Pengalaman Intership di Jerman

0
184

Halo, nama saya Adam Kamil. Saya lulus dari Swiss German University dengan jurusan Food Technology. Alhamdulillah saya lulus pada tahun 2016 ini dengan menyandang gelar S. T., B. Eng. (Sarjana Teknik, Bachelor of Engineering). Sebelum bercerita lebih lanjut, saya ingin menjelaskan secara singkat tentang program perkuliahan saya di SGU. Program yang ditawarkan oleh kampus saya adalah dual degree program, yang artinya saat lulus nanti saya akan mendapatkan dua gelar; gelar nasional dan internasional. Yang unik dari SGU ini adalah para mahasiswa nya diharuskan untuk mengambil internship pada semester 3 di Indonesia, dan pada semester 6 di Jerman atau di luar negeri. Tujuan internship sendiri adalah untuk mengenalkan mahasiswa pada dunia kerja sebelum lulus. Berbeda dengan gelar ganda universitas lainnya, kalau di SGU, kami mahasiswa diwajibkan untuk “bekerja” agar mendapat ilmu langsung dari lapangan yang nantinya akan sangat berguna ketika lulus.

Setelah menjalani perkuliahan dan magang di Indonesia, akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu telah tiba. Pada semester 6, saya berangkat ke Jerman dan tinggal di sana selama 7 bulan demi meraih gelar kedua saya yang harus didapatkan dengan mengikuti course selama 1 bulan dan internship selama 6 bulan di Jerman. Bulan Februari, saya mendarat di Jerman tepatnya di kota kecil bernama Soest. Setelah mengikuti course selama sebulan, saya pergi ke sebuah kota di barat daya Jerman, yaitu Winningen (Mosel), Koblenz. Saya mendapat kesempatan untuk magang di sebuah winery yang bernama Weingut Heymann-Löwenstein. Winery ini merupakan salah satu top 10 winery di Jerman, menurut riesling.de. Posisi yang saya terima adalah sebagai pekerja di vineyard untuk mengurus tanaman anggur ini, bottling & packaging, dan wine tasting. Ya, mencicipi berbagai macam wine secara cuma-cuma merupakan salah satu pekerjaan yang harus saya lakukan disana. Enak bukan? Bukan hanya itu, vineyard tempat saya menjalani pekerjaan sehari-hari memiliki pemandangan yang begitu indah.

Tempat Bekerja
Vineyard Tempat Saya Bekerja
Pengalaman Bekerja yang tidak akan Terlupakan
Pengalaman Bekerja yang tidak akan Terlupakan

Harus saya akui, 2 bulan pertama saya magang disana, saya mendapat tekanan yang sangat besar dan cukup membuat saya stress. Bagaimana tidak, perusahaan ini sudah mempunyai nama dan reputasi yang harus dipertahankan, ditambah attitude serta cara mereka bekerja yang sangat berbeda dengan perusahaan tempat saya menjalani internship sebelumnya. Bagi mereka, waktu itu sangat berharga. Tiap setelah bekerja, ada log-sheet yang harus selalu diisi untuk menghitung berapa lama kita telah bekerja. Saya digaji 5.5 euro perjam. Dalam sehari saya bisa bekerja 8 jam dan 5 hari seminggu selama sebulan. Berarti, gaji saya kurang lebih 880 euro perbulan, belum dipotong dengan pajak. Jujur saja, sangat cukup untuk seorang pelajar untuk mendapatkan gaji sebesar itu, apalagi saya mendapatkan tempat tinggal gratis dari perusahaan saya.

Tidak bisa dimungkiri, bahasa adalah salah satu kendala untuk berkomunikasi disana. Banyak orang Jerman tidak bisa berbahasa Inggris dan hal tersebut mengharuskan saya untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa Jerman. Di SGU, saya telah diajarkan bahasa Jerman dasar untuk berkomunikasi sehari-hari. Untungnya, Weingut Heymann-Löwenstein adalah perusahaan yang menerima banyak intern dari seluruh dunia, yang berarti bahasa yang dipakai sehari-hari adalah bahasa Inggris. Walaupun berbahasa Inggris, saya tetap belajar bahasa Jerman agar bisa survive di negara ini.

One of the benefits of doing an internship outside Indonesia, especially in Europe is that you can easily travel to different places and of course experience new things with a lot of options. Misalnya, saya tinggal di Koblenz dan ingin berkunjung ke Hamburg, saya bisa naik kereta dengan harga yang mahal tapi cepat, atau naik bus yang lebih murah tapi lebih lama. Semua itu bisa dilakukan dengan spontanitas, yang menurut saya tidak mudah untuk dilakukan di Indonesia. Hampir setiap weekend, saya habiskan dengan traveling. Terkadang saya pergi sendiri atau bersama teman-teman. Tidak hanya keliling disekitar Jerman, namun juga di negara-negara sekitarnya, seperti Praha, Vienna, Amsterdam, Brussel, dan lain-lain.

Jadi, dengan program internship yang disediakan oleh kampus saya, Swiss German University, sangat membantu saya untuk mengenal dunia kerja sebelum saya benar-benar terjun ke dunia kerja yang sebenarnya. Pengalaman di Jerman tentu sangat bermanfaat untuk masa depan saya.

Photo credits: Author’s collection

Editor: Deandra Madeena Moerdaning