan modul wajib dan satu modul pilihan setiap term-nya.

Umumnya setiap pelajaran pasti memperkenalkan istilah-istilah yang ada di financial market dan juga menjelaskan lebih dalam cara menghitung nilainya, dan yang terutama bagaimana cara membuat keuntungan dalam setiap jual beli securities, seperti surat hutang, saham, dan lainnya.

Dalam program ini, banyak kemampuan matematika dibutuhkan namun penggunaan kalkulator dibutuhkan jadi sebenarnya tidak ada masalah dalam hitung-hitungan, namun banyaknya istilah-istilah yang asing membuat saya harus belajar lebih banyak untuk bisa mengerti apa yang sedang diajarkan.

Apa cita-cita Anda setelah lulus nanti? Apa pelajaran yang paling Anda suka dan menurut Anda relevan dengan pekerjaan Anda nanti?

Pada saat ini saya belum memiliki 1 cita-cita yang spesifik, saya bisa membayangkan bekerja di finance industry namun saya juga ingin bekerja di PBB sehingga saya bisa merubah suatu kondisi yang buruk di dunia ini menjadi lebih baik dengan membantu orang-orang yang kurang beruntung.

Pelajaran yang menjadi favorit saya saat ini adalah Corporate Social Responsibility, yaitu suatu kelas elektif yang diajarkan oleh seorang dosen yang cerdas dan unik yang berhasil membuat siswa siswi berpikir kreatif dan menghubungkan sikap manusia dengan hal hal yang berbau bisnis. Menurut saya seluruh pelajaran yang saya dapat akan relevan dengan pekerjaan saya, namun ilmu ilmu yang saya serap dari kelas CSR jelas bisa diterapkan di masa depan karena secara umum sikap atau kebiasaan manusia bisa menentukan keputusan yang mereka ambil di suatu perusahaan, entah dalam berinteraksi dengan atasan, dalam menentukan langkah arah perusahaan tersebut, dan lain – lain.

Apa saja kegiatan Anda di luar perkuliahan?

Di luar kuliah, terkadang saya datang ke latihan badminton yang diselenggarakan oleh mayoritas orang Indonesia (pelajar) setiap hari Jumat. Latihan tersebut tidak hanya untuk yang sudah mahir, tapi pelajar yang amatir seperti sayapun sangan disambut.

Di luar perkuliahan, saya mengambil kelas extra curricular kelas Bahasa Mandarin dan Perancis. Meskipun masih program dari kuliah, nilai tidak akan berpengaruh dalam kelulusan saya, akan tetapi akan menguntungkan karena mereka akan memberikan sertifikat ketika kita sukses menyelesaikan kelasnya.

Jika saya sedang tidak ada tugas atau kegiatan lainnya, saya mengambil job dari suatu perusahaan hospitality yang menyediakan pekerjaan berdasarkan shift yang tersedia, sehingga tidak memaksakan komitmen untuk selalu bekerja. Sebagai contoh, mereka akan mengirim SMS/email menginfokan bahwa hari Kamis pada jam 4 sore – 10 malam ada lowongan menjadi bar staff/waitress di acara olahraga, jika berminat kita bisa mendaftarkan diri kita namun kalau tidak, pesan tersebut bisa dihiraukan. Gaji yang didapatkan biasanya minimum wage, yaitu 6.7 pounds untuk 25 tahun kebawah, namun untuk 25 tahun keatas kalau saya tidak salah sekita 7.2 pounds.

 Apa pengalaman yang Anda dapat di UK tapi tidak bisa Anda dapat dari Indonesia?

Menurut saya sangat banyak, namun beberapa adalah travelling yang mudah, belajar mandiri, dan berani. Dengan tinggal di UK, saya menjadi pribadi yang mandiri dengan mengurus semuanya dengan sendiri dan berani menyelesaikan masalah yang membutuhkan nyali untuk beragumen dengan orang yang budaya dan bahasanya berbeda. Juga saya belajar mandiri mulai dari memasak, menyuci, mengurus tagihan air-listrik-internet yang menurut saya tidak bisa saya lakukan di Indonesia karena rata-rata pekerjaan rumah ini sudah ada yang mengurusnya.

Hal yang menjadi hal favorit saya adalah kemudahan travelling dikarenakan transportasi yang mendukung seperti kereta London-Paris, bus, dan pesawat. Dengan tinggal di UK, berpergian ke kota atau negara tetangga menjadi mudah dikarenakan dengan adanya sistem ‘uang saku perbulan’ sehingga saya bisa mengatur keuangan saya sendiri dengan menabung, dan karena letak Eropa yang tidak jauh dari Inggris dan antar negara jaraknya dekat, dalam waktu yang sempit saya bisa mengunjungi banyak tempat. Saya rasa dengan keadaan saya yang masih bergantung pada orang tua, saya tidak bisa dengan mudah membuat rencana jalan-jalan ke banyak negara karena saya harus dengan spesifik meminta uang untuk travelling. Terakhir, umumnya dari Indonesia untuk mengunjungi negara lain, transportasi yang paling efisien adalah pesawat, namun jika di UK kita bisa memilih berbagai jenis transportasi tergantung budget kita masing-masing.

Pengalaman Ketika Travelling

Pengalaman Ketika Travelling

 Apa saran Anda buat anak-anak Indonesia yang ingin berkuliah di UK dan mengambil program seperti Anda?

 Untuk yang ingin berkuliah di UK, saran saya adalah fokus dengan tujuan utama, yaitu belajar. Tinggal sendiri untuk pertama kalinya adalah merupakan suatu distraction karena banyak hal dan pengalaman baru yang menyenangkan dan menantang, apalagi dengan tinggal di UK dengan banyaknya hal yang bisa dilakukan dan tempat tempat yang bisa dikunjungi bisa membuat fokus tersebut bergeser dalam belajar. Harus selalu ingat bahwa tidak semua orang bisa memiliki kesempatan untuk bisa kuliah di tempat yang sejauh ini dari hometown yang mengharuskan orang tua menanamkan kepercayaan yang tinggi, jadi harus bisa membuktikan jika kita kompeten dan bisa membanggakan orang tua.

Saran saya untuk yang ingin mengambil program manapun ataupun seperti saya adalah perbanyak research tentang program tersebut sehingga benar-benar yakin kalau program tersebut adalah yang tepat, karena kalau tidak, tiga tahun terjebak belajar hal yang tidak diminati akan hanya membuang waktu, tenaga, dan uang. Juga perbanyak baca tentang hal yang berhubungan dengan program tersebut, bisa dengan membaca kolom bisnis dalam koran sehingga bisa aktif ikut berdiskusi di kelas, dan yang terakhir kerja keras karena no one is going to help you in University other than yourself.

Featured Image: http://www.timeout.com/london

Photo credit: Author’s collection

Editor: Deandra Madeena Moerdaning




===========================================
Divinda Ireva is an Investment and Financial Risk Management student at Cass Business School, City University of London. Prior to this, she was a student at Al-Izhar Pondok Labu. After she graduates, she aims to work for the United Nations.
Posts