Manchester atau London: Mana yang Lebih Baik?

0
62
Abbaye de westminster Big Ben London

Tidak terasa tiga tahun menjadi mahasiswa undergraduate sangat cepat berlalu. Saat itu saya berkuliah di University of Manchester dengan jurusan Fashion and Textile Retailing, setelah selesai dengan program sarjana, saya berhasil membawa pulang gelar Bsc. Ya, unik bukan? Sekolah fashion dengan gelar Bsc atau Bachelor of Science. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut, Anda bisa membaca artikel saya sebelumnya disini. Setelah Manchester, saya memutuskan untuk pindah ke London untuk melanjutkan pendidikan master saya. Saat ini saya sedang menempuh master dengan jurusan International Marketing di salah satu kampus Coventry University yang terletak di London.

London adalah kota yang jauh lebih besar daripada Manchester. Dulu saat di Manchester, apabila mau pergi kemanapun sangat mudah, semua nya dapat ditempuh dengan berjalan kaki saja, bahkan 10 menit berjalan kaki sudah terbilang lumayan jauh. Nah sekarang di London, benar-benar berbeda 180 derajat. Saya harus terbiasa naik transportasi umum, pilihannya ada dua yang bisa dipakai sehari-hari, seperti bis atau tube (underground train). Karena hidup di London semua harus serba cepat dan praktis, saya lebih sering menggunakan tube, karena waktu tempuhnya jauh lebih cepat dibanding bis (dikarenakan kondisi jalanan yang tidak menentu). Selain itu, hampir semua di kota ini serba mahal dibandingkan dengan Manchester, maka dari itu untuk mencari tempat tinggal, membeli keperluan sehari-hari dan keperluan-keperluan lainnya pun harus ekstra hati-hati, supaya saya juga bisa menjaga pengeluaran. Contohnya, saat di Manchester cukup dengan sekitar 250 pound, saya bisa mendapatkan travel card (unlimited transport card) untuk jangka waktu setahun, sedangkan di London saya harus membaya sekitar 86 pounds untuk satu bulan (zone satu dan zone dua), itupun sudah dengan diskon student (ada proses nya untuk apply diskon student, bisa dicari di Internet dengan keyword: Student Oyster Card). Begitu pun dengan rumah, tempat tinggal saya di London yang bukan di daerah Central saja jauh lebih mahal dari Manchester, padahal sama-sama flat dengan dua kamar. Walaupun begitu, London adalah kota yang sangat indah dan begitu menyenangkan, banyak sekali acara-acara atau tempat yang bisa dinikmati di London, seperti museum, carnival, pertunjukan teater, Winter Wonderland dan acara-acara musik dengan beragam genre musik. Jadi memang berkuliah di London merupakan tantangan baru untuk saya. Selain belajar di kelas, juga belajar untuk mengatur pengeluaran.

15085584_10154766603917072_2587493509694676993_n

14601123_10154637625867072_5570667102631906376_n

Nah, diatas adalah kilas perbandingan kehidupan sebagai seorang mahasiswa di Manchester dan London. Sekarang saya mau membahas tentang perkuliahan saya disini. Menjadi mahasiwa S2 di Coventry University, saya merasa beruntung karena bertemu begitu banyak kolega dari berbagai macam negara dengan latar belakang yang berbeda. Contohnya, banyak teman satu kelas saya yang berasal dari Thailand, Cina, Prancis, Taiwan, dan India. Mereka juga datang dari latar belakang pendidikan yang beragam, kalau dulu saya belajar tentang fashion, para mahasiswa lainnya banyak yang berasal dari media, design, engineering dan finance. Salah satu yang sangat menguntungkan dari course ini adalah group work. Ya, banyak sekali tugas yang harus dikerjakan dalam kelompok. Memang tidak mudah, karena latar belakang pendidikan para mahasiswa yang berbeda, sering sekali ada perdebatan, namun hal inilah yang membuat saya bisa belajar lebih banyak. Selain itu, course saya sangat menekankan kerja praktek, dibandingkan dengan teori. Oh iya, perlu diingat baik-baik, berbeda dengan sarjana, studi master itu para mahasiswa dianggap sudah berpengalaman, jadi tidak ada cerita datang ke kelas dengan kepala kosong, kita harus belajar atau paling tidak membaca materi-materi yang akan dibahas di kelas nantinya, dengan begitu kita juga lebih bisa berinteraksi dan aktif di kelas. Keuntungan lainnya adalah jumlah mahasiswa di kelas saya yang hanya 17 orang, dengan begitu kita dapat dengan mudah berkenalan satu sama lain dan dengan para pengajar. Pada umumnya, sekolah International Marketing sangat seru dan relevant dengan sarjana saya. Karena banyak sekali case study yang dipakai di kelas tentang perusahan fashion ternama, kita ditugaskan untuk membuat marketing plan dan environmental audits perusahaan-perusahaan tersebut.

Intinya, berkuliah di Manchester dan London ada plus dan minus nya. Kota-kota tersebut pada akhirnya adalah tempat kita untuk belajar, bukan hanya di kelas tapi juga belajar mengatur hidup kita sendiri. Tantangan nya berbeda tapi patut diperhatikan. Nah, untuk yang sekarang masih bingung mau pilih kota apa dan jurusan apa atau mau melanjutkan S2 apa, saran saya adalah riset. Mulai cari-cari mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan impian kalian, yang paling penting adalah menjalakan sesuatu yang nantinya akan kalian nikmati.

Featured Image: https://www.tes.com/lessons/IUIAAKJJvZEozg/london 

Photo Credit: Author’s collection

Edited by Deandra Madeena Moerdaning